
---Happy Reading---
BRAK!
"Cepat cari keberadaan wanita ****** itu dengan pria tak berguna! Bawa mereka kemarkas dan siksa mereka seperti apa yang mereka lakukan kepada bundaku! SEGERA!" perintahnya kepada bawahan yang khusus ia bayar.
"Baik tuan!" ucap serempak mereka, segera mereka mnunduk hormat dan meninggalkan ruangan tuannya.
Mereka sudah tau mengapa tuannya ini sangat dingin dan kejam kepada orang yang akan mereka cari ini. Karena masa lalu tuannya sangat mengerikan sampai merengut nyawa orang kesayangan tuannya. "Kami berjanji akan menyiksa mereka tuan dan membantu tuan sampai puas." batin mereka serempak.
Adam, pria yang terkenal kejam dan dingin kepada orang yang sudah menyentuh lebih dulu orang yang ia sayangi dan cintai. Adam memang ramah dan ceria hanya kepada orang yang dekat dengannya seperti teman kecilnya dan keluarga yang sudah lama menunggunya. Namun ia akan berubah 180° jika jauh dari orang terdekatnya, yang tau ia memiliki dunia gelap hanya kakeknya saja sedangkan dua orang perusak itu tidak ada yang tau.
Kring!
Adam mengambil benda pipihnya yang berada dikantong dalam jasnya. Adam mendapatkan pesan lagi dari teman lamanya dan kakeknya. Ia membuka pesan kakeknya terlebih dahulu dan membacanya dengan pelan sedikit mengetatkan rahangnya karena kakeknya baru saja memberitahu bahwa wanita itu bersekongkol dengan mafia terkenal tapi saat ia melihat namanya ia tertawa kencang. "Whahaha! Bodoh sekali kau menjadi wanita, bahkan kau tidak tau bahwa mafia itu masih dibawah areaku. Dasar Bi**h." gumamnya dengan seringai licik.
Lalu ia menelpon seseorang dan cepat sekali orang sebrang mengangkatnya. "Kau pintar sekali sudah mengikat wanita bodoh itu."
"Diriku sangat pintar bukan? Kau sih selalu mengatakan diriku bodoh."
"Ya, ya.. Lakukan saja apa yang kau mau dengan wanita itu jangan sampai wanita itu menyentuh kekasihku." ucap ringannya. Lalu ia mendengar suara tawa disebrang sana. "Sejak kapan bos ku ini memiliki kekasih? Bukankah kekasihmu ada didalam ruangan kantor mu?"
Adam mengernyit. "Apa?"
"Hahaha! Maksudku kertas setumpuk yang ada diatas meja kerjamu itu adalah kekasihmu bukan?" ledek orang disebrang itu, membuat adam merasa kesal. "Diam kau, Jack! Uruslah wanita itu kau juga bisa memakainya jika ingin."
"Hei, jangan kau pikir jika aku adalah pria playboy yang suka dengan bekasan orang tua. Aku juga pria normal yang menyukai gadis biasa seperti gadis kecilmu itu."
"Bagaimana kau tau, gadis kecilku? Kau!"
"Tidak, tidak. Wanita itu sendiri yang memberiku info untuk menjatuhkanmu dengan ancaman bahwa aku harus menculik gadis kecilmu itu."
Adam geram dengan nafas berat membuat jack disebrang sana bergidik ngeri untung saja ia sedang berteleponan jika secara langsung ia bertemu mungkin saat ini ia tidak bisa tidur nyenyak. Membayangkannya saja sudah mengerikan.
__ADS_1
"Aku punya perintah untukmu, jack." ujarnya dengan suara seram membuat jack merinding mendengarnya. "Apa?"
"Kau suruh preman jalanan untuk merusak wanita itu dengan putrinya yang selalu bersikap jala* tapi direkam dan kirim itu kepada semua pria yang dekat mereka." perintahnya dengan licik. Jack mengangguk walaupun adam tidak bisa melihatnya. "Baiklah, akan kulakukan. Idemu bagus juga, dari pada diriku yang harus melakukan lebih baik orang lain yang melakukannya. Apa kau ada lowongan untukku misalnya menjadi pengawalmu atau pengawal gadismu*?"
