Cinta Jessika

Cinta Jessika
Dua minggu kemudian


__ADS_3

Dua minggu setelah konfersi pers, Jessica dan Endah kembali masuk ke kampus. Mereka berangkat di antar oleh Bowo sebagai supir dan Angela sebagai pengawal pribadi mereka. Sedang suami mereka sudah kembali dengan rutinitas pekerjaan mereka di perusahaan Batara Group.


"Ndah gue males banget manggil lu kakak, rasanya kaku banget lidah gue manggil lu kakak,boleh ga sih gue manggil lu kaya gini aja?" Tanya Jessica yang duduk di kursi belakang bersama Endah.


"Gue juga males manggil lu Ade, geli ajjah punya Ade kaya lu."sahut Endah dengan wajah jiji meledek Jessica.


"Sialan lu... sama aja kaya Bang Leon lu ngeselin." Ucap Jessica tak terima di ledek Endah, ia memukul keras lengan Endah yang duduk di sampingnya.


"Au...au... penganiayaan nih, ade nganiaya kakaknya sendiri. Anda kena pasal penganiayaan Nyonya muda. Anda harus di hukum!" Seru Endah yang menatap sengit wajah adiknya itu.


"Lebay lu... di pukul begini aja bilang penganiayaan." Jessica kembali memukul lengan Endah dengan keras lagi.


"Eh...nambah mukulnya lagi...Anda benar-benar harus di hukum Nyonya muda." Ucap Endah yang mengelus-elus lengannya yang sakit karena di pukul keras sebanyak dua kali oleh adiknya.


"Hukam hukum, emang mau ngehukum gue apaan sih? Paling juga minta di belanjaain." Sahut Jessica dengan menatap wajah Endah penuh arti.


"Tau ajah ni Kisanak, jadilah adik yang baik traktir kakak mu ini ya adikku sayang yang sekarang udah jadi sultan, BTW gue nikah belum dikasih hadiah lohh sama lu dan Kak Andre." Ucap Endah dengan menggerakkan kedua alisnya naik turun.


"Iya gue kasih hadiah nanti, emangnya lu mau di traktir apaan sihh Adinda Endah ku sayang?" Jawab Jessica setuju dengan nada meledek balik Endah.


"Entar habis kita pulang kuliah, bayarin semua belanjaan gue yak di Mall?" Pinta Endah dengan wajah memohon.


"Hemmmm, asal di izinin aja kita nge-mall sama suami-suami kita itu." Ucap Jessica mengiyakan permintaan Endah.


"Gampang itu Kisanak bisa di atur." Sahut Endah yang kemudian nencium basah pipi Jessica.


"Ahhh... basah banget sihhh ahhh jigong u nempel nihhh suee..." umpat Jessica.


"Biar nambah cantik adik gue tayang ini, gue tambahin skin care alami cap ludah basii mpok Endah.. hahahahaha..." sahut Endah cengengesan.


"Dasar jorok..." umpat Jessica yang sibuk mengelap pipinya yang basah dengan tisu karena air liur kakaknya yang absurd ini. Angela menahan senyumnya saat ia sesekali melirik keduanya melalui kaca spion tengah mobil.


"Kaya lu nggak ajah.."Endah memalingkan wajahnya dari Jessica. Ia tak sengaja bertemu pandang dengan mata Angela yang sedang melihat mereka dari kaca spion tengah mobil.


"Angela ngapain senyum-senyum hah? Cepat hubungi suami ku katakan padanya pulang kuliah aku mau ngemall sama adikku, katakan juga padanya pastikan adik ipar ku itu menyetujuinya kalau tidak dia harus tau sendiri akibatnya." Perintah Endah pada Angela yang duduk di kursi samping pengemudi.


"Baik Nyonya." Jawab Angela dengan begitu patuhnya. Ia segera mengirimkan pesan pada Jimmy sesuai perkataan Endah.


"Emang apa akibatnya kalau laki gue sampai gak ngizinin kita, Ndah?" Tanya Jessica penasaran.


"Tidur di luar." Jawab Endah singkat dengan suara ketusnya.

__ADS_1


"Ohhh...pantes, Babang Jimmy waktu itu tidur di unitnya Abang Leon karena lu suruh tidur di luar ya hahahahahaha.. istri kejam banget lu Ndah.." ucap Jessica yang mengingat malam di mana Jimmy numpang tidur di unit apartemen Leon dengan masih menggunakan pakaian kerja lengkap, ia beralasan pada Ibu jika Endah sedang marah dan merajuk padanya karena salah paham.


"Emangnya malam itu di salah apa dia sama lu, Ndah, kok dia lu suruh tidur di luar?" Tanya Jessica yang begitu penasaran penyebab Endah tega menyuruh Kakak iparnya itu tidur di luar.


"Dia mau main apa sama cewek lain. Lu harus hati-hati Jess, sekertaris laki lu gatel minta di garuk pakai garpu tanah tau nggak."jawab Endah.


"Dia gak gatel sama laki gue Ndah kan udah tau laki gue udah merrid dan lagi pula mana berani dia macam-macam sama laki gue, sekertaris itu gatel sama laki lu doang gue rasa karena belum tau kalau laki lu udah punya bini yang kaya singa macam lu ?"


"Iya dia gatel sama laki gue, songong banget gue nelepon laki gue yang ngangkat dia. Rasanya pengen gue door ajah kepala dia piuhh....piuhhh... gitu. Pokoknya gue akan memberantas pelakor, sekali gue nemuin pelakor mau dia jadi pelakor laki gue, adik ipar gue atau lebih parahnya ke Abang gue, siap-siap aja dapat tiket ke alam baka dari gue." Ucap Endah dengan gaya menembak seperti Charles Angel.


