Cinta Jessika

Cinta Jessika
Ikut bekerja


__ADS_3

"Dad, apa nanti di ruangan kerjamu akan ada yang akan datang?" Tanya Jessica yang melihat ruang kerja suaminya tidak seperti biasanya.


Karena ada penambahan meja meeting berukuran lebih kecil ada di tengah-tengah ruangan.


"Iya sayang, nanti akan ada beberapa perusahaan EO besar yang akan datang mengajukan proposal kerjasama untuk merayakan ulang tahun perusahaan kita. Aku langsung mengambil andil dalam perayaan ulang tahun perusahaan kali ini." Jawab Andre yang tengah duduk di sofa panjang bersama dengan istrinya.


"EO besar? Apa EO Pak Fabian juga termasuk dalam daftar hadirnya disini, Dad?" Tanya Jessica lagi dengan tatapan mata menelisik.


"Ya sayang, perusahaan dia termasuk di dalamnya. Jimmy mengatakan padaku yang mengkonfirmasi kehadiran perusahaan dia bukan Fabian sendiri tapi Alan asistennya. Kenapa sayang? Apa kamu keberatan jika perusahaannya bekerja sama dengan perusahaan kita?" Jawab Andre dengan santainya tapi Jessica yang mendengarnya sudah gelisah.


"Ti-tidak Dad, aku tidak ingin ikut campur urusan pekerjaan mu. Bukannya kamu yang bilang jangan sangkut pautkan urus pribadi dengan urusan pekerjaan." Balas Jessica yang mengingatkan pesan sang suami kala itu pada Endah.


"Ya, pengecualian dengan dirimu sayang, kalau kamu tidak nyaman dan tidak suka aku akan eliminasi perusahaannya." Ucap Andre yang berusaha ingin mengerti perasaan sang istri.


"Jangan sayang! Aku tidak mau hanya karena perasaan ku dan masalah pribadi ku dengan CEOnya, karyawannya yang sudah bekerja keras menjadi sia-sia, Dad. Aku tidak mau menjadi orang yang kejam." Ucapan Jessica membuat sang suami kagum padanya.


Andre mengecup kening sang istri dan berkata pada sang istri, "Tak salah jika aku sangat mencintaimu sayang, kamu memang memiliki hati yang baik dan pengertian. Orang yang dewasa tidak akan menghindari masa lalu tapi menghadapinya dengan bijak."


"Berarti aku sudah dewasa dong Dad?" Tanya Jessica pada sang suami yang langsung mengeritkan keningnya saat mendengar pernyataan istrinya itu.


"Memangnya kamu merasa bagaimana? Tidak mungkinkan aku menikahi dan menghamili anak kecil? Aku bukan pedofil loh sayang." Jawab Andre yang langsung membuat Jessica tertawa terbahak-bahak.


"Daddy, kamu lucu sekali. Orang yang sudah berumur belum tentu dewasa, Dad. Yang aku maksud dewasa pemikiran ya bukan dewasa umur." Balas Jessica yang masih saja tertawa karena Andre menyebut dirinya bukan pedofil.


"Ohhhh...." Andre menanggapi balasan istrinya hanya dengan membentuk huruf O pada bibirnya.


"Berarti aku sudah menikahi wanita berumur dong ya? Itu artinya aku berondong dong ya, sayang?" Ledek Andre kemudian yang mendapt hadiah pukulan pada lengannya dari Jessica.


"Apa sih nih Daddy? Mau banget ya dijadiin brondong? Gih sana cari Tante-tante yang mau sama Daddy!" Omel Jessica yang mendorong tubuh sang suami dengan kesal.


"Hahahaha... Gak usah dicari, ini di depan mata Daddy sudah ada Tante Jessica." Sahut Andre yang membuat mata Jessica membola.


"Ishhh.... Aku masih muda bukan Tante-tante. Daddy nakal ya mulutnya ngatain aku tante-tante." Jessica berkata sembari tangannya terus memukuli bagian tubuh suaminya. Andre terus menghindari pukulan istrinya namun masih saja tubuhnya terkena pukulan tangan sang istri yang begitu cekatan.


Dan tak lama dari perbincangan yang berujung keributan antar suami dan istri itu, seorang sekertaris datang dengan mengetuk pintu sebelumnya. Ia datang menghampiri sofa dimana Tuan dan Nyonya-nya sedang duduk bersama.

__ADS_1


"Permisi Tuan dan Nyonya, Perusahaan Infosa sudah selesai pemeriksaan tahap awal, apa pihak mereka sudah boleh di persilahkan masuk ke ruang ini?" Tutur Borni, pria kemayu yang diangkat oleh Jimmy menjadi sekertaris Andre setelah Andre meminta Jimmy untuk mengikuti semua kata-kata Endah untuk kenyamanan dan ketentraman rumah tangga mereka.


"Ya suruh saja mereka untuk masuk Bor." Jawab Andre dengan wajah datarnya.


"Baik Tuan," jawab Borni yang kemudian sedikit membungkukkan tubuhnya lalu keluar kembali dari ruangan.


"Aku kerja dulu ya sayang, duduk manis disini ya? Kalau kamu lelah dan bosan, kamu bisa beristirahat di kamar." Ucap Andre yang ingin beranjak dari sofa.


