
Brummm..cittt...
Motor Ardi berhenti sempurna di depan SMU Bhakti. Ara turun dan melepas helm hello kitty nya.
Seperti biasa Ardi akan mengecup pucuk kepala Ara, dan Ara mencium punggung tangan kakak kembar nya itu.Interaksi mereka yg terlihat mesra menimbulkan persepsi bahwa mereka adalah sepasang kekasih.
Ara berjalan bersama beberapa teman sekelasnya menuju lorong dan melintasi lapangan. Rangga dan Denis yg muncul dari arah parkiran tepat ada di belakang mereka.
Denis baru akan menyapa Ara, tetapi tiba-tiba seorang siswa berhoodie hitam sudah berlari mendekati Ara.
" Pagi Lailia..."
" Ah pagi juga Chand Assalamu'alaikum" balas Ara.
" Ah Waalaikumsalam...,Gimana kaki lo?, masih sakitkah ? gue khawatir banget kemaren pas lo kesakitan di mobil gue..." Tanya Chandra. Chandra berjalan mundur di depan tiga gadis itu.
Degh!!!!
Rangga terpaku ditempat nya.
" Emang kaki lo kenapa lagi Ra?" Tanya salah satu teman di samping Ara.
" Kakinya kram, hampir dua jam dia berdiri di satpam nungguin jemputan " Bukan Ara yg menjawab tetapi Chandra.
Rangga menghentikan langkahnya, dadanya sakit bagai tercabik-cabik.
" Ough!!!...Astaghfirullah..." Desis Rangga sambil meremas dadanya yg perih. Wajahnya pias dan pucat.
Denis menoleh ke arah sahabatnya itu dengan tatapan mengintimidasi.
" Jangan bilang yg ditunggu Ara itu lo!!!..?" Tekan Denis
Rangga mengangguk lemah, matanya terpejam.
" Brengsek!!!!, selain gak peka lo juga tega!!!"
" Itu karena tiba-tiba bu Sasti dan Jess...."
" Diem!!! Gue gak butuh alasan lo!!!" Sela Denis tanpa mau mendengar penjelasan dari Rangga.
Pemuda itu bergegas meninggalkan Rangga yg terpaku sendiri begitu saja.
Didalam kelas XII IPA 1, suasana canggung dan panas. Rangga dicuekin para sahabat nya. Tak sepatah pun mereka mengajak bicara Rangga.
Geram, itulah yg mereka rasakan.
Saat istirahat pun, mereka meninggalkan Rangga begitu saja.
Kini formasi genk somplak minus Rangga sudah memasuki kantin.
Rayya dan Hana menuju tempat pemesanan makanan, sedang yang lainya sudah duduk tempat yg lumayan lapang. Vera dan Vino saling berhadapan pun Denis dan Natasha. Sedang Ara duduk disamping Vera.
Suasana kantin tak seramai biasa karena ada tanding volly di lapangan.
Rangga muncul dari pintu kantin menuju tempat mereka, Ara tersenyum manis terhadap nya. Tapi hati Rangga terasa semakin sakit mengingat kesalahan demi kesalahanya pada Ara.
Senyum Ara lenyap saat matanya menangkap sosok Jessica di balik punggung Rangga.
Seperti hal nya gadis lainya, Ara juga memiliki rasa cemburu. Ntah kenapa ada rasa sakit dihatinya saat melihat seseorang di mobil Rangga kemarin.
Rangga menarik kursi di samping Denis, tepat di depan Ara seperti biasa. Jessica mengikutinya dengan duduk disamping nya.
Tatapan mata Rangga terlihat sendu menatap Ara, banyak kata-kata maaf yg ingin diucapkan tapi tidak terucap.
Vera yg ada disamping Ara terus mengalihkan perhatian Ara pada Rangga.
Dalam diamnya Rangga terus menatap gerak gerik Ara yg terlihat cuek padanya.
Rasa hati Rangga bagai diremas-remas.
__ADS_1
Ya.., semalam Hana bercerita tentang siapa Jessica. Dan jelas membuat hati Ara hancur. Disaat Ara yakin bahwa Rangga adalah mas Aganya, justru Rangga menganggap orang lain sebagai Lilinya.
Jessica yg terus merengek manja membuat hati Ara panas.
Raya dan Hana datang membawa pesanan masing-masing, Rangga mengernyit heran kenapa punya dia dan Ara nggak ada.
Rangga yakin mereka masih marah padanya, tapi Ara?, kenapa tak di pesankan juga.
" Ara mau pesan apa?, biar kakak pesanin sekalian, Jess pesan apa?" Tanya Rangga pada kedua gadis di depan dan disamping nya.
" Nggak usah, Ara puasa...." Jawab Ara cuek tanpa menatap Rangga.
" Jess seperti biasa ya kak..., pakai saos yg banyak, tanpa jamur kuping..." Ucap Jessica manja.
Rangga mengangguk dan berjalan ke tempat pemesanan makanan.
" Lo gak gerah pake jilbab begitu?" Tanya Jessica.
" Nggak, udah biasa..." Jawab Ara santai, matanya menatap buku yg sedang dibacanya.
" Lo bilang lo puasa, ngapai lo ke kantin?"
" Emang siapa yang larang orang puasa ke kantin?" Tanya Rayya jutek.
" Gue gak nanya lo, gue nanya dia!!!" Tunjuk Jessica pada Ara.
