Childhood Love Story

Childhood Love Story
Pernikahan Ardi


__ADS_3

POV ARA


Koas plus hamil rasanya benar-benar Subhanallah...


Sebenarnya saat tahu bahwa aku terlambat datang bulan dan jelas-jelas hamil...ada rasa was-was juga saat itu. Apalagi mendekati masa koas seperti saat ini.


Ditambah saat awal koas adalah stase bedah dimana butuh tenaga ekstra untuk ikut kegiatan "pembedahan".


Apalagi HEG (Hiperemesis Gravidarum) yang ku alami tidak juga hilang walau telah masuk akhir tri semester pertama.


Pernah saat di poli, tiba-tiba mau muntah, di pertengahan operasi tiba-tiba mau muntah, yang namanya muntah jelas-jelas tak kenal situasi dan kondisi.


Dan akhirnya stase bedah telah terlewati dengan baik. Dilanjutkan dengan stase penyakit dalam. Lagi-lagi ada keraguan dalam hati, takut twins kenapa-napa?.


Dan lagi stase penyakit dalam dimulai pukul 7.00 - 16.00 dan harus pretest setiap hari ( Ya Allah!!).


Tapi rasa rasanya kalau mengeluh terus gak akan ada habisnya dan gak akan merubah suasana.


Kalau dipikir-pikir kenapa Allah memilihku untuk ini...


Dan lagi-lagi Allah memberikan kami twins lagi..


Hanya Alhamdulilah saja tidak cukup untuk bersyukur.


Jadi teringat surah Al Baqarah ayat 286.


Dimana Allah tidak akan membebani hambaNya, melebihi batas kemampuanya..


Jadi saat itu aku berhusnudzon saja karena telah di pilih untuk menjalani ini semua, karena Allah tahu bahwa aku pasti sanggup untuk menjalaninya.


Ingat!!!, Allah itu Maha Tahu Segalanya.


Saat ini kandunganku telah masuk tri semester kedua, semoga mereka selalu sehat sampai di hari mereka melihat dunia.


...***...


Dua bulan setelah acara wisuda rumah keluarga Syakieb hari ini benar-benar ramai. Suasananya sungguh khidmat.


Pernikahan Ardi dan Azura memang sengaja digelar santai dirumah. Sesuai syariat tamu undangan dipisah menjadi dua.


Untuk pria dan wanitanya di pisah.


" Bro, penghulu sudah datang, ayo cepetan nanti pengantinmu keburu lari dibawa orang..."


Ardi tertawa renyah seperti biasanya saat Adnan datang menjemputnya bersama Rangga.



" Ha..ha..ha, memangnya abang fikir Zura mau dibawa lari?"


" Ya mau lah kalau yang bawa larinya Brian.." Sahut Adnan lagi.


" Nggak akan!!" Ucap Ardi lagi.


" Lagak lo Di, ditinggal juga pasti nangis lo" Ucap Rangga, tanganya terulur untuk merapikan dasi Ardi agar terlihat rapi.


" Sok sok an kamu bang!!, begitu ditinggal lari nanti kamunya viral nyanyi di tik tok!!, Begitu syulit lupakan Zura..., karena Zura baik.....ha..ha..ha " Ara langsung menggelendot dilengan Ardi.


Dan mengusap-usapkan wajahnya di sana.


Ardi dapat merasakan getaran pada tubuh Ara. Dan Ardi sangat tahu adik kembarnya ini sedang menangis.


" Cup cup Beb..., lo yang minta gue cepet nikahin Zura, tapi lo malah nangis kayak gini sih..."Ardi dengan cepat memeluk Ara yang semakin terisak.


Adnan mengusap kedua kepala adiknya dengan sayang.


" Mut..., yang dewasa sayang. Kami tetap abangmu sampai kapanpun ingat itu..." Bisik Adnan untuk menenangkan Ara yang semakin erat memeluk Ardi.


Ardipun tak mampu menahan air matanya yang kini mulai menetes tanpa permisi.


Tak jauh dari mereka papa dan mama ikut terenyuh melihat kedua kembar itu saling menangis.


" Sudah sayang..., Ardi sudah dipanggil itu" Bisik Rangga saat suara Marvel memanggil Ardi dari bawah.


" Yuk sudah yuk..., Lili yang ikhlas ya sayang, ini untuk kebaikan abang mu nak..." Ucap papa.


" Yahh...iya. Semoga sakinah, mawadah, warohmah bang...till jannah..." Bisik Ara sebelum melepas pelukanya.


