
" Hah ajigile jadi beneran besok lo nikahin si Ara bro!!!" Teriak Rayya histeris. Saat Rangga memberitahu mereka rencana pernikahannya besok hari.
" Sstttt, mulut lo bacot amat Ray" Ucap Vino sambil membungkam mulut Raya.
Pandangannya memindai sekitar, takut kalau-kalau ada anak SMU Bhakti yg mendengar obrolan mereka, secara mereka sedang duduk di pinggir lapangan setelah pelajaran olahraga.
Denis senyam senyum sambil menatap sahabatnya yg terlihat cerah hari ini.
Rangga sangat berbeda, tidak seperti biasanya. Rangga yg coolly dan jutekly hilang sudah. Berganti dengan Rangga yg ramah dan murah senyum. Luar biasa pengaruh seorang Ara terhadapnya. Denis hanya bisa bersyukur sahabatnya bertemu dengan dedek Lilinya.
" Lo beneran sudah siap buat jadi 'suami', secara ini bukan suami pura-pura lho ya, ini asli, lo siap Ga..?" Tanya Denis.
" InshaAllah gue siap Den..." Ucap Rangga mantap.
" Gue akan bawa di serta saat gue kuliah di Boston, dia bisa lanjut sekolah di sana.." Ucap Rangga lagi dengan terus tersenyum.
" Alhamdulilah gue ikut seneng liat lo seneng bro" Denis menepuk-nepuk pundak Rangga untuk menguatkan tekad sahabatnya.
" Btw sebagai suami, lo juga harus siap financialnya, lo udah hubungi kak Bagas belum, perkembangan usaha kita tiga tahun lalu seperti apa sekarang bro?"
" Itu sih urusan kak Bagas, kita sih cuma modal doang, ya gue juga belum pernah cek transferanya ke rekening gue selama ini." Ucap Rangga sambil mengingat-ingat kembali usahanya dulu dengan kak Bagas dan Denis.
"Gue juga sih, tapi terakhir liat kak Bagas itu pas pesta pernikahan bang Adnan dan Hana deh" Denis mencoba mengingat sesuatu.
" Iya dan gue lihat dia memberikan bunga buat Lili gue, ishhh, geram gue" Rangga terlihat marah saat mengingat Gama Bagaskara memberikan setangkai mawar merah pada Ara seusai mereka ngeband di acara pernikahan Adnan dan Hana.
" Sssttt, guys sini...." Vino mengumpulkan kepala temannya untuk ngumpul jadi satu.
" Saatnya kita belajar tentang reproduksi" Bisik tiba-tiba Vino sukses membuat mata ketiga sahabatnya itu melotot tak percaya.
" Sialan lo Vin, ishhh apaan!!!" Bentak Rangga.
" Loh...sialan gimana??, yang begituan kan utama di pernikahan, lo mau nikah kan untuk itu.." Ucapnya santai.
" Bukan lah!!!, itu yang kesekian..." Sangkal Rangga tapi dengan berpura-pura cool, padahal jelas dia menyembunyikan rasa nervous nya, wajahnya terlihat merah merona.
" Udah nggak usah malu-malu.." Tepuk Denis sambil menaik turunkan alisnya.
" Gaya lo Ga!!, yg kesekian konon..., padahal udah ngebet bingitz pake polll, ya nggak Ga!!, hayo jujur!!!" Goda Raya sukses membuat wajah Rangga benar-benar merah padam.
"Katanya kalo udah nyoba enak-enak sama istri lo bakalan ketagihan, modelan lo bilang begituan urusan yg kesekian, hah!!!, bulshit amat lo Ga!!!" Ucap Vino.
" Gue..." Ucap Rangga terpotong, matanya lurus kedepan.
Sementara para sahabatnya menunggu dengan sabar apa yg akan dibicarakan oleh Rangga.
" Masalahnya Lili gue masih kelas satu bro, pendidikan nya masih panjang, gue gak mau jadi penghalang Lili gue buat maju bro.." Ucap Rangga sambil menundukkan kepalanya.
"Trus masalahnya apa?, ya emang dia masih kelas satu, kami juga tau itu..." Sela Denis
__ADS_1
" Dia masih kecil, tujuh belas tahun aja belum, belum pada batas usia untuk begituan..., gue harus tunggu dia siap bro, dan trauma nya pada Lenox juga harus diobati.." Ucap Rangga pelan dan terdengar cemas.
" Nah lo tau dia masih kecil, kenapa lo gak nunggu dia lulus aja gitu..?" Tanya Rayya.
" Mana tahan gue bro, baru dicium dia sekali aja rasanya gue udah terbang ke nirwana, jauhan sama dia aja gue kangen berat..., gue gak bisa pagi jauh dari dia bro..." Rangga terlihat beberapa kali menghela nafasnya berat.
Mereka bertiga nampak ikut berfikir, dan mereka juga terlihat mengangguk.
Vino terlihat membuang muka dan salah tingkah saat Vera cs datang menghampiri mereka dipinggir lapangan.
Vera juga nampak duduk berjauhan dengan kakak sepupunya itu. Kebiasaan yang tidak seperti biasanya. Karena mereka biasanya selalu menempel seperti prangko.
