Childhood Love Story

Childhood Love Story
Aluna Nada - Part 31


__ADS_3

---Happy Reading---


"Kau ada hubungan apa dengan pria itu? Aku hanya ingin menjagamu dari pria manapun amanah dari adam." ujar val setelah membawa aluna kearah balkon.


"Aku dan dia hanya bersahabat."


"Sahabat tapi mesra?" tanya val membuat aluna menatapnya, "maksud dari pembicaraanmu apa ya? Kau melakukan seperti ini layaknya aku berselingkuh dari adam, ah kau hanya orang asing yang baru kukenal dan langsung ikut campur kedalam hubunganku?" sarkas aluna.


Val menatap aluna dengan dalam, "bagimu, aku orang asing, tapi bagi adam aku adalah saudaranya. Karena itu aku berhak ikut campur dalam hubungan percintaanmu dengan adam, karena aku tidak ingin adam tersakiti lagi hanya karena gadis sepertimu."


"Apa maksudmu dengan kalimat 'lagi' ?"


"Waktu kecil kau secara tidak langsung sudah bertunangan dengan saudaraku dihadapan bunda dan orang tuamu. Namun apa setelah kau beranjak remaja kau malah menyukai seorang pria lain selain adam?"


"Itu masa lalu, dan itu masalahku. Lagi pula aku juga tidak berhubungan serius dengannya."


"Ya, kalian memang tidak berhubungan serius sampai menggunakan status tapi kalian berdua berdekatan layaknya sepasang kekasih dan asal kau tau adam mendapatkan informasi seperti itu dia sampai tidak bisa merawatnya sendiri selama dua bulan ngerti?"


Penjelasan dari val membuat aluna tidak percaya dan kaget karena ia tidak tau bahwa selama ini adam selalu memperhatikannya dari jarak jauh, adam tersakiti karenanya? Ia jadi serba salah karena itu.


"Aku jujur, memang pernah menyukainya tapi apa kau tau, aku menyukainya karena aku mengingat dirinya. Tingkah mereka hampir menyerupai dan itu membuatku mengingatnya dimasa kecil. Aku tidak sadar bahwa selama ini ada yang tersakiti hanya karena perilakuku kepada orang lain."


"Tapi, yang aku penasaran darimu, ekspresi cemburu adam seperti apa?" tanya luna kepada val membuat val menatap tidak percaya pada pikiran gadis didepannya ini. 'Pasti sangat lucu jika ia sedang marah.' pikir luna dengan senyuman.


Val memperhatikan terus menerus raut wajah luna, "mengapa kau tersenyum? Apa yang sedang kau pikirkan saat ini?" tanya val dengan mengernyitkan dahi, luna menggelengkan kepala. "Tidak ada."


Val menatapnya dengan tatapan menyelidik, "pasti ada, kau memikirkan hal aneh ya?" tebak val membuat luna memundurkan punggungnya sedikit. "Hal aneh apa? Jangan so tebak tebak yang ga bener deh. Udah yuk masuk ke dalam, dingin tau anginnya."


"Sejuk kali."


"Sejuk bagimu yang memakai jas, sedangkan aku tidak." ujarnya lalu melangkah masuk kedalam diikuti val dibelakangnya sembari membatin, 'sungguh dam, gadis mu ini sungguh aneh.'


Sedangkan disamping gedung, berdirilah seorang pria menatap serius arah luar. Sampai tidak menyadari seseorang menghampirinya, "sedang galau ya dirimu." ujar orang itu dengan suara beratnya. "Aku tau, percintaan kalian pasti sangat sulit,"


"Kau tidak tau apapun tentang hubungan kami." dingin karel kepada orang itu. "Aku mendengar kau mengatakan bahwa adikku hanya sebagai mainan, apa kau tidak pernah berpikir bagaimana gadis yang kau cintai berada diposisi adikku?" tanyanya dengan tajam dan menatap mata karel yang sudah menatapnya dengan emosi.


