Childhood Love Story

Childhood Love Story
Aluna Nada - Part 2


__ADS_3

---Happy Reading---


Sudah berbulan bulan luna, aksa dan adam bermain bersama sampai kedua keluarga yang tadinya tidak kenal sekarang menjadi sangat dekat. Seperti saat ini mereka sedang bermain dekat rumah luna dan aksa. Sedangkan adam sedang dijegat oleh teman teman yang lain mereka merasa tidak terima bahwa adam lebih memilih main bersama luna dibandingkan mereka.


"Adam, jadi kamu begini? Lebih memilih gadis itu dibandingkan bermain dengan kami?"


"Bukan begitu maksudku,"


"Apa yang bukan, sudah dua bulan kamu main bersama gadis itu dan tidak menghiraukan kami yang sudah mengajakmu sebelum gadis itu mengajak." ujarnya dengan dorongan bahu adam. Adam yang belum siap pun mundur dan hampir saja tertabrak mobil karena seseorang mendorongnya dengan keras.


BRAK!


"LUNA!" teriak aksa yang menatap adik satu satunya tertabrak salah satu mobil yang sedang melewati mereka. Teriakan aksa cukup membuat semua orang dewasa menatap tubuh mungil yang sudah tergeletak diaspal dengan aksa yang sudah memeluk tubuh sang adik dengan erat.


Namun matanya menatap kesegerombolan teman adam dan adam yang juga terduduk tak jauh dari mereka dengan tajam ia, "KALIAN PEMBUNUH!" teriak aksa yang membuat semua orang bergerak cepat. Ranz dan Anzel berlari dan menyiapkan mobil untuk membawa putri kecilnya kerumah sakit. Disepanjang jalan anzel berdoa dengan tangisan yang menyeluruh. Aksa disamping mamanya yang sedang memangku adiknya luna. Sedangkan papa, duduk disamping sopir mengatakan untuk mempercepat laju mobil.


Adam yang masih terduduk diaspal syok, karena melihat gadis yang ia sayangi sudah menyelamatkan nyawanya dari tabrakan mobil tersebut. Adam yang masih menatap kosong tempat dimana luna tergeletakpun bergetar tubuhnya.


Bunda Adam yang sedari tadi mencarinya menghela nafas, saat melihat putranya terduduk tak jauh dari kejadian itu. "Sayang," panggil bunda kepada adam. Adam menatap bundanya dengan mata berkaca kaca. "Bunda.." ujarnya dengan bergetar.


"Iya, sayang. Bunda disini." ucapnya sembari memeluk putra sulungnya dengan erat. "Bunda, luna.. Luna, bun.. dia.." ucapnya dengan terisak dipelukan sang bunda.  Bunda mengangguk, "Ayo kita jenguk luna." Sebelum kita pergi. Meninggalkan semua, dari penghianatan ini. Batin bundanya.


Dirumah sakit. Luna yang sudah ditangani cepat oleh seorang dokter keluarga ranz pun belum keluar dari ruangan UGD. Sampai adam dan bundanya datang luna belum keluar juga. Adam dengan keberanian mendekati aksa yang hanya terdiam menatap adam. Adam memeluk tubuh aksa, teman bermainnya. "Maafkan aku, karenaku luna yang tertabrak."


Aksa menggeleng pelan, menangis dalam diam karena pelukkan adam. "Ngga, bukan salahmu."


"Ini salahku, seharusnya aku yang terbaring disana bukan dirinya." kata adam, aksa mendorong pelan tubuh adam. "Bukan, ini bukan salahmu. Jadi kumohon jangan pergi meninggalkan kami berdua."

__ADS_1


Bunda adam, dan adam kaget karena aksa mengetahui semuanya. Aksa berjalan kearah bunda dengan menggenggam tangan bunda. "Bunda, Aksa mohon jangan pergi. Jangan tinggalkan Aksa dan Luna."


Bunda adam menangis, lalu memeluk tubuh mungil aksa yang persis seperti putranya. "Maafkan bunda, yang tidak bisa menolak permintaanmu nak. Bunda harus melakukannya demi kehidupan adam kedepannya. Bunda janji, saat Aksa dewasa nanti bunda akan datang mengunjungimu."


Anzel yang mendengar itu langsung menarik Aksa dan memeluk bunda Adam yang sudah ia anggap sebagai sahabatnya. "Adel, kuharap kamu tidak melupakan kami."


Adel menggeleng. "Tidak akan pernah kulupakan kebaikan kalian semua, maaf karena putraku luna terluka seharusnya," ucapannya terpotong karena anzel menggeleng kepala tanda menolak. "Tidak, ini bukan kesalahan siapapun maupun putramu atau putra yang lain. Ini sudah takdir. Ini semua sudah jalannya." ujar Anzel dengan sangat tabah.


Adel menangis dipelukkan anzel dan mereka berduapun pamit pergi karena niatnya setelah pamit kepada keluarga luna mereka langsung pergi meninggalkan semuanya.


