
" Akhhhh...akhhhhh.." Lenguhan Marvel memenuhi ruangan berpenerangan redup itu.
Kepalanya mendongak keatas dengan mata terpejam.
Sesaat berikutnya tubuhnya ambruk di samping Dian yg nampak tak kalah acak-acakan. Keringat menetes disela rambut panjangnya.
Marvel menata nafasnya yang ngos-ngosan. Dikecupnya kening istrinya yg tampak kelelahan disampingnya.
Drt..drt...drt..
Getaran ponsel dinakas membawa tangan Marvel untuk meraih nya dengan malas. Dan langsung menempelkan ke telinganya tanpa melihat dari siapa.
Sesaat lalu dia sengaja menghidupkan ponselnya. Karena pagi ini rencananya mereka akan bersiap ke Amerika.
"Ya..." Ucapnya lirih, dengan nafas yg masih memburu.
" Hik...hik..brothy..." Suara gadis yg dicintainya memenuhi indera pendengarannya.
" Brothy pulanglah...tolong Lili please.. please...hik..hik..."
Degh!!!!
Jantung Marvel bagai diremat oleh tangan kuat yang tak kasat mata. Seluruh tubuhnya menegang bagai tersambar petir ribuan volt.
" A..apa??, apa yg terjadi!!!..princess!!!ka..kau menangis?? Princess!!! Ada apa!!???" Marvel langsung berdiri dari tidurnya. Tangannya meremas rambutnya cemas, pria muda itu mondar mandir tak karuan. Seluruh tubuhnya bergetar hebat.
Saat ini Ara tak mampu lagi berkata-kata.
Vera mengambil alih ponsel Ara dan menceritakan semua dengan diiringi tangis dan isakannya.
Bahkan foto-foto dan video yg disebar di group chat beberapa menit lalupun tak luput Vera kirimkan semua.
"Dam it!!!, brengsek!!!, bajingan!!!, mati lo ditangan gue!!!" Marvel terduduk dilantai saat matanya memerah dengan air mata yg merembes tanpa disadarinya. Dadanya perih tak terkira.
Demi Tuhan hati Marvel bagai terenggut saat melihat bagaimana tangan Lenox melecehkan princess kesayangannya. Dan pipi memar bekas tapak tangan tak luput dari pandangan Marvel.
Prakkk!!!
Bunyi HP yg dibanting sangat keras membangunkan Dian yg sesaat lalu baru memejamkan matanya.
"Dian...kita pulang sekarang!!" Suara Marvel menggelegar, membuat Dian terjingkat kaget. Sedangkan Marvel segera melesat ke kamar mandi.
Dian tertatih menuruni ranjang dan meraih ponsel yg tergeletak mengenaskan di sisi ranjang.
Matanya membelalak dan kedua tanganya menutup mulutnya. Tubuh Dian bergetar hebat melihat video yg dikirim kan Vera pada ponsel itu.
Dengan gerakan cepat dan dengan air mata yg terus berderai Dian segera memasukkan barang-barangnya ke koper, dengan tangan yg bergetar. Hatinya ikut ngilu melihat putri tersayang Al Ghifari dilecehkan seperti itu.
Bayangan malam kelam yg dialaminya kini mulai menghantui kepalanya lagi.
Tak ada rasa cemburu dihatinya sedikitpun atas semua sikap Marvel kepada Ara. Karena Dian sangat tahu Marvel meletakkan kecintaan nya pada porsinya sendiri.
Dian sangat tahu dimana tempatnya dan dimana juga posisi Ara dihati Marvel.
Tak sampai satu jam mereka telah berada di taxi menuju badara Incheon.
****
The Thailand Boxing Academy. Bangkok, Thailand.
__ADS_1
Kegaduhan juga terjadi di sasana tinju Bangkok Thailand.
Mata Ardi memerah menyala-nyala. Genggaman nya mengeras, giginya gemeretak menahan amarahnya yang luar biasa.
Kiriman video dari Vera sungguh membuat otaknya mati seketika.
Dengan membabi buta Ardi meninju samsak yang tergantung di ruang latihannya dengan bertubi-tubi bahkan dengan tangan kosong. Darah segar merembes dari sela-sela genggaman nya.
Tapi semua itu tak membuat hatinya mereda, tinjunya terus dan terus ia layangkan pada samsak yg tak bersalah itu.
Hingga beberapa saat lamanya tubuhnya pun ambruk ke lantai dengan getaran tubuhnya yg luar biasa. Menandakan betapa pemuda ini tengah menangis pilu.
Isak tangisnya yg memilukan membuat siapa saja yg disana ikut mengeluarkan air mata. Teman-teman dan pelatihnya sangat memahami apa yg telah terjadi sekarang.
Mereka sangat tahu bagaimana seorang Ardi terhadap adik kembarannya itu.
Beberapa temannya membantunya duduk dan berusaha menenangkan pemuda itu. Beberapa dari mereka membujuk Ardi untuk mau membawanya ke ruang penanganan kecelakaan, karena seluruh jemarinya tanganya benar-benar terluka parah.
***
Bandar Udara Internasional. Sultan Hasanuddin, Makasar.
Brian yang baru turun dari pesawat pun segera berlarian kesana kemari demi mendapatkan tiket untuk kembali ke Jakarta.
