
Nisa membulatkan matanya menatap kalung di lehernya .
"benarkah bun , ini dari dia kok bisa." ucap Nisa .
"semua orang ada waktunya berubah sayang ." ucap Tiara .
"Bunda bolehkah ini aku berikan kepada Angi ." ucap Nisa .
"itu hak kamu ." ucap Tiara .
"Ya udah nisa pamit dulu bun ." ucap Nisa sebelum masuk ke dalam mobilnya . Nisa mengendarai mobilnya menuju ke kontrak kan Angi . Masalah pernikahan dengan Angga tidak mungkin ia ceritakan kepada Lisa . Masih lebih baik dia bicarakan dengan Angi .
Lisa yang polos pasti merasa bersalah dengan terjadi nya pernikahan paksa ini , kalau dia tau . Saat Nisa sampai di kontrak kan teman nya itu , Angi sudah berdiri menunggunya di depan teras rumahnya . Angi langsung masuk ke dalam mobil Nisa sambil tersenyum .
"Lo kok masuk ,bukan nya kamu bilang mau ngobrol di dalam rumahmu ." tanya Nisa .
Angi menggeleng , kemudian mengeluarkan selwmbar kertas dari tas nya .
"tarara...! Aku baru saja mendapat kan voucer makan gratis di restoran R&D untuk dua orang ." ucap Angi dengan bangga .
"R&D ! Namanya ngak asing atau memang kebetulan sama ."guman Nisa .
"Itu restoran mahal.,kalian orang kaya pasti sudah pernah datang ke sana ." Nisa mendengus mendengar ucapan teman nya itu .
"Bagaimana kamu mendapat kan nya ." tanya Nisa penasaran .
Angi mengeluarkan ponselnya .cLihat ini aku ikutan acaranya Giwe away mereka ." ucap Angi menunjuk kan ponselnya kepada Nisa . Yang menunjukan postingan di akun instagram restoran itu .
"Ada lima orang pemenang dan aku salah satunya ." ucap Angi .
"kamu lagi patah hati , kenapa kamu masih ada waktu untuk mengikuti acara seperti itu ." ucap Nisa . Angi tersenyum Pedih .
"Aku lakukan itu juga untuk mengalihkan rasa sakit hati ku ." ucap nya lagi . Sambil memasuk ka ponselnya dan vocer itu ke dalam tas . Nisa meringis merasa bersalah . membuat teman nya menginggat rasa sakit di hatinya itu kembali .
Nisa melajukan kembali mobilnya , meninggalkan komplek perumahan Angi . Sepanjang perjalanan mereka tidak ada yang bicara . Nisa tau Angi pasti kembali bersedih lagi .terlihat dari pandangan mata wanita itu yang kosong ke arah jalanan
__ADS_1
Nisa menepuk pelan bahu Angi saat mereka sudah sampai .
"Apa ini tempatnya ." tanya Nisa Ragu .Angi bangkit dari lamunanya
"Oh sudah sampai ya ." tanya Angi , Nisa hanya mengangguk . Angi melihat logo restoran itu dan menyamakan dengan vocernya .
"Iya benar ini tempatnya ." ucap Angi sambil melihat restoran itu dengan tidak semangat . Moodnya sudah hilang .
"Kamu yakin mau makan di sini ." tanya Nisa karena ia ingat kalau restoran itu milik angga . Ia sedang tidak ingin bertemu dengan pria itu . Lagi pula mereka di larang bertemu satu sama lain , hingga tiga minggu ke depan .
"Iya ayo turun . Sudah sampai di sini , malas kalau harus balik lagi . Lagi pula vocernya hanya berlaku hari ini dan besok ."ucap Angi sambil melihat ke engan nan Nisa .
"Ini restoran milik Angga ." bisik Nisa saat mereka sudah sampai.di depan pintu masuk restoran .
"Sungguh ." Angi berseru keras . Nisa menganguk pelan lalu melihat ke sekeliling restoaran .
"sepertinya dia tidak ada di sini ." ucap Nisa .
