
Denis tertidur di sofa balkon. Fikiranya sedang kalut saat ini.
Natasha yang dicintainya sejak SMU dan berakhir menjadi istrinya saat ini tentu adalah hal bagus yang dicapainya untuk saat ini, tapi rasanya ada yang kurang.
Semenjak Natasha mengungkapkan ketidak bersediaanya untuk mengandung dan melahirkan, entah kenapa Denis merasa resah.
Natasha yang keluar dari kamar mandi dengan handuk yang membungkus rambutnya celingukan mencari Denis.
Tapi saat matanya melihat pintu balkon yang masih terbuka, gadis itupun melangkah kakinya menuju kesana.
Denis yang tertidur dengan kemeja putihnya yang terbuka bagian dadanya membuat Natasha kesusahan menelan ludahnya.
" Kak, kak Denis...."
Natasha mengguncang bahu Denis pelan.
" Hemmm, kakak masih ngantuk Nath..." Gumam Denis.
" Iya, Nath tahu... Tapi mandilah dulu baru tidur lagi yang nyaman.." Tutur Natasha lagi.
Natasha mengusap-usap rambut Denis dan merapikan rambut-rambut yang menutupi dahi dan matanya.
" Ayo dong..., airnya keburu dingin itu.." Ucap Natasha lagi saat Denis malah semakin nyaman karena usapan Natasha.
" Hemmm, baiklah sayangku... Cintaku...
kak Denis mandi dulu" Denis beranjak, lalu kembali menunduk untuk mengecup kening Natasha.
" Oh ya sayang, kalau kamu mengantuk tidur saja duluan..." Ucapnya sebelum melangkah meninggalkan balkon untuk masuk ke dalam.
Natasha syok dan mematung ditempatnya.
Hah...apa tadi katanya? Suruh tidur?
Dia itu sebenarnya ingat nggak sih malam ini malam apa?
Duh...kok kan Denis gitu sih...
Natasha menghentakkan kakinya dan segera berjalan cepat masuk kedalam, ditutupnya pintu dengan geram.
Tring!!
Suara pesan dari ponselnya berdering.
Ya, pesan itu dari genk somplaknya.
Veranika mayπ₯ : Nath jangan lupakan ajaran gue.., biar kak Denis puaaaasssssπππ
Me π€ : Belum dicoba π€π€
Kak Vino RMπ₯ : Emang apa yang kamu ajarkan sayangππ?, emang udah kamu praktekan ke aku?"
Hanakuy π₯ : Ajaran apatuh Ver? Jaran goyang kah??
Arames π₯ : Jaran Goyang??? Ada lagunya nih...tarik sis...
Numnum π₯ : Semongko....
Kak Rayy π₯ : Num....
Me π€ : Cie..cie...yang pulang barengan..tadiππ
Arames π₯ : Siapa yang pulang barengan?
Me π€ : Mereka berdua..., yo nyusul kak Ray, Num...
Kak Rayy π₯ : Iya nih Nath, lagi usaha...dianya dipancing pakai cacing nggak mau...ππ
Numnum π₯ : Num ini manusia kok dipancing pakai cacing?, nggak doyan lah..
Veranika may π₯ : Tuh kak.., Num minta dipancing pakai seperangkat alat sholat tuh..π π
Kak Rangga π₯ : Cuzz lah Rayy... Gass keun..πͺπͺ
Kak Rayy π₯ : Minta doanya man teman..ππΌππΌππΌ, Num tunggu aa..datang melamar..
Me π€ : Yeaaay hooray..πππ
Arames π₯ : Alhamdulilah π€²π€²π€²
Kak Rangga π₯ : Alhamdulilah wa syukurillah..
Yayang Denis π₯ : Woi...bubar-bubar!!!, udah malam. Gue mau menggarap ladang!!!
Natasha yang terkejut melihat pesan Denis langsung menoleh kesamping nya.
Srett...
Denis menyambar ponsel di tangan Natasha lalu dinonaktifkannya.
__ADS_1
" Udah malam sayang, bobo yuk... Kamu capek kan?" Ucap Denis. Tanganya menepuk-nepuk bahunya agar Natasha membaringkan kepalanya disana.
