
Pengajuan proposal kemping telah disetujui sekolah, rencananya diselenggarakan sebelum libur semester ganjil.
Seharian ini Rangga tak melihat wajah yg sangat dirindukannya. Saat memberikan pengarahan rencana kerja di depan ruang OSIS, Rangga sepintas melihat sosok berjilbab di seberang lapangan.
Hatinya sedikit tenang, walaupun hanya melihat sosok nya saja. Rangga menatap sosok berjilbab itu sangat lama, hingga membuat Denis yg berada tak jauh dari posisinya dan tau alasan Rangga mematung segera berdehem.
"Oke maaf, baiklah kita lanjutkan...."
Rangga kembali menjelaskan pokok-pokok rencana kerja untuk kegiatan kemping ini.
" Lo udah bucin akut bro" Bisik Denis pada telinga Rangga saat sahabat nya itu duduk disebelahnya.
" Iya nih..., gue juga merasakan nya, cinta benar-benar gila." Jawab Rangga apa adanya.
" Sepertinya kita harus clearkan rencana kerja ini segera, secara lo sudah harus pergi ke Kanada.."
" Iya, itulah..., InshaAllah Selasa harus sudah clear..."
" Selasa ya..." Ucap Vera sambil mengetuk-ngetukan pena pada ujung mejanya.
Rayya segera menepuk pundak Denis dan membisikkan sesuatu.
"Apa..?" Tanya Rangga yg penasaran dengan apa yg di bisikan Raya.
" Rabu malam ini kita diundang kerumah Hana..., menghadiri acaranya..." Ucap lirih Denis.
Rayya sudah dianggap seperti kakak oleh Hana, mengingat Hana anak tunggal penulis Bram Harahap. Sedangkan Rayya menjadi anak tunggal setelah kematian adiknya.
Rangga langsung paham maksud perkataan Denis.
" Lo terbang kapan " Lanjut Denis lagi.
" Jum'at sore..." Jawab Rangga cepat.
Denis mengangguk cepat dan segera merapikan berkas-berkas yg terserak di mejanya.
Mereka bergegas ke kantin untuk makan siang. Istirahat kedua waktunya terlalu sedikit. Jadi mereka bergegas dengan membawa serta berkas-berkas itu.
Dikantin telah ada Vino, Natasha dan Ara, sedangkan Hana ijin tidak bersekolah. Di depan mereka tersaji beberapa makanan yg telah dipesan.
Rangga segera duduk didepan Ara seperti biasa. Mie goreng dan es jeruk tersaji di depanya.
Bibirnya merekah saat melihat ada 2 cabe rawit di piringnya.
Ara tau saja, bahwa setiap kali makan mie goreng Rangga selalu memakanya dengan cabe rawit utuh.
Rangga baru akan memasukkan mie goreng ke mulutnya, saat suara Jessica mengagetkan nya.
" Pesanan Jess mana kak?" Tanyanya dengan ketus.
Rangga menurunkan kembali tanganya dan tak jadi menyuap kan makanan itu ke mulutnya.
" Maaf Jess, kakak tadi habis rapat OSIS, ini aja kakak dipesenin Ara tadi..."
" Kenapa minta dia yg pesanin sih!!, Jess kan bisa, lagian dia belum tentu tau kan selera kakak??" Nada bicara Jessica semakin tinggi, dan menekankan kata DIA pada setiap ucapan nya.
Rangga menghembus nafasnya pelan.
" Duduk dulu Jess..., kamu mau makan apa?" Tanya Rangga sambil berdiri hendak ke loker pemesanan.
__ADS_1
" Soto"
Dan Rangga pun segera bergegas pergi.
Sepeninggal Rangga, Jessica berkacak pinggang di depan Ara.
" Heh..lo tu siapa pesenin makan kak Rangga segala!!!, jangan keganjenan deh!!!" Bentak Jessica pada Ara.
" Oh.., lo belum kenal gue, gue Ara...salken..." Ucap santai Ara menanggapi ucapan Jessica yg bertanya siapa dia.
" Brengsek lo!!!, kelakuan minus aja sok-sok an alim..." Sarkas Jessica lagi.
Ara menatap mata Jessica tajam.
Genk somplak yg lainya juga merasa geram, tapi mereka tidak ingin gegabah, ular semacam Jessica tidak harus dilayani.
Dengan cueknya Ara menyantap makannya, tak mempedulikan Jessica sama sekali.
" Selain sok alim lo budek juga ternyata.." Ucap Jessica lagi, karena tidak mendapat respon dari Ara.
" Oh ya..., cowok yg biasa nganter lo tiap pagi kemana?, udah lo buang?, udah bosan, sepertinya lo udah ganti selera ya?, selera lo ganti om-om...?"
Ara terbelalak, matanya menatap tak percaya dengan ucapan gadis ini.
Ara melihat ke arah genk somplak nya dengan tatapan sendu.
Mereka meremas tangan dengan kuat, berusaha mengendalikan emosi mereka.
Bahkan gigi Denis menggeretak kuat.
Mereka tentu tau kemana Ardi sekarang. Ya, Ardi ke Jogja untuk menjemput kakek Al Ghifari. Dan dua hari ini yang mengantar Ara sekolah adalah paman Syahril yg menginap di rumah Ara untuk membantu persiapan pernikahan Adnan.
Rangga lapar, otaknya perlu nutrisi, sepagi hingga siang ini terperas untuk memikirkan acara kemping, dan persiapan Olimpiade.
" Kak, kakak lupa belum pesanin minum Jessica.." Rengek Jessica lagi.
Ara yang melihat mas Aganya di jadikan babu merasa tak terima. Ya , semenjak Ara tahu bahwa Rangga adalah mas Aganya gadis itu merasa semakin menyayangi Rangga, bahkan kemarin sampai-sampai ia enggan untuk turun dari motor Rangga.
