Childhood Love Story

Childhood Love Story
Aluna Nada - Part 10


__ADS_3

---Happy Reading---



Adam sedang duduk santai dibalkon kamarnya dengan gitar dipangkuannya. Ia bersenandung dengan memikirkan seorang gadis spesial dihatinya, yang dipastikan kalian sudah mengetahuinya siapa. Aluna, gadis cantik yang sudah melekat dihatinya dan pikirannya.


Walaupun kakeknya sering kali menjodohkannya dengan wanita yang tidak ia kenal, dengan segerapun ia tolak mentah mentah dihadapan orang tua wanita itu. Karena ia tau mereka memperkenalkan putri mereka hanya untuk perusahaan mereka semakin berkembang dan populer dikalangan bisnis, ia tidak mau seperti itu. Cara yang sangat menjijikan menurutnya.



We were so beautiful


We were so tragic


No other magic could ever compare


Lost myself, seventeen


Then you came, found me


No other magic could ever compare


There's a room


In my heart with the memories we made


Took 'em down but they're still in their frames


There's no way I could ever forget, mmm


For as long as I live and as long as I love


I will never not think about you


You, mmm


I will never not think about you


From the moment I loved, I knew you were the one


And no matter what I-I do, ooh, mmm


I will never not think about you


What we had only comes


Once in a lifetime


For the rest of mine, always compare


To the room


In my heart with the memories we made


Nights on fifth, in between B and A


There's no way I could ever forget, mmm


For as long as I live and as long as I love


I will never not think about you


You, mmm


I will never not think about you


From the moment I loved, I knew you were the one


And no matter what I-I do, ooh, mmm

__ADS_1


I will never not think about you


Didn't we have fun?


Didn't we have fun, looking back?


Didn't we have fun?


Adam selesai bernyanyi ia langsung berdiri lalu masuk kedalam kamarnya kemudian mengunci pintu balkonnya serta hordengnya ia tutup rapat. Adam langsung merebahkan dirinya lalu menutup mata bersiap untuk masuk kealam bawah agar ia bisa bertemu dengan gadis yang ia sayang.


*


Pukul 01:39 Am. Seorang pria terbangun dari tidurnya dengan nafas yang terengah engah, keringat dikening dan pelipisnya, lalu ia merasa gerah ditubuhnya ia pun langsung membuka kaosnya dan melempar kesembarangan tempat.


Ia melangkah kekamar mandi dan menatap dirinya dihadapan kaca dengan wajah piasnya. Ia bermimpi buruk lagi, ia bermimpi kejadian itu, kejadian yang sudah lama dan terjadi dihadapannya. Seorang wanita menangis histeris didepannya tak lama wanita itu menangis darah.


Disana ia berdiri didepan wanita itu dengan mematung seperti patung dan ia juga ikutan menangis dihadapan wanita itu. Ia menghela nafas jika memikirkannya kembali ia merinding. Entah mengapa ia jadi merinding, dengan cepat ia langsung membasuh wajahnya dengan air mengalir.


Saat sudah merasa segar ia langsung melangkah keluar kamar yang sudah memakai kaos baru. ia berniat kedapur untuk minum air putih, namun apa yang ia lihat. Ia melihat seorang pria yang tak ia kenal masuk kerumahnya dengan mengendap ngendap. Ia pun langsung menyalakan lampu membuat semua lampu menyala dan menatap nyalang ke pria itu. Sedangkan pria itu berbalik badan dan tersenyum bodoh.


"Oh, kau. Belum tidur ternyata." ujar pria itu sedikit meringis saat matanya bertubrukkan dengan matanya. Dia melangkah mendekati pria itu dengan mengendus pelan tubuh pria itu. "Lagi? Mabuk lagi?" Pria itu menggeleng dengan cepat. "Tidak aku tidak mabuk."


"Lalu mengapa tidak pulang malah datang kerumah ini?"


"Ini kan rumah kakek."


"Ini rumahku bukan rumah kakek."


"Ya, ini rumahmu. Tapi sebelum dirimu datang ini rumah kakek." kekehnya yang tak mau kalah. "Tapi sekarang sudah milikku. Karena kakek sudah memberiku wewenang rumah ini."


Pria itu mendengus. "Iya! Aku tau, kau adalah cucu kesayangannya dibandingkan denganku, puas?!" kesal pria itu. Namun diacuhkan olehnya karena ia berjalan menuju dapur untuk mangambil minum. "Kau kenapa lagi?" Tanya pria itu.


"Adam! Aku sedang bertanya padamu." bentaknya dengan suara tertahan. "Berisik."


"Ah, pasti kau bermimpi buruk seperti dulu lagi bukan?" Adam hanya berdeham. "Lalu kau mengapa disini? Kabur dari rumah lagi?"


"Ya, diriku kabur lagi habisnya mereka semakin mengekangku. Apalagi perjodohan masih berjalan dan aku benci itu." gerutunya, membuat adam terdiam menatap pria itu yang ia kira adalah maling ternyata sepupunya sendiri. Revaldo Bagaskara, yang sering dipanggil Val. Ia sudah sering mendengar bahwa Val sering sekali bertengkar dengan kedua orang tuanya dan mencampuri masalah asmaranya agar Val cepat menikah.


