
Sementara Arga di tempat lain ,Di swbuah pemakaman keluarganya ia sedang berdiri di dekat makam Istrinya . Wanita yang membuatnya jatuh cinta di umurnya yang masih sangat belia . Dan karena cintanya telah mengikat hidupnya selama ini . bukan kebahagiaan yang ia dapat tapi malah penderitaan . Nikah juga tidak dapat restu .bahagia juga baru setahun , istrinya juga telah pergi meninggalkan nya .
Tapi arga tidak oleh sedih berlarut larut ,karena ada Angela putri peninggalan istrinya , buah cinta mereka . Gadis kecil pemberian terakhir istrinya , dia butub kasih sayang dan perhatian nya .
Indira juga membutuhkan kewarasan nya agar bisa tumbuh jadi gadis yang dewasa .
"Aan kita bertemu lagi sayang , apa kabar kamu ."Arga berjongkok di depan makam Istrinya .
"Maaf ya aku ngak bisa bawa Indira ke sini . Aku ngak mau Indira melihat kesedihan aku sayang ." ucap Arga . Arga belum pernah mengajak Indira datang ke makan Aan , karena ia akan rapuh bila ada di samping Aan .
Arga menatap batu nisan Aan , dia sadar kalau istrinya telah lama pergi meninggalkan nya . Tapi kesedihan itu tak dapat ia halau .
"Aan kamu tau akhir akhir ini petasaan ku benar benar kacau . Apa lagi hari ini , saat aku akan ke sini , aku marahi sekretaris aku , masak ia titip salam padamu . Bagaimana kamu bisa terima salam itu . Kita kan dah beda dunia , cekh ."Arga berdecak dan meminta maaf pada Aan.
"Maaf ya sayang , bukan maksud aku membawa bawa wanita lain di sini , aku hanya ingin mengatakan padamu , aku cukup mencintaimu , aku ngak mau jatuh cinta lagi kalau hanya untuk kehilangan lagi ." ucap Arga .
"Abang benci atau cinta dengan nya ."sebuah suara tiba tiba mengudara .
"benci ."Tiba tiba sebuah tangan menepuk bahu nya . Arga menoleh kebelakang .
"Dik ." sapa Arga .
Novita memeluk Arga dari belakang tangis adik dan kakak pecah di makam itu . Di balik pohon di samping Arga ada seseorang yang melihat semua itu dengan perasaan sedih .
"Bang benci dan cinta itu beda tipis , aku percaya kakak ipar pasti sedih melihat Abang seperti ini .Indira juga butuh sosok ibu bang . Kelebihan lelaki hanya bisa cari nafkah , tapi kelebihan seorang ibu luar Biasa , dia bisa jadi seorang Ayah dengan membanting tulang menghidupi nya .Tapi apa yang bisa Ayah perbuat selain mencari babysister untuk menjaga anak anak nyakan ." jelas novita .
Tapi di sisi pohon lain ada seorang pemuda berjaket warna hitam yang tinggal di satu unit apartemen dengan Angelia .
Dia adalah johan senyum smirks menghiasi sudut bibirnya memandang kedua kakak beradik itu yang menangis berpelukan dengan derai air mata . Senyum johan luntur dengan tepukan di bahunya .saat johan menoleh ia melihat kedua orang tuanya dan juga oma dan papanya .
__ADS_1
"oma , opa kalian sudah datang ." sapa johan .
"bagaimana opa , melihat paman Rangga terbujur di sana , apa kalian ingin aku tetap seperti dia ." lanjut johan .
"Johan ambil positipnya saja .semua orang pasti akan mati kelak ,cuma kita tidak tau waktu dan cara kita mati saja ." ucap Joni .
Novita dan laki laki lain yang bersembunyi di balik pohon menatap perbincangan mereka . Laki laki itu tiada lain adalah George Andrean mahardika .
"Mas , ayo kita pergi dari sini , ada yang ingin aku katakan lagi padamu ." bisik novita .
"kita jalan terus jangan menoleh ke belakang ."tambah novita .
