
" MASYAALLAH....LUIGI TRANVIS DAFFRAN!!!!" Teriak Wari histeris di pagi hari ini.
Bagaimana tidak, dengan hati yang penuh rasa rindu. Ibu dua anak ini berlarian ke kamar putranya untuk segera melihat wajah putra sulungnya setelah kedatanganya dari Jerman beberapa saat lalu. Enam bulan penuh dia tidak bertemu putranya, dan sekaranglah waktunya melepas rindu yang begitu menggunung.
Tapi saat istri dari Lenox Maha Daffran itu menyingkap selimut putranya. Dia harus dibuat syok dengan banyaknya tanda merah dileher putranya.
" Lui!! Apa ini??" Wari menjewer telinga putranya geram. Sebagai wanita berpengalaman tentu Wari sangat tahu apa arti tanda merah yang berada dileher putranya itu.
" Duuhhh sakit mama..... Mama apa sih..., lepas telinga Lui mah..." Rengek Luigi mengiba.
Beberapa penghuni rumah yang mendengar teriakan Waripun mulai berlarian ke asal suara, tak terkecuali Lenox sendiri.
" Katakan pada mama apa yang kamu lakukan semalam!!, kenapa lehermu penuh bekas kecupan seperti itu!!" Teriak Wari semakin menjadi-jadi.
Bahkan dengan teganya dia semakin memelintir telinga yang sudah memerah itu.
" Ampun mah sakit....., itu bukan mah..hanya digigit serangga..." Elak Luigi.
Rasya, Almeer dan Aryan tertawa terbahak-bahak melihat si sok keren Luigi itu tersiksa di tangan ibu negaranya. Selama ini dia yang paling bebas karena orang tuanya berada di Jerman. Dia tinggal di White Base karena dia merengek minta sekolah SMU di Indonesia.
Azmya dan Maureenpun terlihat menutup mulut mereka yang juga ikut tertawa.
Dibelakang kedua gadis itu ada Tiara, putri dari Rayya dan Hanum yang hanya menatap sekilas saja pada mata Luigi.
Degh...
Melihat mata Tiara, Luigi begitu gelisah.
" Ma ini bukan mah.... Sumpah mah!!, hanya serangga..." Elak Luigi terus dengan mata terus menatap pada Tiara yang sama sekali tidak peduli dengan keributan di depan kamar Luigi itu. Gadis itu terus saja dengan aktivitasnya, mengetik sesuatu pada ponselnya.
" Halah...serangga berkepala hitam..." Sahut Rayden putra Denis.
" Ya tepat!!, serangga yang pakai lipstik ha...ha..ha..." Sahut Aryan pula.
" Diam iiihhh berisik...!!" Teriak Luigi kesal.
" Kau yang harusnya diam!!" Bentak Lenox.
Bentakan Lenox yang begitu keras membuat para boy mundur perlahan-lahan. Tapi tidak dengan Azmya dan Maureen, kedua gadis itu duduk dengan santai begitu saja di sofa yang menghadap kamar Luigi tanpa rasa sungkan sama sekali.
Tiara?
Gadis itu tidak bergeming, tidak bereaksi sama sekali dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Bahkan gempa bumi terjadi saja mungkin Tiara hanya berjalan santai disaat yang lainya lari.
Begitulah Tiara Sagara, gadis dengan perangai kalem dan lembut ini begitu menggemaskan. Saking kalemnya banyak yang mengira Tiara ini lemot dan bodoh, padahal aslinya Tiara adalah pengoleksi ratusan sertifikasi penghargaan akademisi dan non akademisi.
Bahkan ketiga putra dan putri Rangga sang dosen di Universitas luar negeri saja lewat.
Begitulah, hampir tiga jam Luigi habis diceramahi oleh kedua orang tuanya sepagi ini.
" Apa kau tahu Lui!!, adikmu itu perempuan, bagaimana mungkin kau berperilaku bejat seperti ini. Apa kau tidak pernah memikirkan adikmu hah!!" Suara Lenox menggelegar memantul disudut-sudut kamar.
" Pah!!, kenapa setiap perilakuku selalu disangkutkan dengan adik!!, kenapa kenakalan ku selalu di kaitkan dengan nasib adik..." Ucap Luigi pelan sambil menunduk dalam.
" Yang nakal itu aku!! yang bejat itu aku!!, yang berandalan itu aku pah.., kenapa seolah-olah mama dan papa takut adik yang mendapatkan karma dari dosa-dosaku..." Luigi beranjak pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang hanya diam saling tatap.
Mereka bingung harus memberikan jawaban apa akan pertanyaan putranya.
Luigi keluar dan langsung bergegas menuju kolam renang. Kepalanya sangat panas saat ini. Menjeburkan diri di air mungkin akan lebih baik. Tapi saat melintas, matanya tak sengaja melihat Tiara turun dari tangga dengan outfit yang rapi, terlihat seperti akan pergi keluar.
