
---Happy Reading---
"Apa kau masih ingin terus menerus dirumah ini, Nyonya Nadin?" tanya adam yang sudah berdiri dihadapan wanita itu dengan tatapan sinis, dan wanita itu tak kalah menatapnya dengan sinis kearah adam. Aksa yang jengah langsung menghentikkan pertempuran tatapan mata itu.
"Sudah cukup tatap tatapan matamu dengannya adam, nanti matamu ternodai dan kau tidak bisa bersama kami lagi karena wanita itu penuh dengan sampah masyarakat." ujar aksa yang langsung menyuruh bodyguard untuk mengusir wanita tak diundang ini dengan kasar. Saat wanita itu sudah dibuang kasar didepan gerbang aksa langsung teriak. "Pergilah jauh dari sini jika ingin nyawa putrimu selamat!!"
BRAK!
Wanita itu langsung berbalik badan setelah mendengar kata nyawa putrinya, apa putriny sudah tertangkap? Bagaimana ini apa yang harus ia lakukan. "Nadin tenang, kau tidak boleh panik hanya karena perkataan pria muda itu. Lebih baik sekarang kamu menghubungi putrimu segera. Ya, hubungi putriku." ujarrnya dengan melangkah pergi dari depan rumah pria tua itu dengan tangan kanan yang sudah ada hape disamping telinga kanannya.
Dan suaranya langsung panik saat suara putrinya meminta tolong. "Mama, tolong aku. Sepertinya dari kampus aku sudah diikuti, kau dimana sekarang ma. Aku membutuhkanmu."
Lalu ia tidak bisa mendengarkan suara putrinya lagi karena ia hanya bisa mendengar suara berisik disebrang sana. Ia yang sudah berada dijalan menggunakan kendaraannya yang ia parkir cukup jauh dari rumah pria itu dengan segera ia meneriaki dan memanggil nama putri satu satunya yang ia punya didunia ini.
"MINA!! Tolong katakan bahwa kamu baik baik saja.. MINA!!" panggilnya saat ia sedang dipenuhi dengan kekhawatiran langsung berubah dengan emosi yang tidak bisa ia tahan setelah mendengar seseorang yang membuatnya ingin membunuh orang itu dan menjauh dari kehidupannya. "Do you miss me, nadin-si? Apa kabar wanita yang sudah melahirkan anak untukku namun kubuang."
Ujar pria itu yang tak lain pria yang sudah membuangnya dan mempermalukaannya dihadapan semua orang beserta keluarga dulunya sebelum dirinya mengecohkan rumah tangga adel. "Mau apa kamu kembali? Kau apakan putriku?"
"Aku kembali karena merindukanmu\, dan tenang saja putrimu saat ini sudah berpindah ketangan orang yang sangat ingin melawanmu sampai saat ini." ujarnya dengan misterius. Nadin langsung murka\, "Kau bajing**!! Kau Breng***!! Lepaskan anakku!! Jangan kau sentuh dirinya karena itu anak kandungmu sendiri."
"Maka dari itu aku lebih memilih menumbalkan anak yang tak inginku harapkan dibandingkan putraku yang selalu membanggakanku setiap saat. Kau tunggu saja siapa yang mengambil anak itu dari ku, karena kusudah menjualnya dengan harga yang sangat murah. Bye~ Selamat bersenang senang, wanita panggilanku." tut.
Nadin menghentikkan mobilnya dipinggir jalan lalu melemparkan hapenya dengan kesal sampai retak. "AHHH! KAU JAHAT!! ZENDRA!!"
"Aku harus menghubungi mafia itu, sekarang juga untuk membantuku mengambil putriku." ujarnya sendiri saat ia ingin menghubungi Jack, nomor tak dikenal menelponnya membuatnya ragu untuk mengangkat. "Siapa ini?" Pas ia mengangkat nomor itu langsung ia mendengar suara teriakkan yang merasa asing ditelinganya.
"MAMA!! TOLONG!! LEPASKAN AKU!! KALIAN SEDANG APA!! JANGAN LEPASKAN PAKAIANKU!! AAAA TOLONGGG!!"
"MInara!"
"Kau mendengarnya?" tanya pria itu yang menghubunginya langsung. Nadin menghela nafas. "Dimana kau sekarang?"
"Kau akan tau nanti, setelah putrimu kehabisan nafas dan meninggal ditempat. Kau akan melihatnya setelah nyawa putrimu sudah tidak ada didalam tubuhnya." ucap pria itu dengan tawa seram yang menusuk ditelinga nadin. "Apa kau, adam?"
