Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
39


__ADS_3

Angga memperhatikan beberapa pengunjung yang makan dengan lahap di restoran nya .melihat mereka begitu menikmati makanannya membuat dirinya tersenyum bangga .hal ini lah yang membuatnya dulu lebih memilih bisnis kuliner .


Angga berjalan menuju kasir ia ingin melihat hasi penjualan pagi itu .ia tersenyum membalas beberapa sapaan karyawan .setelah mengecek penghasilan Angga pergi ke gudang penyimpanan makanan , ia ingin mengecek persediaan bahan untuk minggu ini , di temani oleh koki yang bertugas hari itu .


"Bahan apa lagi yang sekiranya kalian butuhkan lagi ." tanya Angga . Sambil menyusuri rak penyimpanan sayuran . Sesekali ia mengosok gosokan kedua tangan nya untuk melawan rasa dingin di dalam ruangan penyimpanan sayur , bisa di bilang itu kulkas jumbo .


"Sebwnarnya ada beberapa pak , tapi kami sudah laporkan ke pihak pembelanjaan restoran kita ." Angga mengangguk puas dengan kinerja para karyawan nya .


Angga masuk ke dalam ruangan kerjanya setelah dari ruang penyimpanan .ia langsung membuka laptopnya untuk mengecek hasil restoran dari cabang yang lain . Angga mempunyai cabang restoran hampir 8 cabang .


Meski penghasilan restoran nya tak sebanyak hasil kerjanya di perusahaan papanya . Tapi Angga merasa puas dengan penghasilan bulan ini .pendapatan bulan ini meningkat lima belas persen dari penghasilan bulan lalu .


Angga mengambil ponselnya dan mentranfer penghasilan dari restoran ke rekening istrinya .Angga tau penghasilan restoran nya hampir setara dengan penghasilan Nisa . Tapi itu adalah hak Angga menafkhai istrinya . Sehingga penghasilan nya ia serahkan ke Nisa untuk mengatur untuk keuangan rumah tangga mereka .


"Masuk ." Angga mengangkat pandangan nya dari laptopnya saat mendengar suara pintu di ketuk .


"pak , ada tamu yang mencari bapak ." ucap edo pria yang bekerja sebagai manager di restoran miliknya .


"Siapa ." tanya 'Angga yang merasa tidak punya janji temu dengan siapa siapa .


"saya tidak kenal pak , tapi wajahnya sangat familiar , dan dia juga tidak mau menyebutkan namanya ." ucap edo .


"saya akan menemuinya , suruh dia menunggunya di bawah ." ucap Angga pada edo .


"Baik pak ." edo pergi meninggalkan ruangan 'Angga .


Angga menutup laptopnya dan keluar dari ruangan nya . Angga menuruni tangga menuju ke ruangan yang mereka sediakan khusus untuk tamu .


"Hai Angga ." Angga mundur ke belakang saat wanita itu akan memeluknya .kalau saja ia tau.wanita itu adalah Devina ia tidak sudi untuk menemuinya . Karena Angga ingin menjaga komitmen yang ia bangun dengan Nisa .

__ADS_1


"Katakan apa tujuan kedatangan mu kemari , setelah itu kamu pergi dari sini ."ucap Angga dengan tegas . Bahkan ia enggan untuk duduk berhadapan dengan Devina .


"Apa kamu masih marah sama aku ." ucap Devina dengan manja .Angga mengeryit mendengar nada suara Devina yang terdengar aneh di telinganya .


"Kamu pasti masih marah sama aku , buktinya kamu tidak mau duduk sama aku ." ucap Devina.


"Kalau tidak ada hal penting , saya akan kembali kerja ." ucap Angga .


"Tunggu , Angga aku ingin kita kembali seperti dulu ." kata Devina langsung pada intinya . Ia tidak menyangka kalau sikap Angga akan berubah begitu dingin padanya . Dulu Angga selalu menuruti apa yang dia katakan . Angga juga sangat menyukai sikap manja nya dulu .


"Saya sudah menikah ." ucap Angga sambil mengangkat cincin kawin nya yang melingkar di jari manisnya .


"Aku tidak perduli , dulu kita saling mencintai , hanya karena aku melakukan satu kesalahan kamu pergi meninggalkan aku begitu saja . Aku yakin di hatimu masih ada cinta yang besar untuk ku ." ucap devina .


