
" Jessica???" Gumam Rangga tak percaya.
Rangga membelalak saat Brian menyebutkan sebuah nama.
" Ya!!!, Jessica selingkuhan lo" Sahut Ardi geram.
" APA!!!" Seru Marvel.
Bruak!!!
Digebraknya meja di depanya dengan murka dan lansung menatap Rangga dengan tatapan tajam membunuh.
" KAU!!!, BERANINYA KAU!!!" Marvel mengacungkan telunjuknya tepat di depan wajah Rangga.
" TENANG!!! NANDA MARVELINO !!!" Bentak paman Syahril.
Marvel kembali duduk tapi tak melepaskan tatapan mematikanya pada Rangga.
" Marvel!, tenang ! Yang sesungguhnya tidak seperti itu" Ucap papa Syakieb bijaksana, matanya menatap tajam pada Ardi.
Sedangkan Ardi hanya nyengir dan menggaruk tengkuknya.
" Dasar!!" Geram Rangga marah menatap Ardi.
Ardi justru malah menjulurkan lidah padanya.
" Mohon perhatikan!" Seru Brian.
Proyektornya menampakkan gambar Jessica secara utuh.
" Dia jugalah dalang dibalik skandal Princess..." Ucap Brian
" APA!!!" Seru mereka serempak.
" Tidak hanya itu, penyerempetan Princess dan kasus ular berbisa diperkemahan itu juga dia " Lanjut Brian.
Semua mata saling pandang tak percaya.
Gadis yang seusia Ara apakah bisa berbuat nekat seperti itu.
Seolah tahu apa yang mereka fikirkan, Brian tersenyum dan menampilkan gambar genk preman bertato naga.
" Jessica memang tidak bisa melakukannya sendiri, tapi dibelakangnya ada mereka." Tunjuk Brian pada kelompok preman dalam proyektor itu.
"Dia..." Tunjuk Brian pada pria bertato naga penuh di punggungnya.
" Dia kakak kandung Jessica, sedangkan Jessica sendiri diadopsi keluarga kaya pemilik yayasan SMU Bhakti.
" Dan dia jugalah pembunuh Linggar Pramudya, kakak kandung Azura atau ayah kandung Bianca"
" Walaupun dibalik itu masih ada orang besar yang tersembunyi di sana"
" Selama ini Jessica dalam perlindungan mereka, makanya kita susah mengendusnya. Mereka punya ahli IT yang telah kita bekuk saat penyerangan Princess kemarin".
Brian menghentikan ucapanya saat Marvel dengan cepat mengambil selembar foto Jessica dan memasukkan dalam jaketnya.
Lalu beranjak melangkah, tapi...
" Berhenti Nanda Marvelino!!!" Seru paman Syahril seraya berdiri dari duduknya.
" Kau mau kemana?" Tanya kakak kandung papa Syakieb ini dengan berkacak pinggang.
" Aku akan memastikan gadis ini hancur menjadi butiran debu.." Sahutnya dingin dan tajam, lalu kembali melangkah.
" BERHENTI!!" Suara paman Syahril kembali menggelegar.
" Dan setelah itu putramu akan lahir tanpa ayah begitu???, setelah kau hancurkan gadis itu lalu apa??, apa kau tidak memikirkan kelanjutannya HAH!!!" Bentak paman Syahril geram.
Putranya itu luar biasa kerasnya. Paman sungguh merasa tak mampu mengatasi sikap Marvel yang kaku seperti besi.
" Brother..., sudahlah.... Masih ada Rangga yang mampu melindungi Princess.." Brian ikut bicara, membantu ayahnya.
__ADS_1
" Rangga? Banci itu, ha...ha..ha..kau fikir dia mampu HAH!!!" tunjuk Marvel pada Rangga.
Ucapan Marvel membuat Rangga mengeratkan gengamanya kuat.
Giginya gemeretak menahan amarahnya yang meluap.
Daddy menepuk punggungnya pelan, begitu juga papa Syakieb.
" Duduk Marvelino " Titah paman Syahril.
Dan Marvel pun duduk kembali begitu saja, matanya masih menatap Rangga penuh kebencian.
...***...
Ara berusaha untuk berubah, demi Rangga dan demi keluarganya. Walau kadang-kadang saat teringat akan twins dia kembali terpuruk, seperti saat ini.
Mereka telah berada di Bandung.
Rangga pamit keluar sebentar untuk mencari sesuatu, saat pulang didapatinya Ara kembali melamun dan kembali tenggelam dalam bawah sadarnya lagi.
Dan ini sudah yang sekian kali.
" Sayang..." Rangga berlutut disamping Ara yang kembali terpuruk.
" Sampai kapan kau akan begini terus..., kakak merasa gagal sayang....
Kau menunjukkan betapa aku ini benar-benar tak mampu!!.
Aku tak mampu melindungimu, aku tak mampu menjagamu, bahkan aku juga tak mampu membahagiakan mu.
Sungguh sayang...
Kau membuat kakak sadar sesadar sadarnya bahwa kakak hanya penyebab lukamu saja..
Kebodohan ku, telah membuatmu seperti ini..." Rangga mengutarakan semua sesaknya.
Rasa sesal dan malu ini mulai membakar kewarasannya.
Ditambah kebencian Marvel padanya, membuatnya benar-benar merasa buruk.
Setelah mengetahui siapa dibalik ini semua membuat Rangga benar-benar hancur, rasa insecure menggerogoti jiwanya saat ini.
Andaikan Ara bersama Marvel tentu ceritanya tidak begini.
