Childhood Love Story

Childhood Love Story
Marah??


__ADS_3

"Kakak kok disini??, jamkos?" Tanya Ara tanpa menoleh, tangannya masih sibuk menyusun bejana yg tinggal satu lagi.


Rangga meletakkan kepalanya pada pundak Ara, dengan kedua tanganya membelit perut Ara.


" Kakak kangen kamu..."


" Gila ya...ihh...lepas nanti ada orang..." Ara berusaha melepas belitan tangan Rangga, takut ada yg melihat. Bukanya terlepas justru Rangga semakin mengeratkan belitanya.


Rangga mendorong Ara, pada belakang lemari, dan membalikkan tubuh Ara agar menghadap nya.


" Minta ini lagi sayang..." Ucap Rangga sambil menatap bibir Ara.


" Nanti aja kak..., nggak mau ah, ini di sekolah loh..." Tolak Ara.


" Sedikit aja...please..." Rengek Rangga manja.


"Nggak ma...emmpppp....emmmpppp"


Rangga tak mendengarkan penolakan Ara, dengan cepat Rangga menyambar bibir Ara, bibir yang membuatnya candu luar biasa.


Rangga terus mencumbu Ara sampai bel istirahat menghentikan keduanya.


Tampak Rangga mengusap bibir Ara yang terlihat bengkak karena ulahnya.


Rangga tersenyum manis luar biasa, tapi Ara justru melihatnya seperti iblis saja.


" Ahhh, hilang sudah ngantuk kakak, makasih sayang, kakak keluar dulu ya, baru kamu..." Ucap Rangga dengan sedikit merapikan jilbab Ara.


Sebelum keluar Rangga mengecup kening Ara sekilas.


Brugh!!!


Ara terduduk merosot dibalik lemari. Dadanya berdetak bertalu-talu, seluruh tubuhnya bergetar hebat.


"Gila!!, ini Gila!!!, kak Rangga gila" Umpatnya kesal.


Lihatlah, jilbab Ara acak-acakan karena ulahnya. Mau nggak mau Ara, merapikan jilbabnya dulu baru keluar.


"Lailia kamu belum selesai dari tadi?" Tanya Chandra saat mereka bertemu di depan ruangan.


Deg..


Ara menoleh dengan berusaha memasang wajah biasanya.


" Ah I..iya Chan, I..ini baru selesai...." Suara Ara terdengar bergetar.


Rangga yg sengaja menunggu Ara di depan pintu ruangan tersenyum sambil menutup mulutnya.


"Baru selesai ngapain?" Bisiknya pada telinga Ara.


" Ih dasar ya...wong edan" Bisik Ara dengan sewot.


" Ih ngatain suami sendiri edan dia..."bisik Rangga lagi.


"Chand, ke kantin yuk bareng aku yuk, ...." Ara menarik topi hoddie Chandra dengan kesal.


Ara kesal pada Rangga, trus kenapa Chandra jadi sasarannya.


"Hah.." Chandra yg bingung ngikut aja pada tarikan Ara.


Tep!!!


"Nggak!!! nggak!!!, apaan ini Lili, lepas.." Rangga menepis tangan Ara yg memegang topi hoodie Chandra.


" Chandra ke kantin aja dulu, gue ada urusan sama Lailia.." Ucap Rangga dengan wibawanya.


Chandra menatap Ara dan Rangga penuh selidik, lalu mengangguk dan melangkah pergi.


Ara yg takut kalau-kalau Rangga menggila lagi segera berlari menuju kelasnya, tanpa kata-kata.


Sumpah, Rangga sungguh gemas melihat kelakuan istrinya itu.


Senyuman manis merekah dari bibirnya yg merah.


"Chandra..tunggu!!" Teriak Rangga sambil berlari kecil menyusul Chandra.

__ADS_1


**


Beberapa saat setelah istirahat.


My Sweety 💕📩 : Assalamu'alaikum kak, Lili pulang duluan ya, papa jemput, mau anter Ardi ke bandara.