" kenapa , ada apa di belakang ." tanya Arga .
" jangan banyak tanya , ayo jalan ." novita menarik tangan Arga pergi meninggalkan pemakaman .
Melihat Arga melangkah pergi Adi prata ingin memanggilnya tapi di halangi oleh Andre .
"Pa , papa lupa dia Andre putra mahkota GM group . George Andrean mahardika ." ucap Joni .
"ah iya maaf om benar benar lupa , kemana saja kamu selama tiga puluh tahun ini ." tanya Adi prata .
"saya mengurus pekerjaan saya di amsterdam om ." ucap Andre .
"Ah opa kita ziarah dulu baru cari tempat yang baik untuk kita ngobrol ." potong Johan .Andre menatap johan yang senyum senyum seperti orang tak waras .
"ah iya kita ziarah dulu nanti kita ngobrol di restoran sekalian kita makan makan bersama ." jawab Adi prata .
Setelah selesai ziarah . Mata wulan melirik ke arah makam sebelah indah . Kanan dan kiri indah adalah makan anak dan suaminya . Andre tersenyum kecut melihat air mata wulan yang jatuh begitu saja .
__ADS_1
Sementara novita dan Arga yang juga berada di sebuah kafe mereka berdua mengambil VVIP .
"kenapa kamu bawa Abang kemari ." tanya Arga pada novita .
"Aku ingat dengan kejadian 3 bulan sebelum Abang dan kakak Ipar kembali ke Indonesia . Kakak ipar pernah bilang dia mengalami sebuah insiden kecil , yang membuatnya tiba tiba jatuh pingsan . Dan di tengah jalan kakak ipar ada yang menolongny . Sebagai rasa terimakasih nya , kakak ipar memberikan jam tangan pemberian Abang kepada gadis yang telah menolongnya ." Novita menahan air matanya yang akan jatuh .
"kenapa kakak iparmu ngak pernah cerita pada Abang ." Novita mengangkat bahunya .
" Apa kamu tau kakak iparmu waktu itu mengalami gangguan di jantungnya saat mengandung ." ucap Arga .
"Tidak , tapi kakak ipar pernah bilang padaku , semoga gadis yang menolongnya akan berjodoh dengan mu kelak dan bisa merawat putrimu . Karena gadis itu juga mengelus perutnya dan putrimu juga merespon elusan tangan gadis itu ." ucap Novita . Arga mengepalkan kedua tangan nya .
"Apa benar sekretaris Abang menyukai Abang ." tanya novita .
"Jangan mimpi ." sahut Arga cepat .
"Jangan begitu Bang , demi kebahagiaan putrimu , mungkin kamu juga butuh , aku tau kakak ipar ikhlas dengan Abang menikah lagi ..
"Cukup Dik jangan bahas itu lagi ." potong Arga .
"Baiklah , kalau begitu aku pesan satu lagi , Abang berhati hatilah dengan Johan ." Arga melepaskan genggaman tangan nya . Dan menatap adiknya dengan tatapan mata tajam . Novita menarik nafas panajang
"Kalau memang ini benar ,kita juga tidak bisa buat apa apa Bang ." ucap Novita .
"Apa sebenarnya yang terjadi ." tanya Arga semakin emosi .
" Bagaimana menurut mu IQ johan . Begitukan tanya opa lima tahunan yang lalu ." tanya novita .
Novita menceritakan .kalau senyum Johan bukan lah senyum ramah tamah .tetapi itu adalah senyum penuh dendam atau senyum yang meremehkan atau senyum ancaman .
__ADS_1
"Aku takut Bang bila melihat dia tersenyum , itu seperti sebuah ancaman untuk kita . Karena aku melihat senyum itu saat pesawat pribadi opa adi prata lepas landas tak lama kemudian pesawat itu meledak dan senyum itu berubah tawa yang sangat mengerikan Bang ." tangis novita pecah lagi .Arga menarik nafasnya berat sekali ingin rasanya ia juga menangis tapi ia tahan .