
Video confession Rangga yang diunggah Meta kini heboh mengguncang SMU Bhakti.
Jessica mengeram geram, dibantingnya ponsel miliknya dibawah kakinya.
"Ada apa?" Tanya Lenox yang ada di seberang bangku Jessica.
Tapi Jessica hanya cuek tak menanggapi.
" Udah aku kira sih..., pasti cewek berjilbab yang diposting Rangga beberapa bulan lalu itu si Ara" Ucap salah satu cewek teman sekelas Rangga yang berada di bus lima.
" Serasi sih, Rangga tampan dan Jenius, si Ara juga cantik dan pinter..."
" Nggak nyangka aja gue, selera Rangga kaya dia..." Sahut Rhea.
" Kaya dia gimana?"
" Terlalu sederhana walau ada daya tariknya luar biasa"
" Lo nggak iri gitu Re?"
" Buat apa sih iri?, gue mau ngecengin Rangga kan cuma buat asyik-asyikan doang, cuma pemacu adrenalin aja, orang seperti Rangga bisa nggak gue taklukin..."
" Dan akhirnya??" Tanya salah satu temanya.
" Ya....zonk sih, tapi sepertinya gue ilfeel, gak akan betah sama dia kayaknya, orangnya jutek gitu..., Ara juga pasti akan kabur, liat aja nanti..." Ujar Rhea berspekulasi.
Mendengar ghibahan cewek-cewek di busnya, Lenox sedikit pening, tapi saat mendengar doa Rhea bahwa Ara pasti kabur dari Rangga entah kenapa Lenox justru meng'amin'kannya.
Sejak melihat Ara tampil perdana dihari penerimaan murid baru sebenarnya Lenox sudah jatuh hati dengan Ara.
Tapi dia tak mampu mendekat karena Ara selalu dalam lingkaran Denis cs. Dan kalaupun tak ada mereka di area lantai satu khusus kelas X, tetap ada Chandra yang selalu ada disamping Ara. Walau begitu cintanya semakin besar pada Ara setiap waktu. Lenox hanya bisa memandang dari jauh tanpa bisa mendekat.
Disaat rasanya semakin tumbuh subur, tiba-tiba tersebar foto Ara bersama beberapa lelaki yang begitu menghebohkan membuatnya murka. Semua angan-angan yang dibangun nya runtuh seketika. Ara yang selalu dipuja dalam diamnya, Ara yang bak Dewi dalam sanjunganya, ternyata tak sesuai ekspetasi nya saat itu.
Apalagi kompor telah menyala dari mulut Jessica yang semakin memperkeruh suasana, sungguh membuat Lenox semakin gelap mata dan melakukan hal yang tak pantas kepada Ara kala itu.
Sebenarnya kalau masalah cantik, jelas Ara kalah dari Tari dan Rhea yang sang idola sekolah, bahkan berpuluh kali menyabet lomba looks dan modeling. Tapi bukankah setiap cewek mempunyai daya tarik masing-masing. Cowok juga pasti mempunyai selera dan kriterianya sandiri-sendiri dalam memilih pasangan.
" Hufft..." Lemah Lenox mendesah.
" Nox, lo udah liat video di group sekolah?" Tanya teman di sampingnya.
" Malas gue liat group sekolah, isinya gosip mulu..." Jawabnya acuh.
" Ini bukan gosip tapi realita, siaran langsung kak Rangga nembak si Ara..."
Lenox langsung merogoh kantong jaketnya dengan tangan gemetar.
Nembak gimana?
Bukanya mereka udah jadian ya, udah tunangan malah...
Lenox segera mengaktifkan ponselnya dengan buru-buru.
Matanya pedih saat melihat betapa wajah Ara terlihat berseri-seri menerima pengakuan cinta Rangga.
" Kapan kalian putus...?" Desisnya sinis. Ada senyum menyedihkan di bibirnya saat ini.
Sementara itu di lokasi kemping, Hanan juga sedang mematung nemandangi ponselnya.
" Jadi Ara ditinggal?, Hanum bilang kemarin Ara mau dibawa serta..." Gumamnya lirih.
" Apa bro?" Tanya Vino yang ada tepat disampingnya, sementara tanganya masih sibuk menyimpul tali-tali untuk memagari area kemping mereka.
" Jadi Rangga berangkat tanpa membawa Ara serta..., apa lo juga sudah tau Vin?"
" Nggak tau tuh, oh pantesan mereka battle lagu kemarin di panggung, ih so sweet amat mereka tuh..." Cengir Vino.