Wajahnya terlihat menyimpan kecemasan yg luar biasa. Sesaat lalu, saat pesawat mulai lending, dia mengaktifkan ponselnya dan mendapati puluhan telpon dari Vera, Hana, Natasya bahkan Princess nya juga.
Brian segera menelpon Hana karena yg lain sedang di panggilan lain.
Hana yg menjawab telponnya dengan menangis membuatnya kalut, dan memutuskan segera kembali ke Jakarta, walaupun sebenarnya Brian belum jelas mengetahui apa yg sebenarnya sedang terjadi.
******
" Tuan ada kiriman video dari tuan muda "
Seorang pria muda yg terlihat seperti sekertaris itu menyerahkan tablet pada pemuda tampan dengan stelan kerja yg nampak rapi dan eksklusif di meja kerjanya.
Pengusaha muda berwajah tampan itu segera meraih tablet itu dan membuka video yg dikirimkan adiknya, Chandra Bagaskara.
" Bangsat!!!" Umpatnya geram sambil meremas tablet mahal itu.
" Lex, apa Adnan dan Tuan Hendrawan masih di hotel kita??" Tanya Gama Bagaskara pada Alex sekretaris nya.
" Ada tuan, tadi saya masih berpapasan dengan mereka di lobby.." Jawab Alex.
" Lex pastikan mereka tetap di tempat, kita harus menemui mereka sekarang " Ucap Gama Bagaskara dengan segera memasukkan berkasnya di tas kerja nya.
Alex mengangguk dan segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.
Saat ini kaki Gama Bagaskara berjalan setengah berlari menuju restoran hotel dimana Adnan dan daddy Hen menunggu Gama yang meminta menemui mereka karena urusan penting.
Tak..tak.
Suara tapak sol sepatu Gama Bagaskara yg sedikit berlari membuat Adnan segera menoleh dan menatapnya penuh tanda tanya.
" Adnan, om.., kita balik ke Jakarta sekarang, Alex sudah booking tiketnya, Ayo kita harus segera kembali dengan cepat" Ucap Gama dengan suara yg bergetar.
" Ada apa son?" Tanya daddy pada mantan sekertaris nya ini, yang kini berhasil mendirikan usaha sendiri.
" Iya ada apa..?" Tanya Adnan dengan tatapan selidik.
__ADS_1
Gama Bagaskara meminta tablet nya pada tangan Alex dan dengan memejamkan mata memberikannya pada Adnan.
Adnan menekan tombol play pada video yg telah disodorkan Gama Bagaskara.
Tanganya bergetar, bibirnya berkedut-kedut menahan tangis.
Air mata mengalir dengan sendirinya menggenangi matanya, hingga gambar dari video itu terlihat buram oleh air matanya.
" Astaghfirullahalazim..." Adnan masih bisa istighfar. Berulangkali dia istighfar.
Membuat daddy Hen, ikut meraih tablet itu dan memeriksa apa yg membuat raut wajah pria muda ini berubah.
Sementara tangan Adnan merogoh ponselnya dan mengaktifkan nya.
Matanya terbelalak saat mendapati puluhan panggilan tak terjawab di ponselnya.
Tak dapat berkata apa-apa lagi, daddy Hen mematung tak percaya dengan apa yg dia lihat dengan mata kepalanya sendiri.
Dan disinilah mereka berada, diatas pesawat Royal Brunei.
Mommy Tara terisak isak di dada suaminya. Hatinya pedih dengan apa yg dialami calon mantunya sekarang ini.
Sejatinya beberapa hari ini mommy Tara sedang dilanda stress yg luar biasa. Rumor yg menjatuhkan nama baik Rangga saja sampai detik ini belum ada kejelasannya, dan sekarang calon menantunya harus mengalami hal seperti ini juga.
Sedangkan Adnan dan Gama Bagaskara membisu, mereka tenggelam dalam fikiranya masing-masing.
Nampak air mata meleleh dipipi Adnan tanpa permisi. Pria muda itu terlihat sangat dingin dan angker.
***********
Ketegangan yg sama juga terjadi di Bulgari Hotel dan Resort, Dubai.
Mama Neela berulangkali terlihat jatuh pingsan saat mengetahui apa yg sedang dialami putri bungsunya di Indonesia.
Sedangkan paman Syahril nampak meneteskan air mata dibalik kacamata nya.
Kabar tragedi ini mereka terima dari Marvel beberapa saat lalu.
Papa Syakieb hanya diam tak bereaksi apa-apa tapi demi Tuhan, hatinya hancur berkeping-keping.
Inikah arti firasat buruk yg dirasakannya beberapa hari ini.
Pria paruh baya itu beberapa kali terlihat mengusap matanya.
Dia tak ingin istrinya melihatnya menangis, dengan susah payah papa Syakieb menekan seluruh rasa emosinya saat ini.
Melihat istrinya yg berulangkali pingsan saja sudah membuatnya frustasi luar biasa.
Papa Syakieb tak habis pikir, putri cantiknya yg baik dan sopan, kenapa bisa mengalami peristiwa yg seperti itu.
Bahkan papa Syakieb sangat yakin putri nya tak akan pernah bisa menyakiti hati orang lain.
Tapi kenapa putrinya disakiti sampai seperti ini.
Bersambung.....
Like nya ya guy's ππ
Terimakasih ππΌππΌππΌ
__ADS_1