"Serem banget Ndah tiket ke alam baka, mati dong tuh orang Ndah ditangan lu?" Jessica terlihat memasang wajah takutnya.


"Kelakuan pelakor itu lebih menyeramkan dari gue Jess, lu harus hati-hati suami-suami kita itu ganteng kaya dan mempesona, jangan kasih kendur, lu mau emang jadi janda muda gara-gara pelakor?"


"Gak maulah gue Ndah,"


"Makanya lu harus siaga, jangan leha-leha ngerti?!"


"Klo masalah siaga, gue emang lagi level siaga jagain laki gue dari pelakor yang selalu ada dalam hubungan gue."


"Siapa??? Jangan bilang si kuntilanak ngesot alias Cynthia yang mau jadi pelakor di hubungan lu sama Kak Andre?!" Tebak Endah dengan wajah malasnya.


"Sialan tuh kuntilanak ngesot, gak puas-pias dia jadi pelakor, udah ngambil posisi gue selama ini, dia mau ngerbut laki ade gue sekarang, dia gak tau siapa gue. Liat ajah Cynthia lawan lu sekarang ini gue. Siap-siap aja lu piuhh...piuhhh." Endah berkata dengan penuh emosi.


"Aaa... so sweeet... akhirnya ada yang belain gue di hidup gue ini." Ucap Jessica yang memeluk tubuh Endah, saat Jessica ingin mencium pipi Endah tiba-tiba bowo berkata, "Maaf nyonya-nyonya kita sudah sampai di kampus, di depan mobil kita Tuan Leon sudah berkacak pinggang menunggu Nyonya-nyonya untuk turun sejak tadi."


"Kenapa gak bilang dari tadi kalau sudah sampai Bowo?" Protes Endah kesal karena sudah melihat Leon bertandunk dan betaring.


"Maaf tadi saya takut mengganggu pembicaraan penting Nyonya-nyonya." Ucap Bowo dengan suara bergetar, karena rasa takutnya akan di marahi Endah.


"Endah galak banget sih lu sama Pak Bowo, pak Bowo jadi takutkan sama lu." Protes Jessica yang kembali memukul kakak perempuannya itu.


"Tiga kali lu ya mukul gue, pengen gue potong aja tangan lu rasanya ini klo ga inget lu ade gue." Ucap Endah dengan mata yang hampir keluar dari cangkangnya.


"Udeh cepet turun, ngomel mulu, noh liat Bang Leon udah bertanduk." Ucap Jessica yang memilih segera turun dari mobil setelah Bowo membukakan pintu untuknya.


"Makasih Pak Bowo," ucap Jessica pada Bowo yang sudah membukakan pintu untuknya.


Lain halnya dengan Endah, saat Angela membukakan pintu untuknya Endah malah mengomel.


"Seharusnya kau sudah tau tugas mu Angela. Segera bukakan pintu untuk ku jika kau sudah melihat Abang Leon dan Anna sudah ada di depan mobil kita." Omel Endah pada Angela.

__ADS_1


"Maaf Nyonya." Ucap Angela yang memilih mengalah jika berhadapan dengan Endah yang sering tempramental dengannya.


"Bang Leon..." panggil Endah dengan suara manjanya, yang kemudian langsung memeluk tubuh Leon yang masih berkacak pinggang itu.


"Kalian itu mau kuliah apa ngerumpi hah? Bukannya turun malah ngobrol terus, apa kurang sudah tinggal bersebelahan dan tiap hari ketemu dan ngerumpi tak berkesudahan hah?" Omel Leon pada kedua adiknya.


"Maaf Bang, habis gibah itu menyenangkan." ucap Keduanya dengan menunduk.


"Sana kuliah yang benar kasiani suami - suami kalian yang mencari uang untuk membiayai kuliah kalian, jangan gibah aja di rajinin. Kuliah yang rajin!"


" Iya Bang," jawab keduanya lagi dengan kompak.


"Ingat pulang kuliah langsung pulang jangan kemana-mana!"


"Tapi kita mau ke Mall dan sudah izin suami-suami kita Bang." Jawab Endah berbohong.


"Hem... ok baiklah, sebelum waktu makan malam harus sudah pulang ya, kasihan Ibu sudah menyiapkan makan malam untuk kita di apartemen."


"Ok Bang, uang jajannya mana?" Jawab Endah dengan tangan menengadah ke wajah Leon.


"Emangnya kamu gak di kasih uang sama suami mu, Ndah?" Tanya Leon dengan memundurkan wajahnya.


"Dikasih tapi dalam bentuk ATM, mau uang cash dari Bang Leon boleh?" Jawab Endah yang mengedip-ngedipkan kedua matanya.


"Aishhh... punya ade baru nemu kok matre." Keluh Leon yang sibuk mengeluarkan dompet dari saku celananya.


Ketika Leon mengeluarkan dompetnya tidak hanya Endah yang meminta, Jessica dan Anna pun jadi ikut meminta uang padanya.


"Aku juga mau Bang," ucap Jessica memohon.


"Aku juga mau sayang," ucap Anna dengan senyum manisnya.


Akhirnya Leon memberi selembar uang pecahan seratus ribu pada ketiganya dan langsung di protes oleh ketiganya.


"Kok cuma seratus ribu?" Protes ketiganya bersamaan.


"Emangnya mau berapa? Mau kuliah apa mau jajan hah?" Tanya Leon dengan wajah kesalnya.


Leon pun meninggalkan ketiganya begitu saja karena malas menanggapi ketiga perempuan yang berharap uang jajan lebih dari dirinya.


"Bisa bangkrut aku kalau mereka tiap hari minta uang jajan seperti ini, bukannya pelit tapi membiasakan mereka berhemat itu penting." Gumam Leon dalam hatinya ketika berjalan ke parkiran mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2