" Kabar Vera gimana Vin?" Hanan mengalihkan topik segera, karena dadanya ngenyut tiap kali harus menerima kenyataan bahwa Ara sudah milik orang.
" Kemaren pas gue kesana, dia kelihatan pucat banget, nggak mau makan, mungkin karena suasana baru kali..." Jawab Vino dengan tatapan kosong kedepan.
Setelah hening beberapa menit, Vino mencoba mengungkapkan sesak dihatinya selama ini pada Hanan.
" Han gue mau tanya, lo kan ngerti agama nih, emmmm...." Mendadak Vino menjadi bingung dan salting.
__ADS_1
" Tanya apa?"
" Gue......, sebenarnya udah lakuin dosa besar"
" Apa dosa besar itu?"
" Gue udah pernah.."
" Pernah apa?"
" Iya Han, gue pernah lakuin dosa bersama Vera...." Ucap Vino lemah.
" Bersama Vera maksudnya?"
" Itu, begituan sama Vera" ucap Vino dengan menekan-nekan kedua telapak tanganya.
" Astaghfirullahalazim...Vino!!!, Zina maksud lo......" Hanan mengelus dadanya, menggelengkan kepalanya geram.
" Ja..jadi gimana?, gue harus gimana, awalnya sih Vera mau-mau aja, pas udah itu, Veranya...itu...?" Vino tetiba jadi bego.
" Ya mohon ampun pada Allah lah, atau gak lo harus dihukum..., Vera juga..."
" Dihukum?"
" Iya, lo dan Vera harus dicambuk 100 kali..." Geram Hanan.
" Ya Ampun....ngeri amat..." Desis Vino.
" Ya Ampun ngeri kata lo!!, pas lo ngelakuinya, otak lo, lo lempar kemana gue tanya?"
" Ya habis enak Han...lo aja belum ngerasain..." Sahut Vino
" Dasar lo!!!, trus kalian udah nikah belom?"
" Vera nggak mau Han.."
" Huffttt...., lo dateng ke rumah bokap gue lah, bawa Vera serta, kami bersedia nyambuk kalian.."
" Gila lo Han!!, lo tega!!"
Vino menelan ludahnya kasar.
Ngeri amat tau gitu nggak coba-coba deh.
Ampun deh nggak lagi-lagi dan nyesel setengah mati.
" Jadi begini Vin, Dalam islam pelaku zina muhsan ( laki-laki dan perempuan yang sudah menikah) dikenakan hukuman rajam dengan cara dilempar batu yang sederhana besarnya sampai mati.Sementara pelaku zina yang bukan muhsan seperti lo dan Vera, dikenakan atas kalian hukuman dera, yaitu 100 kali cambuk dan ta'zir selama setahun.
" Ta'zir??" tanya Vino takut-takut.
" Ta'zir banyak tafsirnya, tapi ada beberapa alternatif saksi pidana jarimah ta'zir antaranya, pidana mati dan cambuk, penjara, denda, tergantung hukuman dari pengadilan sih.."
"Padahal dalilnya sudah jelas Vin, 'Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk' ".
" Jadi gue harus gimana nih?" Ucap Vino penuh penyesalan.
" Ya lo harus bertaubatbertaubat dari Zina "
" Caranya?"
" Ya pertama lo sholat taubat, perbanyak dzikir dan istighfar, perbanyak membaca Al-Quran dan berpuasa, yang utama ya taubat itulah Vin, dan jangan diulangi"
" Baiklah, thanks Han, gue sedikit lega.., omong-omong lo sudah bisa move on dari Ara kah?"
" Apa menurut lo, lo juga bisa?"
" Sangat susah Han, walaupun sudah ada Vera disini, tapi namanya tak mau pergi.." Mata Vino memandang gelapnya malam, jarinya menunjuk pada dadanya.
"Nah itu dia, mampukah kita diamanahi salah satu Rahmat Allah berupa cinta dihati kita?, mampukah kita menjaga diri kita dari sesatnya cinta masa muda?, hanya hati kita yang bisa menjawabnya ..." Lanjut Hanan.
" Manusiawi kalau gue sesak sampai lupa bernafas saat tau Ara sudah jadi milik Rangga, tapi bukan berarti gue harus menangis dan meratapinya. Walaupun jujur dia masih menguasai penuh hati gue, tapi gue bisa apa Vin, jodoh takkan lari kemana.."
" Lo bisa sekuat itu Han, gue salut sama lo.." Vino menepuk-nepuk bahu Hanan.
