
Sementara Angel di waktu yang sama ia ketakutan sekali dia tidak dapat menyakin kan klien nya untuk mendapatkan jadwal ulang meeting bersama Arga . Angel merasa kepala nya berdenyut nyeri berkali kali . Kini Angel telah berada di kantor walau sebenarnya jam kantor telah pulang lewat beberapa jam yang lalu .
Anisa menemani Angel di kantor . Teman yang memberi tau kepulangan Arga ke kantor beberapa hari yang lalu .
"Jadi kamu akan di pecat , kalau gagal menyakin kan klien An ."tanya Anisa . Angel mengangguk dan menarik nafas berulang kali dan menghembuskan berlahan lahan.
"Akhirnya Arga dapat alasan untuk memecatku , Arga sialan . apa aku harus minta bantuan kepada Ayahnya atau tidak untuk kali ini ." gumam Angel dalam hati .
"Aku punya ide Aan ." ucap Anisa .
"Ide apa an ." Angel seperti mendapat kan air di tengah padang pasir . Matanya langsung bersinar .
" Gimana kalau kamu menunggu pak Arga di kantor malam ini . Seingat saya tahun kemarin juga terjadi hal seperti ini . Siang hari dia tidak ada di kantor , dan malam hari baru akan kembali dan lembur hingga pagi ." ucap Anisa .
"Setelah saya pikir , tanggal dan bulan nya juga sama . Nanti kamu bisa minta maaf padanya , dan mohon mohon agar tidak memecat kamu . Bilang saja kamu di luar punya hutang banyak dan harus biayai rumah sakit orang tua ." ucap Anisa .Angel membola seketika bola matanya .
"Kenapa bawa bawa orang tua segala , ucapan adalah do'a kan ." ucap Angel .
"Aku kan cuma bilang orang tua, ngak bilang orang tua kamu kok ." ucap Anisa .
"Iya juga ya , " ( Dari pada minta bantuan sama Ayah ) ." ucap Angel ada juga yang di ucapkan dalam hati .
"Kamu yakin Nis ide ini akan berhasil , kamu sendiri tau kan betapa keras nya kepala pak Bos kita ." ucap Angel . Anis meringis swndiri juga tidak yakin idenya akan berhasil .
__ADS_1
"ya dari pada pasrah ." sahut Nisa .
Angel membenarkan ucapan Anisa . Ia tidak boleh tinggal diam menunggu pemecatan dirinya . Apapun yang terjadi ia harus tetap bertahan . Bukan apa apa , Angel cuma tidak tega membiarkan Arga bekerja sendirian tanpa nya .angel sangat perhatian bukan . Hanya Arga saja yang tidak mensyukuri kehadiran nya .
"Kamu benar Nis . Tidak apa apa aku mohon mohon sama pak Bos , Demi Cinta ." kekeh Angel .
"Sudah aku duga , yang lain lain kerja dengan pak bos ngak ada satu bulan sudah pada kabur . sedang kamu bisa bertahan hampir satu tahun lebih . Aku tau kamu pasti bertahan karena cinta . Kalau uang ku lihat kamu tidak kekurangan ." ucap Anisa .
Angel hanya terkekeh ia beri semangat pada sahabatnya dan segera pamit untuk pulang .sepeninggal Anisa ,Angel menyusun kata kata kira kira apa yang akan ia katakan kepada Arga nanti bila kembali lagi ke kantor ..
***
Bila ada seseorang yang sengaja menanyakan siapa Arga indra abimana . Maka Angel akan dengan senang hati mengatakan dengan versi dirinya sendiri . Ia tidak akan mencoreng nama baik Arga di depan orang lain . Karena Arga di mata Angel adalah laki laki baik yang pernah ia temui . Meski yang ia terima dari Arga selama ini hanyalah sakit hati .
