
---Happy Reading---
Hari berganti hari, bulan berganti bulan begitupun tahun berganti tahun saat ini sudah setahun 11 bulan berlalu, luna selama ini sudah menjadi kaka tingkat bagi maba dikampusnya. Sebulan lagi akan genap menjadi dua tahun, akhirnya masalah adam disana mungkin segera kelar dan akan balik kenegara ini untuk segera melamarnya, namun akhir kahir ini luna sering mendapatkan perasaan buruk tentang kedua kakek dan adam yang berada dinegara A.
Aluna sudah berkali kali menghela nafas dan membuangnya, tanpa sadar ada yang menghitungnya dari arah kanannya, "sudah 15 kali kau menghela nafas dalam sehari ini? Apa yang sedang kau pikirkan saat ini?"
"Bang, apa kau pernah merasa dirimu digantung oleh pasanganmu sendiri?" tanya aluna kepada aksa, karena memang ia merasa adam sudah melupakannya dinegara sana, tidak ada kabar pesan maupun telpon dari pria itu, dan membiarkan aluna galau terus menerus.
"Apa aku bisa menunggunya sampai ia datang kemari? Walaupun dia benar benar tunanganku namun aku juga memiliki perasaan yang mungkin saja akan bosan disuatu saat. Jadi apa yang harus aku lakukan saat ini, sudah setahun belakang ini ia tidak menelponku atau membalas pesanku."
"Tenanglah, dia pasti akan menepati janjinya." ujar aksa yang juga tidak mau adiknya merasa sakit hati karena berita yang ia sudah sembunyikan dan hindari jauh jauh dari adiknya.
"Apa benar ia sudah bertunangan dengan wanita lain dan meninggalkanku disini sendirian?" tanya adiknya tiba tiba membuat aksa terperanjat kaget. 'bagaimana dia bisa tahu?'
"Aku tidak sengaja mendengar omongan dari teman kampusku dan mereka berakhir menyindirku yang dicampakkan begitu saja oleh seorang pria yang sangat sempurna dimata mereka. Lucu sekali, dia dan sepupunya bilang aku tidak boleh berbicara atau berdekatan dengan seorang pria selainnya tapi dia sendiri berdekatan dengan seorang wanita yang lain." dumel aluna dengan membanting ponselnya yang menunjukkan foto adam yang sedang dirumorkan sedang membeli cincin untuk wanita disampingnya yang tak lain adalah seorang wanita yang sangat terkenal dinegara A.
"Aku memang bukan jodohnya selain adik kecilnya, ya kan bang?" tanyanya kepada abangnya yang ia serasa masih berada dibelakangnya, karena tidak mendengarkan balasan apapun dari abangnya ia lagi lagi menghela nafas karena kesal dan sakit didadanya melihat berita itu.
"Apa aku batalkan saja pernikahanku dengannya, dia saja sudah melupakanku." gumamnya lalu ia menangis karena tidak menyangka akan sesakit ini jika ditinggalkan oleh orang yang ia cintai dan sayangi.
"Hah, mengapa aku menangis pria itu."
"Abang! Aku ingin-" ucapannya terputus saat ia ingin berbalik dan menatap abangnya untuk membantunya membatalkan pernikahannya dengan pria itu ternyata pria yang ia kesalkan sudah berada dibelakangnya berdiri dalam diam menggantikan aksa yang diam diam keluar karena kedatangan pria itu.
"Apa kamu benar ingin membatalkan pernikahan kita disaat aku sudah pulang?" tanyanya dengan suara memberat, jangan lupa dengan suara serak melemahnya akibat perkataan aluna yang akan meninggalkannya.
"A-adam?" lirihnya yang menatap tak percaya kearah pria itu, aluna yang matanya sudah berkaca kaca langsung menangis sambil menggigit bibir bawahnya. "Jahat, kenapa tidak mengabariku." ujarnya dengan isakkkan, adam langsung melangkah mendekat kearah gadisnya yang sudah menangis membasahi kedua pipi tembam milik gadis itu.
"Aku kira, kamu gak akan pulang dan melupakanku."
Adam langsung memeluk tubuh mungil gadisnya yang terlihat rapuh dimatanya, ia bergumam kata maaf berkali kali ditelinga aluna, aluna memukul punggung adam lalu membalasnya tak kalah erat. "Aku kira kamu benar benar melupakanku, sampai ingin menikah dengan wanita yang ada didalam berita itu." ujar aluna didalam dekapan adam, adam mengelus rambut lembut luna dengan pelan.