Mereka masuk ke dalam restoran dan dusuk di bangku ke empat dari pintu masuk . Nisa mengangkat tangan nya memanggil pelayan . Seorang pelayan perempuan mendatangi mereka
"Mbak kalau pakai voucer menu nya bebas atau pilihan ." tanya Angi . Karena ini bukan yang pertama kali Angi makan di restoran dengan vocer makan gratis . Dan memang peraturan nya berbeda beda setiap restoran .
Pelayan restoran itu pun memandang Angi dan Nisa bergantian dengan sinis .
"Oh pakai vocer ya ." ucap pelayan itu .
""Sebentar saya ambilkan menunya ." pelayan itu pun pergi meninggalkan mereka tanpa sepatah kata .
Nisa mendengus kesal ." pelayan itu memandang sinis kita ." ucap Nisa kesal .
"Aku mah tidak perduli , yang penting makan gratis . " ucap Angi cuek .
"tapi aku peduli. wanita itu hanya seorang pelayan dan sikap sinisnya tadi membuat ku kesal ." ucap Nisa .
"Dia datang lagi ." ucap Angi .
__ADS_1
Pelayan itu datang dengan nampan di tangan nya . Pelayan itu meletak kan nampan nya dengan kasar . Piring yang berisi makanan itu yang tampilan nya yang membuat selera makan Nisa jatuh sejatuh jatuhnya .
"Ini makan untuk giwe away mbak ." ucap wanita itu sinis . Sambil meletak kan gelas berisi air putih dengan kasar .sehinga isinya tumpah hingga mengenai pakaian Nisa .
Nisa mengebrak meja itu di perlakukan seperti itu ." Apa seperti ini standar operasional prosedur restoran ini ." tanya Nisa marah .
"Ya ampun mbak tinggal makan saja , makan gratis lagi . Minta mau di layani seperti apa lagi ." bentak balik pelayan itu . Beberapa pengunjung sudah mulai banyak yang memperhatikan mereka .
"Udah Nis , ngak usah di perpanjang ." ucap angi .
"Kita tidak minta makan gratis ." nisa mengabaikan ucapan Angi . Wanita itu harus ia beri pelajaran .
"teman kamu nanya menu vocer . Sudah jelas kalau kalian datang kesini ingin makan gratis ."ledek wanita itu dengan tatapan rendah ia tunjukan pada Angi..
"Terus apa salahnya dia bertanya ? Dia mendapatkan vocer juga mengeluarkan uang dan waktu ."ucap Nisa
"Butuh uang berapa sih . Paling juga giwe away , dasar miskin ."Angi meringis mendengar kata itu .sudah dua kali ia mendengar kata itu .
Dalam sepanjang hidupnya .Nisa sadar perkataan pelayan itu menyakiti perasaan angi lagi .
"kalau kamu masih ingin tetap bekerja lagi di sini , sebaiknya cepat minta maaf pada kami ." ucap Nisa dengan suara datar .bukanya sadar untuk minta maaf , pelayan itu malah menyiram Nisa dan Angi dengan air putih .
"Apa apa an ini ." ucap Nisa tidak terima , sambil meraih gelas yang satunya lagi yang masih ada airnya dan menyiram ke wajah pelayan itu .
"Berani ya kamu ." tunjuk pelayan itu dengan kasar . Dia mengangkat tangan nya hendak menampar Nisa . Nisa dengan cepat meraih tangan pelayan itu .dan melayangkan satu tangan nya lagi untuk menampar wanita itu .
"Jangan kamu berani melukai saya mbak .kalau tidak kamu akan tau akibatnya ." ucap Nisa marah .
"Udah Nis cukup , kita sudah di lihatin banyak orang . apa yang pelayan itu katakan benar kok . Memang aku ..
"Aku tidak suka dia merendah kan kamu ngi . Terlepas dari benar atau tidak , Dia tidak Punya hak untuk berkata seperti itu ." ucap Nisa .
Tak lama kemudian datang seorang oelayan lain yang mendekati mereka .
"Maaf Ada apa ya ini ." tanya pelayan yang baru datang tadi . Di nametag nya tertulis nama indri .
__ADS_1
"Indri kamu tidak usah ikut campur urusan ini . Orang miskin ini biar jadi urusan aku ,satpam ." teriak pelayan yang menguyur air Nisa dan Angi .