
Ara berulang kali melihat ponselnya, sudah 40jam lebih, tapi Rangga masih belum juga menghubunginya.
Mommy Tara menepuk pundaknya pelan, gemas melihat Ara yang sebentar- sebentar memantau ponselnya.
" Mungkin kakakmu masih beristirahat sayang, mungkin juga masih membersihkan apartemen nya, atau mungkin bahkan kakakmu masih berada di kedutaan "
" Iya mom he..he.." Sahut Ara dengan cengengesan.
" Kita ke salon yuk sayang, spa gitu.., biar tubuhmu kembali rileks dan fresh..."Ajak mommy pada mantunya.
Mommy sangat tahu perjuangan Ara bagaimana dalam mengimbangi nafsu putranya.
"Emmm, tapi nanti kalau kakak telpon gimana?" Ucap Ara masih dengan menatap ponselnya lagi.
" Kalo dia telpon ya tinggal diangkat sayang, kau ini kenapa..ha..ha.." Tawa mommy pecah melihat tingkah aneh Ara dua hari ini.
" Ya deh..Lili bersiap dulu ya..." Pamitnya.
Gadis itu beranjak dari senderanya pada oma yang mengelus rambutnya sejak tadi.
" Oma ikut juga kan?" Tanyanya pada oma.
" Ngga usah, oma jaga rumah aja.." Sahut oma bijak.
" Ikut aja yuk, barangkali nanti disalon, oma akan kembali cantik seperti saat usia 17an ha...ha..ha..." Setelah mengolok oma gadis itu segera berlari menaiki tangga.
" Sayang!!!, jangan lari-lari..." Teriak oma.
Merekapun bersiap, Ara masuk kamarnya dan segera berganti pakaian. Ara memakai baju kemeja Rangga yang kebesaran, tapi ujung-ujungnya diikatkan. Jadi lebih styles dan modis.
Drrtt..drttt...
Ponselnya bergetar diatas kasur, Ara langsung menyambarnya. Gadis itu melompat-lompat bahagia saat melihat siapa yang menelponnya saat ini.
" Hai kakak sayang, Assalamu'alaikum.., apa kabar cinta?" Teriaknya penuh rasa bahagia begitu wajah Rangga memenuhi layar ponselnya.
" Hai juga sayang, Waalaikumsalam.., Alhamdulilah kakak udah sampai.."
Rangga menatap wajah yang dirinduinya itu lekat-lekat.
" Cantik amat sayang, mau kemana?" Tanya Rangga, melihat kemejanya membalut tubuh istrinya, darahnya merasa menghangat.
" Mau ke salon sama mommy.."
" Ada acara apa emang?"
" Nggak ada sih, kata mommy refreshing aja, kakak kenapa telat nelponnya??" Ara melotot marah.
" Itu tadi ketemu Elliot di bawah, rupanya tuh anak juga ikut pendalaman bahasa juga kayak kakak.."
" Syukurlah, jadi kakak langsung ada teman disana.."
" Iya sayang Alhamdulilah, kakak juga ada teman baru, namanya Ahmad Zeehan, dia bilang lulusan Pesantren tempat kamu dulu sekolah sayang.." Ucap Rangga dengan diselingi senyumnya yang tampan.
Ara tiba-tiba terdiam. Gus Zeehan, tentu Ara kenal.
" Dia bilang kenal baik sama kamu say---"
" Tapi Lili nggak kenal.." Sahut Ara terlihat tidak suka dengan pembicaraan ini.
" Kak Lili tuh kangen kamu, kenapa mesti ngomongin orang lain.." Lanjutnya.
Rangga mengernyitkan dahinya heran.
Zeehan sangat menggebu-gebu menceritakan tentang Ara tadi, tapi kenapa Ara justru bilang tidak kenal?. Bahkan Zeehan juga jelas betul seratus persen menceritakan ciri-ciri Ara padanya tadi.
Ada apa ini?
Tapi Rangga tak mau bernegatif thingking.
" Ya deh...maafkan kakak.., kakak juga lebih kangen dari yang kamu kira sayang..."
Rangga membaringkan kepalanya di depan laptopnya.
Menatap wajah cantik Ara yang memenuhi layar laptopnya tanpa berkedip. Cantik!, istrinya sungguh cantik, sayang sekali secantik ini mampu ia tinggalkan.
Sementara Ara mematung sesaat menatap wajah suaminya itu dengan tatapan terpana.
Jantungnya terpompa sangat kencang tiap kali ditatap oleh mata Rangga seperti itu.
