Childhood Love Story

Childhood Love Story
Double akad nikah.


__ADS_3

Selasa adalah hari tersibuk untuk keluarga Syakieb, Syahril dan keluarga Harahap.


Bahkan hari ini, Vera, Natasha dan Ara pun ijin tidak masuk sekolah. Sedangkan Hana sudah dari Sabtu tidak sekolah.


Hari ini rencana mereka mendekorasi ruangan, sebenarnya sudah ada team nya tapi Brian dan Marvel ingin memberi sentuhan dari tangan mereka untuk mempersembahkan yg terbaik pada Adnan.


Marvel sendiri sejatinya juga melakukan akad nikahnya dengan Dian, karena setelah yg terjadi malam itu. Marvel bersama ayah Syahril menjemput bunda Lana untuk membicarakannya niatan baik Marvel dengan seluruh keluarga besar.


Dan diambil keputusan untuk menggelar acaranya bersama, tapi justru dia terlihat paling sibuk


" Bro..., lo jangan capek- capek lah, ntar pas MP loyo lo..." Olok Brian pada saudara kembarnya itu.


" Enak aja..., sepuluh ronde juga gue bisa, membuat Dian mendesah dan menggila semalaman juga gue mampu !!" Sewot Marvel tak terima.


Adnan dan Ardi yg berada di belakang mereka saling berpandangan. Adnan menutup kedua telinga Ardi saat Marvel berkata terlalu vulgar. Dan memang seperti itulah sifat seorang Marvel.


Vera, Natasha, Hanum dan Ara sibuk membantu ke sana sini, bolak- balik hotel, rumah Hana dan rumah Syakieb. Acara akad nikah yang sejatinya diselenggarakan di rumah Hana kini bergeser ke hotel, mengingat ada dua orang yg akad nikah.


Hana sedang dipingit dirumahnya, dan baru akan muncul besok malam saat acara. Sedangkan Dian yg yatim piatu dipingit di rumah bunda Lana, bunda kandung Marvel.


Jika Marvel sibuk mempersiapkan kelancaran acara Adnan, justru Adnan sibuk mengurusi kelancaran acara Marvel.


Yang menjadi korban disini tentu saja Ardi, Brian, Natasya cs dan jangan lupakan Azura gadis itu juga sangat banyak membantu.


" Lili sayang, urusan bang Adnan sudah beres, karena sudah ada teamnya, yang kalian perlu tangani itu urusan kak Dian dan brothymu..., karena acara mereka mendadak..."


" Oh iya...tante, ini kami baru akan bungkus seserahan yg baru dianter tante Lana.." Jawab Natasha antusias.


Kakek sangat menyambut baik keputusan Marvel. Karena kakek merasa sangat sedih, saat melihat Marvel yg terpuruk karena cintanya pada Ara.


Tapi kini semuanya baik-baik saja, dan wujud syukur kakek adalah memberikan mereka hadiah Honeymoon untuk kedua cucunya itu.


Waktu hampir menunjukkan pukul dua dini hari saat Ara, Ardi dan Brian keluar dari salah satu kamar hotel. Sedang Vera dan Natasha memutuskan untuk tidur di kamar itu.


Ya mereka baru menyelesaikan hiasan kamar pengantin untuk Marvel dan Dian, karena untuk Adnan dan Hana telah selesai.


" Oke Ver, kita tidurin dulu kamar keramat ini untuk malam ini, karena besok malam pasti udah hancur..hi..hi.." Natasha segera berbaring dengan pelan di kasur yg indah itu. Kelopak bunga mawar memang sengaja belum mereka taburkan di ranjang.


" Nggak deh Nat, gue tidur di sofa aja deh..., kok gue berasa ngeri tidur di ranjang itu..." Vera bergidik ngeri.


" Loh...kenapa?, wangi kok, empuk juga..." Natasha terdiam dan seperti sedang memikirkan sesuatu.


" Eh..iya ya Ver..., ngeri juga gue..., takut pengen kawin gue ha...ha...ha.. " Tawa Natasha pecah saat Vera terlihat jutek.



Pagi hari mereka sudah meninggal kan kamar pengantin itu untuk bergegas ke rumah Hana.


Mereka bersiap untuk membantu persiapan acara sakral Hana sahabat mereka untuk nanti malam.

__ADS_1


Kehebohan juga terjadi di rumah tante Lana, karena ternyata adik tiri Brian, yang bernama Melody mengamuk mengetahui bahwa pemuda yang dicintainya akan menikah malam ini. Melody baru pulang dari Sydney membantu ayahnya bekerja.


Tante Lana segera menelpon Marvel dan meminta Dian untuk dipindahkan ke rumah mama Neela saja. Dan Adnan pun segera menjemputnya.


Dan masalah Melody segera diatasi oleh paman Syahril, bunda Lana, dan papa sambung Brian.


****


Tibalah hari bersejarah bagi dua pasang mempelai yg bersahabat itu.


Iring-iringan mobil empat keluarga besar memasuki area hotel milik keluarga Rangga.


Nampak Rangga yg dua hari tak melihat wajah Ara berdiri di depan ballroom tempat diselenggarakan nya ijab qobul kedua pasangan tersebut.


Senyumnya merekah saat gadis berkebaya putih itu memasuki ruangan dengan Ardi dan Adnan di samping kiri kananya.


