Childhood Love Story

Childhood Love Story
Aluna Nada - Part 27


__ADS_3

---Happy Reading---


"Kamu mau jalan kemana hari ini?" tanya adam dalam keheningan, luna menolehnya sekilas lalu menatap kearah depan lagi, "bagaimana dengan pergi ke mall, sepertinya berkeliling didalam gedung ber ac sembari bercerita cerita sepertinya itu sangat menyenangkan apalagikan besok kamu udah mau berangkat."


"Baiklah, kita kesana. Biar kamu puas bersenang senang denganku." Aluna tertawa merdu membuat adam tersenyum senang melihat gadis yang ia cintainya itu bahagia walaupun hanya sehari lagi ia bersama.


Sesampai diparkiran mall, aluna dan adam langsung keluar dari mobil seperti biasa sebelum memasuki pintu masuk aluna berkaca terlebih dahulu dijendela mobil. Tak sengaja ia melihat sahabatnya bergandeng tangan berdua dengan mesra melewati depannya ia tersenyum lalu berjalan santai kearah pria yang ia cintai itu.


“Ayo kita masuk.” ajak luna dengan merangkul lengan adam dengan erat. Adam mengangguk senyum, “sudah kelar berkacanya?” aluna mengangguk. “Sudah maka dari itu aku ngajak masuk.”


“Haha, ya sudah ayo. Tanpa berkacapun kamu sudah cantik, siapa sih yang akan melihat kecantikanmu selain diriku disini?”


“Banyak, orang lain.”


“Mereka siapa? Apa mereka akan mengomentari kecantikanmu dan gaya pakaianmu?”aluna mengangguk. “Banyak seperti itu selalu mengomentari hal buruk dibelakangku dan kamu harus tau di sini tuh beda dengan asalmu dulu.”


Adam mengangguk lalu merangkul bahu gadisnya dengan posesif sampai keduanya melewati sepasang sejoli yang aluna liat tadi diparkiran. Tangan alunapun berada dipinggang pria itu dengan erat, karena ia sudah terbiasa jika jalan kemanapun jika tidak digandeng ia pasti akan selalu nyasar mau itu didalam mall atau diluar mall.


“Mau kemana dulu kita?” tanya adam sembari menatap wajah gadisnya dengan tatapan sayang. “Kemana ya, mau main gak?”


“Dimana?” aluna langsung menunjuk kearah gamecenter diujung jalan mereka, adam pun langsung menyetujui. “ayo, dari pada kita hanya berkeliling tanpa bicara.”


“Hehe, aku bingung mau cerita apa. Lebih kita main saja dulu.”ujar aluna dengan senyuman manisnya, adampun langsung menarik lengan luna dengan lembut membawanya ke tempat basket. “Main basket dulu yuk, aku udah lama gak main.”aluna mengangguk semangat, dan menggesekkan kartu kemudian memulai bermain.


Keduanya terlihat sangat bahagia sampai tidak sadar dengan waktu. Dihabiskan tiga jam lamanya didalam game center, dan terakhir aluna menarik lengan adam mengajak untuk berfoto dalam mini box yang sudah menjadi akhir listnya. "Kita foto berdua disini yuk."


"Hampir sama dengan studio?" gadis itu mengangguk saat sudah gilirannya, ia langsung mendorong tubuh adam seraya menyuruh masuk segera. Digeseknya kartu kemudian ia memilih gaya yang ia inginkan, habis itu luna menyuruh adam tersenyum dan mengikuti perintah darinya, sesudah empat kali gaya mereka melihat hasilnya dan ada yang membuat keduanya tertawa karena gaya mereka sendiri.


“Sudahan yuk, kita sudah berfoto tiga kali dan aku sudah mulai kehabisan gaya.”


“Iya, aku juga, dan sekarang aku lapar.”


“Kamu mau makan apa?”tanya adam setelah keduanya sudah keluar dari game center dan menuju ke resto dalam lantai 3 itu. “Aku mau makan sushi deh, kamu masih suka sushi kan?” tanya aluna yang menggandeng lengan adam dengan erat seakan takut adam kabur darinya.


“Masih suka kok aku, sushi yang diatasnya salmon.” ujar adam yang melepaskan gandengan dari lengan gadis itu dan menggantinya menjadi rangkulan dibahu gadis itu.