Kak Rangga 📩 : Waalaikumsalam , iya sayang, nanti langsung istirahat, kita lanjut session kedua ntar malam 😽😽.


My Sweety 💕 📩 : isshhh, apaan sih kakak gak jelas...


Kak Rangga 📩 : jelas dong sayang, kakak kan suami idaman..


My Sweety 💕 📩 : makin gak jelas.


Tring..tring...tring..


Rangga mengirimkan foto dirinya, lalu foto tulisan Ara pada balik foto itu, dan mengirimkan juga foto buku tempat Ara menyembunyikan foto itu.


"Akhhh..., kenapa bisa ketemu sama dia, ihhhh!!!" Teriak Ara tanpa sengaja membuat Ardi dan papa yg sedang menyetir pun menoleh karena kaget.


"Apa yg ketemu??, siapa yang nemu???"


Tanya papa ingin tahu.


" Oh ini, ini teman Lili pah..." Jawab Ara asal aja.


Ardi menatap tak percaya dengan secepat kilat dia menyambar ponsel Ara.


" Anca apaan sih siniin!!" Bentak Ara.


"Nggak!!!" Ucap Ardi dengan menscroll ponsel Ara.


" Hemmm, jadi dia udah tau rahasia yg kamu sembunyiin beb..."


Ara mengangguk.


"Alamat kamu jadi pelampiasannya, dia modelan bucin akut sama kamu.."


" Apa nih?, siapa bucin siapa nih?" Tanya papa.


" Si cengeng itu pa, si mesum cengeng itu..." Jawab Ardi.


" Beb, gue mohon lo jangan sampe hamil beb, gue nggak mau anak lo jadi kayak Bian, dan lo dikucilin orang kayak Azura.."


Ardi menghadap ke belakang, menarik tangan Ara untuk dikecupinya.


" Benar kata Ardi sayang, orang nggak akan melihat status mu sebagai istri Rangga yg sah, tapi orang memandang status mu sebagai pelajar kelas X SMU.." Ucap papa Syakieb.


" Gue gak yakin nih, gue ini cowok, gue tau apa yg ada di otak cowok modelan Aga cengeng itu.." Ardi meninju dasbor mobil.


" Ardi, apaan main tinju-tinju segala..." Bentak papa Syakieb marah.


"Apapun yg terjadi, wallahu a'lam...tapi setidaknya kita berusaha, Lili kasih pengertian pada Rangga gimana baiknya..ya sayang." Ucap papa Syakieb lagi.


Ara mengangguk pasrah, diapun sangat tahu bagaimana seorang Rangga.


Ara memejamkan matanya.


**


"Princess..." Panggil Marvel saat melihat Ara melintas hendak naik ke tangga munuju kamarnya.


" Ya..." Jawab Ara dengan kembali menurunkan kakinya dan menoleh pada Marvel yg muncul dari dapur dengan membawa air dingin dibotol.


"Si bangsat itu udah brothy bikin patah tangannya, tugas brothy sudah selesai, besok Senin sore brothy dan kak Dian balik okey..." Ucap Marvel sambil mengelus jilbab Ara dengan sayang.


Ara meringis membayangkan bagaimana nasib Lenox ditangan Marvel.


" Dimana dia dirawat?" Tanya Ara pelan.


" Di RS tempat kamu di rawat dulu, kenapa?, mau liat?"


"Nggak..." Jawab Ara sambil mengambil air dingin di tangan Marvel dan meminumnya sambil duduk di anak tangga. Dan Marvel pun mengikuti Ara duduk di sana. Marvel menatap Ara, hanya Marvel yg tau apa yg sedang ada difikirkan saat ini.


Rangga muncul dari pintu samping arah tempat parkir.Langkahnya terhenti saat melihat Ara dan Marvel yg duduk di anak tangga. Ara yg terus mengoceh, sedangkan Marvel terus menatap nya.

