Childhood Love Story

Childhood Love Story
Konser dadakan..


__ADS_3

Kaki Ara telah selesai diobati dan rok Arapun telah diganti dengan seragam ganti yang telah mereka siapkan di markas.


Rangga menunjukkan skillnya sebagai suami yang bisa diandalkan walau usianya masih belasan.


Kelas XII menjalankan ujian dengan tenang dilantai tiga sekolah. Sedangkan kelas X dan XI, mengerjakan kisi-kisi untuk ujian mereka minggu depan.


" Kok bisa kak Rhea berbuat seperti itu sama kamu Laili?, kamu kenal dia?" Tanya Chandra kepo saat mereka masih dikelas. Bangkunya kini dibaliknya agar bisa menghadap pada meja Ara dan Hana.


" Nggak tuh, Ara juga nggak ngerti " Jawab Ara santai.


Tempat duduk Chandra didepan Ara dan Hana. Chandra duduk bersama Theo teman rohis Ara. Sedangkan Vera dan Natasya dibelakang Ara dan Hana.


" Ra.., kenapa nggak lo bogem aja sih kak Rhea, seperti pas lo ninju perut Lenox, wuiih ...gila Ra damage nya dapet banget gitu pas lo ninju tuh..." Ucap Theo yang ikut ikutan membalik badan ke belakang.


" Dan gue liat loh, Lenox yg mundur dua langkah karena bageman lo!!!, Gila!!! Lo gokil banget Ra, sumpah!!!" Ucap Meta yg melintas dibangku mereka dan ikut ngerumpi pula dengan menggeser duduk Chandra.


"Betewe lo pacaran sama kak Rangga ya Ra?, kami seneng lo liatnya, kalian cocok banget" Ucap Meta lagi.


Chandra langsung menatap Ara dengan tatapan serius. Pemuda ini juga sangat menanti-nanti jawaban jujur Ara.


Ara terkejut, tapi mau bagaimana lagi, dia tidak bisa terus-terusan kucing-kucingan seperti ini.


" Iya, seperti itulah.." Jawab Ara sambil menyalin tugas ke bukunya.


Chandra terpaku ditempatnya, tak bisa berkata-kata.


Wah bang Bagas, abang kalah start...


Gila bang!!!, selama ini yang kita lindungi jodoh orang..


Maafkan Chandra bang.., Chandra butuh waktu buat sampaiin ini ke abang..


Monolog Chandra dalam hatinya.


" Eh ya Tuhan Ara, itu cincin lo!!!, kok bisa sama kaya punya kak Rangga sih..., lo jangan-jangan udah tunangan sama dia ya..?" Theo yang sedang mengambil pulpen di samping buku Ara tak sengaja melihat cincin kawin di jari manis Ara.


Ara gelagapan, matanya menatap Hana, meminta perlindungan.


Hana menaruh telunjuknya di bibirnya, berharap Theo tidak meneruskan ucapannya dengan keras.


Sedangkan Natasya dan Vera juga ikut terkejut dengan pertanyaan Theo itu, mereka juga menaruh telunjuk di bibir mereka dan memelototkan matanya pada Theo.


Tapi tentu saja Chandra dan Meta yang terlanjur mendengar dan melihat tingkah empat sahabat ini ikut kepo.


" Emang lo pernah liat cincin kak Rangga?, emang beneran sama kaya punya Ara??" Tanya Meta dengan suara lirih dan berbisik.


"Ya iya lah gue pernah liat, gue kan sering salaman sama dia pas sholat jama'ah di mushola sekolah, bener loh..ini mirip" Ucap Theo lagi dengan matanya jeli mengamati cincin di jari Ara.


Chandra juga ikut mengamati cincin Ara, dan benar saja, bukan lagi mirip, tapi sama persis. Karena tadi Chandra juga liat jelas pas Rangga nepuk-nepuk rok Ara yg kotor, juga pas akan obatin Ara tadi.


