Childhood Love Story

Childhood Love Story
Kasmarannya Rangga..


__ADS_3

Rangga berusaha memejamkan matanya malam ini, tapi sungguh dia tak mampu.


Bayangan kecupan Ara pada pipinya membuatnya gila.


" Ya Tuhan.., ya Tuhan...., setelah delapan belas kali gue cium dia, baru terbayar lunas sekarang ini...., aduh dada gue, sial!!!, bisa gila gue ya Ampun...Tuhan..." Gumaman Rangga dengan terus menggosok wajahnya.


Senyumnya terbit tanpa bisa dikomando.


Rangga benar-benar seperti orang gila malam ini.


"Apa tadi di bilang gue manis..., ya Tuhan, Lili lo buat gue gila sumpah!!!"


Rangga tersenyum sendiri sambil memeluk bantalnya.


Pemuda itu berguling-guling di ranjangnya sambil membayangkan kecupan Ara yg manis.


Bibirnya yg lembut menempel pada pipinya, sungguh rasa yg luar biasa baginya.


" Gue manis???, ah apa iya..." Rangga segera bangkit dari ranjangnya dan menuju kaca rias dikamarnya.


Pemuda itu berdiri disana, menatap lekat wajahnya.


" Gue manis katanya.." Lagi senyum terukir dari bibir merahnya.


Semakin dia menatap wajahnya sendiri semakin lebar pula senyumnya.


" Akhh...gila, gue bener-bener bisa gila"


Rangga segera meraih ponselnya, dia sangat merasa rindu pada Ara. Rindu yg luar biasa, rindu yg tidak seperti biasanya.


" Assalamu'alaikum " Suara Ara terdengar lirih.


"Sayang...video call ya...." Ucap Rangga menggebu-gebu.


" Assalamu'alaikum kak..." Ucap Ara lagi.


Lagi-lagi Rangga terburu nafsu, dan melupakan salamnya.


" Ah iya, Waalaikumsalam sayang, maaf..."


Rangga segera mengganti panggilannya ke video call.


Ara segera memposisikan ponselnya di meja nakas samping tempat tidur, dengan gelas minumnya sebagai penyangga.



"Lagi ngapain....?." Tanya Rangga


"Ini mau tidur..." Ucap Ara sambil membaringkan tubuhnya di kasur.


Rangga terbelalak dengan hoodie yg digunakan oleh Ara saat ini. Sepertinya pemuda itu mengenalinya.


" Hoodie itu..." Tanya Rangga.


" Kenapa dengan hoodie ini..?" Tanya Ara.


" Lepas sekarang juga!!!" Perintah Rangga dengan mengeram.


" Nggak mau ah, diluar hujan.., dingin" Jawab Ara santai, membuat Rangga mengeram geram.


" Lepas sayang please..., kalo nggak kakak nekat kesitu buat lepasinnya" Bentak Rangga emosi. Dadanya terasa nyeri.


Yang benar saja, nggak rela dong Rangga melihat Ara memakai hoodie Hanan begitu.


Padahal sih sebenernya juga bukan hoodie Hanan, tapi punya Hana. Mereka bertiga, Hanan, Hana dan Hanum memiliki hoodie yg sama.


" Ganti nggak!!, cepetan ganti!!" Paksa Rangga.


" Ish!!, iya..iya..." Ara segera bangkit dari tidurnya dan mulai melangkah.

__ADS_1


" Sayang..." Suara Rangga membuatnya menoleh dan kembali ke layar ponselnya.


"Apa...?" Tanya Ara.


" Gantinya di situ aja, nggak usah jauh-jauh..." Ucap Rangga dengan mengangkat dua alisnya berulang.


" Dasar gila" Kesal Ara dengan tertawa kecil.


" Emang!!!, udah gila karenamu, sumpah!!!" Jawab Rangga sambil cengengesan.


" Mesumnya dari kecil sama aja ishhh..." Ucap Ara sambil meletakkan kembali ponselnya.


Matanya menatap Rangga yg terkejut dengan ucapannya.


Dan iya Rangga juga sadar, entah kenapa dia begitu mesum setiap kali bersama Ara


Tatapan mereka terkunci sesaat, kini mereka saling menatap.


" Jadi ganti enggak..?" Tanya Ara setelah beberapa saat mereka hanya diam.


Rangga mengangguk, Ara tak nampak lagi, hanya kamar Ara yg terlihat.


Rangga mengamati kamar itu, halunya mengatakan sebentar lagi dia bisa masuk kesitu.


Ah lagi-lagi Rangga tersenyum sendiri.


Ah mungkin sebentar lagi RSJ punya tambahan pasien baru dengan nama Rangga Bayu Wijaya, desisnya.


" Udah kak..." Kini wajah Ara memenuhi kembali layar ponsel Rangga.


" Cantiknya, calon istri siapa sih...?" Ucap Rangga sambil terus menatap Ara.



"Baru juga tadi sore ngelamar, masa udah amnesia" Ara cekikikan dengan guyonan Rangga.


"Tadi daddy udah ngobrol dengan papamu, tiga hari lagi kakak mengucapkan ijab qobul ku untukmu"


" Apa kamu sudah siap lahir batin sayang?" Tanya Rangga dengan tegas.


"Kakak mau jawaban jujur atau bohong" Tanya Ara, membuat Rangga berfikir sesaat.


" Jujur...." Lanjutnya.


" Jujur Lili takut, takut berpisah dengan papa, mama dan takut apakah Lili bisa berpisah dengan Ardi...." Ara menerawang. Walaupun setiap pagi Ardie menelponnya tapi rasa hampa tanpa kehadiran Ardi itu tetap ada.


