
Di sebuah kamar yang mewah yang berada di lantai dasar mension Abraham Cynthia tengah tertidur begitu pulas, setelah semalam salah satu Maid membuatkan susu hamil yang telah dibubuhi obat tidur untuk Cynthia. Sehingga membuatnya tertidur dan melewatkan untuk menghadiri acara pernikahan Jessica dan Andre.
Jika di tanya siapakah dalang yang memberikan obat tidur kepada Cynthia tentu saja Adam-lah orangnya. Setelah dua hari memperhatikan Jessica melalui CCTV dan mendengarkan semua ocehan Jessica, membuat Adam merasa geram dan akhirnya mengambil tindakan sendiri tanpa berkompromi lagi dengan Abraham sang Deddy.
Ya itu semua Adam lakukan untuk kebahagiaan Jessica, keponakan yang mencuri perhatiannya selama dua hari ini. Adam tidak mau Cynthia akan menjadi pengacau di hari pernikahan Jessica dan Andre. Terlebih dia sudah mengetahui niat Cynthia yang ingin merebut Andre dari Jessica.
Setelah doa yang di bacakan penghulu selesai Adam segera berdiri menghampiri sepasang pengantin yang ada dihadapannya kini.
"Selamat atas pernikahan mu Jessica keponakan ku sayang, benarkan yang paman katakan pada mu sebelum proses Ijab Kabul barusan, pangeran tampanlah yang akan menikahi mu bukan Ban.dot Tua ataupun Pangeran Katak yang buruk rupa." ucap Adam sembari tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.
Andre menyeryitkan kedua alisnya saat mendengarkan ucapan Adam.
"Ban.dot tua?? Pangeran Katak??" batin Andre yang bertanya-tanya tak mengerti apa yang di maksud oleh Adam Paman Jessica itu.
Sedangkan Jessica terus saja memberikan senyuman terbaiknya kepada Adam yang berdiri di hadapannya menutupi rasa malunya terhadap Adam.yang mengetahui semua ocehan absurd yang keluar dari mulutnya itu.
"Paman siapakah diri mu sebenarnya? Mengapa kau tahu semua ucapanku tentang Ban.dot Tua dan Pangeran Katak buruk rupa?" tanya Jessica penasaran.
"Aku ini Adam Abraham Adijaya Paman mu, Aku ini kakak dari Ayah mu sayang. Tentu aku tahu semua ocehan mu karena aku melihat dan mendengar apa yang kau lakukan selama dua hari ini di dalam kamar mu. Ban.dot tua yang sering kau sebut dua hari inu adalah Kakek mu Abraham Adijaya, tidak mungkin seorang kakek menikahi cucunya sendiri Nak.." jawab Adam yang terus saja tersenyum sembari mengusap lengan kiri Jessica.
Jawaban Adam membuat Jessica terdiam dan berfikir.
"Abraham Adijaya Kakek ku?? Berarti aku adalah cucu orang terkaya nomor dua di Negri ini. Kok bisa?? Bukannya Ayah anak yatim piatu yang dibesarkan dipanti asuhan? Sepertinya ayah harus menjelaskan semua ini pada ku." Jessica bermonolog dalam dirinya sembari menatap wajah Nico yang berdiri disebrang meja akad.
"Andre jagalah dan bahagiakanlah keponakan tersayangku ini! Jangan sekali-kali kau sakiti hatinya! Jika sampai aku tahu kau menyakitinya, aku tak akan segan-segan untuk menjemputnya pulang, dan mulai saat itu jangan harap kau dapat menemui dia kembali seumur hidup mu." ucap Adam pada Andre dengan tatapan begitu serius.
"Baik Paman Adam. Aku akan berusaha semampu ku menjaga dan membahagiakan Jessica keponakan mu yang sekarang sudah menjadi istriku ini." sahut Andre dengan suara tegas dan lantang.
Nico yang mengerti tatapan putri bungsunya yang mengharapkan penjelasan pada dirinya segera berjalan menghampiri Jessica anaknya. Namun saat ia ingin menghampiri petugas WO segera mengarahkan dirinya untuk melanjutkan proses sungkeman.
Kini kedua orang tua Andre dan juga kedua orang tua Jessica sudah duduk berjejer di kursi yang disediakan oleh petugas WO. Terlihat Abraham dan Dewi sang istri juga duduk di antara kedua orang tua mereka.
Mereka melakukan sungkeman dengan hikmat dan suka cita. Rona bahagia begitu nampak di wajah Ayumi dan juga Lestari. Kedua wanita itu bahagia karena sebagai seorang ibu bisa melihat putra putrinya bisa menikah dengan orang yang sangat di cintai adalah salah satu kebahagiaan tersendiri bagi mereka.
