
Sebenarnya Andre sangat berat memberikan izin kepada Jessica untuk pergi merayakan ulang tahun kedua Putri Fabian namun Andre juga tidak mau terlihat egois di mata Jessica hingga akhirnya ia dengan berat hati memberikan izin kepada Jessica untuk pergi merayakan ulang tahun kedua Putri Fabian ke perkebunan bersama dengan duda tampan yang mencintai calon istrinya itu.
Ada rasa cemas di hatinya takut-takut Febian akan melakukan hal yang tak terduga pada Jessica yang membuat ia akan kehilangan Jessica selama-lamanya.
Kini mereka sedang berjalan menuju unit apartemen milik Andre. Andre menggandeng mesra tangan Jessica yang berjalan di sampingnya, Andre terus memasang senyuman meskipun hatinya sedang merisaukan Jessica yang akan pergi esok hari bersama Fabian dan keluarga kecilnya itu, sedang besok pun adalah hari di mana ia harus berangkat ke Paris untuk melakukan perjalanan bisnis bersama dengan Jimmy. Andre tidak mungkin membatalkan perjalanan bisnisnya karena dia tidak mungkin mengecewakan rekan bisnisnya yang sudah membuat janji dari jauh hari untuk melakukan pertemuan bisnis dengannya.
Di balik sikap tenangnya Andre sedang memikirkan bagaimana cara menjaga Jessica tanpa di ketahui oleh Fabian dan juga Jessica. Dia khawatir jika Jessica tahu Andre mengirimkan orang untuk memata-matai mereka, Jessica jadi berfikir dan merasa Andre tidak mempercayainya.
Di dalam lift Andre terus memandangi wajah Jessica yang sedang berdiri disampingnya yang masih setia ia gandeng tangannya.
"Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Jessica pada Andre yang menyadari tatapan Andre berbeda. Andre hanya menjawab pertanyaan Jessica dengan senyuman penuh arti.
"Kak, Apa kau keberatan aku pergi besok? Jika kau keberatan aku tidak apa-apa jika tidak pergi, aku tidak ingin kau bersedih ataupun cemas, ingatlah Kak, aku juga tidak ingin menyakiti perasaanmu karena kepergianku ke perkebunan besok dengan Pak Fabian dan kedua anaknya itu. Aku tidak ingin dikhianati dan mengkhianati pasanganku. Aku harap kau pun begitu" tutur Jessica dengan menatap dalam bola mata Andre.
"Kenapa kau bicara seperti itu sayang? aku melihatmu karena kau sangat cantik hari ini bukan karena memikirkan kau akan pergi bersama Fabian" ucap Andre berbohong.
"Jangan coba-coba untuk berbohong kak! sorot matamu berkata lain pada ku" ucap Jessica yang masih menatap mata Andre.
" Aku tidak bohong sayang, Aku sangat percaya padamu kau tidak akan mengecewakanku tapi berhati-hatilah pada dia, Aku khawatir dia akan menggunakan berbagai macam cara untuk merebutmu dariku" ucap Andre yang masih menatap wajah Jessica dengan tangan Andre yang sedang membelai rambut Jessica dan menyelipkan anak rambut kebelakang daun telinga.
"Kalau kau khawatir mintalah seseorang untuk mengikutiku dari jauh. Jagalah aku dari jauh jika dia berlaku kurang ajar padaku setidaknya ada orang lain yang akan menjagaku dan melindungiku saat kau jauh dariku Kak" pinta Jessica.
__ADS_1
"Tadinya aku berpikir begitu tapi aku takut jika aku melakukannya mengirimkan seseorang untuk mengikutimu diam-diam, kau menganggap aku tak percaya padamu" ucap Andre pada Jessica.
"Tidak Kak jika ada seseorang yang mengikuti ku dan itu adalah orang suruhan mu aku akan merasa sangat dilindungi, isi hati orang siapa yang tahu, mau dia sebaik apapun, kalau dia pernah tak sengaja atau sengaja tersakiti oleh kita dan menyimpan dendam pasti dia akan melakukan tindakan yang merugikan kita jika ada kesempatan. Sebaiknya kita lebih baik berjaga-jaga" ucap Jessica pada Andre.
" Baiklah sayang, aku kan mengutus Bowo untuk mengikuti kemanapun kamu pergi selama aku tidak ada di negara ini" ucap Andre kemudian mencium pucuk kepala Jessica.
Kini Andre dan Jessica sudah sampai di depan pintu unit apartemen milik Andre. Andre memasukan password kunci unit apartemen.
"jika nanti kamu ingin ke apartemenku ini ketika aku tidak ada, password kunci unit apartemen ku ini adalah tanggal ulang tahunmu" ucap Andre ketika sedang memasukkan password di pintu apartemen.
"Kenapa kau menggunakan tanggal ulang tahunku sebagai password kunci unit apartemen mu Kak?" tanya Jessica pada Andre.
