Childhood Love Story

Childhood Love Story
Ngemall bareng sahabat.


__ADS_3

" Bro pulang sekolah kami mau ngemall lo mau gabung gak nih?" Tanya Denis pada Vino yang saat ini sedang memasukkan semua peralatan belajar yang terserak di atas mejanya.


" Kapan?, jam?" Tanya Vino.


" Jam satu siang ini, refreshing otak lah habis digempur ...biar gak overload!! ntar malah bisa-bisa meledug!!"


" Lo Kate otak lo kompor apa? Meledug konon!!" Timpal Rayya.


Rangga berfikir sejenak, sejauh ini dia belum pernah mengajak Ara happy-happy ke mall, belanja-belanja. Kalau kata orang cewek kan suka dibawa belanja. Apa iya?.


Secara dia suaminya kan, sudah selayaknya dia mulai membiaskan diri memenuhi kebutuhan istrinya, dan inilah saatnya.


" Oke gue ikut, gue bawa Lili gue..."


" Ya iyalah gue aja bawa Hanum gue.., eh!! Emmmppp" Seloroh Rayya dan dengan segera ia membungkam mulutnya sendiri saat keceplosan.


Tiga pasang mata yang ada disitu semua terbelalak tak percaya.


" Jadi!!!, lo jadian..?" Tanya mereka kompak.


" Ya enggak lah, Ahh!!, kalian ini!!, kalian tau lah gue siapa? dia siapa?, jauh man!!, ibarat air dan api, utara dan selatan, bumi dan langit, putih dan hitam, kecuali malaikat dan setan..." Ucap Rayya


" Karena pasti Hanum dapat malaikatnya dan gue kebagian setannya ha..ha.." Lanjut Rayya lagi.


Dari wajahnya terlihat kesedihan yang dalam. Denis tahu ada cinta dimata Rayya untuk Hanum, tapi insecure yang luar biasa sedang melanda Rayya saat ini.


" Para cewek udah dikabarin belum?" Tanya Vino.


Sebenarnya Vino ingin ikut hanya untuk berusaha menghilangkan rasa nervous dan gugupnya untuk bertemu dengan papanya malam ini


Baginya biarlah dia merasakan bahagia saat ini sebelum menangis di hari nantinya.


Vino sangat kenal tabiat papanya, sedikit banyak dia sangat bisa menebak apa yang akan terjadi nanti.


Pria muda berusia hampir 19 tahun ini merasa sudah sangat cukup mempersiapkan diri dengan segala apa yang terjadi.


Mulai di usir, dicaci maki, dipukuli, diludahi, bahkan tak jarang Vino membayangkan yang lebih dari itu.


Tapi Vino sudah memantapkan hati, di harus jujur!. Dan mempertanggung jawabkan apa yang telah dia lakukan.


" Natasha udah tahu ..yang lain sih belum?" Jawab Denis.


" Pakai mobil aja biar nyaman, mobil lo aja Den yang gede" Ucap Rayya.


" Lo gimana Ga..?" Tanya Denis pada Rangga.


" Ngikut aja gue gimana enaknya" Jawabnya santai.


" Kalau gue jadi lo, enakan berdua dimotor Ga!!, pelukan, empet-empetan , kan wassyyekk banget tuh..ha..ha.." Timpal Rayya.


"Lagak lo!!, kayak pernah aja!!" Vino mentoyor kepala Rayya.


Rayya tertawa ngakak diikuti temanya yang lain.


Dirinya sendiri aja jomblo sejati sok-sok an banget ngajari yang jelas-jelas udah beristri.


Dan memang begitulah seorang Rayyan, kocaknya diatas kata tak lumrah.


**


" Sayang buruan, ini Denis udah otw kesini, udah ih nggak usah cantik-cantik lah.., entar ada yang naksir gimana?"


Rangga terus-terusan menatap dan mengomentari Ara.