__ADS_1


Entah kenapa melihat interaksi kedua orang itu membuat hati Rangga terasa ngilu.


" Assalamu'alaikum..." Rangga memberanikan diri melangkah masuk.


"Waalaikumsalam " Ucap mereka bersamaan.


Ara segera mendekati Rangga dan mengulurkan tangannya, sejenak Rangga tertegun, tapi sejurus kemudian Rangga pun menerima uluran tangan Ara dan mengecupnya.


"Ihhh, kakak Lili yg harusnya cium tangan kakak". Ucap Ara dengan sedikit tertawa kecil.


" Ahhh, sama aja, ini bukti cinta.." Jawab Rangga gaje.


"Bukti cinta dari Hongkong!!!" Sela Marvel sambil melangkah ke atas tangga, meninggalkan mereka berdua begitu saja.


"Kenapa dia?" Tanya Rangga.


" Nggak kenapa-kenapa, brothy kan emang kaya gitu..." Jawab Ara.


Rangga tiba-tiba menarik tangan Ara dan menyeret-nyeret nya ke kamar Ara yg dibawah, tepatnya kamarnya dan Ardi.


"Apa sih kak...?" Tanya Ara saat kini sudah ada di dalam kamar.


" Kapan kita pindah kerumah daddy?" Tanya Rangga dengan mendekatkan wajahnya pada wajah Ara. Matanya menatap lekat bibir Ara.


Ara yg tau akan maksud Rangga segera berjongkok. Tentu saja Rangga syok, bibirnya udah monyong, malah lawannya nylonong ke bawah.


" Hah!!!, kamu nolak kakak??" Ucap Rangga dengan berkacak pinggang.


Detik berikutnya Rangga segera berbalik badan dan segera meninggalkan Ara begitu saja menuju kamar atas.


"A..apa dia marah???, begitu saja marah???, aduh gimana nih??"


Ara segera berlari mengejar Rangga yg tak lagi terlihat.


" Cepet banget dia jalannya..."


Ara segera membuka pintu, tampak Rangga duduk disofa dengan memainkan ponselnya, bahkan masih dengan seragam sekolahnya.


Saat Ara masuk Rangga tak menoleh ataupun melihatnya.


"Kak..kok nggak ganti baju.."


Tak ada jawaban dari Rangga.


"Udah makan belum kak?, mau Li ambilin?" Masih juga tak ada suara dari bibir Rangga.


" Ishh...gitu aja marah..." Gumam Ara.


Ara tersenyum menyeringai saat sesuatu melintas dalam fikiranya.


"Kak, besok libur..bisa anter Lili ke rumah pak Lukman..?"


Rangga tak bergeming, fokusnya masih pada ponselnya.


"Oh okey kalau begitu, yang bikin dia marah itu bang Hanan dan Chandra okey let's see..."


Ara meraih ponselnya, tanpa mendial nomor apapun gadis itu menempelkan ponsel ke telinganya.


" Ya bang Hanan...bisa kan besok anter Ara ke----"


Srett....


Rangga meraih ponsel Ara dan melemparkan nya ke kasur.


"Kenapa..?" Tanya Ara sambil menatap mata Rangga.


" Kamu punya suami kenapa minta tolong orang lain, nggak menghargai orang banget sih.."


" Kan kakak yg nggak menghargai Ara, ditanyain dari tadi diam aja?" Geram Ara dengan mendorong sedikit dada Rangga lalu berlalu ke kamar mandi.


"Dari kecil suka marah-marah gak jelas, sebel aku tuh.." Gumam Ara yg masih bisa didengar Rangga.


Ara keluar dari kamar mandi hanya mengenakan tanktop dan celana pendek sepaha nya.


Rangga melotot melihat kelakuan Ara yg langsung berbaring di kasur tanpa melihatnya, bahkan gadis itu menganggap Rangga nggak ada.

__ADS_1


"Ya Tuhan, gue yang marah kok dia yg lebih marah, hahh...untung sayang"


Desis Rangga.


__ADS_2