Jika saja Angga tidak lagi menjaga wibawanya di depan para pegawainya , ia ingin tertawa terbahak bahak mendengar perkataan wanita itu .


"Mungkin saya pernah menyukaimu tapi saya tidak pernah mencintaimu ." seumur hidup Angga dia belum pernah mengatakan cinta atau jatuh cinta kepada seorang wanita bahkan istrinya sendiri . Ia hanya mengenal rasa suka dan kagum saja .selebihnya tidak ada wanita yang dia cintai kecuali mamanya dan adik perempuan nya saja .


"Kalau kamu sudah selesai silahkan pergi , kalau belum silahkan pindah ke sana . Dan kalau sudah selesai makan , silahkan pergi ke kasir untuk bayar ." ucap Angga menunjuk tempat khusus untuk para pengunjung restoran .kemudian Angga berlalu menuju ke ruangan kerjanya .


Baru saja Angga duduk ponsel berdering tanda panggilan masuk ke ponselnya . Angga tersenyum mendengar nada dering panggilan yang di buat khusus untuk istrinya itu . Dan nada dering itu memberi taunya kalau sang istri yang menghubungi . Angga sengaja melewatkan nada dering pertama , ia sangat suka mendengar omelan dari istrinya itu .


"Ya hallo sayang ." Angga mengangkat panggilan Nisa di dering kedua .


"Kamu dari mana aja sih , lama banget angkat telepon nya . Sungut Nisa dari sebrang telepon nya . Angga mengulum bibirnya menahan tawanya .


"Dari tadi sayang ." balas Angga semakin menggoda Nisa . Dari sebrang terdengar Nisa berdecak kesal.


"Aku serius ." ucap Nisa .

__ADS_1


"Aku juga serius sayang , buktinya aku langsung menikahimu ."jawab Angga .


"Anggaaaa.." teriak Nisa kesal .


"aku matikan nih telepon nya ." tambah Nisa lagi .


"Maaf Sayang ." ucap Angga , bisa bisa nanti malam ia tidak akan dapat jatah kalau sampai membuat istrinya ngambek .


"Kamu ada transfer uang ke rekening aku ." tanya Nisa serius .


"Iya itu penghasilan dari restoran aku bulan ini . Dan aku transfer semua ke rekening kamu ." ucap Angga , tangan nya kembali aktif menyalakan layar laptopnya lagi .


"Kenapa , aku juga masih kerja , penghasilan ku juga lumayan kok ."ucap Nisa .


"karena kamu istriku , aku suamimu , aku wajib menafkahimu ,jadi aku ingin kamu mengelola keuangan rumah tangga kita ." ucap Angga .


"kalau semua kamu berikan ke aku terus kamu buat pegangan apa ." tanya Nisa .


"Tabungan aku sebelum menikah masih banyak sayang ."jawab Angga .


"Bagaimana kalau semuanya aku habiskan buat belanja ,apa kamu tidak takut ." Angga tersenyum mendengar ucapan dari istrinya . Ia tau kebiasaan nisa dari bunda mertuanya , semua wanita pasti suka belanja tidak terkecuali istrinya . Tapi ia percaya istrinya tau batasan nya .


"Asalkan kebutuhan rumah tangga sudah tercukupi , sisanya mau kamu belajakan silahkan .tidak masalah , aku percaya sama kamu sayang ."ucap Angga .kali ini Nisa yang di buat tersenyum oleh Angga .


Nisa sendiri tau batasan nya , tidak mungkin ia akan menghabiskan penghasilan suaminya , untuk diri sendiri . Ia juga perlu menabung untuk masa depan keluarga mereka .


"Baiklah , ngomong ngomong kamu udah suruh supirmu untuk menjemput aku belum .? ini sudah jam sebelas lo ." ucap Nisa mengingatkan .


"Iya sudah ." ucap Angga dan meloudspecer ponselnya .dan segera mengirim pesan ke supirnya untuk menjemput istrinya .

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu , aku tutup dulu telepon nya mau siap siap ." ucap Nisa .


"Iya sayang , hati hati ya , kalau terjadi sesuatu cepat kabari aku ." ucap Angga sebwlum menutup telepon nya .


__ADS_2