Ayumi sangat mengerti perjuangan putranya untuk mendapatkan Jessica tidaklah mudah. Sedang Lestari sangat mengerti sumber kebahagiaan putrinya kini hanya ada pada Andre. Laki-laki yang begitu tulus mencintai putrinya.
Saat ini sepasang pengantin baru sedang sungkem kepada kedua orang tua Andre.
Andre sungkem pada Brata sang Papi.
"Jadilah suami yang bisa mengayomi istrimu Son, dipundak mu saat ini sudah memikul tanggung jawab yang besar untuk membahagiakan anak gadis orang. Letakkanlah kebahagiaannya diatas kebahagiaanmu. Jangan sakiti dan kecewakan dia!" Brata memberikan nasihat oada Andre.
"Iya Pih, Andre mohon doa restu Papi untuk menjalani biduk rumah tangga Andre bersama Jessica." sahut Andre yang masih dalam posisi sungkem.
__ADS_1
"Ya doa Papi dan Mami mu selalu menyertai mu Son." sahut Brata sembari menepuk pelan oundak putra bungsunya.
Sekarang bergantian Jessica sungkem pada Brata dan Andre sungkem pada Ayumi.
"Om mohon dua ribu mu eh salah... mohon doa restu mu untuk ku Om." Jessica salah mengucapkan doa restu menjadi dua ribu karena rasa gugupnya harus sungkem pada Brata yang sekarang berstatus menjadi mertuanya saat ini yang baru pertama kali ia temui.
Ucapan Jessica yang salah membuat Brata dan Ayumi tertawa seketika. Brata terlihat tertawa terbahak mendengar ucapan salah Jessica.
"Kau mau aku memberi mu dua ribu dalam bentuk dollar atau rupiah menantuku?? Jangankan dua ribu, seluruh harta anakku Andre sudah jadi milikmu sekarang Hahaha..." Brata menanggapi ucapan Jessica dengan pertanyaan yang makin membuat Jessica makin gugup. Karena pertanyaan itu seakan meledek kesalahan Jessica.
"Om...maafkan aku yang salah bicara." kata Jessica yang terus saja menunduk.
"Jangan panggil aku dengan sebutan Om lagi nak, sekarang ini aku mertua mu, panggil aku Papi seperti suami mu memanggil ku. Anggap kami ini orang tua mu juga ya. Kami akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kebahagian rumah tangga kalian." ucap Brata sembari mengelus lembut kepala Jessica.
"Iya Pa..Papi" sahut Jessica yang masih ragu memanggil Brata dengan sebutan Papi.
Terlihat di sampingnya Ayumi sedang menangis bahagia memeluk Andre putra bungsunya yang tengah sungkem terhadap dirinya.
"Mam doakan aku bisa menjadi suami yang baik untuk istriku." kata Andre.
"Tentu Mami akan selalu mendoakan mu Nak."
Sekarang giliran Jessica sungkem kepada Ayumi.
"Kamu tidak meminta dua ribu pada ku Nak?" tanya Ayumi meledek Jessica.
"Mami jangan meledek ku." sahut Jessica dengan suaranya yang manja.
"Hehehe.. Mami akan selalu mendoakan mu dan Andre Nak, berusahalah menjadi istri yang baik untuk anak mami, jika dia menyakiti mu jangan pernah ragu untuk mengadukannya pada Mami, Mami yang akan menghukumnya untuk mu." sahut Ayumi kemudian mencium pipi Jessica.
Selanjutnya sepasang pengantin baru ini sungkem pada Abraham dan Dewi. Jessica yang merasa asing dengan Kakek Neneknya ini, akhirnya di perkenalkan oleh Andre bahwa sepasang Kakek Nenek yang duduk dihadapannya adalah Kakek Neneknya dari Ayahnya Nico. Dewi untuk pertama kalinya memeluk cucunya dari Nico begitu terharu dan terus menangis terbawa suasana.
"Jessica cucu ku... berbahagialah sayang...Nenek akan selalu mendoakan agar kamu terus berbahagia dalam hidup mu." ucap Dewi saat memeluk Jessica.
Dewi melepaskan pun pelukkannya. Jessica kemudian berjalan dengan lututnya bergeser menghampiri Abraham yang duduk di samping Dewi.
"Jessica cucuku. Aku ini Ban.dot tua yang kau umpat selama dua hari ini Hemm. Tidak mungkin aku menikahi mu cucuku. Bagaimana apa kau senang sudah menikah dengan Kak Andre yang terus kau tangisi dua hari ini hemmm." Abraham berkata sembari menatap Jessica dengan tatapan sayang seorang Kakek pada cucunya.