Andaikan Ara bersama Hanan juga pasti hidup penuh ketenangan.
Andaikan, andaikan, andaikan...
" Sayang, aku Rangga Bayu Wijaya tidak mampu lagi....hik..hik.., aku menyerah..., aku tidak bisa melanjutkan ini..., aku bukanlah lelaki yang pant-----"
" Diam...hiks...hiks..., diamlah kakak!!!. Kau tidak boleh seperti ini kak!, kau akan membuangku??? Hahhh!!!.
Kau tidak mau bersamaku lagi begitu???" Ara membekap mulut Rangga untuk tidak meneruskan kata-kata nya.
" Apa kau tega???, apa kau bisa??. Katakan padaku Rangga Bayu!!!, apa kau bisa meninggalkan aku Hah!!!" Teriak Ara histeris.
Rangga menangis dan menggelengkan kepalanya berulang-ulang.
Ara mengangkat wajah Rangga yang menunduk dalam.
Rangga juga terkejut oleh kata-kata yang keluar dari mulutnya sendiri beberapa saat lalu.
Entah dari mana datangnya fikiran itu, Rangga juga tak habis fikir.
Rangga terus menolak menatap mata Ara, berulang kali dia membuang muka.
" Lihat aku!!!, tatap aku kak!!, kau mau melepaskan aku??" Desak Ara.
Rangga semakin menunduk. Dengan kepalan tinju memukul-mukul lantai sampai jemarinya berdarah.
__ADS_1
" Jika kau INGIN sekali melepaskan aku, maka aku TIDAK!!!. Sampai matipun aku mau KAMU kak. Aku bisa nekat melebihi Jessi bila itu terjadi "
Brugh....
Rangga menerjang Ara dalam pelukanya.
" Maka berubahlah, kembalilah menjadi Liliku..., kembalilah sayang....kembali padaku....."
Bibirnya segera menyerang bibir Ara dengan brutal. Semua yang terpendam beberapa bulan ini Rangga lampiaskan.
Puas dengan bibir Ara, kini bibir Rangga mengecupi seluruh wajah Ara dan turun ke leher. Gigitan, sesapan, decapan Rangga labuhkan disana. Gila, ya...Rangga menggila saat ini.
Tak perduli lagi pintu terbuka atau apalah, Rangga melepas baju atasnya, membawa jemari Ara pada dadanya dan mengeluskanya disana.
" Bagaimana aku bisa mengeluarkan mu dari sini sayang, kau sudah menyatu di jantungku. Dengan mengeluarkan mu berarti saat itu aku mati sayang....., maafkan aku....aku hanya emosi tadi...maafkan aku..."
Rangga mengecupi tangan Ara yang ada digenggamannya.
" Apa kau pernah dengar quotes ini sayang.
Takdir tidak pernah bertanya apa perasaan kita, apakah kita bahagia, ataukah kita tidak suka.
Takdir bahkan basa-basi menyapapun tidak. Tidak peduli.
Karena kita mau menerima atau menolaknya, dia tetap terjadi. Maka sayang... Ayo bangkit!!!, Semangat!!. Dan terus istighfar..." Ucap Rangga panjang lebar.
" Kalau untuk twins kita bisa membuatnya lagi kan...bahkan yang triple juga bisa...." Ucap Rangga gaje.
" Apa!!!, kau gila kak!!, twins saja baru gugur empat hari lalu kau mau bikin adiknya..., ya Tuhan suamiku ini..." Ara menepuk keningnya geram.
Rangga sedikit tersenyum melihat Ara mulai memerah pipinya.
" Nifas habis keguguran itu berapa hari sayang?" Tanya Rangga lagi sambil mengenakan kembali atasanya.
" Apa nanya-nanya begitu!!!, maksudnya apa nih?" Tanya Ara sewot.
" Ckkk, masa nggak tau sih!!, jatah sayang!!, jatah naninu..." Sahut Rangga enteng.
" Dasar gila kamu, orang harusnya sedih anaknya nggak ada, itu otak isinya naninu mulu kakak!!" Geram Ara dan langsung berdiri.
Tapi Rangga menarik tanganya keras hingga terjerembab menindih Rangga.
"Terusin yang tadi sayang...yuk..." Rangga menaik turunkan alisnya yang tebal.
" Ya Tuhan kamu ya!!" Ara memukul-mukul pundak Rangga, sementara Rangga malah mempererat pelukannya di pinggang Ara.
Yakinlah, Rangga jelas tidak sebejat itu. Hanya saja Rangga tidak punya cara lain untuk mengembalikan Ara seperti semula selain dengan kegilaannya ini.
Rangga tak jauh beda dengan Ara, setiap malamnya juga di isi tangisanya karena kecewa kehilangan twins. Tapi Rangga bisa menyembunyikan kesedihannya, demi kebahagiaan istrinya.
Dua hari di Bandung mereka pergunakan benar-benar purely untuk healing.
Mereka berjalan kesana kemari. Mengubur kesedihan, dan berusaha menyemai bibit kebahagiaan baru lagi.
Biarlah..
Twins sudah berbahagia di sisi pemiliknya..
Ikhlas...
Mereka mencoba untuk ikhlas..
Merekapun percaya, bahwa Allah sedang menyiapkan sesuatu yang baik untuk mereka.
Mulai saat ini, detik ini..
Start with Bismillah and end with Alhamdulillah...
Takdir tak pernah sia-sia, hadirnya twins meski sebentar, pasti membawa manfaat. Walau tak semua ikut merasa.
Beloved twins...
__ADS_1
We're, mommy and daddy always love you are...until the end.