Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
28


__ADS_3

Pagi itu Angga telah berada di parkiran sekolahan Nana , ia merapikan jasnya sebelum dari mobilnya . Ia tidak tega adiknya menerornya terus terusan agar datang menjadi walinya . Angga mengetik pesan pada nana kalau dirinya sudah tiba .


Terlihat dari kejauhan Diana berjalan buru buru menghampirinya .


"Abang ." sapa Diana sangat bahagia sambil melambaikan tangan nya .


Angga pun berjalan menyongsong adiknya itu . Dan mereka berdua berjalan menuju ke ruang BP .


Angga menyalami guru wali kelas dan guru BP .Angga melihat lesti , gadis itu duduk sendirian karena walinya juga belum datang . Tapi gadis remaja itu sangat tenang tidak seperti adiknya yang begitu gelisah .


"Les , orang tuamu belum datang ." tanya bapak kepala sekolah .


"Pap berhalangan tidak bisa datang , nanti akan di gantikan oleh Uncle saya pak ." ucap Lesti dengan lugas .


"Baiklah kalau begitu kita bahas saja dulu dwngan wali yang sudah ada ." ucap bapak kepala sekolah .


Namun bapak kepala sekolah belum sempat menayai Angga , pintu ruangan kepala sekolah tiba tiba terbuka .dan masuk seorang pria dengan pakaian jas yang rapi masuk ke dalam .


"uncle Prim ."panggil Lesti dan berdiri menuntun primus untuk duduk di sampingnya . Kedua guru wanita yang ada di ruang itu di buat melonggo melihat kehadiran dua pria yang tampan tampan .


Wali Diana dan wali Lesti adalah pria yang sangat tampan dan segar di mata mereka


"Kamu ." Diana melihat wali Lesti itu dengan mata melotot .Primus hanya tersenyum mengangguk seakan tidak kenal dengan Diana .


"Baiklah karena kedua wali murid sudah datang semua . Sekarang kita mulai membicarakan masalah ini ." ucap guru BP .


Tak butuh waktu lama masalah telah di putuskan . Tetap kelompok dari Diana yang salah karena menyerang duluan . Mereka semua beranggotakan enam orang . Anggota Lesti tiga orang dan anggota Diana juga tiga orang .mereka berenam tetap mendapat kan hukuman


Anggota lesti di skoros 1 hari . Sementara Diana di sekoros tiga hari .

__ADS_1


"Abang selama aku di skoros boleh kan aku tinggal di rumah Abang ." Ucap Diana sambil tersenyum ia memohon pada Angga . Angga mengeleng tegas .


"Tidak boleh , Abang saran kan lebih baik kamu jujur pada mama dan papa tentang masalah ini ." tolak Angga . Ia kemudian membuka pintu mobil untuk adiknya masuk lebih dulu .


Diana merengut tidak setuju mendengar saran dari Abangnya ." mama akan memotong uang jajan aku bang .kalau mama tau masalah ini ."ucap Diana lesu .


" Kalau mama memotong uang jajan aku , Abang ya yang ganti uang jajan aku tanya gadis remaja itu sambil tersenyum kepada Angga .


"Tidak Abang tidak mau membantu kamu lagi . Kamu harus belajar bertanggung jawab Na . Kamu harus mau menerima konsekuensi dari apa yang kamu lakukan ." jawab Angga dengan apa yang usulkan adiknya itu .


"Ngomong ngomong , sepertinya kamu kenal.dengan primus nasution tadi ." tanya Angga mengalihkan pembicaraan .


"Ha ..hanya pernah berpapasan di sebuah restoran saja , tapi Nana tidak kenal dengan orang itu ." ucap Diana dengan gugup . Dia tidak mungkin menceritakan masalah apa sebenarnya yang telah terjadi . Diana masih punya malu .


Ia pernah ada main Dare our trut dengan teman nya . Saat tiba giliran dia , Diana di suruh mencium seorang pria pertama yang lewat di depan nya . Dan pria yang lewat itu tidak lain adalah primus .Dan Diana juga mencium primus .


