
Hari ini, hari bersejarah bagi Rangga Ara, hari dimana cinta monyet masa kecil mencapai muaranya. Dimana cinta monyet berubah menjadi cinta sejati yang menyatukan mereka. Bahkan baik Ara ataupun Rangga sama-sama tak memberikan celah pada hati keduanya untuk selain nama dari masing-masing keduanya
Rangga tampak menatap dirinya dengan stelan jasnya didepan kaca. Entah kenapa rasa bahagianya diiringi rasa sesak didadanya.
" Wuih..., guanteng banget lo bro!!!" Seru Rayya yang tiba-tiba ada dibelakang Rangga.
Rangga segera menoleh dan memeluk sahabatnya satu persatu.
Denis tersenyum dan menepuk pundak Rangga. Sementara Vino memasang wajah datar biasa saja, raut wajahnya nampak masih terlihat terbebani sesuatu.
" Nanti malam lo langsung tancap gas gak bro?" Bisik Rayya.
" Apaan si Rayy...lo tuh ya..." Ucap Rangga malu-malu sambil mentoyor kepala Rayya. Wajahnya tiba-tiba terasa panas bagai tersulut api yang menyala.
Rangga tersenyum sendiri membayangkan apa yg terjadi nanti malam.
Ah sial!! kenapa Rayya ngomongnya kesana sih, gue kan jadi deg-degan begini.
Trus apa iya nanti malam gue langsung begituan.
Ya kan gue lakinya, halal dong ya...
Tapi Lili gue masih kecil man, under 17..
Tapi masa iya cuma tidur bareng doang...
Sesuatu tiba-tiba terlintas dari benaknya karena ucapan Rayya.
" Woy, jangan halu dulu deh lo, ijab qobul dulu baru bayangin enak-enak sama Ara" Tepukan Denis membuat Rangga mengerjapkan matanya seketika.
" Om dan tante udah nunggu dibawah tuh , ayo ah gas..." Lanjutnya.
Mereka berempat menuruni tangga dengan terus menggoda Rangga. Sampai-sampai membuat Rangga benar-benar tersipu malu luar biasa.
Mobil melaju menuju rumah Syakieb, diiringi debaran hati Rangga yg bertalu-talu rasanya. Saat mobil memasuki gerbang rumah Ara, pemuda itu tampak menitikkan beberapa butir keringat dingin dari sela-sela rambut di dahinya.
"Kamu nervous son???" Tanya daddy Hen.
" Sedikit dad..." Jawab Rangga jujur.
" Istighfar son, tenang..,inhale...exhale.." daddy Hen memandu putra semata wayangnya itu agar tenang.
" Daddy ah..., kaya mau mandu orang sekarat aja sih..." Bentak mommy Tara.
Daddy Hen hanya tersenyum sambil mengusap tengkuknya pelan.
Mereka memasuki rumah Syakieb yg dihias dengan sedemikian rupa oleh para gadis sahabat Ara plus Azura.
Pernikahan tertutup untuk umum, hanya dihadiri keluarga inti dan beberapa kolega mereka yg bisa dipercaya.
Rangga duduk di dampingi sahabat-sahabatnya, sementara daddy Hen berbicara dengan papa Syakieb kakek, paman dan yg lainya.
Mommy Tara naik ke atas bersama Hana.
" MasyaAllah cantik banget calon mantu mommy..." Mommy Tara segera mengecupi pipi Ara yg telah terbalut kebaya putih nan indah.
Tentu saja sangat indah, mama Neela mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memberikan yang terbaik buat satu-satunya putrinya, Lailia Nafesaa Anara.
Di sekelilingnya tampak sahabatnya tersenyum puas dengan hasil karyanya.
Sebenarnya bukan sebuah pencapaian yang wah saat mendapatkan hasil maksimal dalam merias Ara, karena dasarnya Ara emang sudah cantik dari sononya.
Bahkan hanya dipoles bedak bayi tipis-tipis saja tak mengurangi pancaran Illahi dari wajanya..cie..
__ADS_1
"Ayo turun sayang, calon suamimu udah datang dan menunggu dibawah" Mama Neela membatu Ara untuk berdiri dari duduknya.
Rasa berdebar tak karuan juga dirasakan oleh Ara saat ini.
Inilah hasil dari tantangannya pada Rangga.
Saat Rangga bertanya padanya sudah punya pacarkah Ara.
Dan Ara menjawab tidak pacaran, pacarannya setelah menikah saja.
Trus setelah menikah begini, pacarannya seperti apa???.
Ara diserang oleh fikiran-fikiran yg tak pernah terlintas dari fikiranya.
Bahkan kini otaknya traveling kemana-mana, saat sesaat lalu mama Neela membisikkan kata-katanya.
Bilang sama Rangga sayang, main cantik dulu, jangan sampai hamil pokoknya.
Ingat sayang, kamu masih kelas satu SMU.
Mama tahu akan berat untuk Rangga menunggu tapi, harus hati-hati.
Ucapan mama Neela terngiang-ngiang di fikiranya saat ini.
Sumpah!! Ara merasakan debaran luar biasa saat membayangkan apa dan bagaimana cara berkembang biak nya manusia.
Rangga terpaku saat tatapan matanya menantap ujung tangga rumah Syakieb.
Begitupun juga, Vino, Denis, Rayya, Adnan dan Brian.
