
Angga memperhatikan beberapa pengunjung yang makan dengan lahap di restoran nya .melihat mereka begitu menikmati makanannya membuat dirinya tersenyum bangga .hal ini lah yang membuatnya dulu lebih memilih bisnis kuliner .
Angga berjalan menuju kasir ia ingin melihat hasi penjualan pagi itu .ia tersenyum membalas beberapa sapaan karyawan .setelah mengecek penghasilan Angga pergi ke gudang penyimpanan makanan , ia ingin mengecek persediaan bahan untuk minggu ini , di temani oleh koki yang bertugas hari itu .
"Bahan apa lagi yang sekiranya kalian butuhkan lagi ." tanya Angga . Sambil menyusuri rak penyimpanan sayuran . Sesekali ia mengosok gosokan kedua tangan nya untuk melawan rasa dingin di dalam ruangan penyimpanan sayur , bisa di bilang itu kulkas jumbo .
"Sebwnarnya ada beberapa pak , tapi kami sudah laporkan ke pihak pembelanjaan restoran kita ." Angga mengangguk puas dengan kinerja para karyawan nya .
Angga masuk ke dalam ruangan kerjanya setelah dari ruang penyimpanan .ia langsung membuka laptopnya untuk mengecek hasil restoran dari cabang yang lain . Angga mempunyai cabang restoran hampir 8 cabang .
Meski penghasilan restoran nya tak sebanyak hasil kerjanya di perusahaan papanya . Tapi Angga merasa puas dengan penghasilan bulan ini .pendapatan bulan ini meningkat lima belas persen dari penghasilan bulan lalu .
Angga mengambil ponselnya dan mentranfer penghasilan dari restoran ke rekening istrinya .Angga tau penghasilan restoran nya hampir setara dengan penghasilan Nisa . Tapi itu adalah hak Angga menafkhai istrinya . Sehingga penghasilan nya ia serahkan ke Nisa untuk mengatur untuk keuangan rumah tangga mereka .
"Masuk ." Angga mengangkat pandangan nya dari laptopnya saat mendengar suara pintu di ketuk .
"pak , ada tamu yang mencari bapak ." ucap edo pria yang bekerja sebagai manager di restoran miliknya .
"Siapa ." tanya 'Angga yang merasa tidak punya janji temu dengan siapa siapa .
"saya tidak kenal pak , tapi wajahnya sangat familiar , dan dia juga tidak mau menyebutkan namanya ." ucap edo .
"saya akan menemuinya , suruh dia menunggunya di bawah ." ucap Angga pada edo .
"Baik pak ." edo pergi meninggalkan ruangan 'Angga .
Angga menutup laptopnya dan keluar dari ruangan nya . Angga menuruni tangga menuju ke ruangan yang mereka sediakan khusus untuk tamu .
"Hai Angga ." Angga mundur ke belakang saat wanita itu akan memeluknya .kalau saja ia tau.wanita itu adalah Devina ia tidak sudi untuk menemuinya . Karena Angga ingin menjaga komitmen yang ia bangun dengan Nisa .
__ADS_1
"Katakan apa tujuan kedatangan mu kemari , setelah itu kamu pergi dari sini ."ucap Angga dengan tegas . Bahkan ia enggan untuk duduk berhadapan dengan Devina .
"Apa kamu masih marah sama aku ." ucap Devina dengan manja .Angga mengeryit mendengar nada suara Devina yang terdengar aneh di telinganya .
"Kamu pasti masih marah sama aku , buktinya kamu tidak mau duduk sama aku ." ucap Devina.
"Kalau tidak ada hal penting , saya akan kembali kerja ." ucap Angga .
"Tunggu , Angga aku ingin kita kembali seperti dulu ." kata Devina langsung pada intinya . Ia tidak menyangka kalau sikap Angga akan berubah begitu dingin padanya . Dulu Angga selalu menuruti apa yang dia katakan . Angga juga sangat menyukai sikap manja nya dulu .
"Saya sudah menikah ." ucap Angga sambil mengangkat cincin kawin nya yang melingkar di jari manisnya .
"Aku tidak perduli , dulu kita saling mencintai , hanya karena aku melakukan satu kesalahan kamu pergi meninggalkan aku begitu saja . Aku yakin di hatimu masih ada cinta yang besar untuk ku ." ucap devina .