Rangga memahami situasi ini, memang tak mudah menikahi kembar tak identik seperti ini, karena tentu hati mereka saling terpaut satu sama lain.


Mereka terus berbincang-bincang, sampai Ara terlihat tertidur. Matanya terpejam. Sedangkan Rangga masih terus menatapnya. Enggan matanya untuk terpejam, wajah di layar ponselnya ini tak membuatnya bosan.


" Love you so much, my little dear....good night and sweet dreams...." Rangga mengecup ponselnya dengan wajah Ara disana.


Dengan berat pemuda itupun mematikan panggilannya,dan berusaha untuk mejamkan matanya sambil tersenyum.


*******


Kedatangan Rangga disekolah pagi ini disambut dengan rasa bahagia yg luar biasa.


Lagi-lagi Rangga mengharumkan nama SMU Bhakti dengan keberhasilan nya meraih medali emas dalam Olimpiade kali ini.


Bu Sasti nampak salah satu guru yg antusias menyambut kedatangannya.


" Hebat kamu Rangga, we are proud of you..." Ucap kepala sekolah.


Mereka menggelar upacara penyambutan untuk Rangga di halaman sekolah.


Rangga tampak celingak-celinguk mencari wajah yg dirinduinya.


Nampak dari sudut lorong kelas X, dua cewek berjilbab melangkah menuju lapangan diikuti genknya dibelakangnya.

__ADS_1


Chandra nampak berjalan dibelakang Ara dengan hoodie hitamnya. Entahlah kenapa pemuda itu selalu memakai hoodie hitam dan selalu memakai tudungnya, bahkan didalam kelas sekalipun.


Rangga memang ingin berbicara empat mata dengannya, juga berterimakasih untuk penjagaan yg dia berikan pada Ara saat Rangga dan sahabat-sahabatnya tak ada.


Rangga terus menatap Ara dengan tak berkedip, membuat bu Sasti melengos kesal.


Bu Sasti tak menghadiri sidang siswa kemaren, karena bertepatan dengan panggilan dari Diknas untuk penyerahan penghargaan karena sudah mengharumkan negara kita di kancah internasional, dengan Rangga anak didikanya yg sukses meraih juara.


" Rangga belum dengar kabar tentang Ara ya..?" Tanya bu Sasti.


" Sudah, dan itu semua hoax" Ucap Rangga acuh, Rangga geram dengan ucapan bu Sasti di video itu. Rasa kagumnya pada sosok bu Sasti lenyap saat dia melihat isi video itu.


" Apa kamu percaya..?" Tanya bu Sasti lagi.


Secara bu Sasti tidak tau kalau Hendrawan Wijaya adalah ayah dari Rangga.


" Tentu saja bu, saya juga saksi yang belum memberikan kesaksiannya..."


Ucapan Rangga membuat bu Sasti sedikit bingung.


Apa maksud Rangga??


Upacara berlangsung dengan khidmat, Yuda mengurus segalanya dengan profesional.


Rangga yakin tak salah pilih. Dengan begitu dia bisa lengser dengan tenang.


Banyak adik-adik kelas yg kagum dengan sosok Rangga. Pembawaannya yg tenang, cool dan tegas membuat mereka menjadikan Rangga sebagai idola mereka.


Sedangkan beberapa yg tahu arti dari ucapan daddy Hen kemaren, terlihat tersenyum saat melihat bagaimana mata Rangga yg terus-terusan mencuri pandang pada Ara.


"Kak Rangga bucin banget sama Ara ya Ampun..."


" Iya gue gemes lihatnya..., manis banget"


" Tapi gila aja si Ara cuek amat sama pacarnya..."


" Yah...emang harus gitu jadi cewek, gue aja yg cewek suka lo liat Ara.."


" Iya gue juga, cantik, ramah, baik, sholehah, ya kali kalo belum sama kak Rangga rencananya mau gue jodohin sama kakak gue..hi..hi.."


Begitulah kira-kira gumaman cewek-cewek SMU Bhakti pagi ini.


Dan semua itu tentu tak lepas dari pendengaran Jessica.


"Gue gak akan lepasin kak Rangga!!!, liat aja" Ucapnya, bertepatan dengan Vera yg melintas di dekatnya.


Vera segera berhenti dan melangkah mendekati Jessica.


" Liat aja apa???, lo mau ngapain sahabat gue hah!!" Bentak Vera.


" Bukan urusan lo" Sahut Jessica geram.


" Semua tentang sahabat gue itu urusan gue, dasar ular!!!"


" Hah..., lo tau gue ular dan lo berani ganggu gue, Siap-siap aja lo kena patuk gue, mampus lo" Ucap Jessica dengan menyeringai. Sesuatu terlintas dalam benak jahatnya. Dia pun menarik sudut bibirnya keatas.


*****


Sementara itu di sebuah gudang kosong.


Seorang pemuda sedang menghisap rokok dibibirnya yang hitam.


Matanya terpejam seolah sedang membayangkan sesuatu.


" Jadi mereka semua kakak si Ara..." Tanyanya pada beberapa temanya disana.


" Iya, dan dugaan lo benar bro. Si Ara itu masih fresh " Ucap temanya dengan tersenyum menjijikan.


" Gue harus dapetin dia bro!!!, sumpah!!!, gue langsung on hanya mengingat wajahnya saja, gila!!!, gue mau si Ara bro!!" Ucap Lenox dengan membasahi bibirnya dengan lidahnya.

__ADS_1


Bersambung..


Like nya ya guys😍😍


__ADS_2