Childhood Love Story

Childhood Love Story
Sedikit celah


__ADS_3

Rangga mendekati Ara yang telah tertidur, waktu sudah menunjukkan dini hari tepatnya pukul 03.00wib.


Ditiupnya dengan lembut semua luka yang ada di tubuh Ara, air mata nya kembali meleleh tanpa ia sadari.


Menyesal, Rangga sangat menyesal telah bertindak gegabah.


Papa Syakieb benar, aku suami tak bertanggungjawab jawab.


Aku bukan lelaki sejati, yang aku bisa hanya melukai hati Lili..


Yang kubisa hanya menjatuhkan air mata Lili..


Papa Syakieb benar, aku harus berubah untuk cintaku...


Aku harus berubah demi Liliku...


Aku harus berubah untuk kebahagiaan istriku..


Istriku???, Liliku???


" Kak...." Suara serak Ara terdengar saat tetesan air mata Rangga jatuh di keningnya.


"Maaf sayang...kakak mengganggu tidurmu..." Rangga meraih wajah cantik Ara dan membingkainya dengan telapak tangannya.


" Maafkan kakak sayang hiks..hiks...hiks..., maafkan kakak.." Tangis Rangga dengan menciumi seluruh wajah Ara.


" Sini, peluk Lili...." Ara menepuk samping tempat tidurnya, dan Ranggapun segera membaringkan tubuhnya, memeluk Ara dengan penuh kasih sayang.


" Kakak nggak salah, Lili yang kurang hati-hati menyeberang "


Deghh...


" Lihatlah putriku, bahkan sudah seperti itupun keadaannya dia masih juga membelamu"


Rangga memejamkan matanya, sakit....., dadanya sakit seperti diremas-remas.


Gadis yang selalu membelaku, menutupi kesalahan-kesalahanku


Gadis seperti ini yang selalu aku sakiti.


"Kak...." Panggil Ara lembut.


" Hemmmm" Rangga berusaha memejamkan matanya yang lelah karena terlalu banyak menangis.


" I love you " Ucap Ara dengan tangan yang mulai meraba-raba dada Rangga.


Rangga semakin memejamkan matanya.


" Kakak lebih darimu sayang..." Tanganya membelai rambut panjang Ara.


" Kak..." Panggil Ara lagi.


" Hemmmm" Rangga benar-benar mengantuk, matanya juga lelah dan tenaganya juga habis.


" Lili mau..." Ucapan Ara terhenti saat diliatnya mata Rangga telah terpejam sempurna.


Ara menghembuskan nafasnya pelan, gadis itu perlahan menggeser tubuhnya merapat pada Rangga, melingkarkan tanganya diatas perut Rangga dengan posesif, kakinya juga melingkar diatas tubuh Rangga.


Kepalanya di sembunyikan di dada Rangga yang hangat.


Rangga menangis dalam diamnya. Sebenarnya dia belum tidur, tapi dia tidak sanggup untuk menatap mata istrinya


Setiap melihat luka pada tubuh Ara membuatnya membenci dirinya sendiri, membuatnya muak sendiri.


Dikecupnya pucuk kepala yang berada didadanya itu.


Wangi rambut Ara menenangkan, membuatnya segera terpejam.


*** Sholaatu Khairumminannaum.....


Suara Adzan subuh membangunkan Rangga yang hanya beberapa menit terpejam.


Matanya menatap Ara yang masih diposisi yang sama.

__ADS_1


Diangkatnya pelan tangan yang melingkar diatas perutnya.


"Emmmm, mau kemana?" Ucap Ara serak dengan semakin mempererat pelukanya.


" Sudah subuh sayang, kakak mau ke masjid.." Jawab Rangga dengan membaringkan kembali kepalanya di bantal, menatap mata Ara yang juga sedang menatapnya.


" Sholat dirumah aja, imamin Lili..." Rengeknya manja.


Rangga memejamkan matanya, hatinya terasa ngilu..., ngilu luar biasa.


Apa aku bisa bila harus meninggalkan dia?


Apa aku akan sanggup??


Ahhh... Ya Tuhan...


" Baiklah...yuk sholat" Ajak Rangga dengan menciumi wajah Ara.


Setelah selesai sholat subuh berjamaah, Rangga terlihat menuju meja belajar, dan membuka buku lalu menulis disana.


" Buat apa?" Tanya Ara yang muncul dibelakang nya.


" Surat ijin buat kamu..." Jawab Rangga tanpa menoleh.


" Lili sekolah kok, nggak perlu libur, buat apa?" Ara menarik buku yang sedang ditulisin Rangga.


" Kamu istirahat aja dulu dirumah sayang, itu luka kamu kayak gitu..." Ucap Rangga dengan merebut kembali buku ditangan Ara.


" Ini nggak sakit, lihat nih , cuma lecet doang, enggak sampai lumpuh kok" Ucapnya sambil menekan lukanya yang memang tidak sakit. Tapi justru Rangga yang ngilu melihatnya.


" Nurut sama suami!, nggak usah sekolah!, dengar....?" Ultimatum Rangga tegas dan jelas.


" Baiklah..., tapi mandiin Lili ya.., ini sakit..." tunjuknya pada luka di sikunya yang terlihat menganga.


" Iya sayang..., ayoo.." Rangga menarik kedua tangan Ara agar berdiri dari duduknya di sofa.


Tiga puluh menit mereka mandi bersama, hanya mandi dan tak ada aktivitas lainya.