"Kakek maafkan aku ya Kek... Jessica senang sekali bisa menikah dengan Kak Andre. Aku gak tahu apa jadinya kalau bukan Kak Andre yang jadi suamiku." sahut Jessica yang kemudian memberikan ciuman mendadak di pipi kanan kiri Abraham.
Abraham tersenyum bahagia mendapat ciuman manis dari cucunya itu. Ia pun membalas ciuman yang diberikan Jessica padanya dengan mencium pipi kanan kiri Jessica secara bergantian.
"Makasih Kek..." kata Jessica yang tengah tersenyum begitu manis kemudian memeluk tubuh tua Abraham.
__ADS_1
"Sama-sama cucuku." sahut Abraham yang begitu senang dengan sikap hangat yang diberikan Jessica padanya. Nico yang duduk tak jauh dari mereka menatap cemburu melihat kedekatan Abraham dan Jessica.
"Deddy kau sudah mencuri hak ku sebagai seorang Ayah dan sekarang kau sudah mencuri sikap hangat putriku dari ku." batin Nico.
Kini kedua pengantin baru ini sedang duduk bersimpuh di hadapan Nico dan Lestari. Lestari memeluk Andre dan menangis bahagia.
"Nak Andre tolong Jagalah dan bahagiakan Jessica putri bungsuku itu, Ibu harap kamu bisa bersabar menghadapi sikap keras kepala dan kekanak-kanakan." Lestari berkata sembari menangis bahagia.
"Aku akan berusaha untuk menjaga, bersikap sabar padanya dan membahagiakan dirinya bu." sahut Andre.
"Terima kasih Nak."
Kini giliran Andre sungkem kepada Nico. Nico menatap wajah Andre dengan tatapan yang tak biasa.
"Ayah aku mohon doa restumu." Andre berkata saat ia mencium telapak tangan Nico.
"Aku tidak tahu harus bahagia atau marah pada mu Ndre. Aku yakin kalian sudah merencanakan semua ini bukan."
"Maafkan aku Ayah... Aku hanya mengikuti perintah Kakek Abraham." ucap Andre.
"Ya aku tahu kau pasti dalam tekanan seperti diriku. Tapi sekarang aku minta pada mu untuk tidak menyakiti putriku bersabarlah menghadapi putriku yang sekarang menjadi istrimu. Bimbinglah dia untuk menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak-anak mu nanti." Sahut Nico yang mengerti kondisi Andre yang hanya bisa menurut jika Abraham sudah berucap.
"Iya baik Ayah. Aku akan berusaha menjalankan permintaan Ayah pada ku." sahut Andre.
Jessica dan Lestari yang sedang berpelukan tengah menangis bersama.
"Jadilah istri yang baik untuk suami mu nak, buang jauh sikap kanak-kanak mu sekarang kamu sudah menjadi seorang istri, bersikaplah dewasa." Lestari memberikan nasehat pada Jessica yabg tengah memeluknya.
"Iya Bu." Jessica tak mampu berkata apa-apa lagi.
Setelah mereka melepas pelukkannya. Kini gikiran Jessica sungkem kepada Ayahnya. Raut wajah Jessica berubah memasang mode merajuknya. Nico memahami betul karakter putri bungsunya itu jika sudah merajuk sulit di bujuk dan memaafkan.
"Nak maafkan Ayah... Ayah sungguh tidak tahu semua ini. Ayah juga butuh penjelasan dari Kakek dan pamanmu. Sudahlah jangan merajuk terus pada Ayah. Kau sudah jadi seorang istri sekarang. Dan mulai hari ini Ayah akan kehilangan mu. Karena setelah ini kau akan ikut kemanapun suami mu pergi." Nico menarik tubuh Jessica agar memeluknya.
Untuk pertama kalinya Nico menarik tubuh putri bungsunya dalam pelukkannya. Nico pun meneteskan air matanya merasa akan kehilangan putri yang sering ia sia-siakan.
"Maafkan ayah.." ucap Nico saat memeluk Jessica.
"Hemmm..." sahut Jessica hanya dengan mendehemkan suaranya.Jessica masih bersikap dingin oada Nico Ayahnya.
"Ayah aku masih sulit memaafkan mu. Aku menahan diri ku untuk tidak terbawa suasana haru ini. Aku hanya ingin tahu sejauh mana pentingnya diriku ini di mata mu." batin Jessica.
bersambung
__ADS_1