Childhood Love Story

Childhood Love Story
Sehari lebih dekat lagi..


__ADS_3

Saat motor Rangga sampai di gerbang rumah Ara. Ara tak kunjung turun dari motornya.


Sebenarnya Rangga juga tak mau berpisah dengan gadisnya itu, tapi Rangga bingung untuk memulai kata-katanya.


Masa iya jum'at-jum'at gini mengajak kencan.


" Kakak ada acara hari ini..?" Tanya Ara masih duduk dibelakang Rangga.


" Nggak ada, kenapa..?"


" Mau anter Ara nggak...?"


" Tentu saja mau, Ayo..mau kemana..?" Seru Rangga dengan suara yg nampak bahagia, pucuk dicinta ulampun tiba.


" Tapi kita ke pasar dulu..., yakin mau..?" Tanya Ara tak yakin.


Rangga menganggukan kepalanya dengan yakin.


" Okey let's go my sweety we are go to date!!!" Seru Rangga sambil menjalankan motornya.


Tepukan di pundak Rangga membuat pemuda itu tertawa terbahak-bahak dibalik helmnya.


Saat ini rasa bahagia menyirami hati Rangga. Sungguh-sungguh bahagia.


Ara kini tengah meliuk-liuk di dalam pasar yg penuh sesak dengan manusia.


Pertama-tama Ara membeli beberapa mainan, lalu beberapa snack dan susu kotak.


Rangga mengangkat semua barang itu dengan kedua tanganya. Tak ada rasa letih atau terbebani, semua terasa happy bisa berdekatan dengan kekasih hati. Bahkan harus mengangkat yang lebih berat dari inipun Rangga bersedia asalkan bersama cintanya.


Motor Rangga kini berhenti di sebuah rumah sederhana dengan plang bertuliskan. Panti Asuhan " Casablanca ".


Rangga memarkirkan motornya dibawah pohon mangga yang tampak berbuah lebat dan bahkan beberapa telah terlihat masak.


" Kakak....." Teriak beberapa anak usia dibawah sepuluh tahunan berhamburan memeluk Ara dengan sayang.


Ara menciumi satu persatu anak-anak itu tanpa rasa jijik sedikit pun, walau beberapa anak terlihat ronges dengan bekas ingus yang mengering di wajahnya.


Satu lagi sisi Ara yang membuat Rangga semakin jatuh cinta padanya.


Seorang wanita paruh baya datang menghampiri Ara. Ara segera menyalami ibu panti pun Rangga.


Ibu panti dan beberapa anak yg terlihat sudah remaja mengambil alih barang bawaan Ara yg masih teronggok di sisi motor.


" Mbak Li..., mari masuk..., dan mas.."


" Saya Rangga bu..."


" Oh iya mas Rangga mari masuk dulu..."


Rangga membawa kardus susu kotak, mengikuti ibu panti dan beberapa anak remaja itu masuk ke dalam.


Ara meladeni anak-anak yang meminta gendong padanya di luar.


" Kak mau mangga itu...", seru seseorang anak padanya, tanganya menunjuk buah mangga yg terlihat sudah menguning tepat di atas kepala Ara.


" Oke..., siap prince.., " Seru aya seraya berhormat pada pria kecil berusia sekitar empat tahunan itu.


" Edo ambilkan keranjang dan taruh dibawah sini ya.., let's go!!!, kita panen!!!" Seru Ara antusias


Ara segera meletakkan tas punggungnya, melepaskan sweater nya dan menarik rok sekolah nya. Yang tersisa kini celana panjang bercorak zebra yg membungkus kakinya.


Sat set, sat set.


Dengan lincah Ara naik ke atas pohon mangga yg tinggi tersebut. Kakinya terlihat lihai meraih satu persatu cabang untuk dipijaknya.


Rangga yg tak mendapati Ara masuk di dalam rumah pun keluar lagi untuk memanggilnya.


Tapi justru matanya menangkap sosok imut yang kini melompat dari cabang satu ke cabang lainya dengan gesit.

__ADS_1


Rangga meraih ponselnya dan merekam tingkah Ara.


" Benar-benar deh, gadis ini..., you are really my squirrel...."gumamnya dengan senyum yang mengembang.


Rangga segera meletakkan tasnya disamping tas Ara, melepaskan jaketnya juga. Rangga menggeleng kan kepalanya saat melihat sweater dan rok Ara terserak begitu saja.


Rangga meraih sweater dan rok itu untuk dilipatnya dan ditumpuk dengan rapi beserta jaketnya.


Dengan berlari kecil Rangga menuju pohon mangga itu dan hup.


Rangga menyusul Ara memanjat untuk mamanen buah mangga yang telah banyak yang masak itu.


" Ya kiri kak..."


"Yang kanan itu..."


" Diatas kepala kakak juga..."


Teriak bocah-bocah dibawah membuat Ara dan Rangga bersemangat. Mereka saling melempar senyum dan kadang tersipu malu.


Rangga berusaha mendekat ke cabang besar tempat Ara berada.


Mereka meraih mangga dengan saling bekerjasama. Kadang-kadang angin bertiup membuat mereka saling berpegangan tangan. Dan tertawa bersama.