Nggak rela rasanya Ara terlihat cantik luar biasa saat sudah mulai berdandan, sebenarnya hanya pakai bedak tipis-tipis doang dan sedikit pakai liptint aja auranya sungguh luar biasa.

__ADS_1


Rangga benar-benar berasa harus waspada.


Ara meraih pensil alisnya dan Rangga segera merebutnya.


" Udah cukup-cukup gitu aja cukup!!"


Tak, tak, bruk..bruk..


Rangga meraih semua alat make up Ara yang ada di meja dan memasukkan semua ke laci.


" Hah!!!, kok gitu sih??" Ara terkejut dan tak percaya dengan apa yang diperbuat Rangga


" Sayang kamu udah cantik banget tanpa ini semau, Aduh!!, Sumpah !! kakak bisa gila kalau kamu pakai ini itu dan semakin cantik!!, bener kakak bisa mati cemburu kalo ada yg lirik kamu..." Rangga mengacak acak rambutnya geram, bahkan berulangkali dia menggigiti bibirnya sendiri.



"Masa kaya gini cantik??, Lili aja baru pakai bedak bayi loh kak..., kena angin aja terbang.." Ucap Ara dengan raut wajahnya yang sedih.


Niat hati pengen cantik saat ngdate sama suami eh, malah suaminya mau dia macam penampilan di rumah kayak gini.


" Lili kan pengen juga keliatan cantik dimata kakak.."


" Kamu udah cantik sayang sumpah!!, cantik bangettt malah..." Sela Rangga.


" Nanti aja pulang dari mall dandanya ya.., dikamar aja, buat kakak aja ya...oke sayang.., sudah dong jangan manyun..."


Rangga mencubit pipi Ara agar gadis itu tidak terus-menerus merajuk.


Dikecupnya pucuk kepala Ara dengan sayang.


Maaf sayang...


Aku hanya ingin melindungi miliku dari mata kotor yang akan menatapmu.


Maaf sayang...


Maaf sayang...


Jika semua tingkahku membuatmu tak nyaman dan terkekang..


Tapi yakinlah sayang...diriku seutuhnya Rangga Bayu Wijaya akan selalu menjadi milikmu saja, dedek Liliku...


Tok..tok..tok..


"Den, Non..ada Den Denis di luar..."


Bi Marni datang untuk memberitahukan bahwa Denis sudah ada di bawah.


Mereka pun segera bergegas turun.


Saat melintasi ruang TV nampak Hana dan Adnan sedang terlihat mesra-mesraan di sana.


"Nggak ikut Han?" Tanya Ara.


" Han.., Han..., dia kakak ipar kamu mut..." Ucap Adnan mengingatkan, bahkan sudah hampir bosan rasanya Adnan mengingatkan.


" Nggak, mendingan ngedate dirumah malah lebih asyik, irit duit lagi, ya nggak bang?" Hana memeluk lengan Adnan dengan erat dan meletakkan kepalanya di lengan kekar Adnan. Gadis ayu berlesung pipi itu berusaha memamerkan kemesraannya pada Ara.


"Sok- sok an banget pamer sama aku Han, sebelum jadi punya kamu, lengan itu udah punya aku duluan tau!!" Kumat lagi, sewotnya si Ara saat datang bulan sangat mengerikan.


Rangga segera merangkul Ara untuk segera membungkam mulutnya.


"Maaf bang dia benar-benar..." Rangga tersenyum mengulum dengan gelengan kepala pelan.


Adnan yang telah terbiasa melihat ini sih biasa aja.

__ADS_1


Mereka memang selalu begitu, saling beradu mulut. Tapi tak pernah terjadi salah paham. Ya alasannya karena mereka besar bersama, tumbuh bersama, dan sekarang pun hidup bersama sebagai kakak dan adik ipar.


**


Empat pasang ABG itu kini telah berada di salah satu Mall terbesar di Jakarta.


Ara dengan Rangga, Vera Vino, Denis Natasya dan Rayya Hanum.


