
Ara segera memindahkan tas punggungnya ke dada, Rangga melongo dibuatnya.
" Ya Tuhan gadis ini!!, dia tidak mau bersentuhan denganku?, pasti karena Jessi tadi, Brengsek Jessi!!"
Dengan memindah tasnya didepan otomatis membuatnya berjarak dengan Rangga.
Rangga marah!!, dia suaminya!!, suami Lailia Nafesaa Anara.
Tapi lihat kelakuan Ara, Rangga diperlakukan sebagai seorang mas ojol saja olehnya.
Dengan mengebut dan hanya membisu sepanjang jalan, Rangga membawa motor dengan ugal-ugalan.
Beberapa kali menyalip dan menikung motor atau mobil didepanya.
Ara sudah biasa dengan hal itu, dengan Ardi bahkan dia mengalami lebih dari itu.
Tak sampai satu jam motor telah terparkir sempurna di garasi rumah daddy Hen.
Bibi yang senang dengan kehadiran Ara segera berlari setelah mendengar suara motor Rangga memasuki garasi.
Rangga melepas helm dan melemparkan begitu saja.
Meninggalkan Ara dan berlari ke kamarnya.
Bibi melihat ada yg tidak beres disini.
Tapi nona barunya justru malah tersenyum manis padanya.
" Gusti!! kok ono lho bocah ayune kok koyo ngene..." Ucap bibi saat mendapatkan senyuman dari Ara.
" Bibi bisa aja, mommy ada bi...?" Ucap Ara sambil tersenyum lebih manis lagi.
" Ada non, di ruang kerjanya. Tadi minta bibi untuk memanggilnya kalau non sudah datang"
" Ara bersih-bersih dulu bi, ganti baju dulu, jangan ganggu mommy dulu.."
Bibi tersenyum dan mengangguk.
"Non, makanannya mau di panasin sekarang?"
" Iya bi.., kak Rangga belum makan, terimakasih bi..."
Ara beranjak melangkahkan kakinya menuju kamar Rangga.
" Assalamu'alaikum "
Tak ada sahutan, Rangga hanya diam sambil menelungkupkan badanya di kasur.
" Bahkan salam pun tidak di jawabnya" Gumam Ara kesal.
Ara kebingungan untuk berganti baju, dia tidak membawa baju ganti.
" Lili nggak ada baju ganti kak, boleh pinjam baju kakak...."
Masih tidak ada sahutan. Ara duduk di kasur dekat kaki Rangga, meraih kaki Rangga dan melepaskan sepatu dan kaos kaki pemuda itu.
Geram!!!, sebenarnya Ara sangat geram.
Rangga yang pembohong dan terciduk selingkuh malah dia yg di diemin.
Tiba-tiba Rangga segera bangkit dan memeluk Ara dengan erat dari belakang, tapi dengan cepat Ara melepaskan pelukan itu dan segera berdiri.
" Sayang maafkan aku.., aku telah bersalah padamu, tadi itu aku----" Belum sempat Rangga menyelesaikan ucapanya Ara segera menyela.
" Ya aku tahu, kau kemaren tidak kerumah daddy kan?, karena kemaren aku disini sampai malam, lalu kau dari mana kak??"
Duarrrrr!!!!
Pertanyaan Ara membuat tubuhnya membatu.
Rangga sebenarnya hanya ingin menjelaskan tentang kebersamaannya dengan Jessica di UKS tadi.
Tapi Ara justru membahas kebohongannya kemaren.
__ADS_1
Lalu apa yang akan dia jelaskan sekarang, dia sudah menjadi pembohong di mata Ara saat ini.
" Sa...sayang, kakak I..itu..."
" Sudahlah, memang seperti ini kan jadinya, bahkan Lili juga sudah menebaknya, kalau kakak cinta dia, lepaskan saja Lili, apa sus----"
Rangga segera membungkam Ara dengan kedua telapak tangannya.
" Tidak, tidak akan ada yang lain sayang...hanya kau permaisuri seorang Rangga.." Ucap Rangga dengan menciumi tangan Ara.
" Permaisuri???, jadi kau Raja begitu?, jika aku Permaisuri, lalu Jessica selirmu begitu?" Wajah Ara tampak merah padam karena marah.
" Sayang itu salah paham..., tidak seperti itu.." Rangga berusaha mendekati Ara dan ingin memeluknya.
Tapi tangkisan kuat yang di dapat Rangga.
" Jangan menyentuhku!!, aku jijik dengan tanganmu yang telah terkontaminasi oleh gadis lain!!" Bentak Ara.
"Sayang pleaseee..." Rangga bahkan bersimpuh di kaki Ara.
"Sayang..dia bukan siapa-siapaku, dia masih menyimpan fotoku saat bersamanya dulu, aku takut..., aku takut foto itu akan sampai ke papa...." Bahkan Rangga tak malu menangis di depan Ara.
"Sayang maafkan aku...aku kemar---"
" Ya aku tahu!!!, kau kemaren mengantar selingkuhan mu itu kontrol kandunganya kan, lalu bagaimana kabar anakmu itu?"
Duarrrrrr!!!
" Lailia Nafesaa Anara!!!!"
Suara bentakan Rangga menggelegar dalam ruangan itu.
Ara bergetar mendengar bentakan Rangga.
Ini tak pernah terjadi semenjak usianya mencapai enam belas tahun.
Apalagi yg membentaknya seorang Rangga, suaminya.
Rangga yg melihat istrinya bergetar segera memeluknya.
"Sayang...., dengar kan aku, hanya kamu yg ada dihatiku, percayalah...