“Ayo kita kelantai satu, disana resto sushinya soalnya.”


“Oke ayo,”


Sesampai depan resto sushi mereka langsung masuk tanpa menunggu karena restoran tersebut seperti sedang sepi dan jarang ada pelanggan karena dilantai atas ada resto baru saja dibuka minggu lalu namun luna kurang menarik dimatanya.


“Silahkan dipilih, mau langsung pesan atau mau liat liat terlebih dahulu?” tanya pelayan itu sambil menatap adam sampai tidak berkedip. “Ehem, tolong ya mba gak usah liat suami saya kayak gitu. Kita liat liat terlebih dahulu.” ucap ketus aluna membuat pelayan wanita itu salah tingkah lalu berlalu.

__ADS_1


Sedangkan adam tersenyum senang karena gadisnya menyebut status yang berbeda yang tak lain ‘suami’. Luna mendelik kesal kearah adam, “kenapa? Seneng diliat ama tuh pelayan? Iya?”


“Senangnya dicemburuin sama orang yang kita cinta.”


“Apa sih, aku tuh lagi kesel tau gak?” adam menggelengkan kepala. “Ngga tau, dan satu lagi kamu tuh tambah cantik kalau lagi marah.”


“Ish, gombal.” adam tertawa lalu dicubit pipi tembam luna dengan gemas. “Lucunya istriku ini.”ucap adam dengan sengaja memanggil gadisnya ‘istri’.


“Diem ih!” rengek luna dengan menyoba untuk melepaskan tangan adam dari pipinya. “Iya, iya.. Jadi kamu mau makan apa sayang?”


“Aku mau yang ini dan yang ini. Boleh dua kan?”


“Boleh, semuanya pun boleh.” jawab adam dengan senyuman manisnya melihat senyuman itu lunapun ikut tersenyum juga. Hah.. Betapa senangnya jika setiap hari seperti ini sayangnya pria dihadapannya ini besok sudah pergi jauh darinya.


“Hei, kamu mikirin apa?” tanya adam sembari mengelus tangan kanan gadisnya setelah memesankan makananan ia melihat raut wajah gadisny seperti cemas dan ia tau apa yang sedang dicemaskan oleh gadisnya itu. Luna  menggelengkan kepala. “Gapapa, hanya saja waktu terlalu cepat, besok kamu sudah pergi.”


Adam menghela nafas, “tunggu aku dua tahun ya sayang, aku janji dan akan mengusahakan akan segera cepat menyelesaikan masalah disana. Dan aku harap kamu masiih menungguku dan tidak dekat dengan beberapa laki dikampusmu itu.”


“Kamu juga, jangan aku aja yang diingetin. Kamu juga harus inget luna selalu berada disampingmu dan menunggumu disini jangan sampai kamu melupakanku dan bertemu dengan gadis lain disana. Aku bakal bakar rumah kamu yang disana.”


“Sadis banget, tenang aja aku gak bakal lupain gadis cantik dan manis sepertimu ini.”


“Janji?” luna mengulurkan kelingkingnya dengan jari ibu kearah adam dan adampun langsung membalasnya. “Janji.”


“Dan stampel.” lanjut luna menempelkan jari ibunya ke jari ibu milik adam. “Aku akan ingat terus sayang.” kata adam dengan mengacak rambut halus dan lembut milik luna.


Tak lama pesanan mereka telah datang dan yang melayani mereka bukan wanita yang tadi melainkan pria, mungkin wanita tadi malu dan tidak ingin bertemu lagi dengan mereka saking malunya.


“Selamat makan, sayang.”


“Selamat makan juga jagiya~.”


Selama mereka makan, luna selalu berceloteh tentang apapun yang berada didalam pikirannya sampai adam hanya bisa menjawabnya dengan anggukkan atau senyuman karena terkadang ia bingung ingin menjawab apa kepada gadisnya itu.


“Apa yang akan kamu lakukan jika pasangan kamu menyembunyikan sebuah masalah dibelakang kita?”


Adam berpikir. “Aku minta dia jujur, aku bilang harus terbuka.” aluna diam lalu menatap mata adam dengan serius. “Berarti itu yang harus kamu lakukan kepadaku.”