Jika saja Angga tidak lagi menjaga wibawanya di depan para pegawainya , ia ingin tertawa terbahak bahak mendengar perkataan wanita itu .
"Mungkin saya pernah menyukaimu tapi saya tidak pernah mencintaimu ." seumur hidup Angga dia belum pernah mengatakan cinta atau jatuh cinta kepada seorang wanita bahkan istrinya sendiri . Ia hanya mengenal rasa suka dan kagum saja .selebihnya tidak ada wanita yang dia cintai kecuali mamanya dan adik perempuan nya saja .
"Kalau kamu sudah selesai silahkan pergi , kalau belum silahkan pindah ke sana . Dan kalau sudah selesai makan , silahkan pergi ke kasir untuk bayar ." ucap Angga menunjuk tempat khusus untuk para pengunjung restoran .kemudian Angga berlalu menuju ke ruangan kerjanya .
Baru saja Angga duduk ponsel berdering tanda panggilan masuk ke ponselnya . Angga tersenyum mendengar nada dering panggilan yang di buat khusus untuk istrinya itu . Dan nada dering itu memberi taunya kalau sang istri yang menghubungi . Angga sengaja melewatkan nada dering pertama , ia sangat suka mendengar omelan dari istrinya itu .
"Ya hallo sayang ." Angga mengangkat panggilan Nisa di dering kedua .
"Kamu dari mana aja sih , lama banget angkat telepon nya . Sungut Nisa dari sebrang telepon nya . Angga mengulum bibirnya menahan tawanya .
"Dari tadi sayang ." balas Angga semakin menggoda Nisa . Dari sebrang terdengar Nisa berdecak kesal.
"Aku serius ." ucap Nisa .
__ADS_1
"Aku juga serius sayang , buktinya aku langsung menikahimu ."jawab Angga .
"Anggaaaa.." teriak Nisa kesal .
"aku matikan nih telepon nya ." tambah Nisa lagi .
"Maaf Sayang ." ucap Angga , bisa bisa nanti malam ia tidak akan dapat jatah kalau sampai membuat istrinya ngambek .
"Kamu ada transfer uang ke rekening aku ." tanya Nisa serius .
"Iya itu penghasilan dari restoran aku bulan ini . Dan aku transfer semua ke rekening kamu ." ucap Angga , tangan nya kembali aktif menyalakan layar laptopnya lagi .
"Kenapa , aku juga masih kerja , penghasilan ku juga lumayan kok ."ucap Nisa .
"karena kamu istriku , aku suamimu , aku wajib menafkahimu ,jadi aku ingin kamu mengelola keuangan rumah tangga kita ." ucap Angga .
"kalau semua kamu berikan ke aku terus kamu buat pegangan apa ." tanya Nisa .
"Tabungan aku sebelum menikah masih banyak sayang ."jawab Angga .
"Bagaimana kalau semuanya aku habiskan buat belanja ,apa kamu tidak takut ." Angga tersenyum mendengar ucapan dari istrinya . Ia tau kebiasaan nisa dari bunda mertuanya , semua wanita pasti suka belanja tidak terkecuali istrinya . Tapi ia percaya istrinya tau batasan nya .
"Asalkan kebutuhan rumah tangga sudah tercukupi , sisanya mau kamu belajakan silahkan .tidak masalah , aku percaya sama kamu sayang ."ucap Angga .kali ini Nisa yang di buat tersenyum oleh Angga .
Nisa sendiri tau batasan nya , tidak mungkin ia akan menghabiskan penghasilan suaminya , untuk diri sendiri . Ia juga perlu menabung untuk masa depan keluarga mereka .
"Baiklah , ngomong ngomong kamu udah suruh supirmu untuk menjemput aku belum .? ini sudah jam sebelas lo ." ucap Nisa mengingatkan .
"Iya sudah ." ucap Angga dan meloudspecer ponselnya .dan segera mengirim pesan ke supirnya untuk menjemput istrinya .
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu , aku tutup dulu telepon nya mau siap siap ." ucap Nisa .
"Iya sayang , hati hati ya , kalau terjadi sesuatu cepat kabari aku ." ucap Angga sebwlum menutup telepon nya .