" Mau kemana?" Tanya Luigi menghampiri Tiara.
" Perpus, ada janji dengan kak Bian.." Jawabnya cuek, matanya sedikit melirik pada leher Luigi yang memang terdapat beberapa tanda merah disana.
Luigi sangat tau arah tatapan Tiara, diapun merasa tidak nyaman dan cepat-cepat menarik kaosnya untuk menutupinya.
" I..ini bukan seperti yang dituduhkan oleh mama Tia.... Ini hanya gigitan serangga.." Luigi semakin mendekati Tiara.
Tiara menatap wajah Luigi yang ada di depannya itu sejenak.
" Terus mau itu gigitan serangga ataupun gigitan wanita apa masalahnya?, gue nggak peduli tuh..." Ucap Tiara dingin.
Dengan santuinya dia melangkahkan kakinya meninggalkan Luigi yang melongo ditempatnya.
Almeer dan Rayden yang tepat berdiri di belakang Luigi bergetar menahan tawa mereka melihat tampang Luigi yang menyedihkan.
Tubuh keduanya bergetar, sementara bibir Almeer menggigit lenganya sendiri agar tidak tertawa keras.
Sedangkan Rayden bersembunyi di belakang tubuh Almeer dengan menutup kedua tanganya di mulutnya, untuk tertawa mengeluarkan suara mereka, jelas mereka tidak tega.
Tapi untuk tidak tertawa, kejadian didepan mereka barusan sungguh sangat menggelikan.
...***...
Luigi mondar-mandir di depan kamar Tiara, beberapa kali tanganya sudah berada di pintu hendak mengetuk, tapi di tariknya kembali.
__ADS_1
Ceklek.
Tiara keluar kamar dan terkejut mendapati Luigi yang berdiri tepat di depan kamarnya.
" Ngapain disini?" Tanya Tiara jutek.
" Gue pengen ngomong sama lo.." Jawab Luigi.
" Ngomong aja sok atuh..." Tiara menutup pintunya dan bersandar disana sambil bersedekap.
" Nggak disini, ikut gue yuk.." Ucap Luigi lirih.
" Emang lo mau ngomong apa?, trus kita mau kemana?" Tiara merapikan jilbabnya sekitas.
" Ikut aja yuk..." Ajaknya lagi.
" Ya udah bentar.." Tiara masuk kembali ke kamarnya dan menyambar jaketnya, lalu kembali keluar.
" Yuk..." Ucapnya dengan mempersilahkan Luigi jalan didepannya.
Tapi Luigi malah hanya mematung, menatap Tiara yang bego tapi cantik adalah hobbynya sejak beberapa tahun ini.
" Ayok...jadi apa enggak!!"
Suara Tiara mengagetkan lamunan Luigi sesaat.
Tapi berikutnya Luigi masih terlihat melamun sambil tersenyum-senyum menatap Tiara yang sibuk merapikan jilbabnya.
" Lui!!, jadi apa enggak ini?" Tanya Tiara jengah.
" Oh tentu...tentu jadi dong sayang.." Jawab Luigi keceplosan.
" Sayang! Sayang!, pala lo peang..." Sahut Tiara santai.
...*...
"Kalian mau kemana?" Tanya Almeer yang kebetulan berada di garasi sedang mencuci motornya.
" Ke sana.." Jawab Luigi gaje.
Almeer yang mendapat jawaban nggak jelas itupun hanya menggendikkan bahunya cuek.
Disinilah putra sulung Lenox dan putri satu-satunya Rayya itu berada. Di taman kota, dengan sepiring gado-gado ditangan mereka.
" Sebenarnya gue nggak ingat apa yang terjadi semalam. Seingat gue, gue di club bersama genk gue. Tapi setelah gue minum, gue merasa mengantuk yang luar bias--"
" Minum?, maksud lo drunk??, lo minum alkohol??. Gila lo!!, lo akan mampus ditangan uncle Marvel liat aja!!" teriak Tiara kesal.
"Selain itu lo akan klenger dibantai uncle Brian...ckck...Lui lo benar-benar..." Tiara menepuk keningnya geram.
Disaat bersama seorang pemuda tampan berjalan mendekat ke arah mereka.
"Eits..., kenapa di tepuk keningnya Tiara..." Ucap pemuda itu dengan menahan tangan Tiara sebelum berhasil menepuk keningnya untuk ketiga kalinya.
" Siapa lo!!, lepasin tangan lo!!, nggak sopan main pegang-pegang aja!!" Luigi menepis tangan pemuda itu kasar.
" Hey...siapa lo?" Tanya pemuda itu balik.
" Gue!!, lo tanya siapa gue? gu---"
" Oh dia salah satu brother saya kak Assyu.." Sahut Tiara menyerobot kata-kata Luigi.