Adam mengernyit bingung menatap aluna. “Maksudnya?”


“Kamu lagi menyembunyikan sesuatu dibelakangku kan?”tanya selidik luna yang merasa memang ada sesuatu yang disembunyikan adam darinya. Adam menggeleng kepala, “tidak ada yang aku sembunyikan darimu.”


“Masa? Lalu apa yang dimaksudkan korban lain seperti dulu?”

__ADS_1


“Hah?”adam semakin bingung dengan pertanyaan gadisnya itu. “Kamu mah, pura pura gak ngerti.”


“Emang aku gak ngerti, topik pembicaraan kamu pergi kearah mana sih, yang?” Aluna mendengus. “Topik yang kamu omongin sama abang aksa tadi pagi. Aku denger tapi cuma sebagian dan sebagian itu gak ngerti. Jadi jelaskan ke aku sini.”


“Oh, maksud kamu yang dulu ada korban lain setelah membantu masalah keluargaku gitu?”


Aluna mengangguk. “Nah! Itu maksudku, aku mau tau apa yang kalian bicarakan tadi pagi itu.”


“Jadi gini, dulu tuh masalah ini bermulai dari tetangga kakek alex dan kakek mika yang sukarela untuk membantu tapi beliau menjadi korban inceran oleh musuh kakek, dan beliau merelakan nyawanya demi masalah kami yang belum tau kapan selesainya ini. Maka dari itu kakek tidak ingin kalian, sebagai keluarga yang tidak ada hubungannya ini membantu kami.


Karena kakek tidak ingin ada korban lain seperti dulu. Jadi kakek memilih menjauh dari kalian itu juga demi kalian kedepannya.”jelas adam membuat aluna mengangguk mengerti.


“Jadi gitu, kalau gitu luna bantu doa aja buat kalian semua, semoga lancar dan cepat diselesaikan masalahnya.”


“Amiinn..”


❣❣


Langit sudah gelap, adam langsung mengajak luna untuk segera pulang setelah sudah puas bermain didalam gedung ber ac ini. Saat aluna sudah berjalan kearah eskalator tiba tiba tangan seseorang menepuk bahunya membuat luna menhentikan langkahnya begitupun dengan adam yang menggandeng tangannya.


“Luna?” tanya orang itu membuat luna mengernyit pelan. “Siapa ya?”tanya luna yang merasa asing kepada orang itu.


“Kamu lupa? Aku tasya, temen lamamu dulu di SMK.” ujarnya membuat luna berpikir lagi dan memutar otaknya. “Maaf aku lupa, ada apa?”


“Gak papa aku hanya menyapa saja, dan disamping kamu siapa?”tanya tasya dengan sedikit menggenit kearah adam membuat luna memutar bola mata dengan malas.


“Dia suami aku, kenapa?”


“Luna udah nikah? Kok gak ngundang anak smk?”


“Buat apa ngundang anak smk, orang gak ada yang aku kenal selain sahabatku.” sinisnya, tak lama dua sahabatnya datang menghampirinya dan melihat tasya seorang diri.


“Luna, hai? Akhirnya kita ketemu juga disini. Dan dia? Kau tasya bukan?”tasya tersenyum senang lalu mengangguk. “Iya aku tasya, citra apa kabar?”


Citra berdecak. “Ngapain kau menyapa luna? Mau goda suaminya? Seperti apa yang kamu lakukan dulu terhadap sahabatmu sendiri?” sarkas citra dengan mengeratkan gandengannya kepada stefan, suaminya.


Aluna mengernyit. “Maksudnya apa cit? Goda suami?”


“Kamu gak tau emang lun? Ah iya, kamu gak masuk ke grup smk kan ya, tasya ini emang terkenal ngegoda lelaki yang sudah punya pasangan jadi hati hati aja sama dia.” ucap lantang citra membuat semua orang yang melewati mereka mendengar itu dan membuat tasya malu bukan kaleng kaleng.


“Dan bukannya kau baru saja melahirkan? Anak siapa yang kamu kandung sekarang?”tanya citra dengan menusuk membuat tasya lama kelamaan tak kuat untuk berdiam diri lalu..


---Bersambung---

__ADS_1


Jangan lupa like ceritaku dan mampir kecerita lainnya.


Terima kasih <3


__ADS_2