"SHUT UP!" bentaknya kesal kepada jack. Jack tertawa lalu tersenyum, "*Whoah, santai saja*brother. Mengapa kau sangat galak kepadaku? Aku ini sahabatmu juga bodoh." Tut.
Adam tertawa, sudah terbiasa ia dengan kelakuan Jack yang tak lain adalah sahabatnya yang sudah lama membantunya selain Aksa. Jack sangat takut kepadanya walaupun dirinya selalu memberanikan untuk mengatainya 'bodoh'.
"Siapa yang bodoh disini?"
Lalu adam membuka pesan Aksa, dan membacanya kemudian ia melihat foto yang dikirim oleh Aksa yang ternyata adalah foto Aluna gadis yang ia cintai sampai saat ini. Dan ia tertawa melihat caption Aksa untuknya. "Hadiah untukmu. Cetak foto adikku ini, satu foto atas pembayaran jalan seminggu bersamamu kemarin."
Adam tersenyum lalu mengelus pelan foto itu dengan jari jari besarnya. "Aku ingin cepat pulang ke pelukanmu luna."
❣❣
"Hai, gadis manis sedang apa kamu disini sendirian? Dimana kedua sahabatmu itu?" Tanya Stefan dengan sedikit nada ngegoda. Aluna hanya bisa meliriknya sebentar lalu fokus kepada gambarnya. Karel yang tadi berdiri langsung duduk disamping luna begitupun stefan yang sudah duduk didepan luna.
"Fokus banget sih, lagi gambar gaun ya?" tanya stefan yang dibalas deheman oleh luna, stefan yang tidak dihiraukan hanya bisa berdecak kesal. "Kamu udah makan lun?" tanya lembut karel membuat luna menatapnya disamping kirinya. "Belom, masih kenyang." jawab luna setelah itu fokus kembali.
"Rel, kayaknya kita salah waktu deh. Dia fokus begitu gimana mau ngasih tau." ujar stefan yang sengaja untuk memancing luna, namun lagi lagi dirinya diacuhkan.
"LUNA!!" panggil citra dan rizka sahabat luna yang berlarian dari arah pintu masuk. Aluna menoleh kebelakang melihat dan menatap sahabatnya yang berlari terburu buru kepadanya. Dengan nafas terengah engah mereka langsung memberikan selembar kertas yang tadi mereka ambil dari mading.
"Nih, kamu harus baca.. Mereka nuduh kalau kamu main sama om om, selama tiga hari itu." jelas rizka yang bawel. Aluna hanya bisa menghela nafas dan mengernyit padahal dirinya hanya bermain bersama anak om Raka, sahabat papanya sendiri. Anak om Raka yang sudah ia anggap sebagai abangnya sendiri begitupun juga dengan anak om Raka, disitu luna bisa membaca judul dari berita abal itu.
"BERITA TERKINI YANG LAGI PANAS PANASNYA! ALUNA NADA, CEWE YANG SELALU DEKAT DENGAN PACAR ORANG DAN IDOL KITA TERCIDUK SEDANG BERMESRAAN DENGAN OM-OM DIMALL!"
"Ini yang beritain buta kali ya matanya? Abang Deno masih umur 27 dibilang om om, ck. Kurang kerjaan aja! " Gerutu luna sembari meremas kertas tersebut. Lalu fokus kembali kepada gambarnya, setelah selesai menggambar luna langsung menyimpan buku sketsanya didalam tas kemudian berdiri menatap keempat sahabatnya.
"Kalian kenapa masih berdiri? Lupa sama janji kita main mall?" tanyanya kepada sahabatnya. Citra menepuk jidat lalu menjitak kepala Rizka. "Lupa aku, ayo deh sekarang aja."
__ADS_1
"Eh kalian mau kemana?" tanya stefan segera berdiri melihat luna dan yang lain mau pergi, diikuti karel. Luna menatap kedua orang itu, "Mau ke mall, mau ikut kalian?"
