
"Mama tetap tidak ingin punya menantu miskin seperti dia ." ucap Wulan . Ia bisa membayangkan bagaimana teman teman kalau tau siapa dan dari mana asal usul menantunya .
"sudah lah ma , aku tidak mau berdebat dengan mu . Pulanglah pekerjaan aku masih banyak , senin depan aku sudah harus mengantikan kedudukan papa di perusahaan ." ucap Rangga .bukan maksud ia mengusir mamanya cuma ia tidak mau lepas kendali dan berbuat durhaka pada mamanya .
"Mama kecewa dengan mu Ngga ." ucap Wulan dan pergi setelah mengungkapkan kekecewaan nya kepada Rangga . Dulu rangga tidak pernah membantah sedikitpun kepada setiap permintaan nya . Wulan mengira itu pasti Rangga telah di cuci otaknya oleh Indah ,ia ingin pergi menemui Indah beri dia pelajaran .
***
Makan malam yang di katakan oleh Rangga tempo hari pun tiba . Makan malam yang di buat untuk merayakan pensiun Adi prata dan perayaan hari jadinya rangga memimpin perusahaan . Tamu yang datang hanyalah keluarga besar Adi prata saja .
Indah sudah siap sejak tadi begitu juga dengan Arya . Tapi Indah ragu pergi atau tidak .ia duduk di depan cermin menatap wajahnya sendiri dengan tidak percaya diri .
"Kamu sudah selesai belum ." tanya Rangga dari depan pintu kamar nya sambil menggendong Arya .
"Sedikit lagi ." jawab Indah . Indah menarik nafas dan menghembuskan nya lagi , ia ulangi berulang ulang hingga ia merasa tenang .Indah menyakin diri bila dirinya bisa .Tak lama kemudian Indah keluar dari kamar .
"Kita berangkat sekarang ," ajak Rangga , Indah mengangguk kan kepala
"Aku gugup ." ucap Indah . Saat mereka telah berada dalam perjalanan .
"Semua akan baik baik saja ." ucap Rangga sambil menggenggam tangan indah .
"Mas , bagaimana kalau keluargamu menolak aku ." ucap Indah . Rangga diam tidak langsung me jawab kenyataan nya mama nya lah orang pertama yang menolaknya .
"Kamu tidak perlu cemas , selagi kamu ada di sisiku . Tidak akan ada orang yang akan menolak mu ." Rangga tidak berani berjanji banyak , setidaknya ia berusaha untuk melindungi Indah dan putranya .
Kedatangan Indah dan Rangga di sambut dengan tatapan sinis oleh wulan . Di samping wulan juga berdiri Marisa yang juga memandang kedatangan mereka dengan tatapan sinis pada Indah .
__ADS_1
"Kenapa kamu bawa mereka juga ." ucap Wulan pada Rangga , ia terang terangan menatap tidak suka pada Indah .
"Karena aku ingin mengenalkan mereka pada keluarga kita ."ucap Rangga santai .
"Jadi ini bayi laki lakimu yang kamu ceritakan kemarin Nak ." ucap Adi prata yang datang menyambut kedatangan Rangga dan Indah dengan bahagia .
"Boleh aku menggendongnya ." tanya Adi prata dengan antusias .
"Boleh pak ." jawab Indah sambil mengulurkan putranya kepada adi prata dengan canggung .
"Panggil papa saja seperti Rangga ." ucap Adi prata . Wulan mendengus melihat tingkah suaminya .
Arga juga memberikan senyum manisnya dengan tepuk tangan kepada Adi prata . Adi prata sempat di buat terpukau . Ini pertama kalinya ia menggendong seorang bayi . Semenjak istri pertamanya meninggal setelah melahirkan joni . Adi prata merasa bersalah dan terpukul dengan kepergian istrinya , sehingga Joni dia serahkan pada orang tuan nya untuk mengurusnya .