__ADS_1
"Maafkan aku yang tidak ingin mengabarimu, setelah menyelesaikan masalah itu aku memang dipertemukan kembali dengan saudaraku yang ternyata adalah kaka kandungku, bunda tidak tau bahwa saat bunda kecelakaan mobil diusia hamil mudanya ayah bilang bahwa bunda keguguran namun ternyata takdir berkata lain anak pertama bunda masih bisa diselamatkan walaupun dimasukkan kedalam inkubator, dan ternyata yang mengakhiri masalah itu kaka perempuanku yang selama ini diasuh oleh seorang mafia yang juga membantu kakek mika dulu."
"Yang kamu liat diberita itu bukan wanita lain melainkan kaka kandungku yang membantuku mencari hadiah untukmu, awal niat aku ingin mengejutkanmu jadi gagal haya karena berita hoax dan menjijikan itu menggagalkan rencanaku." jelas adam tak lama wanita yang disebut kaka muncul didepan kamar aluna, dengan senyuman. "Hi! Nice to meet you, luna. Wow! You look very beautiful if I look directly with my own eyes instead of his phone." ujar ramahnya dan tak lupa senyuman yang mirip sekali dengan bunda.
"Don't cry baby, adam never want to cheat you, if i ask him to do that but he still doesn't want to." ucapnya lalu mengingat sesuatu yang ia lupakan. "Ah! I am forgot to introduce myself, hello aluna, my name is Antary Putri, you can call me tary and iam his older sister."
Aluna mengangguk dibalik tubuh besar adam, "*nice to meet you too, tary sister, i am luna, Aluna Nada and*i am your little brother fiance."
Tary mengangguk, setelah itu ia pamit keluar kamar luna membiarkan adiknya menyelesaikan penjelasannya kepada gadis yang sangat adam cintai, sampai khawatir saat mendapatkan berita tentangnya yang menggandeng tangan seperti pasangan.
"Aku kemari seperti apa yang sudah aku janjikan kepadamu, aku akan mengusahakan secepatnya seperti saat itu aku bicara kepadamu, dan hari ini aku akan mengatakannya setelah aku sudah mengatakan kepada keluargamu serta keluargaku." ujar adam, lalu ia berjongkok dibawah luna dengan satu dengkul menyentuh lantai dan satu lagi tidak. Dikeluarkannya sekotak yang berisi dua cincin berukuran kecil dan sedang untuknya.
"Aku tidak bisa berjanji tapi aku akan tetap mengusahakannya, bahwa hari ini aku akan mengatakan perasaanku yang selama ini selalu aku pendam selama 2 tahun terakhir ini. Aluna, maukah kau menerima lamaranku sebagai suami dan pria yang akan selalu menjagamu dimasa depan sampai akhir hayat memisahkan kita? Aku mencintaimu, menyayangi, dan menyukaimu sebagai wanita, dan aku ingin kamu menjadi istriku dan ibu dari anak anakku kelak. Will you marry me?"
Aluna terharu dan menangis lagi hanya karena mendengar perkataan adam yang sangat menyentuh hatinya ia pun mengangguk semangat membuat adam tersenyum manis dan bahagia karena gadisnya menerimanya setelah lamanya menunggu dirinya.
"Terima kasih sudah menerimaku, dan maafkan aku yang tidak mengabarimu." Aku akan menjagamu mulai saat ini. Aluna tersenyum manis saat adam memasukkan kembali kepalanya kedalam dekapan tubuh hangat adam, adam tersenyum perlahan lahan sudut bibirnya semakin melebar.
"Mau berapa lama kalian berpelukkan? Kami disini menunggu kalian dibawah namun kalian benar benar tidka kunjung datang ya.."
Adam melepaskan dekapannya lalu menatap sahabatnya yang sedang memeluk istrinya dengan posesif, "kapan kalian menikahnya?" tanya adam mengernyit bingung, setaunya aksa akan melamar istrinya setelah kelulusan. "5 bulang yang lalu aku melamarnya karena aku orangnya cemburuan jika ia berdekatan dengan pria lain."
Aluna mengangguk, "ya, dia persis denganmu adam."