Mata stefan berbinar. "Mau!" pekik stefan, lalu lengannya dicubit oleh Citra. "Kamu gak takut ada yang ngambek?" Stefan menggeleng lalu dengan santainya ia merangkul citra didepan publik. "Ngga lah, kan ada kamu. Cewe galak yang aku cintai sampai kapanpun." goda stefan membuat citra memerah.
"Cie ada yang malu malu nih." Citra mencubit pinggang stefan lalu berbisik yang hanya bisa didengar oleh Luna, Rizka, dan Karel. "Diam napa kamu, tidur diluar nih?" Stefan langsung menggeleng dan mengunci mulutnya.
Memang kedua sahabat luna ini sudah menikah namun mereka berjanji untuk menyembunyikannya dengan cara stefan berpura pura pacaran dengan orang lain yang tak lain cewe populer dikampusnya yang bernama Jenny sahabat Laura.
Mereka berlima sedang berjalan keluar gerbang namun didepan gerbang banyak sekali orang yang berkumpul seperti mempertontonkan seseorang, lunapun langsung menerobos gerombolan itu diikuti keempat sahabatnya. Dan mematung saat melihat ada banyaknya pengawal dan berdirilah dua orang yang tak lain adalah Abangnya.
Dua orang itu yang sedari tadi dipertontonkan saat melihat adiknya Aluna mereka langsung membuka kaca mata hitamnya yang membuat mengeluarkan pesona dan ketampanan dari keduanya. Aluna hanya bisa menggigit bibir pinknya saat melihat kedua orang itu.
Aluna mencoba melangkah mendekat tapi saat ingin mendekat Laura dan Jenny keburu mendorongnya sampai luna terjatuh, dan mereka berdua mendekati pria itu mencoba untuk menggoda kedua orang itu sambil tangannya memegang lengan kedua pria itu namun dua orang itu langsung menghempaskan tangan mereka dengan kasar.
Luna yang tadi didorong sudah dibantu untuk berdiri oleh Karel beserta asisten abangnya yang baru saja ia lihat kemarin. Aksa menghampiri adiknya dan mengecek tubuh adiknya lalu menghela nafas karena tidak ada satupun yang terluka.
"Ish cewe itu lagi."
"Belum cukup mendekati karel?"
"Dia benar benar jala**"
Aksa dan Deno langsung menatap orang orang yang sedari tadi mengatai adik mereka. Membuat semua orang yang tadinya berbisik langsung terdiam. "Untukmu, dua orang yang sudah mendorong ADIKKU kalian tidak bisa lepas begitu saja." Ancam Aksa dengan menekan kata 'adik' kepada semua orang. Laura dan Jenny langsung terdiam lalu stefan langsung mencari kesempatan untuk memutuskan pacar pura puranya dihadapan semua orang.
Jenny kaget saat stefan sudah berdiri didepannya. "Mulai sekarang kita putus! Udah muak diriku melihatmu yang selalu menggoda pria tampan. Kau memang murahan." ujarnya sekali mengucapkan perkataan itu ia langsung masuk kedalam mobil setelah gadisnya sudah masuk lebih dulu. Mobil yang sudah disiapkan oleh abang Aksa. Mereka memang sudah saling mengenal begitupula dengan karel yang sudah kenal dengan Aksa tapi ia belum mengenal Deno. Karena deno juga baru pulang dari negara C.
Citra tersenyum senang mendengar perkataan stefan lalu ia masuk kemobil dan duduk disamping Luna. Untung saja mobil yang dibawa oleh Aksa cukup luas dan besar muat banyak orang. Dan mereka semua pun meninggalkan gerbang depan kampus menuju Mall yang diinginkan luna. Dan stefan juga meninggalkan jenny yang berdiri mematung lalu menangis karena diputuskan oleh cowo yang ia sukai.
---Bersambung---
Jangan lupa like ceritaku dan mampir keceritaku yang lain.
Terima kasih.
__ADS_1