
---Happy Reading---
Selama dua minggu Aksa berada di negara A bersama Adam, teman lamanya. Mereka berkumpul bersama sesekali membicarakan pekerjaan dan sering kali mereka menceritakan tentang Aluna Nada, princess kecil mereka berdua saat masa kanak kanaknya.
Sekarang pun mereka masih menganggap Aluna sebagai Princess kecil milik mereka. Adam selalu mendengarkan cerita dari Aksa dan itu semakin membuat niatnya kuat untuk kembali kenegara asalnya segera. Namun saat ia memikirkan kembali masih ada banyak masalah yang harus ia selesaikan terlebih dahulu, apa lagi disini ia masih ada kakeknya yang harus ia jaga disini.
Dan sekarang Adam mengantar Aksa kebandara karena hari ini adalah hari pulangnya Aksa, karena sudah ada yang menunggu aksa disana. Menunggu pengumuman Aksa masih berbicara dengan Adam, teman kecil yang selalu membuatnya iri karena adiknya lebih memilih pria ini dari pada dirinya yang tak lain adalah abang dari gadis kecil itu.
"Kapan kau akan pulang ke tempat lahirmu?" tanya Aksa
Adam mengendikkan bahunya. "Entah, mungkin sampai semua masalah disini kelar semua. Nanti aku kabari dirimu, safe flight, bro." Aksa mengangguk. Lalu ia menepuk pundak Adam, "Pintu kami akan selalu terbuka untukmu dan kakekmu jika beliau ingin datang."
Adam mengangguk. "Ya, ya, ya gih pergi.. Kau sudah dipanggil untuk masuk." Aksa mengangguk dan pamit kepada Adam. "Kau jangan mengebut, ini bukan negaramu."
"Siap kapten!" ucapnya Adam, aksapun tertawa lalu menggelengkan kepalanya dan dadah ria kepada Adam. Adam hanya bisa menatap punggung Aksa yang semakin lama tidak terlihat. Adam menghela nafas lalu membalikkan tubuhnya dan melangkah keluar bandara dihirupnya udara sebanyak banyak mungkin dan kembali menghadapi masalah yang belum ia selesaikan.
"Semangat Adam! Kamu bisa!"
❣❣
Di negara lain, seorang gadis sedang termenung dibalkon kamarnya dan memandang langit yang sudah terang menderang karena matahari sudah tinggi. Gadis itu adalah Aluna nada, ia saat ini sedang menunggu kabar dari abangnya sendiri. Kemarin malam ia mendapat pesan bahwa abangnya sudah menaiki pesawat pulang, tapi sampai sesiang ini ia belum mendapatkan kabar abangnya.
Saat ia kebawah tadi untuk sarapan ia tidak melihat ada tanda tanda bahwa abangnya sudah pulang, apalagi setelah ia bertanya kepada mama dan papanya namun jawaban keduanya hanya gelengan. Aluna menghela nafas sampai suara yang tak asing ditelinganya mengejutkan dirinya.
"Sedang menunggu siapa?"
Aluna berbalik dan memekik sekencang kencangnya. "ABANG!! KANGEN!" pekik luna sambil berlari dan memeluk tubuh Aksa. Aksa yang belum siap sedikit tidak seimbang karena tubuh adiknya yang langsung kearahnya. Aksa pun langsung membalas pelukan itu dengan erat juga.
"Apa luna sangat merindukan abang? Apa karena oleh oleh yang abang bawa?" Goda Aksa kepada adiknya, luna pun langsung merajuk tak suka dengan melepaskan pelukan itu dan cemberut menatap abangnya. Aksa pun tertawa dan mengacak rambut luna dengan gemas. "Luna tuh kangen sama abang, kenapa abang gak percaya sih sama adiknya sendiri?" tanyanya dengan cemberut. Lalu Aksa menarik tubuh luna kembali memeluknya, "Iya iya, maaf ya.. Abang bercanda doang kok. Kata mama luna sudah nungguin abang dari malam ya sampai bangun kesiangan?"
Aluna melepaskan pelukannya dan menatap abangnya. "Iya, kenapa abang disana seminggu sih? katanya cuman tiga hari kenapa nambah empat hari? Terus tadi sampai jam berapa kok luna gak liat?"
"Tanyanya satu satu dong, abang nambah empat hari karena gak sengaja ketemu sama teman lama. Jadi sengaja dilamain biar enak juga cerita cerita terus kumpul bareng kayak dulu."
__ADS_1
"Terus pulang jam berapa tadi?"
"Sebelum luna selesai sarapan abang udah sampai cuman kerumah nenek kakek terlebih dulu baru masuk kerumah."
"Kok tau?" Aksa tersenyum, "Mama yang ngasih tau."
"Mama curang, tidak memberitahu luna." gerutunya dengan mulut cemberut. "Lalu teman itu siapa?"
"Hanya teman lama."
"Tidak percaya." ujarnya sambil menyipitkan mata kearah aksa. Aksa menghela nafas. " Segitunya tak percaya pada abang? Perlu buktinya?"
Aluna mengangguk. "Iya, mana fotonya? Foto kalian waktu dullu dan sekarang."