"MASA?!" pekik Val yang membuat adam menatapnya tajam, Val pun langsung membungkam mulutnya dengan kedua tangannya lalu sedikit mengintip kearah pintu kamar kakeknya. Dengan berbisik ia mencondongkan tubuhnya kedepan mendekat Adam yang sedang fokus meminum teh Chamomile, teh kesukaannya jika ia selalu terbangun dari tidurnya ia langsung menyeduh teh ini agar tidurnya menjadi lebih nyenyak lagi.


"Kakek tau, kau memiliki wanita?" bisiknya, Adam mengangguk. "Wah,, berarti aku harus mencari wanita terlebih dahulu yang bisa membuatku jatuh cinta agar perjodohan ini tidak jadi. Tapi siapa ya?"


"Oh iya, memangnya benar teh kamomal itu membuat tidru nyenyak?" tanyanya yang langsung diralat oleh kakek yang sudah berdiri dibelakang Val. Dengan satu jeweran ditelinga cucu keduanya itu. Val meringis kesakitan saat kakeknya menambahkan volume jeweran itu. "Hei anak nakal! Mengapa kau kabur kesini lagi hah?! Dan yang diminum oleh Adam ini bukan teh kamomal seperti yang kamu ucapkan ini teh Chamomile! Bisa bahasa inggris tapi ngaur."


"Kakek! Lepasin dulu sakit ini telingaku! Bisa bisa telingaku terpisah dari tempatnya."


"Biarin! Habisnya kamu jika dinasehati tidak mendengarkan lebih baik tidak usah memiliki telinga saja!" ujar kakek yang kesal lalu melepaskan jewerannya kepada Val, cucu nakalnya. Val langsung mengelus pelan telinganya yang sudah sangat merah.


"Kakek kenapa bangun?" tanya Adam. Val melotot kearahnya kesal ke Adam karena tidak memberi tahu bahwa kakeknya sudah berada dibelakangnya. "Kakek terbangun karena suara seseorang yang memekik kencang keseluruh penjuru rumah ini. " Dengan melirik ke arah Val.


Adam tersenyum lalu mengangguk. "Kakek mau teh chamomile juga?"


"Boleh nak, tapi jangan pakai gula ya." Adam mengangguk. Val tiba tiba bertanya, "Kakek dan adam sudah berbaikan? Adam juga sudah memanggil kakek bukan sebutan pria tua lagi."


"Ya, karena kakek sudah berjanji untuk tidak menjodohkannya dengan putri yang lain cukup putri Nada saja yang sangat cantik itu."


"Oh jadi nama jodohnya Adam, Nada.. Wajahnya cantik kek?" tanyanya dengan penasaran oleh sosok gadis itu. "Cantik sekali, seperti ibunya."


Adam menatap kakeknya dengan bingung. "Tau dari mana kalau mama sama cantiknya dengan gadisku?"


"Aksa yang mengirimkan foto kekakek kemarin, dan kakek terkejut ternyata gadis itu yang sering diceritakan oleh bundamu. Maafkan kakek yang tidak selalu berada disampingmu nak."


Adam menggelengkan kepala. "Tidak perlu minta maaf kek, memang sudah takdirnya adam dan bunda bernasib seperti itu."


Val menangis, karena terharu namun tangisannya membuat kakek dan Adam merasa jijik karena Val sangat lebay. "Mengapa kalian sangat manis sekali, Val kan jadi terhura."


"Lebay." ucap kakek dan Adam serempak lalu keduanya saling menatap dan tertawa bersama. Sedangkan Val merajuk karena kesal diledekki oleh kakek dan sepupunya sendiri.


❣❣

__ADS_1


Aluna sedang gabut diatas karpet tebalnya dengan senderan punggungnya kasur miliknya, ia saat ini sedang ingin merekam dirinya sembari memainkan gitar coklatnya. Ia mulai bernyanyi lagi kesukaannya saat ia bersekolah.


Having a bad day


Having  a good day


Having  a day that's in between


Feel like I hold back


And I don't know why


Can't  seem to say just what I mean


So  many people, all of the ones surrounding me


And if you'd ask them, they would describe me differently


So  many reasons, so many different sides of me


And I can't decide who I want to be


'Cause some people make me bitter


Smile and then squeeze a lime in my cut


And  some people make me sweeter


'Cause they make me feel like I am enough


And that makes me a giver


But my mom says I tend to give too much


And some people make me better


And that's how I know my favorite part of me is you


My favorite part of me is you


Some people make me nervous


'Cause they make me feel like nothing at all


But some people think I'm perfect


'Cause they wouldn't want me to change at all


And that's what I deserve


And I'm reminded of how lucky I am


'Cause most people make me better


And that's how I know


Setelah selesai bernyanyi luna langsung mematikan ponselnya dan menchargernya lalu tubuhnya ia baringkan diatas kasur miliknya saat sudah menaruh kembali gitar miliknya ketempatnya. Mata aluna masih terjaga dan ia menatap langit kamarnya yang ada lampu bintang menempel di langit kamarnya dengan tatapan sedang berpikir. Tak lama ia memejamkan matanya dan jatuh ke dunia mimpinya dengan posisi tidur telentang.


(Kamar Aluna)



(Balkon kamar Aluna)



---Bersambung---


Jangan lupa like dan mampir keceritaku yang lain.

__ADS_1


Terima Kasih.


__ADS_2