
Ara menuju ke kelas dengan hati berdebar tak karuan.
Untungnya teman-teman sekelasnya tidak terlalu sinis memandangi nya, tidak seperti tatapan para kakak kelas, dan beberapa anak yang ditemuinya sepanjang lorong.
Vera, Natasha dan Hana berhasil menyakinkan teman sekelas mereka bahwa yg ada di foto-foto itu adalah kerabat Ara sendiri, dengan menunjukkan bukti-bukti dari ponsel mereka.
Bahkan beberapa dari mereka sibuk minta dikenalkan dengan kakak, dan sepupunya itu.
Ada sedikit rasa tenang dihati Ara saat masuk ke kelasnya mengingat bagaimana beratnya dia harus melewati puluhan mata yang menatapnya jijik sepanjang jalan menuju kesini.
Dan jangan lupakan umpatan-umpatan dan kata-kata tak mengenakan yang Ara dapatkan.
Istirahat jam makan siang telah berdering nyaring.
Seperti biasa mereka berjalan ke kantin, kini ada Chandra yang mengawal mereka berempat.
Sepanjang lorong mata jijik menatap Ara dari ujung kaki ke ujung kepalanya.
Lenox muncul menghalangi jalan mereka di depan pintu kantin.
" Hai..Ara, berapa tarif lo permalam??, gue mau dong nyicipin lo.." Ucapnya sarkas. Senyum Devil terbit dari bibirnya yang hitam karena terbiasa merokok.
Matanya menatap dada Ara dengan tatapan mesum.
Vera, Natasha dan Hana melotot geram.
" Ngomong apa lo brengsek!!" Bentak Natasha marah, matanya merah berkaca-kaca. Sedangkan Hana menangis di pelukan Vera. Chandra langsung mencengkeram kerah baju Lenox.
"Woy..woy..sabar bro sabar, jangan ngegas lo.." Ucap Lenox sambil tanganya melepas cengkeraman Chandra.
" Jangan berkata kurang ajar sama Ara, semua belum terbukti...!!!" Bentak Chandra pada Lenox.
" Perlu bukti apa lagi?" Tanya Lenox santai.
" Foto itu sudah ngejelasin semua bro.., gimana rasanya dia bro, lo udah nyicipin belum? Pasti sudah kan?, gimana goyangannya bro???" Lanjut Lenox dengan berbisik di telinga Chandra. Senyum menjijikan terbit dari bibirnya.
Geram dan marah dirasakan Chandra, matanya memerah, tanganya terkepal di samping kiri kanan nya.
Natasya, Vera dan Hana hanya bisa menangis mendengar yg di bisikan Lenox pada Chandra.
Hana terlihat pucat dan lemah, dia sangat syok dengan semua ini, tangannya bergetar dengan terus menghubungi Adnan, tapi tak kunjung diangkat juga.
Natasya dan Vera yg notabene gadis bar-bar saja tetiba bingung dan syok dengan skandal Ara kali ini. Mereka benar-benar kalut, bingung luar biasa.
Mereka hanya bisa menjelaskan yg sebenarnya kepada teman-teman mereka dan guru-guru mereka.
Mereka dari tadi juga sudah berusaha menghubungi Brian, Marvel dan Adnan. Tapi tak satupun dari mereka yg mengangkat telpon.
Ya wajar saja, mungkin Brian masih di dalam pesawat. Dan Adnan mungkin sedang meeting yg penting.
Sedangkan Marvel?.
Kita tau bahwa Marvel memang mematikan ponselnya sejak keberangkatan mereka ke Korea.
" Woy Chand, dimana lo biasa mojok sama dia ha!!..ha..ha.." Kata teman Lenox yg lain.
__ADS_1
" Gue ikutan dong Chand, jangan di embat sendiri.., gila lo!! biar bekas, yang begini gue juga mau lah.." Ucap yg lain dengan tangan menjulur hendak mencolek dagu Ara.
Dan beberapa yg lainya menyeringai menatap Ara dengan tatapan menjijikkan.
Dengan cepat Ara menangkap tangan itu dan memitingnya ke belakang.
"Oughhhh, lepas brengsek!!" Teriak siswa berambut cepak itu dengan meringis kesakitan.
" Gue nggak seperti yg ada di foto-foto itu asal lo tau!!!, semua yg difoto itu benar gue, tapi mereka semua adalah kakak gue..!!" Teriak Ara dengan semakin memiting tangan pemuda itu kebelakang hingga membuatnya semakin meringis sakit.
" Dan kalian yang ada disini " Teriak Chandra di depan pintu kantin.
" Semua yang kalian liat itu nggak ada yang bener!!!, semua yang difoto itu adalah kerabat Ara sendiri!!" Lanjut Chandra lagi.
" Ya elah Chand, kerabat ya kerabat aja, masa sama kerabat sendiri aja pake booking hotel.."
" Ya kali mau enak enak sama kerabat juga takut hamil kali, beli ko*do* dulu lah..."
" Ih bahkan bibirnya aja kalo ceramah pinternya luar biasa si Ara, ternyata bibirnya juga pinter nyosor punya om-om..ha..ha.."
Beberapa cowok yang menyimpan rasa pada Ara sibuk menatap Ara dengan tatapan nakal. Dan anak cewek yg iri dengan paras Ara pun semakin memanasi keadaan.