Denis terlihat curiga dengan situasi ini, bahkan Vera yg biasanya heboh dan centil terlihat kalem dan pendiam.
Ara duduk disamping Rangga, dengan menyodorkan botol minum pada pemuda itu, Ara berbisik.
" Nanti pulang sekolah langsung ke rumah, mommy dan daddy juga langsung kesana dari kantor..."
Rangga meraih botol itu beserta tangan Ara. Membuat Ara celingak-celinguk melihat sekitar takut ada yg melihat.
Rangga tersenyum, dengan cepat dia menarik tangan itu ke bibirnya dan.
Cup.
Satu kecupan kecil pada jemari Ara yg masih melekat pada botol.
"Kamu kalo takut-takut gitu imut banget..." Bisik Rangga dengan memajukan punggungnya sedikit seolah akan meraih handuknya padahal tidak.
Sesekali mereka saling menggelitik di genggaman mereka, terlihat senyum malu-malu diantara keduanya.
" Yahhh, okelah...kita ngontrak bro!, kita ngontrak!, dunia hanya milik mereka berdua tuh..." Sindir Rayya melihat gelagat dua sejoli itu gemas.
Dengan secepat kilat Rangga dan Ara segera melepaskan tautan genggaman mereka. Mereka terlihat salah tingkah seperti maling yang tertangkap basah.
" Dih nggak usah nervous gitu Ga, ini kita loh Ga..ha..ha..." Ucap Rayya menggoda Rangga dengan tawanya.
Mereka genk somplak juga ikut mentertawakan sepasang kekasih yg masih belum go publik itu.
Membuat Rangga segera memiting kepala Rayya saking geramnya.
Di situasi yg mengharuskan tertawa saja Vino dan Vera tak bereaksi apa-apa. Sungguh membuat Denis bertanya-tanya, ada apa gerangan dengan mereka berdua.
*****
" Vin..." Panggil Denis saat mereka berdua telah ada di parkiran sekolah.
Vino menghentikan langkahnya dan berbalik menunggu Denis yg berjalan ke arahnya.
" Lo ada masalah apa sama Vera.."
__ADS_1
Terlihat Vino terkesiap sesaat, raut wajahnya terlihat menegang beberapa saat.
" Nggak ada apa-apa tuh, kenapa emang" Ucap Vino pura-pura tak ada apa-apa, padahal dadanya terasa ingin keluar dari tempatnya.
Denis tersenyum tipis melihat Vino yg berusaha untuk menyembunyikan sesuatu.
" Kalo nggak mau cerita ya nggak papa lah..., tapi setidaknya beban berat lo bisa lo bagi pada kami sahabat lo" Ucap Denis dengan menatap tajam pada mata Vino.
Dan memang terlihat beban berat disana.
" Itu kalo lo masih anggep kami ini sahabat lo..." Denis segera meninggalkan Vino yg masih mamatung di tempat.
" Kita kumpul di cafe Birdman jam tujuh seperti biasa, gue akan cerita semua" Teriak Vino saat Denis tengah memasang helm pada kepalanya.
Dan pemuda itupun mengulurkan jempolnya pada Vino.
Dan tampak pemuda atletis itu menghembuskan nafasnya lega.
Ara telah duduk di boncengan Rangga, motor melaju dengan kecepatan tinggi, karena telah ditunggu oleh beberapa team pengukur baju dari konveksi.
Rangga meraih tangan Ara dan melingkarkannya pada perutnya.
Besok...ya besok!!!
Besok segalanya berubah, ada rasa insecure pada dirinya. Melihat mereka yg mencintai Ara rata-rata adalah orang hebat, dan siapalah dirinya.
Marvel, siapa yg tak kenal dia, mahasiswa kedokteran terbaik, dan bahkan telah direkrut rumah sakit besar di Amerika.
Brian, staff intelijen IT jenius.
Hanan, pemuda sholeh dan berbudi pekerti yg baik. Lembut dan pengertian. Tak ada yg meragukan hafalan Qur'an seorang Hanan. Bahkan tadi pagi saja dia baru pulang dari Makassar dalam rangka lomba MTQ dan membawa piala juara.
Satu lagi, Gama Bagaskara, seseorang yg seperti kakaknya sendiri. Dan Rangga baru menyadari bahwa bisnesman muda sukses ini juga menaruh hati pada Lilinya.
Lantas siapa dia sekarang ini?, hanya murid SMU. Yang hanya bisa meminta ini itu pada orang tuanya.
Yang bahkan tak bisa melakukan apa saja untuk bisa menghasilkan setidaknya uang sepuluh ribu dari hasil jerihnya sendiri.
Rangga kalut dengan fikiranya sendiri, dengan menjadi suami, maka semua kebutuhan Ara menjadi tanggungjawabnya bukan.
Laju motor sedikit melambat saat terlihat gerai ATM, Rangga ingin mencoba mengecek ATM yg pernah diberikan oleh Gama Bagaskara dua tahunan lalu.
" Tunggu sini atau ikut?" Tanya Rangga pelan.
"Di sini aja deh.." Ucap Ara masih dengan duduk di motor Rangga.
"Ya udah tunggu bentar ya..." Ucapnya sambil mengelus jilbab Ara pelan.
Bersambung....
__ADS_1
Terimakasih like nya😍😍😍