" Terimakasih beb, I love you...." Ardi mengecup kening Ara lama sebelum dia berlari kebawah menyusul Adnan, papa dan Rangga yang telah turun.


" Ayo sayang..., kita ke tempat bagian perempuan.." Mama Neela merangkul Ara dan membawanya ke sisi para perempuan.

__ADS_1


Mama Neela tersenyum melihat Zura yang cantik hasil tangan dingin Natasya.



" MasyaAllah menantuku cantik banget ya Sas" Bisik mama Neela pada bu Sasti.


" Menantuku lebih cantik, apalagi sebentar lagi kami punya cucu kembar lo Sas.." Mommy Tara tak mau kalah.


" Ya elah Tar, menantumu itu anakku. Lo bisa-bisanya pamer sama aku!!!" Geram mama Neela.


" Auk ahhh, yang penting dia menantuku..." Sungut mommy


" Auk ahhh juga, aslinya dia kan anakku..." Sahut mama


" Kalian ini berisik, tuh lihat yang pakai cadar disana itu calon menantuku...


Dia calonnya Brian..."


Mommy dan mama melotot tak percaya. Kenapa hari ini semua pamer mantu sih.


Bianca adalah yang paling bahagia saat ini, gadis yang selalu mengira bahwa Ardi dan Azura adalah orang tuanya itu melompat-lompat kegirangan saat tahu keduanya akan menikah.


Gadis itu terus saja duduk disamping Ara dan Hana dengan tenang, wajahnya selalu dihiasi dengan senyumnya.


Sementara di belakang nya, si kembar S berkumpul bersama kedua anak Vino dan Rasya putra Adnan.


" Sha....one day you will be my bride" Ucap Sunny pada Shanum putri Vino yang terlihat sangat cantik dengan dandanan seperti princess Belle, sedangkan Bianca memakai dress seperti princess Aurora plus hijab di kepalanya.


"No brother!!, Sha is my bride!!" Seru Shine dengan menepis tangan Sunny yang mengenggam tangan Shanum.


" Kenapa kalian ribut?, harusnya bertanya pada Shanum dia pilih siapa diantara kalian..." Ucap Bianca dengan menoleh.


"Tidak!! aku tidak memilih diantara kalian.." Ucap Shanum dan langsung pergi dari mereka dengan menggandeng tangan Saga.


Tapi sebelum itu matanya melirik pada Sunny dan tersenyum padanya.


" Hah..., dia tadi tersenyum padaku?, betul kan dugaanku, Sha itu milih aku..." Gumanya pelan.


Lalu tanpa sepengetahuan Shine, Sunny segera belari menuju Shanum yang berada di balkon atas untuk melihat acara pembacaan ijab kobul om Ardi untuk aunty Zura.


Sunny kecil mendekati Shanum dengan malu-malu.


" Sha...., nanti gede jadi pengantinku mau kan?" Tanya Sunny.


" Janji ya Sha...." Bisik Sunny lagi dengan menyodorkan jari telunjuknya pada Shanum.


" Bukanya kalau promise itu pakai kelingking?" Tanya Shanum.


" Nggak !! kelingking telalu kecil, dan hanya untuk anak kecil. Janji kita untuk sampai nanti Sha, sampai kita gede. Jadi pakai telunjuk..." Ucap Sunny.


Shanumpun menerima telunjuk Sunny untuk ditautnya dengan telunjuknya.


Kedua telunjuk itu terus terpaut sampai acara pembacaan ijab kobul Arda di ruang bawah yang mereka saksikan dari balkon dalam itu selesai.


" Nanti kita menikahnya di taman kayak mommy Ara ya Sha..." Ucap Sunny.


" Iya, yang dihiasi bunga sakura yang banyak ya Sun..." Balas Shanum


" Bunga sakura asli ngga bisa dong!!, palingan kita nikahnya nanti di Jepang..." Bisik Sunny


" Baiklah, aku tunggu lo. Sampai kamu datang!!!"


" Iya aku pasti datang, tapi kamu jangan punya pacar ya!!, pacar kamu aku pokoknya!!"


Bianca yang mendengar omongan mereka karena disuruh Ara untuk mengambil obat anti mualnya tertawa cekikikan. Dan menggelengkan kepalanya geli.


Kedua telunjuk itu terus terpaut sampai suara dari belakang mereka mengagetkan keduanya.


" Kanapa dengan tangan kalian?" Tanya Shine dengan menatap tangan Sunny dan Shanum yang terpaut.