Namun Angel tidak pernah menaruh dendam atau menyimpan sakit itu di dalam hati . perilaku Arga di nilai lain oleh Angel .karena Angel bisa merasakan Kalau Arga menyimpan sesuatu di balik tingkah lakunya , dengan cara menyakiti dirnya .
Singkat cerita setelah Anisa pergi Angel tidak sabar menunggu kedatangan Bosnya . Ia berjalan mondar mandir dan , Akhirnya ia nekat mencari tau alamat rumah Arga . Setelah menemukan nya dengan perasaan senang dan berharap Arga berada di rumahnya . Angel segera menekan gas mobil mewahnya .
Entah sial atau keberuntungan , tetapi ketika pertama kali ia sampai di rumah Arga ,saat pintu rumah terbuka ada seorang anak kecil berlari kepada nya dan memanggilnya dengan sebutan "MAMA "
Seketika terlintas sebuah kenangan di otak nya beberapa tahun yang lalu melintas di kendang telinganya ." kelak kamu akan bertemu dengan nya , mungkin dia telah bisa berlari dan memanggil mu mama ."
"Princes rara ." tanpa sadar Angel mengeluarkan panggilan itu .
__ADS_1
"Mama ." panggil Indira kembali .tak urung Angel tersenyum kaku dan merentangkan kedua tangan nya menyambut tubuh kecil Indira . langsung ia bawa tubuh Indira ke dalam pelukan nya . Tak lupa Angel menciumi pipi Indira dengan gemes .
Angel sejak kecil telah tidak mempunyai seorang mama . Itulah yang sangat di rindukan oleh Angel selama ini dari seorang mama , tapi tidak urung mendapatkan nya karena Ayahnya tidak mau menikah karena Ayahnya bilang , ia hanya mencintai mama nya . Dan tidak akan membagi cintanya dengan wanita lain .
Karena itulah keinginan angel yang tak pernah ia dapatkan . Kini ia curahkan dan lampiaskan kepada Indira .
"Tadi Mama panggil Indira dengan sebutan Princees Rara . Hem bagus sekali . Sudah Rara duga papa pasti akan memberi kado spesial buat Rara di ulang tahun Rara kali ini ." ucap Indira dengan suara cadelnya yang tidak di pahami oleh Indira . Angel hanya mengangguk kaku.sekaku senyuman nya .
Angel mulai berpikir kalau kalau dirinya telah salah masuk rumah orang . Tapi setelah matanya bersitatap dengan mata laki laki yang baru saja turun dari tangga . Dan nama , tatapan , juga wajah dingin nya telah tersimpan begitu rapi di ltidak salah alamat .
"Benar ini rumah Bos galak aku ." gumam Angel .
"Kenapa kamu bisa ada di sini , siapa yang menyuruh kamu menggendong Indira ." ucap Arga dengan suara yang serat penuh dengan kemarahan .
"Sa...saya ...
"papa ." Angel belum sempat menjawab pertanyaan Arga , tapi ia telah di kejutkan oleh Indira yang memanggil Arga dengan sebutan papa .
Angel menatap Indira dan Arga bergantian ,ia tidak percaya ingin ia bertanya tapi waktu di kuasai lagi oleh Indira .
"Papa terimakasih ya kado nya .," ucap Indira lagi .
"Mama ikut an ya rayain ulang tahun Indira . Makasih ya mama sudah mau datang ." ucap Indira .
__ADS_1
Dan Akhirnya Angel harus memakai topi kerucut ulang tahun. Dan harus mengikuti arahan dan apa yang di inginkan oleh Indira . Angel tidak ingin kena marah Arga lagi .
perayaan ulang tahun untuk gadis kecil Arga terus berlanjut . Sekarang acaranya sampai di jeda tiup lilin . Angel yang sedari tadi hanya memandang Indira . Malah di minta oleh Indira untuk menemaninya meniup lilin . Angel tidak berani asal bertindak , Angel melirik menatap kepada Arga . Ia tak mau melakukan kesalahan .