__ADS_1
"Adam? Tidak mungkin pria dingin itu terbang kenegara ini. Kau ingat pria bernama Zendra? Zendra Reygon I." nadin langsung menegang mendengar nama itu. "Dan kau pasti tidak tau nama belakang dari pria itu."
"Setelah dibuang dan diusir oleh keluarga pria itu kau lagi lagi merusak hubungan rumah tangga yang disayang oleh Zendra. Kau tau mengapa zendra membuangmu dan lebih memilih sahabatmu?" Nadin tidak menjawab dan hanya terdiam mendengar ucapan pria itu. "Kau sudah menghancurkan segala hal tentang adik kesayangannya. Zendra memang mempunyai keluarga kandung namun jangan lupakan bahwa Zendra memiliki keluarga angkat yang bernama Iskandar. Kau ingat Iskandar keluarga siapa?"
"Selama ini kau sudah masuk kedalam permainan yang kau mulai, kau membunuh adel sahabatmu lalu merebut suaminya lalu ingin membunuh paman dari adel hanya demi harta? Benar benar otak mu benar benar sudah tidak ada yang bisa dibetulkan selain menembak kepalamu dengan sisa peluruku."
"BOS! Aku ingin mengatakan tugasnya." ucap bawahan pria itu dengan ragu, mungkin karena aura bosnya yang cukup menyeramkan. "Katakanlah." Bosnya mempersilahkan dirinya untuk mengatakan informasi yang ia bawa. "Wanita itu sedang hamil dan ternyata keguguran akibat preman yang anda bawa tadi untuk memakai tubuhnya, dan berita yang membahagiakan untuk bos Zendra bahwa wanita yang ia jual sudah mati."
DEG!
Tubuh nadin melemas, sedangkan pria disebrang sana malah tersenyum bahagia, "Datanglah kesini sebelum mayat putrimu ku lemparkan kedalam kolam ikan kesayangan kakek mika." ujarnya lalu memutuskan sambungannya dengan cepat. Nadin langsung melihat pesan dari pria itu, pria itu mengiriminya lokasi tempat dimana putrinya berada dan untung saja putrinya diculik di negara yang sam aolehnya.
"Tunggu mama, mina. Kamu pasti kuat sayang.." ujar nadin dengan tangisan yang cukup deras.
❣❣
"Mama tadi itu wanita yang sudah dianggap anak tak berguna oleh kakek mika bukan?" Tanya luna yang sejak tadi mengintip dari lantai dua didalam kamarnya kearah rumah kakek mika yang baru saja didatangi tamu tak diundang seperti wanita tersebut.
"Iya, tapi mama seperti pernah melihatnya dimana ya? Apa dia teman adel?" gumam mama anzel seperti sedang memikirkan sesuatu terhadap kisah adel yang sudah ia anggap adik kecil.
"Mama ingat, wanita itu benar benar sahabat kumpulnya bersama. Masa ia wanita itu yang menghianati adel hanya untuk menyembunyikan kebutuhannya sebenarnya?" Aluna yang mendengar ucapan mamanya sedikit tidak mengerti dan membalasnya dengan gelengan kepalanya. "Aku tidak mengerti, apa yang mama ucapkan." Ujarnya membuat mamanya mengelus pucuk kepala anaknya.
"Jika tidak kuat tidak usah dipikirkan biar mama dan kakek alex yang mencari taunya, luna beristirahatlah.. Mama mau berbincang sebentar dengan kakek alex." Aluna mengangguk. "Baik ma.."
*
Anzel berjalan keluar kamar lalu menuruni tangga dan langsung menemukan ayah alex yang sedang fokus dengan bukti bukti kejahatan yang sudah merengut nyawa putri kesayangannya sekaligus keponakannya. Sebelum anzel menghampiri alex, ia berjalan menuju dapur terlebih dahulu membawakan teh favoritnya sama dengan teh favorit adam. Ia membawa dua gelas teh chamomile dengan kue kering.
"Ayah, sedang membaca apa?" tanyanya saat sudah duduk disamping alex, ales yang mendapati putrinya itu langsung tersenyum dan meraih secangkir teh yang diberikan oleh anzel. "Ini ayah tidak membaca hanya saja ayah seperti pernah melihat wanita ini." ujarnya sembari menunjuk foto yang baru saja yang ingin ia bicarakan.
"Dimana luna?"
