
Resepsi pernikahan dua pasang pengantin ini banyak dihadiri relasi bisnis dari empat keluarga besar.
Teman-teman basket Adnan, juga nampak hadir disana. Untuk teman-teman Marvel dan Brian hanya beberapa gelintir saja yang datang karena acara mereka yang mendadak.
Teman-teman Adnan yg banyak, segera naik panggung untuk berfoto, pun teman-teman kerja Dian. Dan jangan lupakan Natasha cs dan para mama cetarpun ikut eksis disana.
Kakek Al Ghifari terus saja tersenyum bahagia sepanjang acara.
Sementara pemuda di sampingnya tampak kehilangan keceriaan nya.
Ardi berulang kali mengusap wajahnya.
Ara yg melihat gerak - gerik tak biasa dari Ardipun segera menghampiri.
" Kenapa bang...?"
Ardi menarik nafas dan menghembuskan dengan kasar.
" Berat beb...., dadaku sesak, hik..hik..." Ardi tak kuasa menahan sesaknya. Air mata yg begitu ditahanya beberapa hari ini tak sanggup lagi ia bendung.
Beruntung saat ini mereka berada di tempat yg sedikit mojok, jadi tak banyak yg curiga.Ara yang melihat Ardi sekacau inipun segera memeluknya.
" Ssshhh, bang jangan begini please...." Pinta Ara.
Beberapa saat mereka hanya terdiam sambil berpelukan, tangan Ara menggosok punggung kekar saudara kembarnya itu.
Sedikit demi sedikit rasa sesak yg menggajal hatinya mulai reda.
Rangga dan Denis yg tak sengaja memandang ke arah mereka pun saling beradu pandang. Ada pertanyaan yg tidak ada jawabannya dari tatapan keduanya.
Ara dan Ardi segera bergegas menuju kursi keluarga saat panggilan dari MC meminta seluruh keluarga Al Ghifari untuk naik keatas panggung guna foto bersama.
Saat di atas panggung mata Ardi menangkap sosok Azura yang sedang kelelahan menggedong Bianca yg sepertinya tertidur. Setelah prosesi foto bersama selesai Ardi segera turun dan menghampiri Azura.
" Bian tidur??, sini biar ku gendong, kau juga pasti capek kan..?." Ucapnya sambil kedua tangannya mengelus kening Bianca.
Sebenarnya Azura tak enak hati, tapi pinggang dan lengannya sudah sangat nyeri.
Akhirnya gendongan Bianca pun berpindah pada Ardi.
Kepala Bianca terkulai di pundak Ardi yg nyaman membuat gadis itu semakin pulas apalagi tangan Ardi terus menggosok punggungnya.
Ardi melirik Azura yg duduk disebelahnya, walau wajah gadis itu cuma nampak matanya saja. Tapi Ardi dapat melihat gurat capek disana.
Ya, beberapa hari ini Azura memang terlihat banyak membantu. Apalagi Azura juga harus sekolah seperti dirinya.
" Kalau capek istirahat dikamar aja yuk..., kakek ada buka beberapa kamar untuk kita..."
Azura menggelengkan kepalanya, tak enak hati.
Mama Neela mendekat karena mendengar ucapan Ardi.
" Istirahat aja Zura..., Bianca butuh istirahat, tidur seperti ini tidak nyaman untuknya.." Ucap mama Neela sambil mengelus rambut Bianca yg dicepol dua oleh Ara tadi.
" Iya mbak..., dikamar sebelah kami masih kosong kok..." Serobot Vera yg posisinya paling dekat dengan mama Neela.
Dengan rasa tak enak yg masih mengganjal, Azurapun mengangguk setuju.
__ADS_1
Beberapa tamu undangan kasak-kusuk melihat putra kedua Ghifari yg terlihat berjalan dengan gadis bercadar dan menggedong anak kecil.
Azura memegangi ujung jas Ardi karena takut tertinggal, dia menunduk dan berjalan mengekor di belakang Ardi. Karena banyaknya undangan yg hadir, dan tiga pintu di tiga arah yg sama besar membuat Azura kebingungan.
Daddy Hen yg tengah mengobrol dengan rekan bisnisnyapun dapat mendengar kasak-kusuk yg tidak sedap, matanya menatap Ardi dan Azura yg menuju lantai dua, dimana kamar keluarga ada di sana.
Sejauh ini daddy Hen, belum tahu jenis hubungan keluarga Syakieb dengan Azura.
Didepan sebuah kamar, Ardi berhenti dan membuka pintu.
" Masuklah...."
Azura hanya diam sambil mengekori Ardi.
Ardi merebahkan tubuh Bianca dengan perlahan-lahan. Sementara Azura masuk ke kamar mandi.
Lama Ardi menunggu Azura keluar dari kamar mandi, tapi tak juga terdengar apa-apa dari dalam.
Ingin mengetuk pintu kamar mandi sekedar bertanya tentu saja Ardi gengsi.
Akhirnya pintu kamar mandi terbuka,
sementara Azura hanya diam mematung.
Ardi yg duduk di tepi ranjang menatap gadis itu dengan heran.
" Ada apa..?" Tanyanya.
" Airnya tidak keluar..., aku mau ambil wudhu..." Ucap Azura sambil menundukkan wajahnya.