" Nggak kenapa-napa.., aku turun dulu cari Saga..." Shanum segera melepas jari telunjuknya dari jari telunjuk Sunny dan berlari turun menemui mama dan papanya.


Ardi terus tersenyum kepada para tamu, tapi saat telinganya mendengar ucapan yang sangat menyakitkan hatinya membuatnya kehilangan senyum itu sampai acara benar-benar selesai.


" Ardi langsung ke hotel saja sayang, kakek sudah mempersiapkan satu kamar untuk kalian..." Ucap Kakek pada Ardi.


" Nggak usahlah kek besok saja, Zura dan Ardi capek, mau istirahat dulu.." Ucap Ardi dengan menunduk dan berlalu menuju kamarnya.


" Kenapa anak itu?" Gumam kakek.


Ceklek.

__ADS_1


Ardi membuka pintu kamarnya, disana ada Hanum dan Natasya yang terkejut mendapati Ardi yang ada di depan pintu.


" Lo mau apa kesini?, bukankah kamar pengantin kalian di kamar Zura.., jangan bilang lo lupa kalo lo baru menikah Di?" Olok Natasya yang langsung tertawa terbahak-bahak melihat Ardi menepuk keningnya.


" Gila!!!, lo gokil banget Di, baru tadi siang lo baca ijab, masih sore gini lo udah lupa ha..ha...ha.." Sambar Rangga yang kebetulan lewat hendak kedapur.


Asli saat ini Ardi benar-benar jadi bulan-bulanan para genk somplak yang jelas mengeroyok Ardi saat ini.


Gila..


Kok bisa-bisanya gue lupa sesaat..


Ya Tuhan..


Ardi melangkah menuju kamar Azura dengan kepala menunduk.


Omongan beberapa orang tadi membuatnya stress.


"Gue nggak menyangka loh anak kedua tuan Syakieb pernah menghamili pacarnya sampai hamil, Punya anak sebesar itu lagi.."


" Iya loh, tuh anaknya udah berumur 8tahun, berarti mereka melakukan zinanya saat SMP dong ya.."


" Gila, rupanya anak Syakieb ada yang bobrok juga..."


" Pantasan ceweknya ditutup wajahnya, biar nggak dikenali orang kalau akhlaknya minus..."


" AAAAAHHHHH" Ardi meremas kepalanya geram.


Ceklek.


Tangan Ardi meraih gagang pintu kamar Azura.


" Assalamu'alaikum Zura..., boleh mas masuk..."


" Waalaikumsalam, Ma...masuk aja mas..." Ucap Azura dari dalam.


Brak..


Pintu tertutup, Ardi terbengong di depan pintu melihat hasil karya Natasya cs menghias kamar pengantin sedemikian rupa.


Dah..dug..dag..dug...


Jantung Ardi bagai drumband yang berdentum bertalu-talu.


Aduh gimana nih...


Bisa mati jantungan gue...


Duh coba gue tanya Rangga dulu tadi..


Gue harus ngapain nih..., Gue nggak tahu Tuhan


" Mas mau langsung mandi?" Tanya Zura masih lengkap dengan baju pengantinya.


" I..iya..., b..b..bentar mas ambil baju ganti mas dulu di bawah.." Ucap Ardi terbata-bata.


" Baju ganti udah ada nih..." Zura menunjuk baju yang telah tersusun manis di lemari Zura.


" Oh oke..., mas langsung mandi aja.." Ardi langsung masuk kamar mandi dengan buru-buru.


Aduh...gimana nih..


Rangga


Telpon Rangga dulu deh...


Ardi mengeluarkan ponsel dan menghubungi Rangga.


" Hallo bro, ada apa bro?" Tanya Rangga penasaran.


" Ga!!, gue kudu ngapain nih, gue bingung, ? " Tanya Ardi dengan berbisik.


" Maksud lo?" Tanya Rangga semakin bingung.


" Ga gue anak baik-baik yang nggak pernah nonton video mesum atau video porno semacamnya.." Bisik Ardi.


" Terus??" Rangga menahan tawanya dengan sekuat tenaga.


" Gue nggak tahu MP itu ngapain Ga...."


Rangga yang sedang mengusap perut Ara langsung menghentikan usapanya.

__ADS_1


" Hah!!! Ha..ha..ha..." Rangga tertawa terbahak-bahak dengan ponsel yang ditutup erat dengan telapak tangannya.


" Apaan sih Bi..., terkejut Lili..siapa yang telpon kok ketawa kayak gitu.


__ADS_2