Natasha pun menggeser tubuhnya untuk mendekat dan berbaring dibahu Denis yang kekar.
Rambut Natasha yang wangi membuat Denis terpejam.
" Memangnya apa yang diajarkan Vera...?" Bisik Denis ditelinga Natasha.
" Ti..tidak..., mak..maksudnya bukan apa-apa?"
Natasha merasa merinding saat hembusan nafas Denis, menerpa telinganya.
" Emmmm, tidurlah Nath. Aku tahu kamu capek banget dengan ritual-ritual yang kamu jalani dua tiga hari ini..." Ucap Denis penuh perhatian. Tanganya terus mengelus rambut Natasha yang sangat wangi.
" Tidur?" Tanya Natasha heran dan tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
" Hooamm.., ya tidur. Kakak juga mengantuk..." Ucap Denis dengan memejamkan matanya, tapi tanganya masih aktif mengelus rambut Natasha.
Yahhh, kok tidur sih kak..
Harusnya kan kita?
Waduh jangan-jangan benar kata kak Dian..
Pluk...
Natasha tanpa sadar menepuk keningnya. Sementara Denis yang pura-pura terpejam tertawa dalam hati.
Emang enak dikerjain, siapa yang mau malam pertamaan sama istri sah kok pakai ko*d*m.
" Kak....." Natasha mengelus rahang kokoh Denis.
" Hemmmm" Balas Denis. Sumpah!!
Saat ini Denis sedang berjuang keras menahan diri untuk tidak menyerang Natasha duluan.
" Beneran tidur aja malam ini?" Tanya Natasha?. Tanganya mulai mengelus leher dan tengkuk belakang Denis.
" Iya Nath, capek... " Sahut Denis tanpa membuka matanya.
" Nggak pengen ngapain gitu kak?" Tanya Natasha lagi.
Kali ini jari telunjuknya sudah travelling ke area bibir Denis.
Dag dug dag dug..
Cup...
Natasha mengecup bibir Denis, tak sampai situ saja. Gadis itupun terus menyesap dan *******.
" Kak..." Bisik Natasha di depan wajah Denis.
" Hemmmm"
" Kenapa nggak bales ciuman Nath..." Ucap Natasha sedih, malam pertama yang didambakan. Malam yang selalu dinanti-nantinya. Apakah harus dingin begini?
Saat para sahabatnya menikah, dia yang paling heboh membantu mengurusi kamar pengantin.
Tapi lihatlah nasibnya di malam pertamanya dengan Denis.
Kamar pengantinnya sih jelas tidak masalah, terlalu mewah dan terlalu indah sih tepatnya.
Tapi masalahnya berasal dari kedua mempelainya, oh bukan. Lebih tepatnya pengantin prianya yang sedang bermasalah.
Denis membuka matanya, selimut ditariknya untuk menutupi tawanya yang tertahan.
" Jadi istriku minta dicium hemmm?" Ucap Denis.
Natasha yang geram melipat tanganya di dada. Memalingkan wajahnya, dan menggeser tubuhnya menjauh.
Denis terpingkal-pingkal dalam hati.
" Shayang..kamu marah?" Goda Denis.
Denis merangkak mendekati Natasha. Dipeluknya Natasha dari belakang. Cup..
Diciumnya tengkuk belakang Natasha setelah tangannya menyingkap rambut wangi Natasha.
" Minta apa?, bilang sama kakak... Minta cium kah?" Denis terus menggoda Natasha, ingin rasanya dia tertawa terbahak-bahak saat melihat Natasha yang semakin menunduk karena malu.
" Shayang hadap sini dong, katanya minta cium tadi.."
" Isshhh siapa yang minta!!" Sahut Natasha malu.
" Loh tadi, kayaknya aku mendengar ada seseorang minta ciumannya di balas.." Denis melipat bibirnya.
Natasha menggondok sampai ke tulang sumsumnya, marah dan kesal.
__ADS_1
Malam pertamanya kok gini amat. Suaminya nggak peka akan situasi..
" Ck..geser sana!, aku mau tidur..." Natasha mendorong tubuh Denis.
" Cie cie...ada yang marah karena nggak dicium..." Denis mencolek dagu Natasha.
