Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
133


__ADS_3

Setelah berpisah dengan novita Arga kembali ke pemakaman .ia tak melihat seorang pun di sana . Arga kembali duduk di samping makam Aan .


"Sayang , katakan apa yang harus aku lakukan ." ucap Arga .


"Aku tidak ingin mencintai dia , walau nama dia mirip dengan mu , mata kamu , manja kamu semua mirip , Aku juga menyisipkan nama kamu pada putri kita , karena dia tumbuh dewasa mirip dengan mu sayang ." ucap Arga .


"Tidak seharusnya aku menangis , sebentar lagi aku harus merayakan dan mengucapkan selamat ulang tahun sama putri kita ." Arga tersenyum sambil menghapus air matanya . senyumnya terbit di antara banyaknya luka . Sungguh Arga tidak ingin berlarut larut dalam kesedihan .


"Dari sana kamu pasti dah melihat kan , sayang . dia tumbuh dengan cepat dan pandai tanpa dirimu sayang ." Arga memejam kan matanya . Bukan ia tidak bisa merelakan kepergian Istrinya . Terlalu sedikit kenangan yang mereka punyai .


ia cuma tidak tau caranya bagaimana melepaskan bayang bayang istrinya . Tanpa terasa air matanya jatuh menetes lagi . Arga membuka matanya , ia usap dan cium Nisan istrinya . Ia berdo'a sebentar sebelum pergi dan pulang menemui putrinya . Ia butuh mendapatkan pelukan dari putrinya .


***


Sementara Keluarga johan dan Andrian telah berada di sebuah restoran . Mereka telah selesai makan siang bersama .


"Andre apa kamu kembali ingin memimpin GM group ."Tanya Joni .


"Tidak Jon , kalau Arga mau biar dia yang memimpin nya ." ucap Andre . Sambel melirik Johan yang memberi kode pada wulan .


"Apa tidak sebaiknya kita adakan rapat para pemilik saham dan biar mereka yang menentukan nya ." ucap wulan . Adi prata menyikut lengan Wulan yang ikut bicara .


"Usul bibik bagus juga .mungkin pemegang saham terbesar GM ada yang ingin mencoba menjadi CEO di GM ." sahut Andra sambil tersenyum .


"Benar jangan sampai jatuh ke tangan orang yang salah ." tambah wulan lagi .

__ADS_1


"Iya bik , pandangan mata keluarga mahardika tidak pernah salah , cuma mereka yang serakah ,pandangan nya gelap ." balas Andre yang terus tersenyum menutupi emosi nya .


"Paman , eh maksud saya Tuan Andre kapan akan di adakan pemilihan CEO untuk GM group ." tanya Johan .


"Secepatnya . Oh iya paman Adi , bibik wulan , saya harus mohon diri saya ada janji dengan putri saya .untuk makan siang , dia pasti sudah marah marah karena saya tidak ada datang ." ucap Andre yang ingin mengakhiri pertemuan itu .


***


Enam belas april adalah kelahiran Angela Indira Abimana . Bayi yang masih merah dan lembut itu membuat Arga bahagia . Sekaligus sedih , pepatah mengatakan mati satu tumbuh seribu . Tapi kelahiran Indira adalah sebaliknya .


Arga tidak bisa sedih juga tidak bisa menyesali semua itu Takdir telah berkata . Yang dapat ia sedihkan hanyalah putrinya , dia tidak bisa tumbuh dewasa oleh bimbingan seorang ibu .


Angela Indira Abimana kini tepat berusia lima tahun . Dia tumbuh menjadi gadis kecil yang lucu dan cantik . Betapa Arga sangat bersyukur dengan kehadiran putri kecilnya yang bisa menghibur dirinya , di kala rapuh dan lelah .


Arga menghembuskan nafasnya sekali lagi . Mengingat hari ini dalam hidupnya akan menjadi hari bahagia dan dukanya . Arga melangkahkan kakinya menuju ke rumahnya bersamaan dengan datangnya kue ulang tahun pesanannya yang berkarakter princes snow white . Yang telah Arga pesan jauh jauh hari . Arga juga membawa kado ulang tahun untuk putrinya .


