
Mension utama Brata Kusuma.
Sebuah mobil mewah Bugatti Chiron berwarna hitam buatan pabrik Bugatti Automobiles SAS (Volkswagen Group) yang dibuat di pabrik Molsheim, Alsace, Prancis, yang ditumpangi Andre sudah masuk ke pekarangan Mension utama keluarga Brata Kusuma.
Pria yang tampan penuh kharismatik bertubuh atletis dengan wajah lelahnya turun dari sedan mewah miliknya itu. Ia segera melangkahkan kakinya memasuki Mension utama untuk menemui sang Papi. Ia ingin segera menyelesaikan urusannya dengan Papinya kemudian melanjutkan perjalanannya kembali ke Kota J untuk menemui wanita yang dicintainya. Wanita yang menunggu kehadirannya untuk segera pulang dan memberikannya sebuah pelukan. Jessica merindukan rasa nyaman yang selalu Andre berikan. Pelukan yang Andre berikan selalu membuat Jessica merasa mendapat perlindungan dikala hatinya terluka kecewa dan menangis.
Andre terus melangkahkan kakinya mencari keberadaan Brata sang Papi. Meski lelah ia terus mencari keberadaan sang Papi. Semua pelayan yang ia temui tidak mengetahui keberadaan Brata di Mension. Andre mulai kesal karena tidak bisa menemui Brata.
“Kemana Papi? Papi sudah membuang waktu ku saja jika seperti ini.” ucap Andre yang kini menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang keluarga.
“Aku lelah sekali, aku sepertinya baru merasa Jet Lag sekarang. Dalam waktu yang singkat aku pulang pergi lintas benua. Semua aku lakukan hanya untuk mu sayang.” keluhnya sebelum akhirnya matanya tertutup sempurna dan uk ke alam tidurnya.
Sedang disisi lain Brata yang tengah di cari-cari keberadaanya tengah asyik berbincang dengan Abraham dan juga Adam. Mereka sedang merencanakan acara pernikahan Andre dan juga Jessica. Tidak ada proses lamaran. Mereka akan langsung menikah saja dan acara resepsi akan di selenggarakan bersamaan dengan ulang tahun perusahaan Batara Group.
Di acara tersebut Abraham juga akan mengumumkan Jessica dan Leon adalah keturunan dari keluarga Abraham Adijaya. Dan juga mengumumkan Leon sebagai pewaris tunggal Perusahaan Abraham Adijaya Group. Leon menjadi pewaris tunggal karena dia adalah cucu laki-laki satu-satunya yang dimiliki oleh Abraham. Adam sebagai paman dan anak dari Abraham tidak mempermasalahkan semua Perusahaan Abraham Adijaya di wariskan kepada Leon.
Dengan adanya pernikahan Andre dan Jessica secara tidak langsung sudah memperkuat kerajaan bisnis keluarga mereka. Tidak akan ada lagi yang bisa mengalahkan ataupun menandingi kekuasan mereka selain Sang Pencipta. Karena Perusahaan Batara Group merupakan perusahaan yang merajai segala bidang di Negri ini begitupula dengan Abraham Adijaya Group merupakan perusahaan nomor dua setelah perusahaan Batara Group.
“Apakah Nico tak akan marah Om jika mengetahui semuanya nanti?”
“Jangan pedulikan amarahnya. Salah dia sendiri sudah tega mengusir cucuku demi anak Melani.”
“Kalau begitu baiklah. Aku serahkan semuanya kepada Om Abraham saja. Jika ia marah bukan salah ku ya Om. Semua ini rencana mu Om.”
“Kenapa kau begitu takut padanya? Kau tak perlu takut padanya Brata. Saat ini dia tidak memiliki kekuatan apa-apa untuk melawan kita. Mau marahpun dia akan malu. Kita menikahkan putrinya dengan kekasihnya sendiri. Sesekali aku harus mempermainkan perasaannya sebagai pembalasan dendamku yang di abaikan dia hingga 25 tahun lamanya.”
