Childhood Love Story

Childhood Love Story
Skandal Ara.


__ADS_3

Brian sudah bersiap di kemudinya saat tiga gadis berjilbab memasuki mobil. Eh salah tepatnya dua gadis , karena Hana sudah jelas tidak gadis lagi.


Bianca melambaikan tanganya dalam gendongan bi Marni.


Gadis itu bahkan melempar kecupan jauh nya pada mereka semua.


Ara mengeluarkan tanganya dan terus melambai pada Bianca dengan wajah cerianya.


Drrt...drrt...


Ponsel Brian bergetar sesaat setelah mobil kembali bergerak setelah menurunkan Azura disekolahnya.


Brian segera memasang headset bluetooth pada telinganya.


"Ya..." Ucapa Brian tanpa meninggalkan fokusnya menatap jalan didepannya.


"............"


"Baiklah siap.."


" ........."


" Siap laksanakan..." Ucap Brian tegas.


Brian melepas headset bluetooth nya setelah menyelesaikan pembicaraan nya.


" Brothy langsung ke Makasar selepas ini..., kalian nggak papa kan ya..?" Tanya Brian sambil menoleh sesaat pada Ara yg ada di sampingnya.


" Iya, nggak papa bang Adnan bilang malam ini mereka juga datang kok..." Ucap Hana sambil tersenyum.


"Baiklah kalau begitu, soalanya ada kasus pembunuhan yang butuh penyelidikan dari tim brothy disana.." Ucapanya sambil menghela nafas lega.


Mobil bergerak cepat menuju tempat dimana Ara dan Hana menuntut ilmu.


Baru satu langkah Hana memasuki gerbang sekolah ponsel di tasnya bergetar.


Ada panggilan dari suaminya di sana, Hana segera menyingkir ke tempat yang lebih sepi.


" Assalamu'alaikum bang..." Sapanya dengan wajah ceria menatap wajah suaminya yang nampak memenuhi layar ponselnya.


" Waalaikumsalam sayang..." Wajah Adnan nampak terlihat sendu, dan Hana menyadari itu.


" Ada apa bang?" Tanya Hana secepatnya.


"Maaf sayang, abang sepertinya harus sehari atau dua hari lagi disini, masalahnya belum teratasi sepenuhnya "


Hana sebenarnya merasa kecewa, tapi nilai-nilai yang ditanamkan oleh bundanya untuk selalu mendorong kemajuan usaha suaminya membuatnya segera tersenyum.


" Nggak papa sayang.., selesaikan dulu semua yang disana, jangan cemaskan kami, kami baik- baik saja..." Ucap Hana tulus.


Adnan yang mendengar itu semua menjadi tenang, dan mempunyai motivasi yang lebih untuk bisa memajukan usahanya demi keluarga besar Al Ghifari dan istri tercintanya.

__ADS_1


Baru akan memasukkan ponsel ke tas sekolahnya. Hana terkejut dengan kedatangan cowok berhoodie hitam, dan ya dia adalah Chandra yang berlari dari dalam area sekolah menuju ke arah mereka. Tepatnya menuju Ara.


Dengan gerakan cepat Chandra menyambar tangan Ara dan menyeretnya membawanya ke belakang pos satpam. Ara tertatih-tatih mengikuti langkah Chandra yang lebar-lebar.


Hana kebingungan melihat ini semua.


Dengan berlari kecil dia mengikuti kemana Chandra membawa Ara.


" Ada apa ini, kenapa kamu nggak sopan Chand" Teriak Ara dengan menghempaskan tangan Chandra segera.


Hana yang terengah-engah mengejar merekapun ikut bingung dan menatap Chandra dengan tanya yang sama.


Sesaat Chandra menetralisir nafasnya yg terlihat ngos-ngosan. Bagaimana tidak Chandra berlari kesana- sini demi bisa menemuai Ara secepatnya.


" Kalian sudah buka group sekolah pagi ini?" Tanya Chandra dengan bibir bergetar.


" Ada apa di group..?" Tanya Ara bingung, tangannya segera merogoh saku roknya.


Setelah membuka group chat sekolah mata Ara terbelalak tak percaya.


Betapa tidak, foto-fotonya bersama beberapa pria tersebar disana.


Fotonya saat bersama Brian membeli ko*d*m di apotik dengan masih makai baju seragam.


Fotonya saat dalam gendongan Marvel memasuki apartemen dengan masih mengenakan seragam.


Fotonya saat bersama Ardi keluar dari hotel tengah malam, serta beberapa fotonya bersama paman Syahril pun ada. Dan masih banyak beberapa foto kebersamaan Ara dengan Adnan dan daddy Hen.


Jelas tak banyak yang tahu hubungan Ara dengan pria-pria yang berada di foto itu. Dan bagi mereka yang tidak tahu tentu menjadi sarana empuk untuk menjatuhkan nama baik Ara dengan cepat.


Chandra menatap Ara dengan tatapan yang tidak bisa di definisikan.


Ara menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan dengan pelan.


" Aku akan ke ruang kepala sekolah, kalian ke kelas saja duluan.." Ucap Ara pada kedua teman sekelasnya itu.


" Tapi Laili..masalah nya..." Belum selesai Chandra berbicara Ara segera menyelanya.


