Childhood Love Story

Childhood Love Story
Berkhianat??


__ADS_3

Pagi menjelang, alarm ponsel Rangga menunjukkan pukul 03.30 pagi.


Sebelum suaranya sampai menganggu tidur nyenyak Ara diapun segera mematikannya.


" Ahhh Shiitt!!!,"


Umpatnya saat matanya yang masih bersih baru bangun tidur harus melihat tubuh molek Ara yang tertidur dengan baju yg tersingkap, bagian dadanya melonggar sehingga nampaklah belahan dada aduhainya, apalagi pahanya terekspos sempurna.


Selimut teronggok dilantai, begitulah Ara kalau tidur, luar biasa gayanya.


Rangga segera mendekati ranjang, tubuhnya berjongkok untuk memungut selimut.


Saat akan menyelimuti Ara, matanya menatap pada bibir yg dirindukanya sejak siang kemarin.


Gue kan lagi marah!!


Gue harus kuat, dia harus diberi pelajaran agar menghargai suami.


Tapi matanya tak lepas pada bibir merah muda yg sedikit terbuka itu.


Ingat ya, Rangga itu cowok usia belasan yg lagi doyan-doyanya kiss-kissan, jadi wajarlah kalau dia goyah dengan marahnya.


" Ishhh..., persetan dengan marah..."


Rangga segera mendekatkan wajahnya untuk bisa mengecup bibir yg dirindukanya itu.


Sekali, dua kali, tiga kali, Rangga tidak puas dengan itu semua.


Pelan..., sangat pelan Rangga akhirnya memberanikan diri untuk me*lu*atnya.


Setelah merasa puas dengan apa yg di lakukannya, Rangga menyelimuti Ara dan kembali duduk di meja belajarnya.


Ara yg sebenarnya sudah terbangun dari sejak alrm berbunyi pun menyunggingkan senyuman di balik punggung Rangga.


" Dasar kucing garong "


Saat Ara terbangun Rangga baru keluar dari kamar mandi, sudah lengkap dengan celana abu-abunya dan kaos oblong putih polosnya.


Ara mengambilkan kemeja putih yang baru untuknya dari dalam lemari.


Dan beranjak menuju kamar mandi.


Sebelum menutup kamar mandi, gadis itu berkata.


"Nanti pulang sekolah Ara mau jenguk teman Ara lagi boleh?"


Tak ada suara dari Rangga, hanya anggukan saja.


"Dasar, sok wae ngurihit tak tangtos" (Dasar, selalu merajuk nggak jelas) Gumam Ara.


Rangga menoleh untuk berusaha mempertajam pendengarannya, tapi sayang pintu kamar mandi sudah tertutup sempurna.


Bahkan sholat subuh pun Rangga meninggalkan Ara, dia sholat subuh sendirian tanpa menunggu Ara.


Baju atasan seragampun tak dipakainya, malah memilih memakai yang kotor kemarin. Satu lagi susu yg diambilkanya juga tidak disentuh sama sekali.


Ara lama-lama kesel juga dengan sikap kekanak-kanakan Rangga.


"Baiklah lo jual gue beli deh, ayok kita liat siapa yang menang" Batinya kesal.


Rangga masih duduk di sofa, matanya sebentar-sebentar milirik pada Ara yg terlihat cuek padanya. Bahkan beberapa kali gadis itu melewatinya begitu saja tanpa peduli.


"Ini anak cuek amat sih, suami merajuk bukanya...


" Gue bela-belain pakai baju seragam kemarin begini, nggak ada itikatnya gitu buat rayu gue buat suruh ganti"


" Tuh liah, santai amat ganti baju depan gue yang lagi marah gini, akhhhhh!!!, " " "Giliran nggak marahan aja ganti di dalam kamar mandi.."


Saat sarapan di meja makan sebenarnya Adnan sudah merasakannya aura yg tidak biasa, Rangga terlihat memilih mengunyah roti dengan terburu-buru dan terlihat cuek pada Ara.

__ADS_1


" Ra, kakak berangkat dulu, mau belajar pagi dikelas biar tenang.." Pamitnya dengan segera melangkah ke arah pintu garasi disamping taman.


Ara????


Ketiga pasang telinga dimeja makan tidak salah dengarkan kan?.


Bahkan tiga pasang matapun saling berpandangan heran.


" Kalian ada masalah?" Tanya Adnan.


" Iya, cuma salah paham.." Jawab Ara singkat.


" Segera selesaikan, jangan dibawa berlarut-larut " Pesan Adnan bijak.


" InshaAllah.." Jawab Ara.


Sesampai di sekolah Hana dan Ara berlarian kecil ke kantin, pagi ini bu kantin janji membuatkan mereka jamu beras kencur khusus untuk mereka berdua.


Saat melintasi koridor bawah tangga yg menghubungkan lantai dua Rayya menyapa mereka.


" Hai duo sholehah..."


" Hai kak Rayyan, Assalamualaikum.." Ucap Ara.


" Waalaikumsalam.., tumben udah ke kantin? nggak sarapan dirumah?" Tanyanya kepo


" Udah, kami ambil ini" Hana menunjukan botol berisi cairan putih pada Raya.


Raya meraihnya dan mengendus aromanya.


" Hemm, beras kencur ini, ada lagi nggak?"


" Nggak ada ini bu kantin emang buat khusus untuk kita.." Ucap Hana.


