Childhood Love Story

Childhood Love Story
Aluna Nada - Part 18


__ADS_3

---Happy Reading---


"Lalu dimana dia sekarang?" aksa menatap adiknya. "Siapa?" tanya aksa dengan linglung. "Ya tentu saja anak tak tahu diri itu, abang denger ceritanya gak sih?" Kesal luna saat tampang bloon abangnya keluar. Mika dan alex tertawa sedangkan adam dan mama papa tersenyum seakan sudah biasa dengan tampang aksa yang selalu menampangkan bodoh.


"Tentu dia ada didekat ayahnya adam, kan dirinya adalah wanita perusak hubungan ayahmu, adam." Adam mengernyit lalu mengangguk. "Ya, dia juga yang sudah membunuh bunda dengan kejamnya." Mika mengangguk, "Setelah mengancam ayahmu ia langsung bergerak cepat yaitu membawa bundamu kesuatu tempat dan dilecehkan dengan banyaknya preman sampai kehabisan nafasnya. Dan membiarkan bundamu tergeletak begitu saja ditempat itu sampai dirimu datang kesana yang sudah tidak bisa menahan tangisan, maafkan diriku yang terlambat menyelamatkan nyawa bundamu nak."


"Bukan salahmu kek, ini sudah takdirnya tapi aku tidak akan memaafkan tingkah keji dari wanita itu yang sudah menghancurkan keluarga harmonisku. Aku akan membalasnya berkali kali lipat." ucap adam dengan serius menatap kedua kakeknya yang juga tersenyum sambil menatapnya dan keduanya mengangguk seakan berkata. 'Silahkan kamu yang membalaskannya, kami menunggu kabar selanjutnya.'


"Aku juga ingin membantu menangkap wanita tidak tau diuntung itu, sudah menumpang masih saja tidak tau diri." ujar luna dengan kesal dengan semangat yang berapi- api luna langsung meminta ijin kepada mama papanya yang hanya tersenyum melihat tingkahnya. "Mama, papa, luna bolehkan menangkap wanita jahat itu bersama mereka?" pintanya dengan tatapan memelasnya, belum dijawab oleh kedua orang tuanya sudah dibantah oleh dua pria muda yang tidak ingin luna ikut.


"Tidak! Tidak boleh!" bentak adam yang tidak membolehkan luna ikut diangguki aksa. "Jangan bolehkan luna untuk membantu kami berdua ma, pa, kakek kakek." ujar aksa membuat luna merengut tak suka. "Tapikan luna mau menangkap wanita itu juga."


"Ngga luna, disana bahaya. Luna lebih baik dengarkan kami berdua agar tidak ikut campur urusan ini karena kami tidak ingin kau kenapa kenapa begitupun dengan orang tua yang berada disini yakan?" tanya adam dengan secara pelan pelan mencoba agar aluna tidak bersikeras ikut  dengannya.


Mama, papa, kakek alex, dan kakek mika. Menganggukkan kepalanya karena tidak ingin sesuatu terjadi kepada luna. "Mama tidak menyetujui karena luna adalah putri mama satu satunya kami tidak ingin kehilangan kamu kedua kalinya luna, sudah cukup yang dulu tidak sekarang."


Papa mengangguk tanda setuju. Luna pun langsung memikir ulang jika ia ikut mungkin saja nyawanya akan bahaya, tapi ia juga ingin melindungi mereka dengan apa? Dirinya tidak bisa bela diri atau apapun itu. "Baiklah aluna tidak akan ikut kalian, tapi kalian harus nepati janji bahwa kalian akan selamat hidup hidup tidak boleh ada yang terluka parah sampai harus dioperasi, oke?"


Aksa dan adam saling melirik lalu mengangguk. Aksa mengacak rambut adiknya dengan gemas. Begitupun dengan Adam langsung menyubit pipi luna dengan gemas tapi pelan. "Baiklah, kami janji. Jadi tolong untukmu luna jaga para petua ini agar tidak keluar sendirian begitupun dengan papa dan mama oke?"


Aluna mengangguk lalu tersenyum. "Tentu saja bodyguard luna selalu disamping mereka!" jawabnya dengan tawa merdu membuat semua berbahagia sebelum besok masalah datang menghampiri mereka.


❣❣


"Eh udah bisa dihubungin dia?" Yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya dengan lesu. "Lalu kemana dia? Mengapa rumahnya sepi seperti tidak berpenghuni."


"Entah, apa keluarganya berpergian keluar negeri? Maka dari itu dia tidak ada kabar untuk kita semua?"


"Guys! Guys! Coba lihat ada satu postingan dia sama cewe." ujar temannya yang sedang fokus memainkan sosmednya. Lalu menunjukkan satu foto seorang gadis sedang fokus makan. "Dia sedang bersama gadis lain, sedangkan gebetannya ditinggal sendirian disini?"