Luigi menatap Tiara penuh amarah, puluhan kali sudah dia bertemu dengan keadaan seperti ini. Dimanapun mereka pergi akan selalu ada pemuda yang datang mengganggu seperti ini. Dan yang menyebalkan bagi Luigi, semuanya rata-rata kenalan baik Tiara.
Sebenarnya, bagaimana pergaulan Tiara selama ini?. Dia yang saat dirumah selalu banyak diam dan tidak banyak bicara. Kenapa diluaran selalu didekati para pemuda..
Kesal!!!.
Saat ini Luigi begitu kesal.
" Siapa tadi nama lo?, Assyu?...Asu? Anjing maksudn---"
"LUIGI!!, lo nggak sopan banget sih!!" Bentak Tiara kesal.
" Maaf kak, dia emang rada-rada..." Tiara menggeser telunjuknya melintang dikeningnya.
Luigi melihat itu, dadanya begitu dongkol. Melihat Tiara mengolok dirinya dengan menyebutnya stress dengan jarinya yang dikening, Luigi benar-benar hilang mood saat ini.
Brakkk!!
Luigi dengan kasar menggebrak meja taman, lalu melempar uang seratus ribuan diatas meja untuk bayar gado-gado.
" Kita pulang sekarang! " Luigi meraih tangan Tiara dan menyeretnya kembali ke mobil.
" Lui...Lui...lepas!!. Lepasin tangan gue!!. Ini nggak boleh Luigi..." Berontak Tiara.
__ADS_1
Selama ini para boy anak genk somplak diajari untuk tidak menyentuh dan menghargai gadis yang berhijab. Mereka harus menghormati mereka yang patut dihormati.
" Gue nggak boleh tapi dia boleh!, begitu! Dia siapa???. Pacar lo!!" Bentak Luigi marah. Emosinya meledak saat ini.
Gadis bodoh ini nggak ngerti-ngerti juga..
Dasar bego!!, gue cemburu sampai guling-guling dia masih juga masa bodoh.
Masa gue harus gantung diri dulu trus bikin surat wasiat baru dia nyadar..
Tiara bego!!! Tiara bodoh!! Tiara tolol..
Luigi meninju habis body mobil saking geramnya.
Sebelum ini dia selalu merengek minta sekolah di Indonesia hanya agar bisa terus menatap wajah Tiara, tapi gadis bodoh ini tidak juga tahu arti tatapannya selama ini.
Dia rela berjauhan dengan orangtua dan adiknya demi Tiara.
Tapi Tiara??
Gadis itu terus saja kaku dan membatu.
Apa waktunya aku pergi..
Apa waktunya aku pindah ke lain hati?
Apa waktunya aku melupakan rasa ini?
" Akkkhhhhhh!!!" Luigi meremas kepalanya geram saat melirik Tiara yang berdiri disampingnya justru lagi-lagi asyik mengetik sesuatu diponselnya.
Srett...
Luigi merebut ponsel itu dan membacanya sekilas.
" Lo nulis novel?"
" Hemmmm" Sahut Tiara
" Tentang apa?"
" Tentang pemuda tampan yang rela meninggalkan keluarganya demi seorang gadis bego dan tolol!!" Ucap Tiara cepat.
Duarrr!!!
Luigi terbengong bagai disambar petir.
" Ap...ap..apa Tia?"
" Ya, itu tentang lo.. Baca saja.." Ucap Tiara dengan membuang muka ke arah sampingnya.
" L..l..lo tahu gue pindah sekolah kesini itu karena lo?" Tanya Luigi dengan terbata-bata, dadanya serasa ingin meledak saat ini juga.
" Hemmm" Lagi, jawaban Tiara hanya sebuah anggukan.
" Sejak kapan lo tau..."
" Sejak lo meninju Gani, ketua kelas gue.." Jawab Tiara.
" Ja..ja..jadi lo tau gue itu, gue itu..suka sama lo?" Luigi semakin ingin pingsan setelah tau kenyataan ini.
" Hemmm" Jawab Tiara lagi.
" Lalu??, perasaan lo ke gue gimana?" Tanya Luigi penuh harap.
" Nggak gimana-gimana, b'ajah..." Jawab Tiara dengan menutup wajahnya dengan ujung jilbabnya.
" AAAHHHH TIARA SAGARA!!!!" Teriak Luigi frustasi.
Tapi sesaat kemudian matanya menatap tubuh Tiara yang bergetar karena menahan tawa.
" Lo tertawa Tia?" Luigi menarik sedikit bahu Tiara untuk menghadapnya.
" Lo ngetawain gue?"
" Emmmbbb..ha..ha..ha..ha ." Tawa imut Tiara pecah saat itu juga.
Luigi syok melihat begitu cantiknya Tiara yang tertawa lepas seperti sekarang ini.
-------------------------------------------------------------
Nah...seru kan guy's???
Nantikan di Childhood Love Story Blossom oke...
Sebelum itu baca ini dulu👇👇👇, nggak kalah seru...
__ADS_1