
Ketiga pria gagah dan tampan yang memasuki ruang studio foto juga di buat terpana oleh kecantikan ketiga wanita itu.
Pertama kali masuk Leon langsung memandang wajah adiknya yang begitu cantik dan anggun, setelah itu netranya mengarah pada Anna yang tak jauh dari hadapannya. Dilihatnya Anna sedang memandangi wajahnya penuh kekaguman. Anna selalu mengira Leon tak mengetahui perasaannya namun jauh dari perkiraan Anna sebenarnya Leon sudah mengetahuinya. Dari sikap Anna dan sorot mata Anna kepadanya. Leon pun mengerti jika Anna menaruh hati padanya namun sayang Leon bukanlah pria single, dia sudah memiliki kekasih yang bernama Kiara, bahkan mereka sudah merencanakan akan melangsungkan pernikahannya di tahun ini. Leon lebih memilih mengabaikan perasaan Anna dengan bersikap dingin padanya. Karena Leon tidak mau memberikan harapan palsu yang akan menyakiti perasaan Anna.
"Cantik." ucap Leon pada Anna dengan suara yang begitu pelan namun masi dapat didengar oleh Anna.
"Iya bang, maksud abang aku cantik? Makasi pujiannya bang." ucap Anna dengan senyum yang mengembang dibibirnya karena pujian Leon padanya.
"Bukan kamu tapi adikku." ucap Leon berbohong, Leon mengelak ucapannya yang terdengar oleh Anna. Seketika senyum Anna pun pudar. Ia langsung memanyunkan bibirnya.
"Isshhh...Manusia kulkas jelas-jelas di ngomong cantik sambil ngeliatin wajah gue eh dia bilang adenya yang cantik... sabar...sabar... Untung cinta coba kalau gak udah gue lempar pakai high heels." gerutu Anna dalam hatinya.
Ucapan Leon tak luput dari pandangan Jimmy. Jimmy menatap tajam punggung Leon.
"Bisa-bisanya dia berkata seperti itu pada Ana, padahal dia jauh lebih beruntung dibandingkan aku." batin Jimmy.
Andre berjalan menghampiri Jessica yang berdiri mematung di depan kamera.
"Kamu cantik sekali hari ini." puji Andre pada Jessica.
Jessica membalas dengan senyuman yang kaku.
"Kenapa senyum mu seperti itu, kamu tidak suka aku berada disini?" tanya Andre pada Jessica.
"Bu...bukan begitu aku hanya terkejut kamu datang ke sini dan saat ini aku gugup berada didekat mu." jawab Jessica terbata-bata.
"Apa kamu sedang merasakan jantungmu yang bergemuruh karena kehadiranku?" tanya Andre menatap bola mata Jessica dengan penuh cinta. Jessica menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Kemarilah!" Andre merentangkan tangannya. meminta Jessica masuk dalam pelukannya. Pelukan yang menjadi candu dan obat bagi Jessica.
Sebelum berjalan mendekati Andre, Jessica melihat kearah Leon seakan meminta persetujuan dari Abangnya itu. Leon yang melihat Jessica seperti itu langsung menganggukkan kepalanya. Akhirnya Jessica pun melangkahkan kakinya untuk masuk ke pelukan Andre. Fotografer yang melihat itu tidak menyia-nyiakan moment tersebut. Ia berkali-kali mengambil gambar mereka yang begitu romantis.
"Sampai kapan kau tidak menyadari bahwa aku adalah belahan jiwamu Jessica, hanya dengan pelukanku seperti ini kau mendapatkan ketenangan, itu karena kau adalah tulang rusuk ku Jessica." batin Andre.
"Apa sudah lebih baik?" tanya Andre pada Jessica yang terlihat nyaman dipelukkan Andre. Jessica tidak menjawabnya ia malah mencari posisi yang pas untuk terus berada dipelukan Andre. Namun Endah yang melihat itu langsung menarik tubuh Jessica dari pelukan Andre.
"Lu kira-kira kalau meluk orang jangan lama-lama, lu ga kasian nih sama gue dan Ana yang jomblo akut, tega banget lu bikin pengen orang aja." gerutu Endah pada Jessica
"Ya maaf." ucap Jessica menunduk.
"Berasa banget lu Jess dunia milik lu, tadi katanya mau foto aja sama mannequin, sekarang giliran ada kaum Adam didepan mata lupa dah itu sama omongannya yang tadi, dasar Ababil" Gerutu Endah lagi.
"Udah-udah jangan ngomel mulu Ndah, gimana kalau kita langsung mulai foto aja biar cepet selesai." ajak Anna pada kedua temannya dan tiga pria dihadapannya.
"Ayo bang!" ajak Anna kemudian menarik tangan Leon. Leon hanya bisa mengikuti apa yang dilakukan Anna. Apa yang dilakukan Anna tidak lepas dari pandangan Jimmy. Saat ini Jimmy sedang menahan rasa cemburu sedih dan kecewanya melihat wanita pujaan hatinya memuja pria lain dihadapannya, Pria lain yang tidak mencintai wanita pujaan hatinya itu.
