Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
77


__ADS_3

Indah menelan ludahnya dengan gugup ." maaf pak , sudah waktunya bapak untuk pulang ." Indah memberanikan diri untuk mengusir Rangga . Jika Rangga tetap di situ , indah percaya tanpa sadar ia akan bicara sejujurnya bila Arga adalah darah daging Rangga .


"Saya merasa kamu menyembunyikan sesuatu dari saya Indah ." ucap Rangga , ia ingin sebenarnya tau siapa Ayah kandung dari bayi mungil itu .


"Saya tidak menyembunyikan apapun dari Bapak ." ucap Indah sambil membuang tatapan nya dari Rangga .


"Memang saya berharap kamu tidak menyembunyikan apapun dari saya , Indah . Kalau sampai saya tau kau sembunyikan sesuatu dari saya . Jangan kamu berharap , saya akan biarkan kamu bernafas dengan bebas ." ucap Rangga yang lang membalik kan badan pergi meninggalkan rumah Indah .


Indah duduk dengan gelisah , ia kepikiran dengan ucapan Rangga terakhir sebelum meninggalkan rumah nya . Kira kira apa yang akan di lakukan oleh Rangga jika dia tau Arga putranya , Apakah Rangga akan membawa putrinya pergi dari nya .Indah hanya berharap dirinya mampu menutupi semua ini hingga Rangga menemukan pasangan nya yang lebih baik .


***


Indah baru saja mengantar ke meja pelanggan . Saat ia kembali untuk mengambil makanan pelanggan yang lain seseorang memanggilnya .


"Indah , ini pesanan makan siang pak Bos . Nanti kamu antar ke ruang pak Bos ." ucap manager restoran . Sambil memberikan secarik kertas ke pada Indah .Indah melotot minta penjelasan karena minggu ini bukan sip nya .


"tapi pak . Hari ini bukan piket saya ." ucap Indah .


"Ini permintaan dari pak Rangga ." ucap manager restoran sambil menepuk bahu Indah . Dan melangkah pergi meninggalkan Indah sendirian .


Indah mendesah kesal , dan pergi menyerahkan kertas pesanan makanan Rangga pada chef haikal .


"Pak Rangga ada tamu ." tanya Chef haikal sambil mengerutkan keningnya .saat melihat menu catatan makanan yang di pesan oleh Rangga , untuk dua porsi .


"saya tidak tau mas , itu tadi dari pak manager ." ucap Indah .


"Tapi ini menu makan untuk dua orang , ya sudah seperti biasa Indah tunggu saya dalam Dia puluh menit ya ." ucap Chef haikal .Indah mengangguk dan kembali ke depan untuk membantu teman temannya yang lain .

__ADS_1


Indah telah menaiki tangga dengan hati hati membawa nampan berisi dua porsi makan siang . Indah mengetuk pintu ruangan kerja Rangga , dan membuka pintu setelah di persilahkan masuk .


"Ini pesanan makan siang anda pak ," ucap Indah .


"Taruh di situ ." Rangga menunjuk meja sofa , Dengan Cekatan Indah menghidangkan piring piring itu .


"Duduk ," ucap Rangga saat Indah akan membalik kan badan meninggalkan Rangga setelah mempersilahkan makan .


"Duduk , maksudnya saya pak ." tanya Indah memastikan .


"Memangnya di sini ada orang lain selain kamu dan saya ." ucap Rangga , Indah menebarkan pandangan mencari orang di ruangan Rangga . Memeriksa apa ada orang lain selain ia dan Rangga .


"Tidak ada orang pak . Hanya ada kita berdua " jawab Indah dengan polosnya .


"Lalu apa yang kamu tunggu ."ucap Rangga . Indah tersenyum kaku dan mengambil tempat duduk yang agak jauh dari tempat duduk Rangga . Rangga mendengus kesal dengan sikap Indah , ia semakin curiga dengan wanita yang ada di ruangan nya itu .


Rangga menambahkan nasi dan lauk ke piring Indah . Menurut Rangga wanita di depan nya itu makan terlalu sedikit , badan nya kurus seperti tidak terawat . Indah mengigit bibirnya melihat piringnya kembali penuh . Sedangkan perutnya sudah tidak muat untuk di paksa menghabiskan makanan itu .