"Ok Daddy, aku mau disediakan cembilan cepuluh dong Dad." Ujar Jessica sembari mengelus perutnya.


"Ok, istriku mau cemilan apa?" Tanya Andre yang mengerti bahasa istilah istrinya.


"Spaghetti bolognese, sosis bakar yang jumbo ya Dad?" Jawab Jessica yang membuat Andre menepuk jidatnya.


"Sayang itu bukan cemilan tapi makan besar." Ucap Andre dengan menggelengkan kepalanya.


"Bagiku itu cemilan Dad, oh iya, jangan lupa tambahin bakso kuah ya yang ada di kantin perusahaan!" Tambah Jessica lagi yang makin membuat Andre geleng-geleng kepala.


"Daddy geleng-geleng kepala mulu sih, Daddy joget triping ya?" Tegur Jessica dengan ulah suaminya yang terus menggelengkan kepalanya.


"Tapi apa? Udah pesenin dulu Dad, nanti keburu tamu Daddy datang! Kecebong maha karya Daddy sudah menjerit kelaparan nih Daddy." Potong Jessica yang memerintah sang suami.


"Mommy stop sebut calon anak kita kecebong!" Andre menatap tajam sang istri yang cengengesan.


"Maaf Daddy, aku keceplosan. Makanya pesenin ya Daddy sayang." Jessica meminta maaf dengan memeluk tubuh kekar sang suami.


"Hemmm..." Sahut Andre yang kemudian melepaskan pelukannya dengan sang istri, ia berjalan ke meja kerjanya.


Andre terlihat menelepon seseorang menggunakan intercom yang ada di meja kerjanya. Ia memesankan semua pesanan sang istri pada lawan bicaranya di sambungan telepon, entah siapa itu.


Tak lama ia menyelesaikan pembicaraannya di sambungan intercom. Borni dan perwakilan dari perusahaan Infosa datang. Andre memulai pekerjaannya hari ini dengan datangnya perwakilan dari perusahaan Infosa sedang Jessica sibuk dengan majalah yang ada di tangannya setelah kehadiran tamu suaminya itu.


Jessica menghabiskan waktunya menunggu sang suami bekerja dengan membaca majalah sambil menunggu pesanan makanannya datang.


Lima belas menit berlalu pesanan makanan yang diinginkan Jessica datang. Meja di depan sofa panjang yang ia duduki penuh dengan makanan yang diinginkannya.

__ADS_1


Mata Jessica berbinar, ia nampak begitu bahagia melihat semua pesanan yang dipesannya semua tersaji di atas meja.


"Daddy thanks you." Ucap Jessica tanpa suara saat mata keduanya bertemu. Andre membalas ucapan tanpa suara istrinya dengan menganggukkan kepalanya.


Jessica kemudian memakan makanannya yang ia pesan satu persatu, ia memulai dengan memakan bakso terlebih dahulu. Karena bakso lebih menggiurkan dari makanan yang lainnya.


Pertemuan Andre dan perwakilan perusahaan Infosa pun selesai, Andre menjanjikan akan segera menghubungi pihak perusahaan setelah melakukan penilaian dengan perusahaan lainnya.


Setelah perusahaan Infosa masih ada beberapa yang di temui oleh Andre. Sampai makanan Jessica habis Andre belum selesai menemui semua tamunya.


"Daddy masih lamakah? Apa masih ada lagi tamu yang harus kamu temui?" Tanya Jessica yang sudah mulai mengantuk setelah menghabiskan semua makanan yang dipesannya.


"Satu lagi Mommy sayang. Kenapa Mommy sudah lelah ya hum?" Tanya Andre pada istrinya.


"Sedikit Daddy." Jawab Jessica yang menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa sambil mengusap perutnya.


"Mau istirahat di kamar, hum?" Tanya Andre lagi.


"Mau kalau sama Daddy," jawab Jessica yang membuat suaminya tersenyum.


Andre sangat senang dengan sikap Jessica yang manja dan bergantung padanya. Makannya ia tersenyum mendengar sang istri hanya ingin ke dalam kamar hanya dengan dirinya.


"Ya tunggu sebentar lagi ya sayang, hanya tinggal satu lagi tamu yang harus aku temui." Ucap Andre sembari menyimpan proposal perusahaan yang melakukan penawaran kerjasama padanya.


Dan tak lama berselang Borni kembali masuk dengan mengetuk pintu sebelumnya, ia kembali membawa tamu untuk Tuan Mudanya. Sosok tamu yang Jessica kenali.


"Kak Alan.." panggil Jessica yang kemudian tersenyum kepada Alan.


"Jessica..." Panggil Alan yang melihat sosok Jessica yang di kenali olehnya.


Alan ingin sekali menghampiri Jessica, namun langkahnya tercekal oleh tangan Borni yang langsung mempersilahkan Alan untuk langsung menghampiri Andre. Seakan ia tak mengizinkan dirinya menghampiri Jessica terlebih dahulu.


Jessica hanya tersenyum melihat tingkah Borni yang seperti itu.


"Borni oh Borni..." Ucap Jessica yang menggelengkan kepalanya melihat bagaimana Borni menghentikan langkah Alan mendekatinya.

__ADS_1


__ADS_2