Walau Angga masih Abangnya sendiri , Diana masih tetap punya rasa malu . Dan Angga hanya mengangguk tak ingin banyak bertanya .


Seminggu sudah berlalu Angga selalu pulang larut malam , tiga hari lagi adalah hari pernikahan nya dengan Nisa sehingga ia harus menyelesaikan pekerjaan perusahaan nya sebelum hari pernikahan nya dengan Nisa . Dan ia mengambil cuti .


Angga segera mengisi daya ponselnya . Sejak jam sembilan malam Baterai ponsel Angga telah habis .setelah mengisi daya ponselnya Angga segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri . Ia tidak mau mandi lama lama karena harus cepat istirahat .


Hanya butuh waktu lima belas menit Angga untuk mandi . Setelah mandi Angga melihat pesan masuk di ponselnya . Ia memilih melihat pesan Dari Nisa .


Calon Garwo


"Masih ada waktu tiga hari untuk kamu berpikir . Aku bisa bantu bicara unyuk membatalkan pernikahan kita . aku akan katakan kalau kita berdua tidak saling cocok satu sama lain ." Angga mendegus kesal pada Nisa .


"Dia masih belum percaya dan masih menganggap aku sebagai GAY . Apa sebenarnya yang harus aku lakukan pada dia ." gumam Angga . Ia mematikan ponselnya .tidak membalas pesan dari Nisa . Angga segera merebahkan dirinya di atas ranjang nya .

__ADS_1


Pagi hari nya Nisa bangun segera mengecek pesan dari Angga . Nisa sangat kesal ternyata Angga tidak membalas pesan nya sama sekali .


Padahal Pesan nya sudah centang dua berwarna biru berarti Angga sudah membacanya . Akhirnya Nisa mengirim pesan lagi kepada Angga .


"Tinggal dua hari lagi , apa kamu tidak ingin membatalkan pernikahan ini ."


Nisa segera menekan tombol kirim . Tak lama kemudian langsung centang biru . Berarti Angga juga sedang memegang ponselnya . Terlihat Kalau Angga sedang mengetik . Nisa menunggunya dengan antusias , hampir lima belas menit entah apa yang di tulis oleh Angga hingga Nisa merasa gemas sendiri . Bahkan ia sampai membawa ponselnya sampai ke kamar mandi .


Lalu tanda sedang mengetik berubah jadi ofline .berarti Angga menghapus ketikan nya .Nisa sudah kehabisan kesabaran nya dan langsung menekan tombol panggil untuk menghubungi Angga .


"Iya hallo ." sahut Angga dari sebrang .


"Sebenarnya kamu tadi mau nulis apa , lama banget , panjang lagi .."tanya Nisa .


"tidak ada ." balas Angga pendek .


Nisa menarik nafas dalam . Lalu menghembuskan nya dengan pelan .


"Jadi apa kamu sudah berubah pikiran ?. Aku bisa bicara kepada kedua orang tua kita , kamu tenang saja . Rahasiamu akan aman , aku tidak akan buka mulut ."kata Nisa sambil berdiri dan menarik celananya ke atas karena ia sedang berada di kamar mandi .


"kamu buka mulutpun tidak ada yang akan percaya sama kamu . Apalagi kita pernah tertangkap basah berdua'an di kamar aku , dan dirimu dalam keadaan setengah telan***g ." ucap Angga .


Nisa terdiam ia baru ingat apa yang mereka lakukan di kamar Pria itu . Angga mencumbunya dengan penuh g****h


"Hari itu apa kamu benar benar ...


"Iya Nisa . Aku ingin sekali berada di dalam mu , untuk membuktikan kalau aku adalah pria normal ." Angga memotong ucapan Nisa dengan cepat .


Wajah Nisa menjadi panas seketika mendengar ucapan Angga yang vulgar sekali . Nisa mengipasi wajahnya dan lehernya yang terasa panas dengan tangan kirinya .

__ADS_1


"Nisa apa kamu sedang ada di kamar mandi ." tanya Angga yang membuat Nisa melotot .


__ADS_2