Childhood Love Story

Childhood Love Story
Malam terakhir


__ADS_3

Mereka terus mengobrol kesana-kemari.


Dari mulai mommy Tara menceritakan masa kecil Rangga, trus disusul papa Syakieb yang juga menceritakan masa kecil putra-putrinya, sementara mama Neela terus sembunyi di belakang punggung papa.


Karena daddy Hen terus menggoda dengan memancing-mancing masa lalu mereka.


Interaksi keduanya yang lucu membuat Ara dan Rangga lupa akan kesedihan mereka.


" Pah, apa papa nggak cemburu sama daddy?" Tanya Ara penasaran.


" Kenapa harus cemburu?, disini papa pemenangnya, dia hanya menjadi cerita indah yang mampir dihidup mamamu.." Ucap papa dengan mata menatap daddy Hen.


Papa Syakieb adalah saksi hidup tentang perjalanan cinta mereka. Bahkan papalah satu-satunya yang tahu luar dalam isi hati mereka. Selain itu papa adalah seorang yang memiliki sertifikasi kumloud dalam bidang psikiatri.


" Hemmm, betul sayang. Allah sudah mengaturnya sedemikian rupa. Tidak semua yang kita inginkan dan kita harapkan akan selalu Allah kabulkan, karena Allah punya rencana untuk kebaikan kita. Begitupun daddy, dulu iya.... Daddy sempat hampir gila karena kehilangan dia " Tunjuknya pada mama Neela yang semakin menempelkan wajahnya di punggung papa.


" Tapi Allah Maha baik dengan mengirimkan ini." Daddy mencium kening mommy Tara.


" Sebagai pengganti yang tulus menemani daddy, menerima baik dan buruk daddy, bahkan memahami situasi sulit daddy..."


Daddy Hen mencoba menatap mama Neela yang masih setia bersembunyi dibalik suaminya.


"Nell...biarlah cerita kita hanya menjadi kenangan. Yang bisa kita ceritakan untuk anak cucu kita. Bahkan kita besanan sekarang. Kau tidak perlu selalu sembunyi dariku, semua bukan salahmu, bukan salahku, dan bukan salah orangtua kita. Semua terjadi karena skenario Allah seperti itu.... Nella coba madep sini dong sayang....aku kan kangen kamu..." Ucapan daddy Hen mendapat cubitan keras dari mommy Tara.


Dan juga sukses membuat papa Syakieb melemparkan bantal ke mukanya dengan keras.


Bughhh!!!


" Akhhh...Adoh!!!" Teriak daddy membuat semua yang disana tertawa terpingkal-pingkal.


Daddy Hen sebenarnya hanya bercanda, agar mencair kan suasana saja, dan papa maupun mommy paham itu.


Dalam hati daddy, dia sangat menyadari bahwa pesona Nella Artafania tak kaleng-kaleng, sebelas duabelas dengan menantunya saat ini.


Bahkan putra seorang profesor besar sekelas Maha Dafran saja takluk di bawah Ara.


" Nah begitu!! Kan jadi terlihat jelas cantiknya" Ucap daddy lagi saat melihat mama Neela beringsut mendekati Ara.


" Ckk.., kamu itu sudah tua makin bawel aja mas!!" Sahut mama Neela geram.


Sedari tadi beliau sudah sangat menahan diri karena dijadikan bulan-bulanan oleh Hendrawan. Dan giliran maju masih digodain melulu.


" Aku tua?, biar tua juga masih macho gini kok Nell, lihat nih..." Daddy Hen memamerkan ototnya pada semuanya.


" Idihhh, Tar laki lo kelakuanya hari-hari kaya gini emang?, lebay"


" Loh kok lebay sih ini seksi...ya nggak Kieb ?" Tanya daddy pada papa.


" Yang seksi itu Miyabi.." Jawab papa santai.


Dan justru malah membuat semuanya melotot tak percaya. Bahkan Adnan sampai membuka mulutnya lebar.


" Apa sayang??!!!!, siapa???" Mama Neela mencengkeram kerah kaos papa Syakieb geram.


" Eh...itu Miyabi..., kata Ardi kemaren itu yang....aku juga nggak tau orangnya. Aku cuma denger Ardiansyah ngobrol sama Brian katanya Miyabi paling seksi gitu yang. Aduh ampun..ampun yang...akhh sakit yang....." Papa Syakieb terus menghindari cubitan pedas dari mama Neela yang membombardir perut keras berototnya.