Rangga berusaha menekan nafsunya, pemuda itu berusaha mencoba untuk bisa menekan keinginannya, mempersiapkan dirinya untuk jauh dari Lilinya.


Sepertinya Rangga merasa Ardi sudah tahu apa yang terjadi.


Ardi segera menyeret Lili ke kursi sampingnya.


" Biar abang suapin.." Ucapnya lebay.


" Ishh..., nggak deh bang, enakan disuapin suami kak Rangga.." Ara segera beranjak berdiri.


" Beb kok lo gitu sih??, lo nggak sayang gue gitu?" Marah Ardi.


" Ya sayang lah..., sayang banget malah.., tapi lebih sayangan ke suami Lili lah.." Jawab Lili enteng dan duduk dipangkuan Rangga.


Lagi..


Rangga memejamkan matanya lagi.


Sesak, dadanya luar biasa sesak.


Papa Syakieb menatap nya dengan tatapan iba. Tapi mau bagaimana lagi.


Keputusan berpisah adalah yang tepat saat ini.


Semua harus berkembang menjadi dewasa, tidak hanya Rangga, Lili juga harus menjadi dewasa agar rumah tangga mereka selamat kedepanya.


Sebelum berangkat sekolah semua pria masuk ke ruang kerja. Bahkan pamam Syahril pun sudah ada.


Permasalahan yang terjadi kian melebar, Brian mendapatkan bukti baru yang harus diketahui semua.


" Nomor kendaraannya sama seperti motor yang mengirimkan foto ke kantor Wijaya om" Ucap Gama Bagaskara


" Foto apa?" Tanya papa Syakieb.


Deghh!!!

__ADS_1


Baik Rangga, Daddy Hen dan Gama Bagaskara semua mematung karena keteledoran ucapan Gama.


Ardi, Adnan dan papa tampak mengamati perubahan raut wajah mereka.


" Ada apa?, apa masih ada yang kamu sembunyikan lagi nak?" Tanya papa pada Rangga dengan dingin dan tegas.


" Ma...maafkan Rangga pa..., sebenarnya..."


Rangga mulai menceritakan awal mula perselisihanya dengan Jessica.


Berawal dari bodohnya mengenali kekasih kecilnya, dan lemah hatinya yang berniat membantu Jessica yang terjebak dalam keluarga angkatnya. Hingga kedekatan mereka yang menimbulkan perasaan pada hati Jessica dan ambisinya untuk memiliki Rangga.


Semua Rangga ceritakan dengan jelas.


Berharap papa mertuanya tidak lagi menaruh rasa tak percaya padanya.


Ardi menggelengkan kepalanya geram.


" Bodoh di piara!!!" Gumamnya geram.


Tapi saat tatapannya tak sengaja bertabrakan dengan mata daddy Hen, Ardi langsung menunduk segan.


" Maaf om.." Lirihnya.


Daddy Hen hanya tersenyum simpul, baginya Ardi sudah seperti putranya sendiri. Pemuda ini terlalu jujur dengan ekspresinya. Suka atau tidak suka akan langsung terlihat dari raut wajahnya.


"Lalu selanjutnya bagaimana Briandika? " Tanya paman pada putranya.


" Tim Brian sedang mengikuti orang ini ayah, mungkin dari dia kita akan tau siapa dalangnya" Jawabnya masih dengan mengamati video CCTV yang didapatkan timnya.


" Kalau sudah gini penjagaan harus diperketat pa, bisa saja mereka menyerang tiba-tiba..." Ucap Ardi.


" Apa Ardi lepas sponsorship Ardi aja ya pa? Buat jagain adek.." Lanjutnya.


Deghh!!!


Lagi..


Rangga merasa dirinya tak berarti.


Dia suaminya..., tapi lihatlah pengorbanan Ardi...


" Tidak usah bro, ada kami.., tenang saja dan fokuslah pada masa depanmu.." Ucap Brian.


" Ayah harap jangan sampai Marvelino mendengar ini, menantuku sedang mengandung, aku tidak mau terjadi apa-apa denganya karena tindakan Marvelino yang grasa-grusu setiap mendengar sesuatu tentang princessnya.." Ucap Paman Syahril menatap Brian.


" Baik ayah..." Jawab Brian.


" Siapa dia?, aku pusing dengan ini..., siapa yang mengincar putriku?, apa salahnya?" Desah papa Syakieb dengan mengurut pangkal hidungnya yang terasa paling.


" Jangan khawatir om, ada kami yang selalu melindungi Laili...." Ucap Gama pelan.


Rangga terdiam, sudut hatinya bersyukur, gadisnya terlindungi oleh orang-orang yang tepat. Dia menarik nafas sebanyak-banyaknya dan menghembuskannya pelan.


Aku harus belajar menjadi pria dewasa yang tangguh, yang bisa melindungi Liliku...


Aku harus belajar menjadi pria dewasa yang bertanggungjawab, untuk membahagiakan Liliku..


Aku harus belajar menjadi pria sejati , untuk menjadikan Liliku ratu dihidupku...


Rangga membulatkan tekadnya untuk meninggalkan Ara sementara. Minta sedikit waktu untuk merubah dirinya menjadi lebih baik.


Berharap bisa menjadi Rangga baru yang bisa membanggakan Lili dan keluarganya.


Ini semua demi kebaikan kita sayang...


Ini semua demi masa depan kita..


Maafkan kakak sayang...


Izinkan kakak pergi..


Bersambung.....

__ADS_1


...***""""***...


__ADS_2