Ngenes hatinya, mengingat cinta abang nya bakalan berakhir tragis.


Ya..., Gama Bagaskara, yang sejatinya pindah dari Bandung ke Jakarta untuk mengikuti Ara justru kalah start dengan Rangga, putra bossnya dan juga penanam modal di perusahaannya.


" Maaf ya The, Met, Ara belum bisa cerita yg sebenarnya, tapi kalau aku sama kak Rangga ada hubungan itu benar, maaf dulu ya guy's aku hanya bisa kasih tau segitu dulu.." Ucap Ara.


" Ya..nggak papa, gue ngerti kok, dengan kejadian tadi aja lo emang harus hati-hati, fangirl kak Rangga mah, ngeri-ngeri..hihh" Meta terlihat menggendikkan bahunya.


Bel istirahat siang sudah berbunyi dari tadi, tapi kelas Ara tidak ada yg keluar.


Karena hari ini salah satu teman kelas mereka ada yg ulang tahun, dan mereka makan pizza dikelas ramai-ramai.


Sosok tinggi, kokoh dan gondrong melintas di depan kelas mereka, membuat beberapa mata langsung notice siapa dia.


" Wih ada ketos tuh, mau ngapain ke sini?"


" Eh iya itu kak Rangga, gila man badas asli!!!"


" Eh iya gue baru ini loh liat wajahnya dari deket, ya ampun pengen pipis eh salah pengen pingsan gue..."

__ADS_1


Tok..tok..


Rangga mengetuk pintu kelas Ara, tujuh orang yang sedang ngerumpi di pojok kelas langsung terkejut melihat penampakan manusia yg sedang mereka rumpikan dari tadi. Tak terkecuali Ara sendiri.


" Selamat siang guys, boleh pinjam wakil ketua kelas kalian sebentar guys, ada perlu..." Sapa Rangga dengan ramah di depan kelas.


"Uwaaau....silahkan kak..." Teriak mereka histeris, Hana langsung menyingkir dari bangkunya bergabung dengan Vera dan Natasya.


Sementara Rangga tersenyum melangkah mendekati tempat duduk Ara.


Ara blingsatan tak karuan, tatapan teman sekelasnya berbinar-binar menatap pada matanya.


" Silakan duduk kak.." Ucap Natasya dengan tangan melap kursi dan meja Hana. Otomatis membuat senyum Rangga semakin lebar dan gelengan kepalanya tak tertinggal.


" Ya Tuhan langsung buta mata gue liat senyum kakak..." Ucap Meta alay.


" Mimpi gue apa?, eh gue mimpi apa ya Salem, eh semalem..." Ucap teman sekelas Ara lainnya.


" Ganteng banget asli!!!, secara mas Al aja lewat ini mah gantengnya..." Ucap yg lainya lagi.


Pokoknya saat ini suasana kelas Ara bagaikan kedatangan artis Korea saking hebohnya. Selama ini mereka mengenal ketos mereka itu jauh dari jangkauan.


Seorang Rangga yg dingin dan cuek hanya akan berangkat sekolah, masuk kelas, ke perpus, ke kantin, ke ruang OSIS, ke mushola dan pulang. Itulah keseharian Rangga selama ini.


Bahkan dua kali MOS kelas satu saja dia tidak pernah hadir, satu lagi hanya orang tertentu saja yg bisa mendengar suaranya, karena Rangga sangat jarang sekali bicara yang tidak penting.


" Terimakasih Natasya..." Ucap Rangga dengan mendudukkan tubuhnya di bangku Hana.


"Kak silahkan pizzanya, itu si Rania ulang tahun hari ini.." Chandra menggusur pizza kedepan Rangga.


" Wah ada yang ulang tahun, yang mana Rania?" Tanya Rangga sambil mengedarkan matanya ke sudut sekolah.


Rania berdiri dan menghampiri bangku Ara dengan membawa minuman dingin ditangannya.


" I..ini minuman nya kak..."