Ara tertawa dan malah ikutan membatu mamanya, membuat papa Syakieb meraung meminta tolong.


" Hen tolong Hen, bisa mati gue Hen..."


Semua justru tertawa terbahak-bahak melihat derita papa Syakieb saat ini


Suasana semakin malam malah semaki menghangat. Karena tidak ada yang merasa mengantuk, hanya Hana yang sempat terlelap dipangkuan Adnan, tapi kini dia sudah segar kembali.


Ara selalu mendusel didekat Rangga, tingkahnya mirip seorang anak yang takut kehilangan ayahnya.


Jujur, papa Syakieb dan Adnan merasa cemburu dibuatnya.


Tapi apapun keadaannya saat ini, mereka berusaha memahami.

__ADS_1


Vino yang melihat tingkah laku Ara juga merasakan rasa yang entah. Nama Ara memang sempat mencengkeram erat hatinya. Walaupun kini semakin pudar setelah masuknya nama Vera disana.


Sebesar itukah cintanya untuk Rangga..


Andaikan Vera juga bisa sepertinya..


Vera.....apa kabarmu sayang...


Teng..teng..teng..


Jam dinding ruang keluarga telah membunyikan dentingnya duabelas kali.


" Bawa istrimu ke kamar sayang..." Mama Neela yang paham mereka butuh privasi itu menepuk pelan lengan Rangga.


Dan dianggukin patuh oleh menantunya itu.


Sementara Vino, Rayya dan Denis membantu mempersiapkan koper-koper Rangga yang memang sudah berjajar rapi dibawah.


Adnan dan Hana serta mommy membungkus beberapa makanan basah untuk perbekalan sementara Rangga.


" Momm, sambal yang dibuat Lili jangan lupa" Teriak Rangga dari ujung tangga.


Wajah Ara semakin terlihat pucat dan pias, Rangga merasa hancur melihatnya.


Brakk.


Begitu pintu tertutup Rangga langsung menyambar bibir Ara dengan rakus.


" Emmpp....emppp..." Ciuman bercampur tangisan menyedihkan mewarnai cumbuan mereka kali ini.


" Kak...kakak...kak Rangga...." Ara memanggil-manggil Rangga disetiap desahnya.


" Sayang...sayang...sayangku Lili.." Ranggapun sama yang keluar dari bibir hanya panggilan sayangnya.


Brugh...


Merekapun terlempar ke ranjang.


" Kakak pergi ya...., jaga diri baik-baik sayang..." Rangga menggigit bibirnya demi menekan rasa sesaknya.


" Mau bantu kakak bersiap?" Tanyanya saat Ara hanya mematung ditempatnya.


Kosong, fikiran Ara kosong saat ini. Yang bisa dilakukan hanya mengangguk.


Dengan telaten dia mempersiapkan semua keperluan yang akan dipakai Rangga.


Baju, celana, jacket sampai ke sepatu dan jam tangan lengkap telah Ara persiapan.


Rangga keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit pinggangnya. Serta handuk kecil tersampir di lehernya.


Kalung tali di lehernya kini memiliki dua liontin, biru miliknya dan hijau milik Ara.


" Sini kak, biar Lili keringin rambutnya "


Ara meraih handuk kecil dileher Rangga dan mendudukkanya di kursi meja rias.


Dengan telaten Ara menggosok rambut Rangga.


Dilanjutkan dengan memakaikan baju dan celana, semua Ara lakukan sebagai bentuk pengabdian terakhirnya pada suaminya.


Semua beres di tangan Ara dengan rapi dan teratur.


Ara menarik nafas dalam-dalam untuk mengisi full pasokan oksigen dalam darahnya, karena Ara berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menangis lagi.


Cukup untuk menangis!!, dia berharap bisa melepaskan suaminya dengan senyuman.


Ditatapnya penampilan keren suaminya ini dari atas sampai ke bawah.


__ADS_1


" Suamiku paling keren!!, suamiku paling ganteng, nothok poll gantengnya!!, ayo turun sayang..." Ara menarik tangan Rangga.


Tapi Rangga tidak bergerak sama sekali.