"Terimalah nasibmu, Cowo seperti aksa itu sangat sempurna tidak mungkin dirimu mendapatkan perhatian dan perlakuan lembut darinya. Coba baca captionnya, itu saja sudah membuat siapapun melihatnya aksa sangat menyayangi dan mencintai gadis difoto tersebut." ujar temannya yang ia pikir semua benar. Dia hanya gadis yang didekati oleh aksa namun aksa sepertinya tidak menganggap lebih dari pendekatan itu. Hanya saja dia baper karena tingkah laku aksa kepadanya.



AksaraBintang Waktunya menemani gadis manis ini sebelum ku meninggalkannya. Makan yang banyak ya, little princessku. Love u.

__ADS_1


M.Adam_ Dia juga little princessku, kau jangan merebutnya dariku.


Reply : AksaraBIntang @M.Adam_ Kau yang merebut princessku, dimana kau?


Baca komentar selanjutnya...


"Wahh, gadis ini sangat manis untuk dilihat." puji temannya membuat dirinya semakin ngedown. "Jangan gitu dong, Mina juga manis kok." bela temannya yang sedari tadi mengelus seraya menguatkan dirinya dari komenan teman lainnya.


"Memang mina manis, namun gadis ini lebih manis. Apalagi tubuhnya sepertinya sangat bagus untuk menjadi model terkenal."


"Udah deh, dari pada ngomongin gadis itu lebih baik kamu menghubungi aksa lewat telepon kalau dia tidak mengangkatnya berarti dia sedang sibuk dengan gadis difoto ini." saran temannya yang membuat mina langsung menelpon aksa dan tersambung.


Mina sudah senang teleponnya diangkat lalu senyumnya langsung menghilang setelah mendengar suara gadis lain ditelinganya. "Halo? Ini dengan siapa?" Mina pun langsung bertanya balik tanpa menjawab."Kamu siapanya aksa?"


"Aku? Kamu yang siapanya aksa, aku lebih duluan bertanya mengapa balik bertanya?" kesal luna.


"Aku gebetannya." ujarnya dengan sedikit mengecil suaranya, luna yang mendengarnya terkejut. Ia sedikit mengingat bahwa abangnya sedang dekat dengan gadis namun nama depannya adalah R. Maka dari itu luna ingin memastikan sesuatu, apa benar gadis ini adalah gadis yang disukai oleh abangnya?


"Iya, siapa namamu?"  Desak luna yang ingin mengetahui nama gadis itu.


"Mina..." jawab gadis itu membuat luna menggelengkan kepala, pasti ini fans abangnya yang mengaku sebagai gebetan. Baru saja ia ingin membalas, abangnya sudah memanggilnya.


"Tidak tau, aku bertanya siapa namanya tapi tidak bertanya dan lagi ini nomor asing yang tak dikenal." ujar aluna dengan berdiri melangkah kakinya kearah abang dan adam, ia memberikan hape kepada abangnya lalu masuk kedalam kamar setelah abangnya menyuruhnya untuk mandi.


"Yasudah buruan mandi, kita harus segera berangkat." "Oke." jawab luna lalu menutup sambungan itu secara sepihak. tut.


"Gimana? Diangkatkah? Tapi sepertinya bukan aksa yang mengangkatnya." Mina mengangguk lemas. Sebentar lagi matanya berair karena merasa sakit hati mendengar suara gadis lain dari nomer cowo yang ia cintai sejak dulu. "Udah deh gak usah nangis, cowo masih banyak diluar sana."


"Iya, mina. Kamu harus semangat."


*


Sepanjang jalan aluna masih sibuk dengan menatap pemandangan diluar mobil yang sedang dikendarai oleh Aksa sedangkan dirinya duduk dibelakang bersama mamanya, Kakek alex juga sedang duduk disamping abangnya. Mereka berniat pindah tempat kerumah yang dekat dengan rumah dulu kakek alex dan mika tinggal rumah itu sudah menjadi tempat pembunuhan sejak dulu.


"Kita sudah sampai, kita sengaja beli rumah ini didekat rumah kakek dulu. Kemungkinan aku akan menyuruh bawahan papa untuk melindungi rumah yang kita tinggali saat ini. Agar kakek dan mama, serta aluna tidak disentuh oleh mereka." Ujar aksa yang langsung memasuki rumah itu setelah sudah dibukakan oleh pengawal pribadi keluarganya.

__ADS_1


Ia memasukkan mobil itu kedalam garasi langsung, lalu ia langsung pergi lewat belakang walaupun ia harus memanjat dan sudah ada mobil yang sedari tadi menunggunya disana. Yang tak lain Adam, papa, dan kakek Mika. "Ayo cepat masuk, mereka sudah aman kan?" tanya papa yang langsung di angguki oleh aksa. "Sudah pa, tenang saja aksa sudah menyuruh pengawal untuk berjaga jaga."


"Begitupun pengawal adam, yang sangat teliti untuk mengerjai musuhnya." kata kakek Mika dengan mengelus pundak cucunya yang fokus menyetir, adam tersenyum manis kepada kakeknya.