Hanum ada jadwal libur dua minggu karena sudah selesai ujian semester ganjil.


Tanpa sengaja beberapa malam lalu saat Rayya menghadiri pengajian di salah satu masjid dan pengisinya ternyata Abi Hanum. Dan bertemu dengan mereka sekeluarga.


Awalnya mereka hanya bertegur sapa biasanya saja.


Tapi disana keluarga itu sedang kebingungan untuk mencari siapa yang mengantarkan Hanum belanja. Abi Ummi tak sempat, begitu juga Hanan, maka Rayya menawarkan diri untuk mengantarkannya.


Dan sungguh tak terduga, ternyata di ijinkan oleh mereka, dengan syarat ada yang lainya, lantas Rayyapun menghubungi Denis.


" Makan dulu atau langsung ke atas?" Tanya Denis.


" Makan dulu aja yuk?, Hanum puasa kah?" Tanya Ara pada sahabatnya itu.


" Nggak Ra, lagi belum bersih..." Jawab Hanum sambil berbisik.


" Sama dong, tapi kalo aku baru semalam..." Bisik Ara juga.


" Ya udah kita makan dulu.." Ucap Natasha.


Mereka lantas menuju restoran di lantai dua mall.


Beberapa orang nampak memperhatikan formasi keren mereka. Ceweknya cantik-cantik dan cowoknya cakep-cakep.


" Ya ampun pa..., pengen cubit pipi anak itu pa..." Rengek seorang ibu dengan perut buncit pada suaminya.


Mereka berdua sedang makan di restoran yang dituju Denis Cs.


Mata ibu hamil itu terus saja tertuju pada Vera yang berambut kriwil, dengan wajah yang manis dan imut, satu kata untuk Vera 'menggemaskan'.


Suami ibu hamil itu menatap Vino yang mengenggam tangan Vera. Tubuh besar tinggi Vino yang seorang atlet basket membuat suami ibu itu keder.


" Tapi pacarnya besar banget bu..." Ucap bapak- bapak yang tingginya nggak sampai semeter itu.


" Ya kalo bayi kita laki maunya tinggi besar kaya dia pa..., kalo cewek biar imut dan punya rambut mie kayak pacarnya itu, ayo dong pa, mintai ijin ibu buat cium dan cubit pipi mereka." Rengek ibu hamil itu lagi.


" Aduh gimana ya bu..." Suami ibu itu nampak menggaruk kepalanya bingung.


Tapi demi anak agar tidak ileran, dan demi perbaikan keturunan maka si bapak segera memberanikan diri menemuai gerombolan artis dadakan itu


"Maaf nak bapak mengganggu..." ucap bapak itu pelan.


" Iya Pak...bisa dibantu?" Tanya Ara ramah, karena posisinya kini ada diantara Vino dan Rangga.


" Maaf istri saya lagi ngidam..., boleh nggak minta ijin cubit pipi anak dan anak.." Ucap si bapak hati-hati dengan tangan menujuk Vino dan Vera dengan jempolnya.


" Saya sama dia?, mau diapain?, dicubit?, ha..ha..ha..yang benar aja.." Ucap Vino.


" Kak nggak boleh gitu, kalo orang hamil dan ngidam itu emang yang diminta aneh-aneh kok, mari pak silahkan saya mau kok...." Ucap Vera sopan pada bapak itu setelah menasehati Vino.


" Bu...sini, udah mau nih si Nenengnya..." Teriak bapak itu memanggil istrinya.


Dan si ibu dengan wajah berderi-seri mendekat pada mereka.


Vera mendekatkan pipinya di depan ibu itu.


Tapi bukanya mencium ibu itu malah sibuk meraba-raba wajah Vera yang sungguh cantik dan imut.

__ADS_1


" Imutnya..., dan cantik, Mudah-mudahan anakku kalau perempuan akan mirip kamu ya nak"


__ADS_2