"Kenapa dengan tatapanmu itu? Marah? Seharusnya diriku yang lebih marah padamu, jika kau tidak mencintai adikku mengapa kau menerima tunangan konyol itu!" geramnya hanya dibalas seringai dengan decakkan. "Seringai itu membuatku muak kau tau?"

__ADS_1


"Kau tidak perlu melihatnya kalau muak, abi, dan satu lagi aku menerimanya karena adikmu yang memohon. Kau bisa bertanya kepadanya dia sudah berada dibelakangmu." ujar karel dengan menunjuk kearah ava yang sudah berdiri tepat dibelakang punggung abi dengan tatapan tak terbaca. Setelah itu karel meninggalkan kedua orang itu disana dan melangkah masuk sampai matanya menatap sepasang mata yang ia cintai juga masuk dari arah yang berbeda.


Karel baru saja ingin menghampiri gadis itu namun lagi lagi lengannya ditahan oleh, "jangan menghancurkan hubungan adikku dengan sahabatku jika kau sudah bertunangan dengan gadis lain, cukup sekali saja kau mengusik hubungan adikku dengan tunangannya." Aksa lah yang menahan lengan karel dengan erat, karel tidak bisa berbuat apapun selain diam.


"Kau pasti mendengarkan pembicaraanku-" Aksa mengangguk,  "ya, aku mendengarnya dengan jelas, maka dari itu aku memintamu sebagai abang dari gadis yang kau cintai untuk tidak mengusik kehidupan adikku, karel."


Karel melepaskan cekalan aksa lalu menggeleng, "maaf bang, aku tidak bisa. Sebelum janur kuning melengkung aku masih punya kesempatan."


"Tapi--, Karel!" teriak aksa dengan nada tertahan setelah melihat karel pergi menjauh dan meninggalkannya sendiri, aksa hanya bisa berdoa hubungan adam dan aluna bisa bertahan sampai jenjang serius, karena ia sudah berjanji kepada dirinya yang akan merestui pria untuk adiknya hanya adam seorang.


"Semoga tidak terjadi apapun kepada mereka yang terkait, tuhan." gumamnya setelah itu ia langsung pergi menyusul gadisnya yang sudah duduk manis dibelakang panggung dengan modelnya.


Aksa melihat adiknya juga yang sedang sibuk membantu modelnya berpakaian, kemudian setelah semua model sudah berjalan dipanggung seluruh designer yang akan menjadi juara dalam penilaian ini akan dipanggil.


"Ya, mari kita panggil designer baru kita tahun ini adalah... Aluna Nada! Silahkan keluar kemari..." ujar mc, aluna kaget namanya dipanggil dengan senang ia berjalan dengan anggun keatas panggung.


Berdiri disamping mc yang sudah memberinya sebuket bunga dan satu kartu sedang yang berisi uang.


Semua orang bertepuk tangan sampai semua juri berdiri dengan memberikan selamat kepada aluna yang wajahnya sangat senang itu.


Aksa keluar dan memeluk adiknya dengan erat, "selamat adikku."


"Wah ternyata tahun ini orang baru yang menang."


"Dia sangat cantik."


"Dan manis, aku jealous jadinya."


"Apa dia sudah memiliki kekasih? Aku ingin mendekatinya."


"Selamat untukmu aluna!!"


"Kami sangat bangga denganmu!"


Dan masih banyak lagi teriak teriakan orang dan teman teman untuk aluna saat ia sudah selesai berfoto dengan mc dan abangnya. Aluna turun dari panggung dan dibelakang panggung luna langsung dipeluk ramah oleh pemenang tahun kemarin yaitu Ariana.


Dia terkenal dingin namun dia sangat baik dengan aluna, karena aluna pernah membelanya didepan semua orang hanya karena rumor yang sengaja disebar luaskan oleh sahabatnya sendiri.