Ardi segera bergegas masuk ke kamar mandi. Dia mencoba semua kran dan nyatanya semua menyala.
" Tadi saat keputar ini gak nyala..." Ucap Azura sambil menujuk kran itu.
" Ini gak pakai putar, ini pakai sensor, jadi cukup dekatkan tangan seperti ini dan air akan keluar". Ardi mempraktekkan ucapannya.
Dan Azura hanya bisa menganggukan kepalanya.
Ardi memahami sesuatu, sepertinya Azura tidak banyak tahu tentang alat-alat modern.
Akhinya Ardipun menjelaskan ini dan itu padanya.
" Jadi ini ada titik merah berarti air panas dan ini titik biru berarti air dingin, kalau ingin air hangat tinggal geser diantaranya, begini..." Ardi menjelaskan dengan telaten pada Azura dengan mempraktekkannya lagi.
Setelah dirasa cukup Ardipun pamit kembali ke acara resepsi, tapi nampak Azura masih gelisah.
Sebelum membuka pintu kamar, Ardi berhenti sejenak dan berkata tanpa menoleh.
" Akan aku pinjamkan baju ganti pada Ara untukmu, untuk Bianca sepertinya ada beberapa bajunya di mobil, biar aku ambilkan.."
Azura melongo tak percaya, kenapa Ardi bisa tahu yg ada difikiranya padahal dia baru akan mengatakan nya.
***
Saat Ardi turun ke tempat resepsi, dia merasakan banyak pasang mata yg menatap nya dengan tatapan yg tak biasa.
Dasarnya Ardi anak yg cuek diapun masa bodoh saja.
Genk Natasha cs kini berada di panggung dengan formasi minus Hana si penabuh drum.
__ADS_1
Sebenarnya Hana sudah ingin berdiri menghampiri teman-teman nya saat mereka telah berdiri di bagian masing-masing, tapi Adnan melarang nya.
Vera dengan keyboard nya, Ara dengan gitarnya dan Rayya yg tiba-tiba berdiri dan menuju kedepan bergabung dengan mereka. Rayya berniat menggantikan posisi Hana di drum.
Natasha yg cetar membahenol tampak bertepuk tangan saat Rayya duduk dibelakang drum.
" Oke formasi kita belum lengkap, Hanum..!!!" Teriak Natasha manggil Hanum.
Natasha melambai-lambai memanggilnya, tapi Hanum tetap menggelengkan kepala menolak. Jelas Hanum malu, karena disana ada aby dan ummynya.
Akhirnya petikan gitar Ara memulai perfom mereka.
Ya, mereka membawakan lagu Janji putih dari Maxy Makailipessy.
🎶 Beta janji Beta jaga ale untuk selamanya........🎶
Sedangkan Adnan yg dipanggung terlihat berbahagia. Adnan bersyukur dikelilingi orang-orang yg baik dalam hidupnya.
Tiba-tiba dia berdiri sambil menggandeng tangan Hana menuju tempat Natasha.
Hana hanya mengikuti langkah suaminya itu dengan rasa penasaran.
Semua mata menatap Natasha yg terlihat happy bernyanyi dengan sejuta pesona nya.
Bahkan beberapa eksekutif mudapun berbisik mengagumi nya.
Denis menggelengkan kepalanya saat beberapa kali Natasha dengan berani mengedipkan sebelah mata padanya.
Bahkan dia terlihat malu-malu, setiap kali matanya bersitatap dengan mata gadis itu.
Profesor Pramana yg disamping Denis, nampak mengulum senyum melihat tingkah imut putra tunggalnya itu.
Adnan kini berdiri di samping Natasha dan membisikkan sesuatu pada band dadakan itu.
Mikrofon pun sudah berpindah ke tangan nya.
Natasha cs pun mengangguk dan terdengarlah dentingan keyboard Vera dan petikan gitar Ara yang mengalun syahdu, disusul suara drum dan basis Natasha yang lembut.
Suara Adnan yang ternyata merdu itu membawakan sebuah lagu romantis dengan judul "Beautiful in White".
Matanya menatap pada mata Hana, seolah lagu itu mewakili seluruh isi hatinya.
Hana tercengang tak percaya, selama mengenal Adnan tak pernah sedikitpun dia mendengar Adnan bersenandung. Para tamu undangan, dan karyawan perusahaan Syakieb pun juga ikut mengagumi sosok pemuda tegas dan dingin ini ternyata mempunyai sisi romantis yg luar biasa.
Hari ini bahkan wakil CEO mereka ini terus tersenyum dari awal acara.
Padahal biasanya tak pernah sedikitpun bibir itu terangkat selama di kantor.
Di sudut Marvel, pria itupun membawa Dian untuk berdiri, dengan santainya dia menarik istri nya, dan memeluknya erat. Mereka berdansa dengan masih diatas panggung mereka.
Marvel ikut bernyanyi sesuai syair yg dinyanyikan Adnan saat ini.
Diapun berharap Dian mengetahui isi hatinya seperti saat ini, seperti yg terkandung dalam lagu ini.
Rangga???
Pemuda ini tengah mengeram geram, karena lagi-lagi mendengar beberapa bisnesman muda mengagumi kekasih nya secara terang-terangan.
__ADS_1
Bahkan beberapa dari mereka berusaha mendekati papa Syakieb maupun Ardi.