Senyum mengejeknya membuat Natasha semakin murka.
" Diem kak!! Aku nggak marah ya!!. Siapa juga yang minta dicium..sanaan...." Natasha mendorong Denis menjauh darinya.
" Hey..hey..Shayang. Jangan dorong-dorong kakak..apa akhhh..." Denis yang tidak ada persiapan di dorong begitu saja, jelas langsung terjatuh kebelakang. Tapi sebelum terjatuh tangan kanannya berhasil menggapai pinggang Natasha.
Akhirnya tubuh gadis itupun tertarik jatuh menimpa tubuh Denis.
Mereka saling tatap untuk waktu yang lama. Dada Denis yang nyaman membuat Natasha lupa posisinya saat ini seperti wanita nakal yang menggoda seseorang.
" Akkh ma..maaf ka--...emmppp"
Denis mengambar bibir istrinya yang sejak tadi pagi dirinduinya. Tanganya menekan tengkuk Natasha agar ciuman mereka semakin dalam.
Denis yang memang menahan diri sejak pagipun kini bagai orang kesurupan.
Dia menciumi Natasha seperti orang yang kelaparan.
Ciuman yang begitu dalam dan panjang, sampai-sampai Natasha harus meremat dada Denis untuk menghentikan kegilaanya.
" Hah..hahh...hah..., kak kau..kau..i..
ngin membunuhku ya!" Amuk Natasha dengan segera duduk dari posisinya yang menindih Denis.
" Gimana Shayang..., sudah puas?" Tanya Denis mengejek.
" Apaan sih!!" Natasha menabok wajah Denis dengan bantal yang ada disamping nya.
" Coba berapa nilainya?" Ucap Denis.
" Nilai apa?" Tanya Natasha penasaran.
" Ciumanku tadi Shayang..., berapa nilainya? Dari 8 sampai 10, dimana nilai kepuasanmu terhadap ciumanku.."
Natasha melotot tak percaya. Gadis itu menggelengkan kepalanya gemas, atas perilaku Denis yang absurd.
" Ada diposisi 10 tuan, puas?" Ucap Natasha cepat.
" Begitukah?, apakah anda ketagihan nona?, mau lagi kah..?"
Natasha menepuk keningnya geram dan menarik selimut, kesal.
" Hey jangan ngambek dong Shayang, kamu belum cium aku loh. Jangan curang dong...ayo cium sini ummm"
Denis memonyonkan bibirnya, sementara Natasha hanya meliriknya..
" Ayo dong, mau enggak?. Flash sale loh ini.... Dua menit lagi nggak diobral lagi loh..." Denis semakin menjadi-jadi menggoda Natasha.
" Satu menit setengah..., satu menit..., setengah men-- emmmppp"
Natasha menutup matanya menahan rasa malu yang luar biasa, disambarnya bibir pink Denis dalam ciumanya.
Kali ini Natasha akan menggunakan jurus yang diajarkan oleh kak Dian dan Vera.
Rasa dendam di abaikan oleh Denis dari tadi sore begitu menyakiti hatinya.
Tak dibiarkanya Denis terlepas darinya lagi, setelah puas bermain-main dibibir suaminya, Natasha kini menyambar leher Denis.
Menghisapnya lembut, digigitnya kecil-kecil dan dikecupnya.
Denis yang berniat mengerjai Natasha pun akhirnya terperangkap oleh nafsunya.
" Sshhh.." Denis meliuk-liuk seperti cacing kepanasan.
" Kau..., kau mencari gara-gara denganku sayang..." Denis dengan cepat membalikkan posisi.
Dengan mudahnya dia sekarang menguasai keadaan. Apa yang dilakukan Natasha padanya kini dilakukannya pada pada leher Natasha. Apalagi tak sampai situ, tanganya sudah merusuh kemana-mana.
" Jadi ini yang kamu mau hemmm..."
Bisik Denis dengan menggigit kecil daun telinga Natasha.
Membuat Natasha merinding setulang-tulangnya...
Β
Brother Lukman...
episode selanjutnya tolong yaππΌππΌππΌ.
Love you...and thank's very much..
__ADS_1