" kenapa berhenti , ayo habiskan makanan kamu ." perintah Rangga tak bisa di bantah .


" Sudah kenyang pak , Perut saya sudah tidak muat , sudah tidak sanggup di isi lagi ." jawab Indah sambil mendorong piring itu menjauh dari hadapan nya . Indah sudah mual jika hanya memakan nya satu sendok lagi saja .


"Habiskan , kalau tidak kamu tidak akan bisa keluar dari ruangan ini ." ucap Rangga tanpa melihat wajah Indah . Ia meminum air putih nya hingga habis dan melipat kedua tangan nya di depan dadanya .


"Pak Rangga ." Rangga menatap Indah dengan tatapan tajam . Indah menunduk dan menarik kembali piringnya . Dengan sendok kan kecil kecil Indah terpaksa memakan nya lagi sambil melirik Rangga yang masih menatapnya tajam ,dengan tangan yang masih di lipat .


Suapan selanjutnya Indah menyerah dan menggelengkan kepalanya dengan wajah memelas .Rangga kemudian menyerahkan segelas air putih ke hadapan Indah .

__ADS_1


"Terimakasih pak ." ucap Indah sambil meneguk sedikit air putih dari Rangga .


"Saya sudah boleh pergi kan pak ." tanya Indah kemudian . Setelah lama berdiam .dan Rangga telah pindah ke meja kerja nya sambil mengetik sesuatu di laptopnya .


"Belum ." jawab Rangga pendek lalau fokus lagi.ke laptop di hadapan nya . Tidak lama kemudian Rangga menutup laptopnya dan kembali.duduk di hadapan Indah .


Jantung Indah berdetak tidak tenang . Mendapat tatapan intens dari Rangga .


"Apa kamu tau arti dari sebuah mimpi ." tanya Rangga kemudian . Indah menggeleng dan mengambil gelas dan meminum nya lagi . Ia benar benar gugup di tatap begitu intens oleh Rangga .


"Saya bermimpi bertemu dengan seorang wanita di sebuah BAR . Di dalam mimpi saya . Saya dan wanita itu bercinta di sebuah ruangan yang gelap"...


"Uhuukkk..." Indah tersedak seketika sambil menepuk nepuk dadanya yang terasa sakit . Rangga hanya diam menatap Indah tanpa ada niatan untuk membantu .


"I..itu cuma mimpi pak ."ucap Indah setelah batuknya reda . Indah sebenarnya panik tapi.ia berusaha menekan rasa paniknya , Agar dirinya tidak keceplosan dalam berbicara . Jangan sampai mengatakan kalau itu bukan mimpi tapi.nyata , dan wanita itu adalah dirinya .


"Hanya saja mimpi ini datangnya bukan hanya sekali tapi berkali kali. Dan saya mungkin akan m÷ngejar wanita itu jika saya melihat wajahnya . Sayang sekali ruangan dalam mimpi saya gelap sekali . Jadi saya tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana bentuk wajah wanita itu ." jelas Rangga .


Indah tanpa sadar lagi ia mendesah di samping Rangga . Lega karena Rangga tidak mengenali wajahnya , jadi kelak ia tidak perlu ketakutan lagi kalau kebohongan nya akan ketahuan oleh Rangga .


" kamu boleh keluar ." usir Rangga . Rangga kesal mendengar ******* lega yang keluar dari mulut Indah . Otaknya langsung melayang ke kejadian malam setahun yang lalu , di dalam ruangan yang gelap itu .


"Terimakasih pak Rangga , untuk makan siangnya ." ucap Wulan . Sebelum ia keluar dari ruangan Rangga dan sudah membereskan meja sofa Rangga .


Setelah Indah keluar dari ruangan nya . Rangga juga ikut keluar ia menatap punggung Indah yang sedang melayani pengunjung restoran . Meja yang ada di pojok kan . Dan di meja itu semua nya para lelaki muda muda .


.

__ADS_1


__ADS_2