" papa ." suara manjanya memenuhi kendang telinga Arga . Arga segera membuang wajah murungnya dan mengantinya dengan wajah penuh senyum untuk putrinya . Perubahan ini yang harus Arga perankan setiap tahun nya .


"Hallo sayang . Apa kamu sudah mandi ." tanya Arga setelah mencium bau wangi di badan putrinya , Arga melihat jam tangan nya , ternyata hari sudah sangat sore , hampir jam 6 sore .


Indira mengangguk kecil dan minta di gendong oleh Arga . Arga tersenyum dan membawa putrinya ke dalam gendongan nya ,dan masuk ke dalam rumah .


"Bik nina tolong bawakan kue ulang tahun nya ke dalam juga kadonya untuk Indira ." ucap Arga .


" Baik tuan ." jawab bi nina .

__ADS_1


"Siapa di dalam bi ." tanya Arga sebelum masuk ke dalam rumah . Arga hanya berharap orang tua Aan datang untuk merayakan ulang tahun Indira di mana sebenarnya kelahiran Indira bertepatan dengan hari ulang tahun Aan juga .


Bi nina menggeleng kan kepala , Artnya itu juga ikut sedih karena setiap hari ulang tahun Indira hanya di rayakan dengan mereka saja . Tiada orang orang tua dari kedua majikan nya itu yang datang .


Melihat sikap bi Nina Arga tau , kali ini ia harus menelan kekecewaan lagi . Kedua mertuanya tidak mau datang . Karena kecewa putrinya telah melupakan nya dan kini meninggal setelah melahirkan .


Arga tersenyum kepada putrinya walau terpaksa . Ia melangkah masuk ke dalam rumah . Benar di dalam rumah tidak ada siapa siapa selain babysitter Indira yang sedang merapikan ruangan .


Tahun ini akan merayakan ulang tahun Indira seperti tahun tahun sebelumnya . Hanya mereka orang orang yang ada di rumah saja . Novita juga jarang karena rumah itu banyak mengenang masa lalu bersama orang tuanya .


"Papa bawa hadiah apa untuk Indila ." tanya Indira dengan bahasa balita yang lucu karena Indira belum bisa mengucapkan hurup R


Arga menoleh pada putrinya yang masih berada dalam gendongan nya .


"Rahasia ." ucap Arga sambil menoel hidung putriny , Arga menduduk kan Indira di sofa . Pupil mata Indira membesar , ia sangat penasaran dengan Rahasia yang di maksud papanya .


Arga sedikit tersentak melihat putrinya melotot , ia seperti pernah melihat tatapan melotot seperti itu tapi ia lupa di mana dan di lakukan oleh siapa .


Indira berpikir sesuatu yang akan di berikan kepada nya oleh Papanya , pasti sesuatu hal yang luar biasa . Sama seperti tahun tahun sebelum nya , hadiah dari Papanya bukan lah sebuah mainan yang tak bermakna .


Indira juga menilai papanya selalu tau apa yang ia inginkan . Tapi untuk tahun ini apakah papanya juga tau apa yang sedang ia inginkan . Kalau papanya benar benar tau maka Indira akan semakin bahagia .


"Papa , mandi dulu ya , sayang . Nanti setelah papa mandi baru kita rayakan hari ulang tahun kamu ." ucap Arga , mengalihkan isi pikiran Indira . Yang menanyakan kado yang akan di berikan oleh papanya . Indira mengangguk .


"Iya pa ." jawab Indira penuh dengan semangat

__ADS_1


"Papa mandi yang bersih ya ." tambah Indira . Arga tersenyum menanggapi ucap putrinya . Senyum Indira mampu meloloskan senyum natural dari bibir Arga . Arga mengecup pipi kecil putrinya dengan lembut .


"Tunggu papa di sini ya ." pesan Arga sebelum benar benar pergi . Indira mengangguk kan kepala , kemudian Arga pergi meninggalkan Indira di ruang tamu pergi untuk membersihkan diri .


__ADS_2