Bahkan di keadaan yg kacau seperti saat ini, Lenox dengan tiba-tiba dan dengan beraninya meremat bokong Ara dan sebelah tanganya meremat pada dada Ara. Bibir hitamnya mengecup leher Ara yg masih tertutup jilbab. Semua terjadi begitu cepat tanpa bisa diguga-duga.
Membuat Ara terkejut luar biasa.
Badannya bergetar ketakutan dan seluruh tubuhnya terasa dingin.
Dengan kekuatan yg tersisa dan air mata yg merembes bagai anak sungai, Ara melayangkan tamparan yg sangat keras pada kedua pipi Lenox.
" Brengsek berani lo tampar gue!!!, cewek kotor modelan lo aja sok suci banget lo!!!" Maki Lenox dengan cepat membalas tamparan Ara tak kalah keras pada pipi Ara.
Menyisakan bekas merah pada pipi putih Ara dan sudut bibir yg berdarah.
Vera dan Natasha menutup mulut mereka syok, air mata tak dapat lagi dibendung, tangis mereka pecah mendapatkan perilaku yg sungguh tak layak pada sahabat mereka.
Sedangkan Hana jatuh pingsan saat itu juga dan segera dibawa oleh beberapa teman sekelasnya ke UKS.
Mata Ara melotot dengan sangat murka. Tinjunya terkepal giginya gemeretak, Ara marah, sangat marah.
Bugh!!!
Satu tinjunya medarat tepat pada perut Lenox, sukses membuat anak itu terhuyung kebelakang.
" Dasar pelacur sialan lo!!!, cuih!!!" Lenox membuang ludahnya pada Ara.
Chandra yang geram melihat itu semua langsung mendaratkan tinjunya bertubi-tubi pada wajah cowok kurang ajar itu.
Bugh!!!!, bugh !!!
Kehebohan terjadi di kantin siang ini.
Para siswi saling jerit melihat kemarahan seorang Chandra. Dan teman -teman Lenox pun ikut mengeroyok memukuli Candra.
"Wah..wah..,lo segini marahnya Chand, jangan-jangan lo penikmat VVIP Ara juga nih" Ucap Jessica diantara cewek yg mengerumuni Chandra dan Lenox.
__ADS_1
" Brengsek!!!" Satu tinju Chandra bersarang di muka Jessica membuat gadis itu terkapar jatuh seketika.
"Chandra!!!" Bentakan keras bu Sasti menggema di lorong menuju kantin.
" Kamu pulang sekarang!! Kamu di skors selama tiga hari!!"
" Dan kamu biang masalah!!!, sebelum kamu bisa membuktikan kalau mereka kerabatmu!!!, kamu harus dihukum!!!"
" Agar anak-anak yg lain tidak mengikuti jejakmu maka kamu harus membersihkan semua toilet di sekolah ini sendiri!!!, dengar itu Ara!!!"
Chandra maju kedepan bu Sasti dengan berani.
" Kenapa harus dihukum kalo kebenarannya saja belum jelas bu?"
Bu Sasti menatap Chandra dengan tajam.
" Kenapa kau keberatan?, atau mungkin satu fotomu dengannya saja yg belum tersebar?"
Jelas membuat semua anak yg disana tercengang tak percaya. Kini mereka saling bertanya-tanya, melihat segitunya Chandra membela Ara, apakah benar mereka tidak ada apa-apa?.
" Luar biasa kamu Ara..." Ucap bu Sasti sambil menatap Ara dari atas kebawah.
Kedua tanganya bertepuk tangan pelan
" Hebat kamu, dari sisi religius gebrakan mu pada seksi rohis luar biasa, oh pantas saja dengan mudahnya kalian mendapatkan dana dari beberapa pengusaha dengan cepat, ternyata kau punya jurus jitunya....ck..ck.." Ucap bu Sasti dengan melirik sinis pada Ara sambil melangkah pergi.
Ara yang syok dengan apa yg diperbuat Lenox padanya mematung beberapa saat.
Putri Syakieb yg selalu dijaga bak batu permata oleh lima panglimanya ini sungguh-sungguh terhina dengan semua ini. Air mata jatuh menetes di pipinya yg kini tampak merah dengan bekas lima jari Lenox disana.
Mereka berbalik badan tak jadi ke kantin. Mereka kembali ke kelas dengan perasaan yg luar biasa hancur.
Seseorang tersenyum menatap ponselnya yg menampilkan video betapa terhinanya Ara hari ini.
Ara meraih ponselnya sesaat setelah duduk dibangkunya.
Ara mengetikkan pesannya pada Rangga.
Kak..telpon Lili sekarang pleaseππππ.
Kak...Lili butuh kakak.....sekarang ππ
Ara menelungkupkan wajahnya di meja. Sedangkan sahabatnya berangkulan memeluknya erat.
Ara berusaha menenangkan hatinya yg sakit atas perilaku tak terpuji Lenox padanya.
Jujur saat ini Ara ingin berteriak-teriak untuk melepaskan semua yg menghimpit dadanya.
" Brothy..." Isaknya saat ingat bagaimana Marvel selalu menjaganya agar tak satupun tangan asing berani menjamahnya. Dan kini tangan busuk Lenox telah berhasil membuat Ara ternodai.
Pelan Ara meraih ponselnya dan menempelkan ponselnya di telinganya.
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan like nya ππ
__ADS_1