Childhood Love Story

Childhood Love Story
Tragedi Kantin 3


__ADS_3

Rangga menatap Ara yang cuek dengan nya. Jujur dalam hati Rangga menyesal pernah memintanya untuk menjaga jarak dengannya saat disekolah.


Karena menjaga jarak versinya sungguh berbeda dengan Ara. Versi jaga jarak Ara adalah cuek bebek.


Saat ini Rangga tersiksa dengan aturan yg dibuatnya sendiri.


Lihatlah gadis itu, bahkan menoleh padanya pun tidak.


Rangga mengelus hidungnya yg nyeri. Tapi justru senyuman yg keluar dari bibinya.


Baru nyuri pipi aja hidung gue patah begini.


Apalagi kalo yang gue sosor bibirnya, bisa bonyok muka dan bibir gue ditabokin Ardi. Hiihhhhh ngeri.


Kepalan tangan Rangga mengerat seketika, ketika tatapannya menangkap sosok berhoodie hitam mendekati Ara yang nampak akrab dengan gadisnya.


Denis memiting kepalanya tiba-tiba, membuatnya tersentak.


" Lo berangkat jam berapa hari ini bro?"


" Pesawat malam..." Jawabnya tanpa memutuskan tatapan matanya pada gerak-gerik Ara dan Chandra.


" Gue titip dia sama lo Den, om Syakieb berangkat semalam selama dua minggu, B' Marvel udah pergi, Ardi hari minggu ini juga berangkat ke Thailand.." Rangga menunduk sambil mengusap wajahnya.


" Bang Adnan dan B' Brian???" Tanya Denis.


" Gue denger dari daddy bang Adnan mencancel honeymoon nya karena ada kontrak kerjasama di Brunei, sepertinya juga akan kesana bersama daddy dan mommy selama empat atau lima hari".


" B' Brian masih bisa diandalkan, tapi kita sama-sama tau siapa B' Brian, kerjanya tak memandang waktu, dan tempat.."


" Iya juga ya..., sebagai Intel IT B' Brian gak bisa fokus disatu tempat.." Sahut Denis.


Bel istirahat berbunyi.


Semua murid berhamburan keluar keluar kelas.


" Kantin yuk.." Ajak Denis.


Rangga mengangguk dan berjalan beriringan, di depan lorong, mereka disambut Rayya dan Vino.


Seperti biasa dikantin telah ada empat cewek adek ketemu gede mereka.


Mereka yang hadir ke kantin rata-rata sekedar ngemil snack saja, karena hari jumat mereka sudah pasti dapat nasi dari sekolah.


Ara terlihat tersenyum manis pada Chandra yg lewat di depan mereka dengan memberi kode oke padanya.


" Apa..?, kamu janjian apa dengannya...?" Tanya Rangga posesif dan penuh rasa curiga. Cemburu jelas tersirat dalam tatapan matanya.


" Bukan janjian, cuma Ara udah selesaikan tugas pak Lukman yg belum diselesaikan si Chand.." Jawab Ara.


Rangga mengangguk dan hanya menarik sudut bibirnya.


Hari ini Rayya membawa risoles buatan bundanya. Dengan beberapa cabe hijau sebagai pelengkap nya.


Ara, Vera dan Natasya bertaruh mengunyah risoles dengan cabe dan barangsiapa pemenangnya akan mendapatkan novel terbaru dari R.L. Stine.


Dan tentu saja Natasya pemenangnya.


Rangga menatap bibir Ara yg memerah karena kepedasan. Dan pipi Ara yg terlihat gembul karena menghembuskan hawa pedas dari mulutnya.

__ADS_1


Ishhhh...coba kemaren gue minta om Syakieb buat setujuin keinginan ijab qobul gue, pasti sekarang udah halal kedua benda itu buat gue. Batin Rangga dengan tatapan intens pada pipi dan bibir Ara.


Jessica memasuki kantin dengan papper bag ditangannya. Gayanya yg sok membuat beberapa anak melirik nya sinis.


" Kak..., makan burger bareng Jess yuk.." Tarikan Jessica pada lenganya membuat Rangga tersadar dari lamunannya.


" Nggak deh Jess makasih, kakak udah kenyang..." Ucap Rangga pelan.


Jessica tampak marah dan menatap semua anggota genk somplak.


Tangan Rangga meraih cabe yg akan dijejalkan Ara pada mulutnya.


" Sudah cukup, jangan lagi , sudah kebanyakan, ini sudah cabe yang ke enam, nanti sakit perut.., ini minum nya, habisin..." Ucap Rangga bersambung seperti kereta api.


Jessica melotot melihat itu, selama ini dia curiga bahwa Rangga ada rasa dengan Ara. Dan benar saja, lihatlah sekarang, bahkan dengan telatenya Rangga menyodorkan air putih ke depan mulut Ara. Perhatian Rangga kepada Ara sungguh membuat Jessica murka.


Jessica mengeram geram.


" Kak pulang sekolah jalan yuk..." Tanganya melingkar pada pundak Rangga, dengan kepala disandarkan pada bahu lebar pemuda itu.


Rhea and the genk murka melihat itu semua, pun Ara.


Rangga tak kalah terkejutnya, dengan cepat pemuda itu berdiri.


" Jess please!!!, jaga sikap lo..." Ucapnya dengan suara berat dan dingin.


" Kenapa kak?, kan Jessica pacar kakak?, bukan kah kita sudah sepakat..."