" Lo diem gak usah bacot!!!, berisik tau nggak!!!" Bentak Denis geram
" Denis!!!!" Teriakan Rangga menggelegar di kantin.
Rangga sudah sedih karena Jessica selalu di bully Rhea cs, di nggak mau sampai genk somplak nya juga mulai membully nya juga.
Takk!!!
Denis melemparkan sendoknya di meja.
" Gue cabut guys, nggak berselera gue..."
Denis berlalu sambil sengaja menabrakkan pundaknya pada Rangga.
Semua mata menatap mereka terpaku, Denis dan Rangga adalah sahabat yg selalu rapat dari saat mereka murid baru.
Ada apa ini?, mereka bertanya-tanya dalam hati.
" Kak Denis membentak Jess kak..." Adu Jessica pada Rangga.
" Mereka berkata kasar pada Jess, mereka membenci Jess, apa salah Jess?, hik...hik...hik.." Jessica mengeluarkan air mata buayanya, dan bodohnya Rangga percaya.
" Mereka mengatai Jess kak, padahal Jess ngga ngapa-ngapain..." Adunya lagi.
Rangga menghembuskan nafas kasar dan menatap teman-temannya.
Rayya meletakkan sendoknya dan perlahan ikut berdiri, disusul Vino dan Vera.
" Dasar playing victim lo!!!" Tunjuk Vera tepat di depan muka Jessica dan mengikuti kakak sepupunya.
Kini tinggal Hana, Natasha dan Ara yang cuek seolah tak terjadi apa-apa. Jelas mereka tau cerita aslinya bagaimana.
Mereka jadi tau tipe cewek seperti apa Jessica ini.
Hana tetap fokus pada makanannya pun Natasha.
Sedangkan Ara melipat tanganya di meja kantin dengan mata fokus pada bukunya.
Cuek!!!.
Rangga duduk dikursinya. Selera makanya hilang seketika.
" Jess, makan lah..." Ucap nya sambil mendorong kwetiaw goreng pesanan Jessica.
__ADS_1
Mata Rangga melirik buku yang sedang dibaca Ara. Gadis itu terlihat fokus sampai-sampai gadis itu tak mempedulikan nya.
Naruto???, batinnya.
Rangga melirik Jessica yang ada disampingnya.
Seharusnya gadis kecilnya menyukai jamur kuping, kenapa Jessica tidak.
Seharusnya gadis kecilnya menyukai semua tentang Naruto, tapi kenapa justru Ara??.
Lamunan Rangga dikejutkan dengan hadirnya cowok tampan, alim, putih dan berwajah teduh yg tiba-tiba duduk disamping Ara.
" Nggak makan Ra..." Suaranya yg lembut dan sopan membuat hati damai.
" Hari ini kamis bang..." Jawab Ara sambil menutup bukunya.
Hanan mengangguk mengerti bahwa setiap hari Senin dan Kamis Ara selalu berpuasa, kecuali pada saat dirawat kemarin. Rangga menarik buku itu dan di bolak-balik nya sesaat, sepertinya pernah kenal dengan buku itu.
" Nanti pulang bareng gue ya...ada Hanum dirumah..." Seru Hanan kepada ketiga gadis itu.
" Oh ya..., dia udah pulang?" Seru Hana dan Natasha kompak.
Hanan tersenyum dan mengangguk.
" Ra...ini buat buka puasa..." Hanan menyodorkan sekotak coklat pada Ara.
" Wah jazakillah bang, ini kesukaan Ara..." Seru Ara dengan senyum yang terkembang sempurna.
" Ih...bang Hanan pilih kasih, masa cuma Ara yang dikasih..." Hana merajuk kesal.
Secara Hana yang adek sepupu nya gak pernah diistimewakan.
" Punya lo udah abang kirim ke rumah..." Jawab Hanan santai.
" Kalo gue..." Kini giliran Natasha ikut protes.
" Ada juga, masih di mobil..."
Rangga memperhatikan interaksi mereka dalam diamnya. Dalam hati di geram melihat Hanan yang selalu bisa membuat Ara bahagia sedangkan dia tidak. Rasa cemburu kini menguasai emosinya.
" Hai kak...kenalkan gue Jessica..." Jessica menyodorkan tanganya pada Hanan, sedari tadi matanya tak lepas menatap Hanan si depanya itu.
Hanan mengatupkan kedua tanganya di dada.
" Gue Hanan..."
" Udah punya pacar belum kak...mau dong Jessi..." Ucap Jessica dengan manja, membuat Hana memutar matanya jengah.
" Belum Jess, ini juga masih usaha..." Hanan melirik Ara yang sedang meliriknya juga. Mereka tertawa lirih berdua.
Jangan tanyakan keadaan hati Rangga saat ini. Hatinya terasa di tusuk ribuan duri. Yah...inilah yang di sebut sakit tak berdarah.
Hanan pamit permisi karena ada panggilan ke ruang OSIS rohis.
Sedang Jessica menatap punggung Hanan lekat penuh takjub.
Hana dan Natasha yang melihatnya pun geram dan jengah.
" Ara ke toilet dulu ya Han...Nat..." pamit Ara pada temannya. Matanya tak sedikitpun menatap ke arah Rangga.
Ara keluar dari toilet dengan wajah segar karena habis dibasuhnya.
Saat kedua tanganya sedang merapikan jilbabnya seseorang menariknya ke dalam ruang alat olah raga disamping toilet.
" Akh..siapa ka emmph..."
" Diam sayang....please..." tangan kekar membungkam mututnya.
__ADS_1