" Ayo sayang..." Ajak Ara lagi.


" Sebentar...sayang"


Rangga terlihat gelisah dan melirik jam tanganya. Suami Ara itu mondar-mandir tak karuan.


" Apa yang kurang?, kakak butuh apa sayang?" Tanya Ara ikut bingung dan ikut mondar-mandir kemanapun langkah Rangga.


" Sshhhh, aduh gimana nih..." Desis Rangga berat.


" Mau apa?, kakak mau apa sayang??" Tanya Ara lagi. Rangga semakin menggaruk kepalanya geram.


" Jangan di rusak tatanan rambutnya, udah keren loh ini, kakak mau apa sih?, bilang dong, jangan bikin orang bingung" Ara semakin khawatir dengan keadaan Rangga yang membingungkan baginya.


Matanya terlihat sayu dan seolah menahan sesuatu.


" Kak...kakak mau ap----"


" Aku mau kamu sayang!!!, mau kamu sekarang...mau naninu!! nggak tahan lagi ini!!" Bisik Rangga dengan suara berat.


" Hahh!!!" Kaget Ara. Gadis itupun melirik jam dinding. Masih ada kurang dari satu jam jadwal keberangkatan kebandara.


" Ya sudah ayoo..., kita lakukan dengan cepat" Bisik Ara mesra.


Tanpa babibu lagi Rangga segera melepaskan semua pakaian yang telah rapi tadi dan dilemparkan kesana-sini.


Dia juga segera menarik daster Ara keatas.


" Akhh..nggak keburu lagi deh kayaknya" Rangga terlihat ragu-ragu. Tapi dengan cepat Ara mendorongnya hingga jatuh terlentang.


Dan dengan gerakan cepat pula Ara mendudukinya, gadis manis itu menyentuh dada Rangga dengan belaiannya yang membuat jantung Rangga terpompa dengan cepat dan Ara juga mulai menciuminya dengan rakus.


Rangga yang diperlakukan seperti itupun semakin menggila. Dengan diselingi tawa mereka yang cekikikan karena diburu waktu, mereka terus memacu tubuh masing-masing dengan gelora panas membara. Suara-suara erotic terdengar memenuhi kamar Rangga.


" Akhhh..." Des*ahan panjang Ara semakin membuat Rangga terpacu adrenalin nya. Pemuda itupun semakin mempercepat tempo permainannya.


" Ouugh...." Teriak kecil Rangga yang berhasil melepaskan hasratnya. Lega..., puas sudah, sejuk dan tenang kini yang dirasakannya. Akhirnya mereka menyudahi penyatuan yang tergesa-gesa, penuh peluh, dan panas menggelora.


Tubuh mereka bergetar hebat saat sesuatu telah pecah dibawah sana...


Mereka saling tatap dan menyunggingkan senyum dari wajah masing-masing.


" Buru-buruh maa..lah lebih nikmathhh...huh..huh.." Bisik Rangga dengan nafas yang ngos-ngosan.


" Iyaaaah...." Sahut Ara.


" Mau lagi nggak?" Tanya Rangga dengan cengengesan.


" Itu udah jam berapa?, ayo buruan mandi..."


" Sekali lagi lah..." Rangga langsung naik ke atas Ara dan kembali melakukanya.


Ara hanya memasrahkan diri pada kungkungan Rangga yang melakukanya dengan secepat mungkin, tapi walaupun begitu dia tetap memikirkan kebahagiaan istrinya juga, tidak hanya kebutuhanya sendiri semata.


" Akhh kakk...Li..Lili ma..." Jerit Ara tertahan saat ketukan di pintu mengagetkan keduanya.


" Iyaaaah sama-sama sayang..." Rangga tak mempedulikan ketukan itu, dengan cepat ia terus memacu Ara.


Mereka langsung berlari ke kamar mandi setelah aktivitas buru-buru mereka selesai.


Tawa mereka pecah dikamar mandi, mengingat kegilaan mereka kali ini. Mereka tak menyadari hari telah lewat tengah malam.


Bukannya takut jin dan setan karena tertawa-tawa dikamar mandi tengah malam begini, ini justru jin dan setan yang heran dengan kelakuan absurt dua sejoli yang sedang menggila itu.


By : Luck 🍀🍀

__ADS_1


Siap mom.......


__ADS_2