Sayang maafkan kesalahanku.., kebodohanku.., kebutaan hatiku yg tidak mengenalimu...sayang...sayang..."
Rangga menangis tersedu-sedu melihat Ara hanya diam membisu dan membuang muka terhadapnya.
Akhirnya dengan susah payah Rangga menceritakan semuanya.
Semua dari awal petaka ini terjadi, dari kesalahannya mengenali siapa Lilinya yang sebenarnya.
Rangga menceritakan semua, tak ada yg ditutupi atau ditambahin. Dia tak ingin Ara membencinya.
Perlakuan Ara seperti barusan saja sudah sangat mencabik-cabik hatinya.
Cukup..cukup..
Rangga tak akan sanggup jika lebih dari ini
Didepan pintu, nampak mommy Tara terisak sedih. Dia merasa dia yang salah..., seandainya dia tak minta Rangga mencari dedek Lilinya dengan serampangan, tentu semua ini tidak terjadi.
Ara yang tidak tegaan, melihat Rangga yang rapuh seperti ini pun merasa luluh.
Jujur dalam sudut hatinya dia mempercayai Rangga.
Tapi emosinya mengajaknya berbicara yang menyakitkan.
Bukankah setan punya beribu-ribu cara untuk membuat manusia bercerai-berai.
Ya.., kali ini Ara akan menganggap si Jessica sebagai setan.
Gadis ular itu sudah berjanji akan menghapus fotonya dengan Rangga asalkan Rangga menurut padanya.
Nyatanya dia pembohong dan penipu.
__ADS_1
Spesialis pengikut iblis.
Kalau masalah emosi nggak usah bawa-bawa jilbab deh.
Biar berjilbab juga kalo diperlakukan kaya Rangga siapapun juga emosi kalo jadi Ara.
Dan ingat juga Ara itu hanya gadis belasan yg masih labil.
Apalagi sama seperti Rangga yg tidak mau miliknya di ganggu orang lain, nah Arapun sama.
Ara beranjak ke kamar mandi dengan diam, sementara Rangga masih terduduk di lantai menyesali semua kebohongannya. Fikiranya tumpul, bingung, tapi ada lega dihatinya karena telah menceritakan semua, setidaknya telah berkurang beban dalam dadanya.
Ara keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai jubah mandi, segera membuka lemari baju Rangga.
Sementara Rangga sudah berpindah ke sofa, membaringkan badanya, lenganya menutup matanya yang terpejam.
Ara merasa kasihan melihatnya. Apapun bentuk perlakuan Rangga padanya.
Apapun jenis dan nama kesalahan Rangga, sebenarnya tidak langsung membuat Ara membencinya. Ara mencintai Rangga sejak lama. Tidak mudah untuknya memarahi atau memaki Rangga sampai sepeti itu tadi.
Bahkan saat dikamar mandi tadi Ara menangis terisak merutuki kesalahnya yg tidak bisa menahan diri.
Ara gadis berpendidikan yang tahu batasan-batasan berucap pada suami.
Ara beristighfar dalam diamnya memohon ampun atas segala kesalahan nya, khilaf nya membawa nafsu amarah yg meluap.
Ara melihat ada satu kemeja Rangga yang berwarna marron sangat kebesaran untuknya, tapi kalau dipakai olehnya malah mirip seperti dress. Arapun memakainya.
Diliriknya Rangga yang tetap diam. Ara sangat tahu kalau Rangga sedang berfikir keras. Tak hanya Rangga, Arapun juga sangat takut keluarga nya akan tahu masalah Rangga dan Jessica.
Karena itu akan bisa mendatangkan bencana.
Para panglimanya pasti akan segera melakukan berbagai cara untuk memisahkannya dengan Rangga kalau sampai itu terjadi.
Ara mendekati pemuda itu, mengelus rambutnya, mencium keningnya.
" Ayo makan..." Ucapnya lirih.
Rangga menatap mata istrinya dengan air yang menggenang dipelupuk matanya.
Biarlah harga dirinya jatuh di depan Ara karena dari tadi dia hanya menangis.
Tapi sumpah!!!
Membayangkan berpisah dengan Ara saja rasanya mau mati.
"Maafkan kakak sayang..." Lirihnya.
" Iya...ayo makan...." Ucap Ara seraya menarik kedua tangan Rangga agar segera duduk.
" Mau diganti bajunya?, apa ganti sendiri?" Tanya Ara genit, tanganya melepas satu persatu kancing seragam Rangga.
Rangga menatap mata bulat besar itu dengan tatapan penuh cinta.
" Aku mencintaimu sayang, ingat itu.."
" Iya akupun...., maafkan sikap Lili yang bar-bar tadi, tanduk iblis sudah keluar dari sini" Timpal Ara sambil menaruh dia jempo disisi kiri kanan kepalanya.
" Jangan bohong-bohong lagi ya..., Lili nggak suka.." Lanjut Ara.
Ara mendekatkan wajahnya ke wajah Rangga, saat hidungnya menyentuh hidung Rangga dia menggesekanya.
Dengan lembut dikecupnya bibir merah Rangga.
Rangga memejamkan mata merasakan dan meresapi ciuman Ara yg lembut, tapi mampu merontokkan hatinya saat ini.
Saat tangan Ara pelan membuka kemejanya, tangan itu tak sengaja menyentuh pinggang Rangga.
Rasa kesetrum yang hangat, membuat Rangga menggila.
Segera diraihnya tengkuk Ara dan Ranggapun memperdalam ciumanya.
" Kita baikan sayang..." ucap Ara disela cembuan Rangga.
__ADS_1
Bersambung...
**********