Satu keranjang penuh mangga sudah di dapat, tapi tentu saja yg diatas pohon masih banyak.


Tapi waktu semakin sore. Ara duduk diatas cabang sambil memandang matahari yg sudah berpindah ke barat.


Ara mengupas satu mangga dengan giginya. Lalu memakan dengan sangat lahapnya. Semua gerak-gerik lucu Ara tak pernah lepas dari pandangan Rangga.


Senyum Rangga mengembang saat sekitar bibir Ara comot akan buah mangga. Tangganya merogoh sapu tangan warna biru dan menyodorkan nya pada Ara.


Ara menerima dengan sedikit nyengir membuat tawa Rangga pecah menggelegar.


Gemas, benar-benar gemas!. Andai saja sudah halal, udah ku uyel- uyel kamu Ra....batin Rangga.


Mereka turun bersama gerimis yg juga mulai turun. Anak-anak panti berlarian masuk kedalam rumah.


Hampir satu jam menunggu gerimis tak kunjung berhenti, di motor Rangga hanya ada satu jas hujan.


" Sepertinya hujan kali ini akan awet mbak Li..." Ucap Ibu panti.


Saat ini mereka duduk di teras rumah.


Ara memangku seorang gadis kecil berusia kurang dari satu tahun.


Dari tadi gadis kecil itu memainkan bibir Ara. Kadang dicubit-cubitnya, kadang ditarik-tariknya, kadang ditepuk-tepuknya. Membuat Rangga mendesah resah.


Kapan jatah gue ya?


Hah...lagi-lagi, otak gue.... Astaghfirullah!!!.


Rangga menepuk-nepuk keningnya membuat Ara segera menoleh padanya.


"Kenapa...?"


" Nggak papa sayang..., hanya nyamuk..."


" Idih !!!, mulai deh.." Ara mulai nyolot, karena lagi-lagi Rangga memanggilnya sayang ditempat umum.


Rangga tertawa kecil sambil menepuk kepala Ara pelan. Puk..puk.


" Pulang sekarang aja yuk kak..." Ucap Ara saat tangannya menatap pesan dari Ardi yang mengultimatum Ara sudah harus ada dirumah kurang dari satu jam dari sekarang.


" Masih hujan nggak papa kah?" Tanya Rangga.


" Nggak papa lah...kan lebih romantis " Ucap Ara sambil menaik turunkan alisnya.


Degh!!!

__ADS_1


" Akhhhh....." Teriak frustasi Rangga sambil tangannya seolah ingin meremas kepala Ara.


Geram dan gemas menjadi satu....


" Ya..ampun gadis ini benar-benar membuatku ingin...." gumam Rangga.


" Ingin apa......?" Sela Ara curiga.


" Ah...tidak.., rahasia..."


" Apaan sih rahasia-rahasiaan segala..., yuk ah kak udah agak reda nih..."


Gerimis tidak benar-benar reda sepenuhnya. Masih ada rintiknya yang mengguyur kota Jakarta dengan damai. Sepanjang jalan mereka terus ngobrol ngalor- ngidul tak jelas membahas apa.


Seletah beberapa menit, motor Rangga melewati taman kota.


Saat melintasi kafe tempat mereka pertama pergi berdua, Rangga tersenyum dan bersyukur, bahwa gadis yang selama ini menggetarkan hatinya mau menerima tawaran masa depan darinya.


Hati Rangga terasa hangat dan syahdu.


Seperti lirik yang lagu yang sedang meluncur dari bibir Rangga saat ini. Ya...lagu romantis milik Pink Sweat.


🎶 🎶


Can I call you baby?


Can you be my friend?


Can you be my lover up until the very end?


Let me show you love, and I don't pretend


Stick by my side even when the world is givin'in.


Oh, oh, oh don't


Don't you worry


I'll be there whenever you want me.


I need somebody who can love me at my worst.


No, I'm not perfect, but l hope you see my worth.


'Couse it's only you, nobody new, I put you first.


And for you, girl, I swear I'll do the worst.


🎶 🎶


Rangga menghayati lirik demi lirik syair yang keluar dari bibirnya.


Tapi jantungnya serasa melompat keluar saat suara merdu Ara kini mengalun lembut meneruskan lagu romantisnya.


🎶 🎶


If you stay forever, let me hold your hand.


I can fill those places in your heart no else can.


Let me show love and I don't pretend.


I'll be right here, baby, you know I'll sink or swim.


🎶 🎶


Mereka bersenandung bersama. Rangga tak dapat membendung rasa bahagianya. Tanganya meraih tangan Ara, membawanya kedepan. Mengenggam tangan itu dengan erat, lalu dikecup nya tangan itu sangat lama.


Yah..Rangga tak bisa lagi menahan rasanya. Urusan Ara mau ngamuk mau ngambek dipikir nanti saja, yang jelas hari ini dia bahagia. Dan hanya ingin mengekspresikan kebahagiaannya dengan mengecup jemari Ara yg kini digenggaman nya.

__ADS_1


Rangga bertekad dalam hati setelah kepulangannya dari Kanada dia harus segera melamar gadis ini.


Dari sisi jalan nampak Jessica mengeram geram melihat mereka berdua melintas dengan Rangga yg mengecupi jemari Ara.


__ADS_2