" Ini hadiahnya, semoga bermanfaat..." Ucapnya lagi.


Gadis itu menerima notes pemberian Rangga yg ternyata berisi rumus-rumus kimia dan fisika yg telah dijabarkan sedemikian rupa.


Rania melompat-lompat saking senangnya.


" Yeee, makasih kak.., makasih banget-banget, sering-sering ke sini deh kak..." Teriak nya bahagia.


Rangga tersenyum dan mengangguk. Tanganya meraih tangan Ara dan membawanya ke kantung seragam putihnya.


Ara merasakan ada sesuatu di sana.


"Apa ..?" Tanya Ara.


"Ambilah..." Jawab Rangga santai.


" Nggak mau..." Ara segera menarik tanganya. Ara sangat tau apa yg di kantong Rangga, dan itu adalah lip gloss Ara.


Sebelum keluar dari UKS tadi pagi Rangga kumat, seperti biasa dia menciumi Ara sampai Ara kewalahan, mood booster ujian alasannya.


Saat Ara membenahi penampilannya dan mengeluarkan lip gloss nya Rangga langsung menyinta barang itu.


" Jangan pakai ini, nanti cowok lain yg liat pengen..."


Begitu kata Rangga tadi pagi.


Rangga mendekatkan kepalanya dan berbisik.


" Ke markas yuk sebentar "


" Nggak mau, udah mau bel juga ini loh"


" Sebentar aja yuk..."

__ADS_1


" Nggak...."


" Ya sudah kalo nggak mau, kakak cium kamu di sini nih ya..." Ancam Rangga.


" Kok gitu sih, tadi pagi kan udah...ya udah dong..." Ucap Ara sewot.


" Kurang sayang..."


" Ishh..., maruk banget sih..."


" Ya iya lah sayang..., orang sekseeeh begitu bibir kamu..."


" Ssstttt, kakak diem ihhh..." Ara membekap mulut Rangga yg ngomongnya ngelantur.


Para penghuni kelas X IPA 1, sepertinya langsung memahami apa yang terjadi, karena dua orang itu terus saja bicara dengan bisik-bisik. Beberapa dari mereka menganggap Rangga sedang pedekate pada teman sekelas mereka, yaitu Ara.


Tiba-tiba saja tangan Hana mengetuk meja dengan pulpennya dan menghasilkan bunyi-bunyi yang asyik di dengar.


Natasya yg memang penyanyi profesional ciyeeeehh!!!, langsung connect dengan musiknya.


Tapi baru saja gadis itu akan membuka mulutnya, suara merdu Ara mendahuluinya.


🎢🎢


Ya habibi ya nabdhi albi, kholliq ma'aya thulil wat matfarik aini.


Bu'dak yikwini urbak yahyini, mahtajak janbi dil wakti wa ayyamil gayyah.


Wahdak enta nasib, nuril aini ya habibi.


Ghairak maba'syak hada


🎢🎢🎢


Natasya yang tidak mau kalah untuk menyuguhkan suaranya pun segera melanjutkan senandung Ara.


🎢


Denyut jantungku berdebar


Terasa indahnya


Dunia ini kita yang punya


Akulah matahari mu


Kaulah kekasih ku


Kita kan bersama selamanya..


🎢🎢🎢


Rangga pun ikut ikutan bersenandung, membuat kelas menjadi heboh karena histeris.


Akhirnya kini kelas Ara seperti sedang ada konser musik dadakan.


Theo dan beberapa cowok lainya ikut memukuli meja agar menghasilkan bunyi irama yg keren.


Meta dan Chandra sibuk berdansa ria diikuti yg lainya. Rania sungguh bahagia ulang tahunnya kali ini sungguh berkesan.


Sepasang mata tajam mengawasi dari luar jendela dengan mengepalkan tanganya.


Bersambung....


Hayooo siapa nih yang ngintip dan terbakar api????


Siapa ya..????


Likenya ya guys 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2