" Kak Rangga lagi belajar ya kak?" Tanya Ara sambil menatap ujung tangga.


" Rangga?, kok nanya kakak, lo kan bininya.., emang mana dia belum nongol juga?"


Hana dan Ara saling berpandangan.


" Ra, kakak berangkat dulu, mau belajar pagi dikelas biar tenang.."


Ucapan Rangga terngiang di telinga mereka berdua.


" Kok!!!, masa sih buk----" Hana tak jadi melanjutkan ucapanya karena Ara segera menariknya untuk menuju ke kelas mereka.


" Kami balik ke kelas dulu ya kak Ray..." Pamit Ara.


Rayya hanya geleng-geleng kepala nggak ngerti.


Ara mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor rumah daddy Hen.


" Hallo rumah keluarga Hendrawan Wijaya disini, bisa saya bantu?" Suara bibi mengangkat telpon.


" Hallo bi, Assalamualaikum..ini Lili bi..."


" Oh non Lili tho, piye kabare non, bibi sedih, kemaren pas non disini sesiang bibi pas pulang kerumah..."Ucap bibi dengan semangat.


" He..he..inshaAllah nanti Lili kesitu deh, oh ya bi.., tadi kak Rangga kesitu nggak?"


" Iya non, ambil bukunya yang tertinggal kayaknya, tapi sekarang udah berangkat lagi ke sekolah..."


*


Dikelas Ara hari ini ada jamkos, karena pak Lukman sudah memberikan semua materi dengan lengkap. Natasha cs dan Chandra Theo seperti biasa ngerumpiin berita yg lagi viral-viral.


Kadang-kadang beberapa anak kelasnya menyetel dan memperagakan dance tik-tok dari ponsel mereka.


Walaupun jamkos, mereka tetap beraktivitas di dalam kelas, tak satupun yg berkeliaran di luar kelas.

__ADS_1


Bahkan Chandra menutup pintu agar tak satupun keluar.


Rangga terdiam di dalam kelasnya, fikiranya melayang entah kemana.


Setelah jadwal ujian hari ini seharusnya kelas XII sudah boleh langsung pulang.


Denis masih ada di dalam kelas karena memang sengaja menunggu Natasya.


Dan Vino juga menunggu Vera untuk pulang bersama.


Rayyan?, pemuda ini rencananya ikut Hanan untuk kunjungan ke pesantren Hanum, dan sudah pulang dari tadi.


"Vin, gue denger teman basket lo yg namanya Bram itu putus ya sama pacarnya?" Tanya Denis dengan menghadapkan badanya kebelakang, menghadap Vino.


" Iya bro, mereka putus. Padahal sayang banget lo bro, pacarnya itu baik banget sumpah. Kemanapun kami latihan, kami tanding, dia selalu hadir , gue denger juga harusnya mereka tunangan lulus ini" Jawab Vino.


"Kok gitu, emang kenapa sampai harus putus gitu?"


" Gue denger Bram berkhianat bro"


" Masa sih?, keliatanya Bram cowok baik gitu, emang selingkuh sama siapa dia?, anak sini juga?"


"Bukan bro, gue denger-denger sih anak SMU Pertiwi, nih cewek cinta pertamanya dulu jaman SMP "


"Emang udah terbukti kalo Bram beneran selingkuh gitu?"


" Udah sih gue denger, malahan ceweknya sendiri yang mergokin "


Denis menghela napas sesaat.


"Ya untung aja kelakuan Bram ketahuan pas mereka belum tunangan gini, kalo udah tunangan atau bahkan udah nikah gimana dong?, pasti malu kan keluarga kalo sampai berpisah gini " Lanjut Denis.


" Lagak lo Den!!, lo aja raja playboy disini, omongan lo sok banget!! " Vino melempar gumpalan kertas pada kening Denis.


" Ye inikan salah satu cara gue buat dapetin cewek yang sesuai tipe gue gitu Vin..." Denis ngeles dengan manis.


" Udah dapet belum?" Tanya Vino serius.


Denis melihat punggung Rangga sekilas.


" Bini dia tipe gue banget" Bisik Denis pada telingan Vino.


" Gila lo sotoy!!!, buang segera !!! dasar lo ya!!!


Denis manggut-manggut, sambil tersenyum cengiran. Dan membalikkan lagi tubuhnya ke depan.


" Betewe Vin, gue canda kok!!, gak mungkinlah gue jadi PAGAR yang makan tanaman, tapi kalo gue bilang dia tipe gue itu jujur, andaikan Natasha mau berjilbab..."


Rangga menolehkan kepalanya saat Denis menyinggung jilbab.


Denis hanya menggendikkan bahunya,


tanganya bersedekap dan memejamkan mata, Denis tidur menunggu kepulangan Natasya.


Vino sepertinya mengikuti jejak Denis, diapun segera menelungkupkan tubuhnya di meja dan segera merem.


Rangga sebenarnya hanya berpura-pura membaca, padahal ikut menyimak obrolan kedua sahabatnya itu.


Berkhianat ya?


Apa yg gue lakukan kemaren termasuk berkhianat???


Bagaimana jika nanti Lili tau??, apakah dia minta putus juga dari gue???


Putus???


Tapi kami suami istri, kalau putus???


Cerai!!!

__ADS_1


Akhhhh!!!! Amit-amit jangan sampek deh.


Rangga mengetuk-ngetukan punggung jarinya ke kening terus ke ujung mejanya.


__ADS_2