Adam yang berada digenggaman adel, menoleh dan berdadah ke Aksa, mama Anzel dan papa Ranz. Lalu matanya beralih kearah pintu UGD dimana luna berada. "Sampai jumpa kembali Aksa, luna, mama, papa. Adam pamit bersama bunda Adel." ucap adam dalam batin.


❣❣


---12 Tahun Kemudian---


"LUNA! BANGUN NAK! HARI INI KAMU MASUK PAGI DIKAMPUS!" Teriak mama dari dapur sampai membuat semua penghuni menutup telinga akibat mama Anzel, sedangkan yang dibangunkan tidak bergeming dari kasurnya seakan ia mati disana.


"Gitu dong dari tadi berinisiatif bantuin mama." gerutu Anzel yang masih fokus dengan masakan paginya.


Aksa didepan pintu kamar adik satu satunya yang hampir kehilangan saat kecil. "Lun, dek.. Bangun.." panggil Aksa dengan mengetuk pintu. "Abang masuk ya.." Aksa kira adiknya masih tertidur dikasur namun ternyata kamar itu kosong melompong. "ALUNA?!' Aksa panik sampai mencarinya kekamar mandi, lemari pakaian, dan ruang rahasia adiknya, tapi nihil.


Saat ia ingin memanggil orang tuanya tak sengaja ia melihat secercah kertas yang terjatuh di pintu lemari. Aksa memungutnya lalu membacanya, dengan helaan nafas lelah Aksa memulai menahan amarahnya. Aksa berjalan cepat menuju garasi rumah dan mengabaikan pertanyaan mamanya.


Sampai digarasi ia sudah tidak melihat kesayangannya, ia hanya bisa melihat mobil milik papanya dan motor cantik mamanya. Aksa yang sudah tidak bisa menahan amarahnya langsung berteriak kesal. 'ALUNAAAA~!"


Ditempat lain, ada seorang gadis dijalan melaju kencang dengan motor besar membuat seluruh kendaraan mengklaksonnya untuk segera melaju dengan standar. Sesampai kampus gadis itu membuka helm besarnya membuat siapa saja terpesona dengan kecantikan gadis itu.

__ADS_1


Gadis itu tak lain Aluna Nada, dengan mengendarai motor kesayangan abangnya yang sengaja ia curi subuh subuh. Sesampai disana aluna langsung disuguhi drama yang sangat membosankan yang tak lain si cabe busuk, yang tak lain adalah laura teman seangkatannya sedang mencoba mendekati abang tingkat yang baru saja pindah ke kampusnya.


"Nama kaka siapa? Aku boleh kenalan dengan kaka? Namaku Laura, aku gadis tercantik dikampus ini dan urutan kecantikan dikampus ini yang ke 20 dari 50 gadis cantik." ucapnya dengan percaya diri. Aluna berdecak sembari menggelengkan kepala, lalu  berjalan mendekati dua orang itu yang sedari tadi menjadi perhatian semuanya.


"Pagi cabus, bisa gak lo minggir sebentar? Lo ngalangin loker cantik gua." ketus luna membuat semua yang menonton menahan ketawa karena panggilan luna kepada laura. Laura mendelik kesal kearah luna, sedangkan kaka tingkat itu yang bersandar di dekat loker luna sedikit menyingkir namun ia menatap luna dengan tatapan mempesona.


Luna yang merasa diperhatikan langsung menatap kating tersebut. Dengan sebelah alis diangkat seakan bertanya 'ada apa?' kepada kaka itu. Laura yang melihat kaka tingkat yang sedari tadi ia dekati menatap luna berdecak kesal. "Kurang cantik apa lagi sih gua?" gerutunya dalam hati.


"Ada apa ya ka?" tanya aluna. "Boleh kenalan? Nama gua Kevin Aresio fakultas hukum." ucapnya dengan segera ia mengulurkan tangannya didepan aluna. Aluna pun langsung membalasnya dengan senyuman, "Aluna Nada, kalau fakultasnya coba tanya sama Aksara Bintang. Bye~." luna pun pergi setelah menyelesaikan kalimatnya itu, sengaja ia memberi tahu nama abangnya karena abangnya terkenal dengan kegalakkannya dan keposesifnya kepada luna.


Sampai dikelas fakultas fashion design. Ia langsung duduk disamping sahabat SMKnya, yaitu Citra dan Rizka. "Tumben cepet, biasanya lo terlambat." ujar Citra yang berada disampingnya.


Sembari mengeluarkan buku sketsanya ia menjawab dengan santainya, "Nyulik kesayangan abang dulu." Citra menggeleng dengan decakkan. "Makin sini kesini makin nakal ya lo. Gak takut dihukum ama papa lo?"


"Ci, riz, kita ini tinggal di Indonesia. Mereka buat peraturan itu membuat jiwa kenakalan gua meronta ronta, dengan pikiran bahwa peraturan dibuat hanya buat dilanggar."


"Gila Lo!"


"Stres!"


"Dih bener ya! Peraturan dibuat buat dilanggar men."


"Udah udah, dosen dah dateng."


"Ish."


---Bersambung---

__ADS_1


Jangan lupa like dan ikuti cerita Aluna dan Adam ya..


Sampai jumpa kembali..


__ADS_2