Hanya Ara lah seorang yang mampu jatuh cinta berulangkali pada lelaki yang sama. Dan lelaki itu tetap Rangga Bayu Wijaya.
" Ckk jangan gitu ah kak!! Matamu membuatku.., emmm auk ah gelap !!"
Gumam Ara dan terlihat salting sendiri, ditatap seperti itu membuat dadanya dag dig dug.
__ADS_1
" Ha..ha..ha.." Tawa Rangga pecah.
Dia selalu ingin menggoda Ara dengan tatapannya.
" Kenapa emang sayang?, kamu terpesona ya?" Tawa Rangga pecah saat melihat mata bulat dibalik kacamata itu melotot lebar.
" Nggak sayang!, tapi kamu sungguh meresahkan!, awas saja berani natap gitu sama cewek lain!!" Ancam Ara.
" Ha..ha..ha..., sayangku... Tatapan mataku ini juga akan selalu tertuju padamu saja,yakinlah itu..."
Mereka terus terlibat obrolan yang kadang membuat mereka tertawa-tawa, kadang juga mellow saat saling mengungkapkan rasa rindu mereka.
" Ya sudah, kakak mau sholat dulu, udah masuk waktunya, itu suara Zeehan juga udah teriak-teriak manggil kakak dibawah.."
" Oh..okey, love you kak..."
" Love you sayang..Assalamu'alaikum.."
" Waalaikumsalam cinta..." Jawab Ara.
Walaupun telah saling pamit, tapi tak satupun yang mau menutup panggilan lebih dulu. Mereka malah saling tatap dan saling melempar senyum.
" Tutuplah.." Perintah Rangga
" Kakak aja duluan yang tutup" Elak Ara.
" Tutuplah kak.." Desak Ara setelah hampir sepuluh menit menunggu, dan hanya saling tatap.
" Kakak nggak pernah menutup, hobby kakak membuka kamu sayang..." Godanya dengan menggigit lidah nya, matanya berkedip-kedip genit.
" Sshhhh, mulai dehh..., ya udah Ara yang tutup. Assalamu'alaikum sayang..."
" Waalaikumsalam cinta..."
***
" Gimana sayang, segarkan badanya?" Tanya mommy pada menantunya, saat tubuh Ara tengah di massage di spa langganannya saat ini.
" He emm..." Jawabnya, matanya terpejam menikmati pijatan yang berhasil merilekskan otot-otot nya yang tegang, karena digempur Rangga beberapa hari ini.
Drrtt..drrtt...
Ponsel mommy Tara berdering.
"Ya, Assalamu'alaikum"
"............"
" ............"
" Baik jeng.....baik..."
Mommy Tara terlibat obrolan serius, dan Ara menangkapnya bahwa beliau sedang dalam situasi yang sibuk.
" Mom..., mom pergi aja ke kantor nggak papa Lili sendiri kok.."
Ara mengelus pelan lengan mertuanya, yang terlihat gelisah. Tak enak hati untuk meninggalkan menantunya.
" Kamu pulang bareng supir aja ya sayang, mommy naik taxi.." Tawarnya.
" Jangan mom, mommy yang diantar supir. Lili masih mau ke toko buku tempat Azura kerja dulu, ada beberapa buku yang Lili cari, nanti pulang bisa bareng brothy kok mom, biasanya brothy yang jemput Zura pulang kerja.."
" Oh gitu juga boleh, biar nanti malam daddy jemput kamu di rumah saat pulang kerja nanti, gitu ya sayang..." Mommy Tara mengelus dan mencium kening Ara yang rambutnya sedang di creambath.
" Iya momm..." Ara mengangguk patuh.
" Mommy tinggal ya sayang..."
Kini Ara telah keluar dari salon. Kakinya berjalan menuju toko buku yang masih berada dalam kawasan mall ini juga.
"Hai...." Tegur seseorang mengagetkan nya.
" Astaghfirullah...kaget aku.." Ara mengusap dadanya saat tiba-tiba Lenox muncul didepannya.
" Sama siapa?" Tanya Lenox.
" Assalamu'alaikum Le.." Sahut Ara.
" Wa...Waalaikumsalam.." Jawab nya sambil mengelus tengkuknya.
" Kamu sama siapa Ra?" Ulangnya.
" Tadi sama mommy, sekarang sendiri.." Jawab Ara dengan mulai berjalan lagi.
" Sekarang mau kemana? Pulang?" Tanya Lenox masih terus ngintil di belakang Ara.
" Nggak, mau cari buku dulu.."