"Karena tak ada yang boleh membuka hati ku selain dirimu dan aku sudah menutup rapat-rapat celah untuk wanita lain masuk dalam kehidupan ku apalagi di hati ku ini. Dihati ku ini hanya terukir nama mu, hanya ada kamu yang sudah bertahta sebelum kamu mengetahui keberadaanku, Aku sangat mencintai mu Jessica" Andre mengungkapkan isi hatinya lagi dengan kata-kata yang indah di dengar oleh Jessica membuat dia hanyut dalam kata-kata Andre sehingga ia memiliki keberanian untuk mencium sekilas bibir Andre yang begitu menggoda itu.
"Terima kasih Kak sudah mencintaiku sebaik ini, saat ini aku sedang belajar mencintaimu dan menghapus jejak mereka di relung hati ku, Aku akan berusaha menjadikan mu satu-satunya Raja di hati ku, aku menyayangi mu Kak, Jangan pernah tinggalkan aku Kak" ucap Jessica setelah mencium Andre, Ia menatap dalam bola mata Andre.
"Aku tak akan pernah meninggalkanmu sayang" Andre segera menarik tubuh mungil Jessica untuk masuk kedalam pelukkannya.
" Pagi ini kau sering menggombali aku Kak, Kau berhasil menerbangkan aku di atas awan dengan kata-kata cinta mu tadi, tapi Awas aja jika kau menjatuhkan hatiku dan meremukkan hatiku dengan menyakitiku, Aku akan minta Abang Leon untuk menghajarmu hingga tulang-tulangmu remuk dibuatnya" ancam Jessica membuat Andre tertawa.
"Aku tak akan melakukan itu sayang, sepertinya aku harus berhati-hati dengan Abang mu itu ya, karena aku sungguh takut dengan ancamanmu tadi sayang hahaha" ucap Andre disela tawanya.
__ADS_1
Kini Andre dan Jessica sudah masuk ke dalam unit apartemen. Mereka melangkahkan kaki ke ruang keluarga di apartemen Andre.
"Kamu duduk di sini dulu aku akan memanggil kan Mami dan Papi dulu ya, sepertinya mereka ada di kamar" ucap Andre meminta Jessica untuk menunggu di ruang keluarga.
Jujur saja kali ini jantung Jessica berdebar-debar karena gugup harus bertemu dengan kedua orang tua Andre. Ini kali pertamanya Jessica bertemu kedua orang tua Andre. Ya ini menjadi pertemuan perdana mereka ada rasa khawatir kedua orang tua Andre tidak menerimanya karena keadaannya yang hanya wanita biasa, wanita yang di lahirkan dari keluarga yang sedehana tidak sederajat dengan mereka dia hanyalah anak orang biasa tidak seperti sahabatnya Ana dan juga Endah.
Terlihat seorang wanita yang berusia 50 tahun yang masih terlihat masih segar bugat dan terlihat sangat cantik itu keluar dari sebuah kamar bersama dengan Andre. Dari kejauhan wanita itu sudah memberikan senyuman yang begitu manis dan hangat untuk Jessica. Jessica pun membalas senyuman itu. Jessica segera bangun dari duduknya dia berdiri dan berjalan menghampiri Andre dan Maminya Andre itu. Ia mencium punggung tangan Ayumi dan Ayumi membalas dengan mengusap lembut bahu Jesaica ketika mencium punggung tangannya. Ayumi tidak melepas jabatan tangannya dengan Jessica ia menarik tubuh Jessica dan mencium kedua pipi Jessica yang putih dan mulus itu bergantian.
"inikah yang namanya Jessica? Wanita cantik yang berhasil mencuri hati anak Mami" ucap Ayumi dengan senyum hangat di wajahnya menatap wajah Andrw dan Jessica bergantian.
"Iya tante saya Jessica senang bertemu dengan tante" Jessica membalas senyum hangat Ayumi dengan senyum yang ramah dan begitu manis.
" Jangan panggil tante, panggil Mami oke, Mami juga senang bertemu gadis secantik dirimu yang ramah dan sopan, pantas saja anak Mami jatuh cinta kepada mu Nak" ucap Ayumi meminta Jessica memanggilnya Mami
"Sayang sekali kedatangan mu terlambat sayang, Papi baru saja pergi keperusahaan mengecek pekerjaan Andre disana bersama Jimmy" ucap Ayumi lagi pada Jessica.
"Iya Ma... Mami. Aku tidak apa-apa bukannya aku masih ada kesempatan bertemu dengannya ketika acara pesta nanti Mih? " Jessica masih kaku memanggil Ayumi dengan sebutan Mami.
Merekapun akhirnya menghabiskan waktu berbicara di ruang keluarga untuk saling mengenal satu sama lain.
bersambung
__ADS_1