Setelah menikah lagi dengan Wulan , anaknya juga meninggal sebelum waktunya lahir . Karena wulan juga sudah umur sehingga keguguran itu membuat wulan tidak bisa melahirkan lagi .seperti sebuah karma , ingin anak maka istri harus pergi , ingin istri maka anak yang harus pergi .adi prata pasrah dengan takdir yang di gariskan oleh yang kuasa . Ia hanya berusaha berbuat yang baik menurutnya .
"Aku akan pergi menyapa tamu yang lain dulu ." ucap Wulan dan pergi .
"Mama nya mas , tidak suka padaku dan Arga kan Mas ." ucap Indah . Sebenarnya Indah sudah tau jawaban nya , tapi ia tetap bertanya pada Rangga .
"Mama hanya butuh waktu , Ndah . Suatu saat mama pasti akan menerima kalian . Jadi kamu jangan cemas ." ucap rangga menenangkan Indah
"Jangan terlalu di pikirkan Nak . Seperti apa yang di katakan Rangga , tidak perlu lama mama Rangga pasti akan menerima kamu . Aku bisa pastikan itu ." ucap Adi prata ikut menenangkan Indah .
"papa pinjam putramu dulu ya , untuk papa kenalkan pada keluarga yang lain ." ucap Adi prata .
Rangga mengajak Indah duduk di kursi yang telah di siapkan untuk nya . Rangga juga menarik kan kursi untuk Indah dan mempersilahkan Indah duduk .
__ADS_1
"terimakasih Mas ." ucap Indah . Sambil tersenyum manis .Rangga hanya mengangguk menanggapi ucapan Indah .
"Kamu mau makan apa , biar aku yang ambilkan ."ucap Rangga . Karena tempat makanan tidak jauh dari tempatnya duduk .
"Aku masih kenyang Mas , " ucap Indah . Di tempat yang ramai dan penghuni nya tidak begitu welcom membuat selera makan Indah hilang .
"Ya sudah , kamu tunggu di sini dulu mas pergi ambilkan minuman dulu ya ." ucap Rangga yang pergi mengambil dua gelas jus .dan kembali lagi le tempat duduk semula .Indah menatap keberadaan Joni di sana .
"Lihat apa ." tanya Rangga .
"Lihat mas , kenal dengan dia ."ucap Indah yang menunjuk pada laki laki yang berdiri di swbrang bersama seorang wanita .
"Dia Joni saudara tiri aku dan istrinya bernama Rantika ." ucap Rangga .
"Saudara tiri ." tanya Indah penasaran .
"ya dia anak kandung papa memang kenapa ." tanya Rangga .
"Hubungan kalian tidak baik . Karena laki laki itu yang menyuruh aku memasukkan obat waktu itu ke dalam minuman kamu ." bisik Indah .
"ya waktu itu kamu sudah bilang padaku . Tapi kamu yakin dia orang nya ."tanya Rangga hanya untuk menanggapi ucapan Indah biar tidak tegang . Indah mengangguk kan kepala .
"Aku sebenarnya sudah menyangka , karena sejak dulu hanya dialah orang satu satunya . Tidak menyukai aku dan ingin selalu menjatuhkan aku ,"ucap Rangga . Rangga melihat Joni berjalan menghampiri Adi prata . Dan sepertinya mereka terlibat percakapan yang sangat serius .
"sebentar kamu tunggu di sini dulu , aku akan ambil Arga dari papa dulu ." ucap Rangga .Rangga segera pergi ingin menghampiri papanya , ia hanya bermaksud untuk mengambil Arga . tapi langkahnya terhenti saat mendengar pembicaraan Joni dan papanya .
"papa sengaja mengirim aku bisnis ke luar negri , Agar papa mudah untuk menyingkirkan Ayahnya renata bukan ."ucap Joni dengan wajah dingin .
__ADS_1
"kalau kamu memang beranggapan begitu , ya anggaplah begitu ." ucap adi prata santai sambil membuai Arga yang kelihatan mulai mengantuk dalam gendongannya .Adi prata jatuh cinta dengan senyum manis dan tatapan polos bayi mungil itu . Kalau boleh Adi prata ingin Arga tinggal bersamanya .tatapan Joni jatuh pada bayi yang ada di dalam gendongan papanya .