Aksa memberikan fotonya untung saja waktu kecil ia pernah foto diperkarangan rumah Adam bukan dirumah nya saja. "Nih, liat saja."
"Teman kecil? Mengapa luna tidak tau?"
"Terserah jika tidak ingin percaya, itu kenyataan."
"By the way, luna pergi kemana? Bajunya rapih sekali." tanya aksa yang masih memperhatikan outfits adiknya saat ini, lunapun ikutan memperhatikan baju yang ia pakai. "Tadinya ia berniat ingin menjemputmu, sayang." Celetuk mama yang tiba tiba saja masuk kamar luna dengan membawa satu koper milik aksa yang pasti isinya oleh oleh untuk luna.
Aksa tersenyum melihat adiknya merengut kesal melihat mamanya. "Tersentuh abang, terheran heran.. tumben kamu mau jemput abang biasanya ogah ada gerangan apa ini?" tanya aksa yang dibalas senyuman manis oleh luna.
Luna berjalan mendekati mamanya yang menyeret koper aksa. "Ini isinya oleh oleh buat luna semua?" Aksa mengangguk dan paham bahwa adiknya mengalihkan pembicaraan. "Iya, itu semua untukmu jika ingin beri beberapa untuk sahabatmu itu."
"Siap."
"Aksa mama boleh bicara sebentar?" tanya mama sambil menatap luna, putri kecilnya sibuk dengan barang yang dibawa oleh aksa. Aksa mengangguk. "Mama pinjam abangmu dulu ya." ijinnya ke luna, luna pun mengangguk tanpa penasaran terhadap mama dan abangnya dan masih fokus dengan barang miliknya.
"Jadi dia belum menceritakannya mengapa adel meninggal?" tanya mama terhadap putra sulungnya. "Iya, dia belum menceritakannya, dan satu hal yang membuat aksa penasaran mengapa ada kakeknya adam yang ternyata ayah dari bunda adel. Mama tau soal ini?" Mamanya menggeleng, lalu sedikit berpikir, "Ah, mama ingat. Yang kata itu adel pernah bilang bahwa ia pernah kecelakaan dan lupa ingatan lalu ia diasuh oleh orang tua suaminya, namun mama baru mengetahui bahwa suaminya berselingkuh bersama saudara angkatnya."
__ADS_1
"Kejam sekali mereka, seperti sengaja melakukan itu. Apa karena harta?"
"Mungkin saja, tapi kita belum tau jelas tentang itu. Kita masih harus menunggu adam untuk datang dan menceritakan tentang adel dengan sendirinya. Karena kita ini adalah keluarga, adel sudah mama anggap seperti adik sendiri."
"Aksa juga sudah menggap bunda adel seperti bunda aksa sendiri, ma. Dan betapa terkejutnya jika bunda adel sudah meninggal 10 tahun yang lalu." Mama mengangguk sendu. "Sangat disayangkan, dan Luna juga lupa tentang janjinya dengan bunda adel. Bunda pernah menjanjikan sesuatu diantara luna dengannya dan kita tidak ada yang tau apa itu sebenarnya."
"Hanya luna dan adel yang tau."
"Dan tuhan yang tau."
"Kamu istirahat gih, nanti kita makan malam bersama nenek dan kakek." Aksa mengangguk lalu keluar dari ruangan khusus dibuat untuk mama dari papa.
*
"Bunda, kenapa kita harus pergi dan pamit kemereka? Bagaimana dengan ayah?" tanya bocah kecil kepada bundanya yang sedang menggandengnya dengan erat. "Adam, dengarkan bunda. Saat ini kita harus hidup berdua tanpa ayah kamu."
"Tapi kenapa?"
"Ayahmu sudah bukan orang yang bunda kenal lagi. Apa adam pernah melihat atau mendengar apa yang ayah sering katakan kepada bunda dihadapanmu?" Adam mengangguk. "Apa yang ayah ucapkan dihadapanmu?"
"Ayah akan menceraikan bunda. Tapi aku tidak mengerti apa maksud dari kata itu." Bunda menangis lalu memeluk tubuh kecil adam dengan erat. "Bunda dan ayah mu sudah berpisah sayang, maksud dari perkataan itu adalah berpisah selamanya, dan ayahmu yang meninggalkan kita. Maka dari itu kita harus pergi." jelas bunda membuat adam kecil sedikit mengerti lalu mengikuti apa yang akan diucapkan oleh bunda. Sampai sekarang Adam belum bisa melupakan tangis kesakitan dan kerinduan dimata bundanya.
Adam membuka kedua matanya dengan sedikit berair karena ia menangis setiap mengingat bundanya. "Maafkan adam bunda, disaat bunda terpuruk adam tidak bisa membantu apa apa selain memeluk bunda." gumamnya, dan sekarang ia bertekat untuk menghancurkan apa yang dipunya oleh orang orang yang sudah kejam kepada kehidupan masa bunda dulu.
"Bunda tenang saja, adam akan membalasnya hanya demi bunda dan kakek."
---Bersambung---
Jangan lupa like ceritaku tinggal pencet tombol jempol disebelah kiri kalian.
Terima kasih.
__ADS_1