__ADS_1
" Aku boleh ikut ngga?"
" Boleh, asal kamu nggak minta gendong aja..."
" Ha...ha..ha..kamu ini..." Tawa Lenox begitu manis, sayang sekali Ara tidak melihatnya. Karena dia berjalan begitu saja di depan Lenox.
Mereka telah sampai di toko buku, Ara langsung mencari Azura di tempatnya biasa bertugas. Tapi Ara tak mendapatinya.
Arapun bertanya pada petugas yang mengisi tempat Azura sekarang.
" Maaf mbak, biasanya Azura yang disini..."
" Ahh, iya. Tapi hari ini tukeran sama saya mbak Azuranya, karena mau ke makam kakaknya katanya"
" Oh gitu..., terimakasih infonya mbak.."
" Iya sama-sama"
Lenox yang berdiri di belakang hanya bersedekap tangan seolah-olah sebagai bodyguard nya saja.
" Kamu masih disini? ngintilin aku terus ya?" Tanya Ara pada Lenox yang terus mengikutinya kemana-mana.
" Kamu kan udah bolehin aku ikut tadi.." Jawab Lenox.
" Ya udah ayo..."
" Kemana??" Tanya Lenox.
" Kamu maunya kemana?" Ara bertanya sambil lalu.
" Ara tanya aku?, kalau aku jawab kamu beneran mau ikut??"
Ara mengangguk tegas, tidak ada rasa curiga sama sekali.
" Okey!!, yok ah kita ke penghulu..."
" Dasar kamu, edan!!!" Ara melotot tak percaya, dan dengan berani menendang tulang kering Lenox, membuat pemuda itu meringis kesakitan.
" Ha...ha..ha.., bercanda aku kok!!, sorry, sorry." Ucapnya dengan tawa lebarnya.
" Awas aja kamu, ngomong sembarang lagi, Aku tendang ke bulan komu loh!!" Ancam Ara dengan menunjuk dua jari pada mata Lenox.
" It's oke, sorry..sorry.., iya ditendang ke bulan gue juga mau asal sama lo, kan sekalian bulan madu" Ucapnya dengan menirukan gerakan Ara tadi.
Ara mengangguk sekaligus menggeleng dan kembali melangkah memilih buku-buku yang dicarinya.
"Azura nggak ada, jadi brothy nggak
jemput. Jadi naik taxi aja.." Gumamnya pelan.
Tapi telinga Lenox masih mendengar dengan jelas.
Sipp, gue ada celah nganter dia pulang.
Setelah mendapatkan buku yang diinginkan Ara segera menuju ke kasir.
" Pakai ini aja" Sela Lenox dengan menyodorkan kartunya pada kasir.
" Ehh, nggak boleh Le!!, aku hari ini bawa dompet kok..., nggak usah dibayarin lagi" Sela Ara cepat, tanganya menyodorkan kartu pemberian Rangga pada kasir.
" Biar aja nggak papa Ra, sekalian buku aku juga.." Paksa Lenox.
" Nggak, nggak boleh gitu Le!!" Ara bersikeras.
" Pakai ini aja mbak!!" Paksa Lenox pada petugas kasir.
Ara yang tidak mau memiliki terlalu banyak hutang budi pada seseorang secepat kilat menarik tangan Lenox kegenggaman tangan kirinya dan membawanya ke belakang tubuhnya. Menahan tangan Lenox disana saat tangan kanannya menyodorkan kartu pada kasir.
Darah Lenox mendidih merasakan tangan lembut Ara yang saat ini mengenggam erat tangannya.
Demi apapun!!, saat ini Lenox mematung tak bergerak sama sekali. Hatinya sungguh bahagia.
Setelah pembayaran berhasil Ara baru menyadari kesalahannya.
" Akhhh, maaf Le..., maaf...., aku reflek tadi!" Ara segera melepaskan genggamanya dan mengatupkan kedua tanganya dengan sedikit membungkuk pada Lenox.
" Nggak papa Ra, sering-sering aja begitu, aku malah seneng kok.." Sahut Lenox dengan senyuman khasnya.
Ara terlihat malu dan salah tingkah. Ara selalu kelepasan, karena dari kecil interaksinya selalu bersama Ardiansyah. Jadi kebiasaannya dengan Ardi terbawa-bawa saat berinteraksi dengan orang lain seperti ini.
Sementara kebahagiaan menaungi hati Lenox saat ini. Senyum terus mengembang di bibirnya.
Bersambung....
Hayooo....oleng kah Ara???
__ADS_1
Stay tuned........