“Hahaha baiklah Om, aku menurut saja. Kalau begitu aku pamit pulang dulu. Mungkin Andre sudah sampai di Mension ku. Dia pasti marah padaku karena merubah rute penerbangannya tanpa seizin dia. Ku dengar cucumu sedang menanti kehadiran putraku Om. Hebat sekali cucu mu itu Om, hanya dengan menangis ia berhasil meminta Andre pulang dari Paris. Kau tahu sendirikan Om putraku sangat gila kerja tak mungkin dia meninggalkan pekerjaannya begitu saja tapi sekarang semenjak Jessica hadir di hidupnya semua sudah berubah. Dia tak lagi mengilain pekerjaan tapi sudah mengilain cintanya pada Jessica. Hahahaha…”
“Hahaha…Biarkan saja mereka saling menyayangi Brata. Bukankah kebahagian mereka adalah kebahagiaan kita juga.” ucap Adam.
“Ya betul Adam. Aku jadi tak sabar ingin segera memiliki cucu dari Andre. Supaya hidup ku lebih berwarna dan ramai. Cucu ku dari Bram dan Wilona sangat jauh berada di London.”
“Sekarang kau sangat menginginkan cucu yang dekat dengan mu, Kau nanti akan merasakan menjadi aku yang memiliki banyak cucu, yang makin membuat hidupmu kerepotan dan kewalahan mengikuti keinginan mereka yang berbeda-beda. Untuk berduan bersama istriku pun menjadi sulit karena kehadiran mereka.” Keluh Adam pada Brata.
“Itu karena cucu mu banyak yang kembar Dams hahahaha… aku harap Jessica tidak memiliki anak kembar seperti kedua anakmu itu Dams. Cukup satu kali dalam setahun dia melahirkan seorang anak dan aku ingin memilki enam cucu dari pernikahan mereka.”
“Hah… kau pikir keponakan ku itu kucing Brata. Gampang sekali mulutmu berucap meminta keponakanku melahirkan sekali dalam setahun dan kau ingin memiliki enam cucu. Berarti dalam enam tahun berturut –turut keponakan ku itu harus mencetak cucu untuk mu Brata. Mertua seperti dirimu bisa menyiksa keponakan ku secara tidak langsung. Tak akan ku biarkan keinginanmu terwujud Brata.” ucap Adams dengan menatap tajam wajah Brata.
“Hahahaha… Kau marah pada ku Dams?”
“Ya tentu aku marah Brata anak Nico juga ku anggap seperti anak ku. Ayah mana yang terima anaknya akan dijadikan mesin pencetak cucu oleh mertuanya.”
“Hahahahaha… sudah-sudah kalian sedang meributkan pepesan kosong. Brata segeralah pulang temui saja anak mu dan sampaikan rencana kita padanya. Aku dan Adam ingin berangkat ke Kota J menemui Nico. Dan jangan kalian teruskan keributan konyol ini! ”
“Baiklah Om,,, aku pamit pulang dulu. Sampai jumpa minggu depan di acara pernikahan putraku dan Jessica.”
“Ya pergilah sana Brata aku sedang muak dengan mu.” Sahut Adam yang masih kesal dengan keinginan Brata pada keponakannya.
“Hahaha kau merajuk padaku Dams, hahaha lucu sekali kau Dams. Ingatlah umur mu Dams kau sudah tak pantas merajuk.”
“Brata sudah cepatlah pergi! Jangan kau hiraukan Adam!” perintah Abraham menghentikan perdebatan konyol mereka. Adams masih melihat sengit Brata yang bderanjak pergi dari ruang kerja Abraham.
“Baik Om.” Ucap Brata kemudian Brata segera pergi meninggalkan Mension utama keluarga Abraham dan kembali ke Mesion utama miliknya untuk menemui putranya.
__ADS_1
Brata memasuki ruang keluarga setelah seorang pelayan mengatakan Andre tengah menunggu kehadirannya hingga tertidur di sofa ruang keluarga.
“Bangunlah Son..” Brata mengguncangkan kaki anak laki-lakinya untuk bangun.
Dengan mata yang memerah Andre bangun dan merubah posisinya. Ia duduk bersandar sembari mengucek-ngucek matanya.
“Kau terlihat begitu lelah Son,” ujar Brata sembari memperhatikan wajah anaknya.
“Hanya sedikit terlihat lelah Pih tidak banyak. Ada keperluan apa Papi ingin menemuiku? Apa ada sesuatu yang penting yang ingin Papi sampaikan pada ku? ” sahut Andre kemudian segera menanyakan maksud sang Papi memanggilnya.