" Nggak papa Chand, tenang aja ini salah paham.." Ucap Ara masih dengan nada yang tenang.


Chandra nampak menghembuskan nafas lega saat Ara mengatakan bahwa ini semua salah paham. Sebagai cowok normal siapa sih yg tak tertarik dengan pesona Ara. Dan tentu saja Chandra juga menyimpan rasa pada gadis berjilbab dengan kacamata nangkring di hidung mancungnya ini.


Ara segera menuju ruang kepala sekolah dengan tenang. Sepanjang jalan dia merasakan tatapan sinis dari mereka yang membencinya dan juga tatapan tak percaya dari mereka yg mengenal baik dirinya.


Hari ini seluruh kelas tiga ada acara kunjungan ke museum untuk kelancaran tugas observasi mereka. Jadi sekolah tampak tidak seramai biasanya.


Saat memasuki ruang guru tatapan guru-guru tertuju padanya. Pak Lukman selaku wali kelasnya segera membawa nya ke ruang kepala sekolah, diikuti oleh bu Sasti.


Setelah duduk bu Sasti segera menyerahkan foto-foto Ara pada meja pak kepala sekolah.


" Ara bisa jelaskan semua ini nak..?" Tanya pak kepala sekolah dengan bijaksana.

__ADS_1


" Bisa pak..." Jawa Ara masih dengan nada yg tenang.


" Siapa ini.." Tunjuk bu Sasti pada foto Brian.


Ya fotonya bersama Brian di apotik pagi itu memang yang paling kontroversi, dengan memakai seragam Ara memegang sekotak ko*do* ditanyanya sungguh gambar yang membuat persepsi buruk cepat tercipta, dan menghadirkan fikiran kotor kemana-mana.


" Dia Nanda Briandika Putra Syahril Al Ghifari pak, kakak sepupu saya.." Jawab Ara tegas, tanpa rasa takut.


" Benarkah??, lalu kenapa kamu beli barang orang dewasa bersama nya..?" Tanya bu Sasti.


" Brothy membelinya untuk kado pernikahan seseorang.." Jawab Ara jujur.


" Begitukah???" Keraguan jelas tercetak pada wajah bu Sasti disertai senyum sinisnya.


" Lalu ini, kau masuk sambil digendong ke apartemen pria dengan masih menggunakan seragam!!" Bentak bu Sasti terlihat tak suka.


" Dia kembaran brothy Brian bu, namanya Nanda Marvelino Putra Syahril Al Ghifari.., kami sedang menyiapkan pesta pernikahanya..bu" Ucap Ara.


" Lalu kenapa kalian hanya berdua saja, kalian kan sudah dewasa, sepupuan banyak juga kok yg melanggar norma, mungkin bisa jadi kamu salah satunya.."


" Bu Sasti!!" Suara bapak kepala Sekolah membuat bu Santi menoleh dan mengangguk.


" Maaf Pak..." Ucapnya.


Bu Sasti nampak menampilkan wajah yg tidak ramah pada Ara.


" Coba jelaskan yg ini" Bu Sarti melemparkan fotonya dengan paman Syahril yg sedang membantunya melepas seatbelt yg macet. Disana nampak badan paman Syahril yg condong kedepanya, dari sudut foto diambil memang memberi kesan seperti Ara tengah berciuman dengan om-om.


Ara menarik nafas berat. Dalam hati Ara bertanya-tanya siapakah yg tega melakukan ini semua padanya.


Ara tidak pernah mengira bahwa ada orang yg membencinya hingga sampai berbuat seperti ini padanya.


" Beliau kakak papa saya, Ahmad Syahril Al Ghifari " Jawab Ara.


" Lalu apakah pantas paman dan keponakan berciuman!!!" Bentak bu Sasti


" Paman membatu melepaskan seatbelt yg macet bu, yg sebenarnya seperti itu.." Berulangkali dibentak bu Sasti membuat nyali Ara keder juga, secara seumur hidupnya tidak pernah terdengar suara bentakan yg ditujukan padanya.


Lalu dengan terbata-bata karena tertekan Ara menjelaskan kronologi pada foto-fotonya yang tersebar seantero SMU Bhakti.


Untuk foto-fotonya bersama Adnan dan Ardi, Ara masih bisa menunjukkan bukti kartu keluarga dan beberapa foto keluarga yang tersimpan di ponselnya.


Tapi tidak untuk fotonya bersama si kembar dan pamannya.


Bahkan yang membuat pihak sekolah tercengang adalah foto Ara yg sedang terlihat intim dengan Rangga di belakang Perpustakaan kota pun ada.


Untuk foto-fotonya bersama Rangga, Ara hanya bisa bungkam tak bisa menjawab apa-apa , karena salah bicara sedikit saja bisa memperkeruh suasana yang panas karena rumor Rangga yang belum selesai.


Sementara ini bapak kepala sekolah belum bisa memberi keputusan, karena Ara masih diberikan kesempatan untuk bisa menghadirkan saksinya. Baik Marvel, Brian atau paman Syahril harus bisa hadir ke sekolah untuk bisa memulihkan nama baik Ara yang jelas kini telah hancur lebur.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa like nya ya teman-teman...😍😍😍


Terimakasih banyak πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ


__ADS_2