Semua telinga orang di kantin serasa langsung tuli mendengar ucapan Jessica. Semua mata orang di kantin serasa langsung buta tatkala melihat Jessica membelai rambut gondrong Rangga.


Ara meremas roknya dibawah meja. Dadanya terasa bagai terbakar api neraka. Ow ow!!!! Panasnya!!!.


Anggota genk Rhea Cs sudah dengan mode garangnya.


Sungguh Rangga hanya terpaku dengan apa yg terjadi, semua serba terjadi begitu saja. Otaknya blank seketika. Matanya hanya menatap Ara yg terlihat cuek, tapi membara di dada.


" Jess apa- apa sih!!! " Bentak Rangga geram.


" Kan kakak udah nembak ...Akkhhh...panas..panas...!!!!" Teriakan Jessica menggema saat Rhea Cs dengan sengaja menyiram semangkuk bakso panas pada punggungnya.


Jessica melompat-lompat dan menjerit-jerit kepanasan, dengan tangan menepuk-nepuk punggung nya.


Rangga bingung dan panik.


Ada sebutir bakso masuk kedalam kerah baju belakang nya, dan sangat panas tentunya.


Dengan cepat Rangga menarik kerah itu dan akan memasukkan tanganya ke dalam punggung Jessica.


Takk Plakk!!!


Belum sampai tanganya menyentuh tubuh Jessica, tangan itu lebih dulu ditepis oleh Ara dengan tepisan yg sangat kuat. Bahkan bisa terlihat jelas tangan itu kini memerah.


" Berani kamu masukan tanganmu ke sini, buang nama Ara dari sini.." Tunjuk Ara pada punggung Jessica dan dada Rangga dengan telunjuknya. Matanya menatap tajam pada mata Rangga.


Dengan cepat Ara mengambil bakso yg tersangkut dipunggung Jessica, memang sangat panas, Arapun merasa telapak tanganya akan melepuh.


"Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya"


Bisik Ara di depan muka Rangga, dan dengan geram Ara meremas bakso yang sangat panas itu. Dan dilemparkan nya ke tubuh Rangga.

__ADS_1


Denis, Rayya dan Vino terpaku ditempat melihat singa betina yg mulai marah karena seseorang telah berani mengganggu daerah teritori nya.


Sedangkan Hana, Vera dan Natasya segera membawa Jessica ke UKS.


Rangga berdiri terpaku ditempatnya. Kata-kata Ara sungguh membuat nya merinding dan cemas.


Apa jadinya tadi kalau Ara tidak menepis tanganya.


Ya Tuhan..., Rangga terduduk dengan wajah dan fikiran yg kosong.


Ara kini telah berada di UKS bersama sahabatnya.


Jessica mengusir mereka untuk pergi dari sana.


Karena Jessica sudah menelepon Rangga untuk datang ke UKS.


" Sudah pergi sana kalian!!!" Usir Jessica dengan tidak tau terimakasih nya. Dia berkacak pinggang di depan pintu UKS.


" Dasar cewek sinting, ditolong malah kaya gini.." Bentak Vera.


" Gue gak pernah minta tolong ya sama lo..lo..lo..dan lo...!!!!" Tunjuk Jessica pada wajah-wajah mereka.


Beberapa anak yg lewat berhenti melihat perdebatan mereka.


Natasya geram dan mengata-ngatai Jessica macam-macam.


Perang mulutpun tak dapat dihindari.


Semakin sengit semakin banyak yg menonton.


" Pergi kalian dari sini" Teriak Jessica.


"Apalagi lo.." Tunjuknya lekat pada depan hidung Ara.


" Lo tuh cuma cewek naif yg sok alim..., apa hak lo larang-larang kak Rangga buat nolong gue hahh!!!" Bentak Jessica


" Kak Rangga itu pacar gue, dan apa lo tau, gue hamil anak dia" Ucap Jessica membuat tubuh empat sahabat itu menegang.


" Nih..." Jessica melempar foto USG hitam putih atas namanya dan sebuah testpeck dengan garis dua.


Rangga yg baru datang bersama ketiga sahabatnya terbelalak mendengar ucapan Jessica, mereka berdiri dibelakang Jessica, dan gadis itu tak tau.


Kaku, tubuh Rangga terasa kaku dan berat, apa yg didengar nya sungguh membuatnya naik darah.


Ara tersenyum kecut dan tak ambil pusing, jangankan menangis, terlihat sedihpun tidak. Hana, Vera dan Natasya terkejut melihat reaksi Ara. Begitupun Rangga dan sahabat- sahabatnya.


" Mulai hari ini, mundur lo dari kak Rangga, atau gue hancurin lo!!" Ancam Jessica.


Ara maju dengan tanpa rasa takut sedikitpun.


" Apa pentingnya kalian buat gue, lo dan dia gak ada apa-apanya buat hidup gue " Ucap Ara santai sambil menunjuk Jessica dan Rangga


" Gue gak akan mundur, karena gue nggak pernah maju, gue cewek yg punya harga diri, pantang bagi gue ngejar-ngejar cowok seperti yg lo lakuin" Ucap Ara santai.


" Dan lo..." Tunjuk Ara pada dada Rangga.


" Berhenti disitu..!!!, cukup sampai sini!!!, jangan deketin gue lagi.."


Dada Rangga bagai diremas-remas. Tak terasa sudut matanya basah.

__ADS_1


Like nya ya guys😍😍


__ADS_2