“Siapkan diri mu untuk menikah dengan Jessica minggu depan.”
“Minggu depan?!!” tanya Andre yang terkejut.
“Iya minggu depan, apa kau tak siap?”tanya Brata yang menyeryitkan kedua alisanya karena melihat keterkejutan Andre.
“Tidak, Aku selalu siap menikahi dia kapanpun sekarang pun aku siap.” jawab Andre dengan begitu yakin. Jawaban Andre membuat Brata tertawa begitu geli.
“Hahaha… sudah tak sabar sekali rupanya kamu Son. Ya sudah siapkan segala persiapannya. Kita tak perlu melamar Jessica pada keluarganya karena Kakek Abraham punya rencana sendiri untuk itu. Pernikahan kalian minggu depan hanya di rayakan secara sederhana dan hanya di hadiri sanak keluarga kita saja. Dan untuk resepsinya kami sudah sepakat akan dirayakan bersamaan dengan acara ulang tahun perusahaan kita.”
“Aku ikut apa kata kalian saja yang penting aku menikah dengan Jessica.”sahut Andre yang kembali membuat Brata tertawa.
“Hahaha… Kau lucu sekali anak ku. Kau begitu pasrah asalakan kau bisa menikahi wanita pujaan hatimu itu. Ini seperti bukan diri mu son.”
“Terserahlah apa kata Papi. Apa ada lagi yang ingin Papi sampaikan pada ku? Aku harus kembali ke kota J.”
“Buru-buru sekali kamu Son. Kita belum makan bersama dan kau belum menemui Mami mu. Apa kau tak mau menunggu mami mu dulu Son?”
“Mami sangat lama dia sedang pergi ke Butik. Aku tak bisa berlama-lama disini karena Jessica sudah menunggu ku disana.”
“Ya..ya baiklah pergilah sana Son. Jaga dirimu baik-baik dan ingat jangan melakukannya sebelum kalian menikah. Tahan juniormu itu hanya seminggu saja kok.” Sahut Brata dengan senyum nakal pada putranya.
“Isss Papi ini… aku pergi dulu Pih.” Pamit Andre sembari mencium punggung tangan Brata.
“Sampai jumpa diacara pernikahan mu Son. Banyak-banyaklah berolahraga supaya otot-ototmu itu tidak kaku. ” ucap Brata sembari menepuk-nepuk punggung putranya.
“Pasti Pih.” Sahut Andre yang kembali membuat Brata tertawa geli. Andre tak lagi memperdulikan tawa Brata yang sedang menertawakannya. Ia memilih untuk segera pergi meninggalkan Mension untuk kembali ke kota J.
Bandara kota D
Sebuah mobil Rolls Royce yang di tumpangi Abraham dan Adam telah sampai di Bandara kota D. Selang beberapa menit mobil Bugatti Chiron yang di tumpangi Andre juga sampai di bandara kota D. Mobil itu berhenti tepat dibawah Garbarata pesawat Jet Pribadi milik keluarga Kusuma setelah sebelumnya mobil itu melewati Abraham dan Adam yang sedang ingin menaiki garbarata untuk masuk ke pesawat Jet Pribadi milik keluarga mereka.
Adam yang melihat kehadiran Andre disana segera memanggil calon menantu ponakannya itu.
“A N D R E.” pekiknya memangil nama Andre. Membuat Andre menoleh pada sumber suara. Andre yang mengetahui Adam memanggilnya segera datang menghampiri Adam.
Andre dengan sopan mencium punggung tangan keduanya ketika telah menghampiri mereka.
“Kau ingin kemana Ndre?” tanya Adam pada Andre.
“Ke kota J Om.” Jawab Andre.
“Bagaimana kalau kita bareng saja kita memiliki tujuan yang sama?!” tawar Adam.
“ Oh.. Om dan Kakek mau ke Kota J, baiklah kalau begitu aku akan berangkat bersama kalian.” Sahut Andre. Yang kemudian menaiki Garbarata bersama Adam dan Abraham untuk menaiki pesawat Jet Pribadi keluarga Abraham Adijaya.