Rangga berdiri saat mulutnya masih mengunyah makanan.
Ara geram, dan dengan cepat menarik tangan Rangga.
" Duduk..., habiskan makanya dulu" Perintahnya mengancam.
" Dan lo gadis manja!, lo punya kaki kan?, ambil sendiri sana...., kau haus kan?" Ucap Ara dengan lembut dan santai, tapi tetap terdengar kekesalan dari intonasinya.
" Lihatlah kak..., semua teman kakak selalu memperlakukan ku seperti ini, mereka tidak pernah menyukai ku..., sepertinya mereka tidak menerima kehadiran ku di sekitar kakak...hiks...hiks...hiks.." Adu Jessica seperti biasa.
Rangga terdiam sejenak, matanya menatapi sahabatnya dengan menyelidik.
Kini tatapanya tertuju pada Ara, menelisik di dalam mata Ara mencari kebenaran kata-kata Jessica.
" Apa liat-liat..!!." Bentak Ara geram. Geram karena Rangga selalu termakan rayuan Jessica, geram karena dia selalu menuruti semua mau Jessica, geram karena dia selalu percaya Jessica tanpa mencari tahu buktinya. Geram dan marah, itulah yg ada di hati Ara saat ini. Cemburu telah meremat hatinya.
Sungguh!!!, bentakan Ara membuat Rangga dan genk somplak lainya terjingkat. Ara yg lembut dan pendiam kini bagai induk singa betina yang marah karena seseorang telah mengganggu anaknya.
Rangga menatap Ara tak percaya, dan Ara pun membalas tatapan Rangga dengan tak kalah tajam.
" Kenapa?, lo mau ambilin dia minum..., sok ambilkan, gue lupa kalo lo itu babunya..."
__ADS_1
Sarkas Ara sambil meletakkan sendoknya dan pergi begitu saja.
Hati Rangga mencelos tak percaya, apa tadi katanya?. Lo!!!, gue!!!, Ara berkata seperti itu padanya.
Ada apa ini?.
Rangga bergegas menyusul Ara, bahkan tarikan tangan Jessicapun dihempaskanya.
Genk somplak beradu tos bersama, dan teriakan "yess" mereka menggema di penjuru kantin.
Upaya Natasha memanas-manasi Ara hari ini berhasil. Akhirnya Ara cemburu. Dan itu tentu akan seru bukan.
Jessica geram melihat semua itu, es jeruk di meja Rangga pun di raihnya dan segera disiramkan ke muka Natasha.
Kegaduhan di kantin tak dapat terelakkan lagi. Karena bekas tamparan Denis kini tampak jelas tergambar di pipi Jessica.
Sementara itu, Rangga menyusul Ara yg berlari ke markas. Ara ingin ke markas karena disana dia tenang untuk membungkus hadiah nya dan hadiah para genk somplak untuk Hana.
Ara tidak tau kalau Rangga membuntutinya.
Rangga bertindak tidak serampangan, dia betingkah biasa saja, agar tidak terlalu menarik perhatian warga SMU Bhakti yg berada di sekitar nya.
Ara menutup pintu markas tapi hentakan dari luar mengejutkannya. Rangga segera masuk dan menutup pintu markas dan dikuncinya.
Ceklek..ceklek..
" Ke..kenapa di ku..kunci..." Ucap Ara terbata-bata.
Ara memundurkan tubuhnya, Ara takut...sangat takut. Memang ini bukan pertama kali dia dalam satu ruangan berdua dengan Rangga, bahkan semasa kecil mereka pernah tidur berdua. Tapi saat ini ada rasa dalam hatinya.
Ara terus mundur dan Rangga semakin maju dengan mata yg menatapnya tajam, hingga saat punggung Ara menyentuh diding, Ara segera membuang mukanya kesamping, tak mampu menatap mata Rangga yg tajam menghunus, bersiap menusuk jantungnya.
" Coba ulangi lagi, kau panggil kakak apa tadi?" Ucap Rangga dingin dan tegas.
Jelas Rangga sakit hati, kekasihnya berbicara dengannya menggunakan "lo", "gue" padanya.
" A..apa..." Ara bingung tak mengerti.
" Aku siapa...?"
" Kak Rangga...." Jawab Ara.
" Aku siapa...?" Tanya Rangga lagi.
Ara diam saja, dia bingung tidak tahu maksud Rangga.
" Aku siapa...?" tanya Rangga sekali lagi sambil mencengkeram erat bahu Ara.
Ara yg tersudut justru tersenyum licik, sesuatu terlintas dibenaknya.
" Anda Rangga Bayu Wijaya, kekasih masa kecilnya Jessica!!!, Anda puas ???" Teriak Ara lagi. Sorot matanya menyiratkan kecemburuan.
Rangga menarik gadis menggemaskan itu kedalam pelukanya. Rasa terbakar merayapi seluruh tubuhnya. Senyum tipis terbit dari bibirnya. Menggemaskan. Ara sungguh menggemaskan. Membuat sudut hati Rangga berbunga.
" Jangan cemburu pada Jessica, Jess hanya temanku, tapi kau adalah pemilik hatiku..." Bisikan Rangga membuat wajah Ara memanas. Tubuhnya panas dingin tak karuan dalam dekapan Rangga.
Tak berbeda dengan Ara, Rangga pun merasakan rasa yg sama, memeluk Ara seperti ini sungguh membuatnya menggila.
" Tunggu sebentar lagi sayang, setelah pulang dari Kanada inshaAllah, kita menyusul bang Adnan dan Hana..." Rangga terus saja berbisik di telinga Ara sambil mempererat pelukanya.
__ADS_1