"Dan itu sangat menjengkelkan." sambung rizka mendelik kearah suaminya. Aksa tersenyum, "ya memang namun, pria menjengkelkan ini sangat mencintaimu maka dari itu aku tidak suka jika ada seorang pria memegang lenganmu atau menyentuhmu dengan tangan kotor mereka." sungut aksa yang kesal melihat miliknya disentuh.
"Tapi yang nyentuh aku tuh bukan orang lain melainkan sahabatku sendiri stefan yang sudah punya istri juga."
"Itu dia, dia memiliki tangan kotor sudah punya milik sendiri masih saja memegang punya orang lain."
Aluna dan adam hanya menonton mereka dengan helaan nafas, lalu aluna mengajak adam untuk turun kebawah meninggalkan sepasang suami istri itu berdebat lagi dan lagi. Dibawah aluna bisa melihat kakek mika, kakek alex dan mama papanya sedang sibuk berbincang jangan lupakan paman bibinya adam beserta sepupunya Val yang saat ini sedang sibuk dengan ponsel milik Tary yang sedari tadi memintanya untuk memotretkan dirinya.
__ADS_1
"Akhirnya pemeran utama telah turun, bagaimana apakah lancar?" tanya mama kepada adam yang dibalas anggukkan oleh pria itu. "Lancar walaupun diakhiri oleh pasangan ribut itu." jawab adam dengan pandangan yang mengarah luna sedang sibuk memeluk kedua kakeknya dengan erat.
"Aluna kangen tau kepada kalian berdua, aku kira kalian tidak akan pulang atau datang kembali kedalam rumah luna. Kupikir kalian sudah melupakan diriku." ujarnya dengan raut cemberut, sangat menggemaskan dimata adam sampai dirinya mengulum senyuman dibibirnya.
Val yang telah duduk disampingnya menyenggol lengan adam, "senyum senyum saja tidak usah disembunyikan." saut val membuat adam berdehem keras membuat semua orang memandangnya.
"Ada apa adam?"
"Aku ingin membicarakan tentang tanggal pernikahanku dengan aluna." ujarnya dengan terus terang tanpa melihat aluna yang sudah memerah mukanya karena perkataan serius adam dihadapan orang tuanya.
"Yah boleh, kamu maunya hari apa? Lebih baik kalian berdua diomongkan terlebih dahulu sebelum mengatakannya kepada kami sebagai petua kalian, kami hanya bisa mengikuti apa yang kalian inginkan jika kalian membutuhkan bantuan kami dengan tangan terbuka akan membantu juga." ujar papa dengan serius, aluna mengangguk lalu melirik adam yang pas sekali menoleh dan menatap kearahnya.
"Kamu mau hari apa sayang?" tanyanya dengan lembut membuat kedua pipi aluna semakin memerah dan yang melihatnya bukan adam melainkan semua orang yang berada diruang tamu, aluna pun semakin ingin menghilang saat ini juga.
"Aku ikut saja dengan hari yang kau pilih."
"Baiklah, minggu depan dari sekarang.. Kamu mau kan?" tanya adam membuat gadisnya mengangguk malu, "yasudah besok kita akan mempersiapkannya, jadi aku harap besok kamu tidak memiliki acara apapun. Aku mau tiga hari ini kita fokus mencari kebutuhan pernikahan kita."
"Baiklah, aku ikut saja."
"Ya sudah biar mama yang bantu membuatkan kartu undangan untuk semua tamu, berapa tamu yang akan kalian undang?" tanya mama yang langsung dijawab oleh adam dan kakek mika dan alex hanya tersenyum dan mengangguk melihat cucunya yang berusaha dengan semangatnya karena sudah memikirkannya jauh jauh hari dan sudah mengkirakan apa yang ia butuhkan untuk pernikahannya dengan gadis impiannya.
"Cucu kita sudah sangat dewasa." bisik alex kepada mika yang disampingnya, setelah aluna berpindah tempat duduk menjadi duduk disamping adam dengan manis. Mika mengangguk, "ya, dia sudah sangat dewasa dan mandiri seperti putri kecil kita."
---Bersambung---
Terima kasih sudah mengikuti kisah aluna dan adam cerita mereka sebentar lagi akan segera berakhir..
Klik tanda suka, klik tanda hati jika ingin dimasukkan kedalam perpustakaan kalian, dan follow diriku jika kalian ingin.
__ADS_1
Terima kasih sekali lagi, sampai jumpa!