Sesampai rumah kakek mika, mereka langsung turun seakan baru saja berpergian jauh. Mereka langsung melangkah masuk ke rumah mewah itu, aksa dan adam seperti melihat sekitar rumah besar ini benar benar sangat mengerikan dan membuat bulu kuduk mereka merinding.


"Kakek mengapa rumah ini sangat seram?" tanya aksa saat sudah berlari dan berjalan tepat disamping kakek mika. Kakek tertawa garing melihat tingakh laku aksa yang sungguh jauh dari sikap biasanya. Saat ini ia melihat aksa sangat penakut dan pengecut namun diluar itu ia sangat datar dan super cuek.


"Aksa! Jangan malu maluin napah." omel papa yang merasa tingkah putranya terus berubah, adam tertawa. "Gak usah anggap aksa putra papa lagi, anggap adam saja sebagai putramu." Ujar adam yang membuat aksa melotot tak setuju kepada ucapan adam, papa ranz pun langsung mengangguk dan merangkul adam yang sudah seperti putranya. "Baiklah, papa akan mengangkatmu menjadi putra sekaligus calon menantu." ujarnya yang semakin membuat aksa tak suka. "Apa apaan sih pah, putra papa itu aksa bukan adam, lagi pula kenapa papa merestuinya dengan luna? Luna tuh aksa punya."


Kakek yang mendengarnya sedikit khawatir. "Kamu brother complex?"


Aksa terkejut bukan main. "Bukanlah kek, kalau aksa udah brother complex luna udah jatuh cinta ke aksa." ujarnya yang langsung dijitak oleh adam dan dijewer oleh papa ranz. "Enak saja!" serempak kedua pria yang berbeda usia itu dengan kesal. Aksa yang mendapatkan hadiah itu langsung meringis pelan, karena mereka melakukan tindakan kekerasan kepadanya.


"Kenapa kalian semakin kompak? Sakit tau! Coba saja ada mama, mungkin saja papa sudah tidur diluar dan luna mungkin saja sudah menerima cinta karel dibandingkan menunggu dirimu."


"Hei!"


"Apa apaan itu? Lalu siapa karel?" tanya kesal adam, yang langsung dihentikan oleh kakek mika saat melihat seorang wanita yang terlihat tak asing bagi mika namun bagi aksa, adam, dan ranzel sangat asing. Mika mengepalkan tangannya dengan menahan amarah. "SEDANG APA KAU DISINI?!" bentak kakek Mika, membuat aksa dan adam terkejut karena tiba tiba kakek membentak seorang wanita.


Wanita itu tersenyum, lalu menatap adam dan ranz yang sudah menatapnya dengan tajam. Sedangkan aksa merasa ingin memuntahkan sesuatu lalu berjalan mendekat kearah kakeknya. "Kek, kalau boleh tau, siapa wanita murahan ini? Mengapa ada dirumah kakek? Melihatnya saja diriku sudah ingin memuntahkan sesuatu padahal belum makan." ujar aksa membuat wanita itu menahan amarah, sedangkan kakek mika mulai tersenyum karena perkataan aksa.


Adam dan Ranz sudah mengingat siapa wanita itu yang sedang berdiri didepan kakek Mika. Dia adalah anak tak tau diri yang disebutkan oleh Mika sendiri didalam cerita itu. Wanita itu tersenyum, "Apa kabar adam, bagaimana kabar ibumu? Ah iya, aku melupakan bahwa adel murahan itu sudah tiada." ujarnya dengan tatapan sinis.


Belum adam membalas aksa sudah menampar wanita itu. "KAU YANG MURAHAN! DENGAN TIDAK TAU DIRINYA MENGAMBIL DUNIA YANG SEHARUSNYA MILIK BUNDA! DENGAN TAK TAU DIRINYA MENDEKATI DAN MENGANCAM AYAH UNTUK MENINGGALKAN BUNDA!" ujarnya dengan amarah yang sudah diubun.


Wanita itu terkejut dan menatap aksa yang sudah menamparnya dengan kencang sampai terdengar suara PLAK!! dan itu benar benar sangat kencang. "KAU SIAPA?!"


"Kau tidak perlu mengetahui siapa diriku, yang terpenting adalah kau hanya wanita murahan tak berharga dibandingkan bunda yang sangat berharga bagi kami semua."


Wanita itu mengepalkan kedua tangannya mencoba menahan amarah setelah mendengarkan perkataan pria muda yang sangat asing menurutnya dibandingkan Adam dan Ranz, ranz pria itu ia pernah melihatnya dimajalah pembisnis milik pria yang saat ini ia sayangi. Yang tak lain adalah ayah kandung dari Adam.


 


---Bersambung---

__ADS_1


Jangan lupa like ceritaku dan mampirlah keceritaku yang lain.


Terima kasih.


__ADS_2