"Anzel, suruh tidur terlebih dahulu." Alex mengangguk lalu fokus kembali ke foto tersebut. "Ayah, wanita ini seperti sahabatnya adel bukan? Aku pernah ditunjukkan oleh adel foto teman teman dekatnya dan sepertinya wanita itu ada didalam foto tersebut." ucap anzel yang membuat alex tiba tiba berdiri lalu masuk kedalam dan balik lagi ketempatnya dengan membawa satu box barang barang peninggalan milik putrinya. Anzel sempat bingung namun langsung mengerti.
__ADS_1
"Ini barang peninggalan adel, dan sepertinya ayah baru saja mengingat bahwa wanita itu tidak lain adalah teman dekat adel."
Anzel terdiam, ternyata benar selama yang ia pikirkan sejak tadi. "Namun.." anzel langsung menatap ayah saat ayah menggantungkan ucapannya anzel memperhatikan apa yang dilakukan ayah alex ternyata alex mengambil selembar foto dan menunjukkan wajah asing yang tak ia ketahui. "Wanita ini adalah sahabat yang menghianati adel, adel melihatnya wanita ini sedang berciuman dengan suami tercintanya lalu ia lebih memilih pergi meninggalkan suaminya."
Anzel terkejut. "Dan wanita ini juga datang kerumah ayah bersama suami adel. Disaat mereka sudah sah menjadi suami istri." Anzel baru mengetahui fakta mengejutkan dibalik kehidupan adel. "Jadi maksud kakek adel melihat suaminya selingkuh dibelakangnya bersama wanita ini yang tak lain adalah sahabatnya. Kemudian saat adel pergi keduanya sudah saling terikat sebagai sepasang suami istri?" Alex mengangguk. "Dan itu membuat wanita ini melewati kesempatan untuk menculik adel dan memperlakukan adel dengan sangat kejam."
"Wanita ini bukan manusia, ia hanyalah iblis yang berwujud manusia."
❣❣
Disebrang rumah, aksa yang baru saja masuk dan langsung duduk disamping papanya yang saat ini sedang berkumpul diruang kerja kakek mika. Adam langsung menembaknya dengan berbagai pertanyaan. "Bagaimana kau bisa mengucapkan bahwa putri nyawanya sedang diambang sekarat?"
"Apa kau tidak mengenali sepupumu sendiri? Saat aku ingin mencari informasi tentang masalalu bunda adel ia tiba tiba datang kekantorku dan memberiku semua bukti yang kubutuhkan saat itu." ujarnya membuat adam langsung mengerti. "Dan kau pasti tau nama Zendra Reygo Iskandar bukan?"
"Pamanku bukan?" jawab adam sedikit ragu. Aksa mengangguk kepala, "Ya, dia adalah abang angkat bund adel yang mencintai bunda dengan sepenuh nyawanya begitupun dengan istrinya yang menyayangi bunda adel dengan nyawanya. Karena bunda, bibimu itu bisa selamat dari dunia malamnya."
"Bibi Zenath? Kenal dengan bundaku juga?"
"Kau bodoh apa bagaimana, Paman Zendra dan Bibi Zenath adalah anak angkat kakek alex yang dijadikan menjadi abang dan kaka dari bunda Adel." jawab aksa yang membuat kakek mika dan papa ranz baru mengetahui tentang fakta kehidupan adel.
"Benarkah? Bagaimana diriku tidak tau itu?" tanya adam. Membuat aksa mendengus kesal, mengapa teman kecilnya ini tidak mencari tau tentang latar belakang bundanya sendiri? "Kau benar benar bodoh sekali adam." balas aksa dengan menggelengkan kepalanya sendiri.
Lalu ia menatap kakek dan papanya secara bersaman. "Apa kalian juga tidak mengetahuinya? Wahh! Ternyata disini hanya diriku yang pintar." ucapnya dengan tingkat percaya dirinya. Papa ranz langsung melempari bantal yang berada dipangkuannya kewajah putranya. "Dasar anak durhaka berani beraninya mengatai kami bodoh!" omel papa ranz lalu aksa bukannya meringis dia hanya menyengir bodoh dihadapan tiga orang itu. "Maafkan aku papa. Ah iya aku punya informasi satu lagi ini cerita dimana awal nyawa bunda dikejar oleh kematian."
"Ribet sekali ucapanmu."
"Sepertinya ia harus balik ke taman kanak kanak ranz." ucap kakek mika, yang langsung diangguki oleh ranz. "Ya sepertinya begitu."
"Apa kalian benar benar tidak ingin mengetahui fakta mengejutkan tentang bunda? Atau kalian masih ingin lanjut meledekkiku?" kesalnya aksa dengan wajah badmoodnya.
---Bersambung---
Jangan lupa like ceritaku dan mampirlah keceritaku yang lain.
__ADS_1
Terima kasih💕