"Asisten Jimmy kenapa wajahmu kaku seperti kanebo kering,wajahmu yang seperti itu bisa merusak lensa kamera tau, santailah sedikit jangan terlalu tegang ini hanya melakukan sesi foto bukan sesi ijab kabul" ucap Endah pada Jimmy. Endah sangat kesal sekali melihat Jimmy yang berada disebelahnya memasang wajah yang begitu kaku seakan tidak senang berada disampingnya dan terus mencuri pandang ke arah Anna dan Leon. Ucapan Endah membuat Jimmy memandang tajam wajah Endah. Endah yang mendapat tatapan tajam Jimmy malah mencolok bola mata Jimmy dengan jari telunjuknya.
"Au..au..au... sakit sekali... kau... beraninya kau.." Jimmy mengeluh kesakitan saat matanya di colok Endah.
"Hai Jimmy jangan pandangi wajahku seperti itu, aku tidak menyukainya, rasakan!!! itu balasan dariku karena kamu sudah memelotiku tadi dan jangan coba-coba mengancamku, aku tidak akan pernah takut dengan ancaman siapapun." ucap Endah marah pada Jimmy.
"Dasar wanita bar-bar." umpat Jimmy kesal.
Mereka akhirnya mengakhiri foto bersama karena Endah meninggalkan mereka begitu saja. Mood Endah dirusak oleh sikap Jimmy yang seperti itu. Ana yang melihat Endah keluar langsung mengejarnya. Leon menghampiri Jimmy yang masih terlihat kesal pada Endah.
__ADS_1
"Jangan coba-coba membencinya, nanti kau malah jatuh cinta padanya, dia itu wanita yang unik." ucap Leon menepuk pundak Jimmy. Jimmy hanya diam tak menanggapi ucapan Leon.
Leon melangkahkan kakinya keluar dari ruang studio. Jimmy pun mengikuti dari belakang. Tersisalah Jessica dan Andre disana. Jessica yang melihat semuanya pergi pun ingin ikut menyusul, saat ia ingin melangkahkan kakinya Andre mencegahnya.
"Kita belum mengambil foto berdua hmm" ucap Andre yang menatap wajah Jessica sambil melemparkan senyum terbaiknya.
"Tolong ambil foto kami!" ucap Andre pada fotografer.
Penata gaya mengarahkan pose Jessica dan Andre. Mereka mulai mengambil gambar dari pose berpegangan tangan. Karena melihat mereka masih terlihat canggung dan malu-malu. Pose selanjutnya penata gaya meminta Jessica memeluk Andre dari belakang dan begitu sebaliknya. Terlihat wajah Jessica yang merah merona karena malu melakukan semua arahan penata gaya.
Setelah selesai dengan pose memeluk, Penata gaya meminta Andre untuk menggedong Jessica ala bridal style. Dengan sigap Andre langsung menggedong Jessica dan menatap wajah Jessica penuh cinta hingga membuat ia merasakan desiran di dadanya.
"Kamu cukup berat." keluh Andre saat menggedong Jessica.
"Aku tidak berat gaun ini yang berat." ucap Jessica tak terima. Andre hanya tersenyum mendengar ucapan Jessica.
Selanjutnya penata gaya meminta mereka melakukan gerakkan dansa dari Jessica memutar gaun dengan berpegangan tangan di atas dengan Andre. Sampai Jessica di minta mengalungkan tangannya di leher Andre dan Andre di minta untuk memegang pinggang Jessica. Wajah mereka hampir tak berjarak. Andre menatap dalam bola mata Jessica, begitu juga dengan Jessica.
"Aku mencintai mu." ungkap Andre saat menatap wajah Jessica lebih dekat. Jessica menatap dalam wajah Andre mencari ketulusan dari kata cinta yang terlontar dari mulut Andre.
Andre menggerakan tangannya memberikan kode pada semua orang disana untuk keluar dari ruang studio. Merekapun keluar tanpa suara, berusaha tidak mengusik suasana romatis mereka.
"Aku mencintaimu Jessica, aku tidak meminta mu untuk menjadi kekasih ku, aku hanya meminta mu untuk terus berjalan mengarahkan hati mu pada ku, berjanjilah kamu akan menjaga hati ini hanya untuk ku. Hingga waktunya tiba kau akan menjadi milikku." ucap Andre kemudian menyematkan cincin berlian di jari manis Jessica.
"Biarkan cincin ini tersemat di jari manis mu, agar kamu selalu mengingat kalau kamu adalah wanita ku." Andre mengecup lembut tangan Jessica yang ia sematkan cincin.
Jessica menangis bahagia karena mendapatkan perlakuan manis dan lembut dari Andre. Andre yang melihat Jessica menangis langsung mengusap air mata yang jatuh ke pipi mulusnya.
__ADS_1
"Please, don't cry baby... aku mencintai mu untuk membuat mu bahagia bukan untuk membuat mu menangis" ucap Andre, kini kedua tangan kekar Andre sedang memegang kedua pipi Jessica. Perlahan tapi pasti Andre mendekatkan wajahnya hingga tak berjarak lagi dengan wajah Jessica. Andre mulai memejamkan mata begitu pula dengan Jessica. Andre mengecup dengan lembut bibir ranum Jessica, tidak ada penolakan yang dilakukan Jessica. Dia diam dan menikmati kecupan lembut yang diberikan Andre padanya. Andre yang merasa Jessica menikmati apa yang ia berikan hingga akhirnya Andre makin memperdalam ciumannya.
Dan bersambung