Hatinya sungguh berdebar, dia membayangkan Ara memakai baju kebaya putih bersama nya.


Denis menyenggol lengan nya saat Rangga tak berkedip menatap gadis tercintanya itu.


" Udah ngebet banget ya lo bro..." Tanya Denis.


" Ya iya lah boskuh..., sesuatu sudah tegang di balik celana, gue bisa jamin itu" Jawaban Rayya membuat Rangga menggeplak kepala Rayya.


" Sialan lo..." Umpat Rangga geram.


" Iya, sialan gue, jawaban gue bener pula...ha..ha..." Jawab Rayya sambil manaki turunkan alisnya, semakin membuat Rangga murka.


Acara diselenggarakan tertutup, hanya dihadiri keluaga besar dan beberapa relasi kerja kelima keluarga.



Pembacaan ikrar ijab qobul pertama dilakukan oleh Adnan.


Pemuda 22 tahun itu terlihat gelisah, padahal sudah berminggu lalu dia terus berlatih mengucapkannya, tapi entah mengapa hari ini otaknya terasa kosong, blank semua.


Tiba-tiba Adnan didera rasa gugup yang luar biasa. Kakek Ghifari berulang kali menggosok punggung pemuda itu, mama Neela dan papa Syakieb juga berusaha menenangkan putra sulungnya yg tiba-tiba gemetaran hanya akan berhadapan dengan calon mertua.


Kini Adnan telah duduk berhadapan dengan ayah Hana, dan juga penghulu.


Tangan ayah Hana terjulur dan segera di sambut oleh Adnan.


" Saya kawinkan engkau ananda Adnan Syakieb Al Ghifari bin Syakieb Al Ghifari dengan putri kandung saya Hana Nidya Harahap dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan 250gr emas dibayar tunai"


Bismillah, dengan segenap keberanian nya, Adnan menghentakkan genggaman jabatan tanganya, berseru dengan lantang dan dengan satu tarikan nafas.


" Saya terima nikah dan kawinnya Hana Nidya Harahap binti Bram Harahap dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"


"Bagaimana saksi..."

__ADS_1


" Sah...sah...sah...."


Adnan bernafas lega, tubuhnya serasa ringan dan damai. Himpitan rasa gugup sirna seketika saat Hana muncul dengan diapit keempat sahabatnya.


Gadis yg hampir lima hari lalu tak dijumpainya itu terlihat semakin cantik dan membuatnya pangling.


Adnan juga bersyukur karena Hana juga kini berhijrah dengan memakai hijab.


Mereka kini duduk di depan meja ijab untuk bertukar cincin dan menandatangani surat nikah.


Di belakang papa Syakieb, nampak Ardi memegang dadanya yang nyeri. Walaupun berulang kali dia bilang pada Ara bahwa sudah move on, nyatanya goresan itu masih terbuka juga. Perih dan perih yg dirasakan nya.


Untungnya ada Bianca yg selalu membuat nya melupakan sesak hatinya seperti saat ini. Bianca menciumi pipinya saat melihat Ardi terlihat sedih.


Rangga mengendap-endap mendekati Ara yg duduk di samping mommy Tara. Dia kini ada tepat dibelakang Ara. Jari telunjuknya mencolek pinggang ramping Ara, membuat gadisnya menoleh.


" Apa...?" Tanya Ara.


" Besok bolos yuk...." Bisik Rangga pada telinga Ara yg kembali menghadap ke depan.


" Emang mau ngapain?, udah dua hari Ara nggak sekolah.." Jawab Ara lirih sambil menoleh ke samping.


Mommy Tara mengulum senyum melihat perilaku mereka berdua, tapi beliau pura-pura tak tau saja.


Rangga kini beringsut pindah ke samping Ara.


" Jum'at kakak akan terbang..." Bisik Rangga lagi.


" Kakak mau ajak kamu ke suatu tempat..., tapi jauh jadi kita harus berangkat pagi.."


Ara terdiam untuk beberapa saat.


" Mau ya sayang..." Bisik Rangga dengan nada yg sensual.


Tangan Ara reflek ingin mencubit pinggang Rangga tapi segera ditangkapnya dan dikecup nya diam-diam setelah menoleh ke kiri dan kekanan.


Ara berusaha melepas jemarinya tetapi Rangga semakin erat menggenggam nya.


Kini tangan mereka terus terpaut dan disembunyikan di antara tubuh mereka.


Senyum malu-malu mereka membuat kakek Al Ghifari yg melihat tingkah mereka menggelengkan kepala gemas.


" Sebentar lagi sepertinya kamu mantu lagi le..." Ucap kakek pada papa Syakieb.


" Gimana maksudnya romo?" Tanya papa Syakieb bingung.


Kakek menunjuk Ara dan Rangga dengan dagunya. Sementara papa Syakieb tersenyum sambil mencolek istrinya untuk melihat putri bungsu nya.


" Mereka persis seperti sepuluh tahun lalu, bergandengan tangan tapi selalu disembunyikan, malu dilihat orang..., Huft...." ucap papa Syakieb sambil membuang nafas.

__ADS_1


" Putrimu sudah akan dipinang orang yang..." Bisik mama Neela pada suaminya.


__ADS_2