" Selagi ada kesempatan hidup, ada kesempatan berubah. Be the new you..." Ucap Hanan lagi.
__ADS_1
Mereka memandang jalanan hitam didepan mereka, harusnya bus-bus sudah datang, tapi nyatanya tak satupun yang terlihat.
" Oke go..go..., kita selesaiin ini dulu, cukup melow-melownya..." Seru Hanan semangat.
Hanan mendesah berat, dan kembali dengan aktifitas nya.
"Lailia Nafesaa Anara, mampukah aku lupa....." Gumamnya pelan, senyum kecut menghiasi wajah Hanan yang tampan.
***
Tak berapa lama iring-iringan bus berdatangan di tanah lapang seberang sungai.
Para siswa turun dengan antusias, wajah-wajah ceria tergambar dari raut mereka yang penuh senyum.
Mereka harus menyeberangi sungai untuk bisa mencapai lokasi kemping, tidak terlalu jauh, hanya sekitar 2 sampai 3 meter.
" Awas- awas batunya licin jangan sampai tergelincir..." Teriak Yuda dengan pengeras suara. Dengan bantuan penerangan beberapa senter mereka.
Beberapa ada yang gendongan demi bisa sampai seberang.
Rangga dan Ara turun terakhir kali, suasana malam yang pekat di seberang sungai dan dinginnya yang menusuk membuat Rangga merapatkan dirinya pada Ara.
" Dingin?"
" Iya kak..."
" Bisa nyebrang nggak?, mau gendongan?" Tanya Rangga.
" Nggak.." Ucap Ara sambil menunduk malu. Disana telah banyak yang meliriknya sambil tersenyum, ini jelas karena video Meta tadi.
Beberapa pasang mata bahkan menatap mereka dan tersenyum melihat kecanggungan Ara.
" Ayo naik sini.." Rangga menundukkan tubuhnya.
" Nggak ah..." tolak Ara.
" Nggak gimana?, biasanya suka, apalagi gendongan depan sini...tuh..., Natasha aja digendong Denis tuh.., Meta juga, ayo naik sini..." Paksa Rangga, sambil menepuk perutnya, dimana Ara selalu minta gendong disana.
Ara masih bersikukuh melepas sepatu dan melipat celananya keatas menampakkan kaki putih mulusnya yang berbulu indah.
Rangga sampai melotot melihatnya, enak aja barang kesayangannya harus dinikmati orang secara gratisan, mau gue colok apa matanya, kira-kira seperti itulah isi hati Rangga.
" Isshh....sayang jangan dibuka-buka auratnya...tutup lagi" Bentak Rangga dengan segera menyambar celana Ara untuk diturunkan. Rangga dengan cepat menyambar tubuh Ara dan di gendongannya dalam gendongan ala bridal style.
Ara meronta tidak mau, tapi Rangga semakin mengeratkan pelukanya.
" Wahhhh....huuuu...." Sorak sorai para siswa semakin membuat Ara tak punya muka, disembunyikanya wajahnya pada dada Rangga.
Setah para siswa laki-laki mengumpulkan ransel-ransel yang masih teronggok di pinggir sungai kini mereka memasuki tenda-tenda yang telah didirikan oleh anggota pramuka dan relawan lainya, sesuai nomor yang telah didapatkan masing-masing.
" Udah gue atur, kita berempat satu tenda.." Bisik Vino dibelakang tengkuk Denis.
" Wah...thanks bro!!!" Denis segera bersalaman ala cowok pada Vino.
Rangga celingak- celinguk mencari Ara, karena semenjak diturunkan dari gendongannya gadis itu langsung melesat begitu saja.
Rangga paham Ara masih malu dengan status baru mereka yang pasti sudah diketahui oleh seluruh warga SMU Bhakti. Tapi mbok ya jangan langsung ngilang begitu...
" Lo cari Ara Ga?" Tanya Vino
" Iya nih..., cepet banget dia ngilang, heran gue..." Jawab Rangga dengan mata masih memindai target.
" Mereka ditenda depan kita tuh...amanlah.., yuk kita hidupin api..." Ajak Vino pada sahabatnya.
" Nasi kotak bagiin dulu lah, pada lapar kayaknya..." Sela Rayya tak sabar.
" Pada lapar atau lo yang lapar...ha...ha..dasar lo, bersembunyi dari kenyataan lo..." Sahut Rangga.
Ya Ga...lo bener banget..
Andai gue bisa bersembunyi dari kenyataan hidup gue...
Pasti hati gue nggak sesakit sekarang...
Hanum......
__ADS_1
Bersambung....