Loh kok Brian?.
Tentu saja Brian, karena mata pemuda ini terus saja menatap pada wajah yg tertutup cadar di belakang Ara itu dengan tatapan penuh damba.
Denis menatap Natasya, Vino ke Vera dan Rayya??
Tentu saja pada wajah Hanum yg cantik jelita.
Adnan segera berdiri dan meraih pinggang istrinya saat mereka telah sampai di dasar tangga.
Pasangan yang masih anget itupun tersenyum malu-malu didepan para tamu undangan.
Dan ada sepasang mata yg terus mengawasi mereka sejak kedatangannya.
Sepasang mata itu adalah milik Ardiansyah Syakieb Al Ghifari.
Sejak melihat Hana menuruni tangga dadanya berdebar sungguh hebatnya.
Ah bulshit dengan kata-kata move on yang diucapkan, karena nyatanya tak mudah untuk itu baginya.
" MasyaAllah cantiknya..." Bisik Rangga pada dirinya sendiri, tapi justru terdengar oleh papa dan daddy.
Mereka berdua saling tatap dan tersenyum mendengar ucapan Rangga.
Ara terlihat mencuri-curi pandang pada Rangga. Tampak bibirnya tersenyum cerah saat mata mereka tak sengaja saling tatap.
" Laki lo ganteng banget Ra...ya Ampun.., gue jadi pengen juga nih..." Bisik Natasya kecentilan.
Dan herannya Vera tak ikut-ikutan menanggapi, padahal biasanya dia paling heboh dengan yg berbau begituan.
" Iya..,ganteng banget..." Ucap Ara tanpa sengaja. Sontak membuat mata sahabatnya terbelalak tak percaya.
" Ishh..alamat nih, loh hilang perawan di tangan si ganteng malam ini..." Bisik Natasya membuat Ara canggung tingkat dewa.
__ADS_1
Kedua tangan itu terlihat berkeringat karena nervous yang menderanya tiba-tiba.
Kini mereka duduk di meja ijab.
Rangga terlihat menepuk kecil pangkuan Ara agar gadis disamping nya ini tenang.
Karena sejak tadi terlihat Ara terus-terusan meremas jemarinya.
Pak penghulu segera memulai acaranya, nampak Rangga menarik nafasnya dalam-dalam.
Ya, Rangga bertekad kuat akan menjaga Ara seperti menjaga nyawanya sendiri, akan membahagiakan Ara semampunya, akan melindungi Ara dengan segenap jiwa raganya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Lailia Nafesaa Anara binti Ahmadi Syakieb Al Ghifari dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan Hotel Blue Sky dibayar tunai"
Suara Rangga terdengar tegas dan lancar tanpa kendala. Pemuda itu sanggup menekan nervous nya sedemikian rupa.
"Sah...sah...sah..." Teriakan sahabat-sahabat Rangga paling kencang di antara hadirin yg hadir.
Membuat tangan Natasya gemas dan mencubit pinggang Denis.
" Sayang sakit..., pedes banget cubitan kamu" Ucap Denis dengan menangkap jemari Natasya, lalu diam-diam mengecup jemari itu.
" Ish...sayang-sayang, dasar playboy, siapa saja dipanggil sayang " Ucap Natasya sambil beranjak meninggalkan Denis.
Denis menatap gadis cabe itu dengan tatapan penuh arti.
Acara dilanjutkan dengan tukar cincin dan penandatanganan berkas-berkas.
" Ayo Lili sayang, cium tangan suami kamu" Ucap mama Neela.
Ara beringsut untuk menghadap Rangga, perlahan-lahan dia meraih tangan suaminya dan menciumnya dengan takzim, ini adalah awal pembuktian baktinya pada Rangga Bayu Wijaya, suaminya.
Rangga meraih kepala Ara dan mencium pucuk kepala Ara dengan sepenuh hatinya.
Istrinya...
Ya, kini cinta pertamanya ini adalah istrinya.
Cinta masa kecilnya ini telah menjadi miliknya yg halal.
Miliknya yg selalu diinginkannya sejak bahkan usia yg belum paham arti memiliki.
"Sudah-sudah, nanti lanjut lagi di dalam.."
Ucapan papa Syakieb membuat hadirin yang ada tersenyum simpul sambil menatap Rangga.
Rangga malu tiada tara, andaikan bisa ingin rasanya dia menghilang dari sana.
" Gue bertaruh nih..., Rangga akan ngefly malam ni.." Bisik Rayya pada Vino, tapi sayangnya Vino tidak connect, karena fokusnya pada Vera.
Denis yang mendengarnya langsung menoleh dan tersenyum.
" Akan berat usahanya untuk menjinakan 'his something' to night, gue bertaruh dia bisa gila malam ini..." Denis menyunggingkan senyum di bibirnya.
" Kita lihat aja besok bro, kita pantau dulu, sekuat apa Rangga Bayu Wijaya menahan godaan.." Tiba-tiba suara Marvel mengejutkan mereka, sontak mereka menoleh.
"Maksudnya..???" Tanya Denis kepo.
"Kami meminta Rangga untuk tidak membuat Ara hamil, anak bodoh itu pasti gila, bersiaplah kalian untuk jadi teman pasien RSJ..." Ucapan Marvel disetai seringai yg mengerikan.
Bersambung.....
__ADS_1