__ADS_1


Ariana tersenyum, "selamat babe, akhirnya yang kamu inginkan tercapai. Makasih udah terus selalu berada disampingku saat diriku sedang kesusahan." bisiknya tepat ditelingan kanan luna.


Luna pun membalas pelukkannya walaupun tidak terlalu erat karena barang yang ia pegang, "makasih juga buat ana, karena kamu sudah membantuku. Kamu tidak perlu sungkan denganku karena aku adalah temanmu sekaligus sahabat kamu." tulus luna lalu val datang dari arah belakang punggung ana dengan deheman.


"Boleh gantian?" tanya val kepada ana, ariana yang tidak tau val itu siapa langsung menatap aluna, aluna tersenyum, "dia sepupu tunanganku, hari ini dia menggantikan tunanganku yang masih ada kerjaan."


Ariana mengangguk mengerti, "Val kenalin ini ariana, juara tahun kemarin dan sekaligus sahabatku."


Val mengangguk. "Ternyata kau memiliki sahabat lain dari empat orang itu?" luna mengangguk, sedangkan val mengulurkan tangan kanannya dihadapan ariana, "revaldo Bagaskara, panggil aja val. Salam kenal."


Ariana dengan ragu membalasnya dengan ramah, dan senyuman manisnya yang membuat val terpukau. " Salam kenal juga val, panggil aja ana, Ariana Farletta."


"Nama yang sangat cantik seperti orangnya." senyum val dengan tatapan menggoda, aluna yang mendengarnya memutar bola mata dengan malas.


Tak lama keempat sahabatnya datang lalu memeluknya dengan erat sambil mengucapkan kalimat selamat kepadanya.


"Selamat babe! Akhirnya gak nyangka harapan dan keinginan kamu tercapai. Muach! Love u!" ujar citra dan rizka lalu menyium kedua pipi tembam aluna.


Aluna tertawa merdu lalu memeluk sahabat cewenya dengan erat. "Makasih udah sempetin datang, dan makasih juga untuk terus disampingku."


"Sama sama sayang, dan hari ini dua cowo itu mau meluk kamu.." belum selesai bernicara karel sudah memeluk aluna dengan erat sampai val berhenti berbicara dengan ana begitupun aksa yang sudah menatap karel disamping rizkanya.


"Selamat! Aku bangga padamu luna."


"Makasih, sekarang bolehkan lepasin pelukkannya aku sulit bernafas."


Karelpun langsung reflek lepas gitu aja, lalu menggarukkan tengkuk lehernya yang tidak gatal. "Eh? maaf, aku gak sengaja."


Aluna menggelengkan kepalanya, "gapapa sini stefan aku mau meluk papa muda dulu." ucapnya sambil melebarkan kedua tangannya dan stefan pun langsung menyambutnya dengan hangat. "Duh duhh! Udah lama aku gak meluk kamu fan body kamu udah gemuk gak kayak dulu kurus bahagia ya kamu ama citra."  ujar luna yang langsung ditertawakan oleh stefan dan citra, "iya dong lun, bahagia aku ama citra walaupun bawel tapi gemesin. By the way selamatnya ternyata harapan kamu terkabul disaat ini. Sukses terus lun." bisiknya dibalas anggukkan.


"Ayo lun, kita poto poto.." ajak citra yang langsung meminta seseorang untuk memoto mereka, mereka berlima foto dengan manis, aluna yang berada ditengah merasa disayangi dan dicintai banget sama sahabatnya itu. Dilanjut dengan Aksa, Val, dan Ariana.


Tak lama ada seorang direktur dari sebuah perusahaan memberi kartu nama untuk aluna dan kawan kawannya, mereka semua mengucapkan terima kasih kepada yang memberi kartu kepada mereka, dan ada beberapa dari mereka berfoto bersama dengan aluna.


 


---Bersambung---

__ADS_1


Jangan lupa like dan mampir keceritaku yang lainnya.


Terima kasih..


__ADS_2