Selama 1 jam 15 menit pesawat mereka mengudara. Mereka banyak berbincang banyak hal hingga membahas keinginan Brata yang ingin memiliki enam cucu dari pernikahan mereka nanti. Mereka nampak begitu akrab dan bahagia.
__ADS_1
Kota J pukul 18.30
Pesawat Jet pribadi milik keluarga Abraham Adijaya sudah mendarat sempurna di Bandara kota J. Sebuah mobil mewah Range Rover Evoque berwarna putih terparkir dibawah garbarata. Andre di paksa untuk ikut mobil mereka. Andre hanya bisa mengikuti keinginan mereka tanpa bisa menolak. Keinginannya untuk langsung pulang ke apartemen selalu saja ada halangan dan rintangan.
“Oh…sayang maafkan aku yang tak berdaya menolak mereka. Maafkan aku yang terlambat pulang. Pasti kamu sedang cemas menungguku yang tak kunjung tiba di apartemen.” Keluh Andre di hatinya.
Mobil yang membawa Abraham, Adam dan Andre berhenti disebuah restaurant mewah di tepi pantai di kota J. Nampak wajah Leon yang menyamput kedatangan mereka. Leon menghampiri mereka yang berjalan masuk kedalam restaurant. Leon merasa terkejut ada Andre di tengah-tengah kehadiran adam dan Abraham.
“Kenapa kau ada disini bukannya kau ada di Paris?” tanya Leon yang keheranan.
“Aku sudah pulang.”jawab Andre singkat. Moodnya sudah hilang dan malas untuk menanggapi ocehan Leon.
“Untuk apa kau pulang secepat ini? Pernikahan mu akan di langsungkan minggu depan masi ada waktu untuk mu menyelesaikan pekerjaanmu itu bukan.” Sahut Leon.
“Adikmu menangis memintaku untuk pulang.” Jawab Andre singkat.
“ Hahaha dan kau mengabulkannya. Luar biasa kurang kerjaan kau.” Ledek Leon.
“Terserah apa kata mu yang penting aku sudah pulang dan itu ku lakukan demi adikmu tercinta.” Sahut Andre yang menatap malas Leon.
Mereka pun menghabiskan waktu selama 1 jam untuk makan malam bersama dan berbincang. Setelah selesai makan malam. Leon mengantarkan Andre ke apartemen Louis miliknya. Sedang Abraham dan Adam segera menuju kediaman Nico.
Mobil yang dikendarai Leon sudah sampai di looby apartemen Louis. Andre segera turun dari mobil Leon. Namun saat tubuh Andre ingin keluar dari mobil Leon menarik tubuh Andre hingga membuatnya duduk kembali di kursi samping kemudi.
“Andre aku titip adikku pada mu. Jangan kau sakiti hatinya! Aku harap kau tidak melepas segelnya sebelum hari pernikahanmu yang hanya menghitung hari.” Ucap Leon dengan tatapan mata yang sendu.
“Kau tenang saja. Aku akan berusaha untuk tidak menyakiti adikmu itu. Dan aku akan berusaha untuk berpuasa hingga minggu depan.”
“Terimakasi Ndre.” Leon menarik tubuh kekar Andre dan memeluk tubuh calon adik iparnya.
“Bahagiakan dia Ndre, dia terlalu banyak mengalah dan sakit hati. Aku serahkan dia pada mu.” Ucap Leon saat memeluk Andre dengan suara yang lirih.
“Ya Leon kau bisa percayakan itu semua padaku.”
“Jika aku tahu kau menyakitinya aku akan langsung membunuhmu.” Ancam Leon yang mendorong tubuh Andre yang tadi ia peluk.
“Hahaha… ternyata kau baikpadaku hanya hitungan detik kakak ipar.” Sahut Andre yang kembali mendapat perlakuan kasar dan kalimat ancaman dari Leon.
“Baiklah Leon aku sudah tidak ingin berlama-lama bersama mu di dalam mobil seperti ini. Karena aku ini masih normal.” Ucap Andre kemudian keluar begitu saja dari mobil Leon. Leon nampak begitu kesal mendengar ucapan Andre. Ia membuka jendela mobilnya kemudian mengumpati Andre. Andre hanya cengengesan menanggapi umpatan calon kakak iparnya itu.
Andre melangkahkan kakinya menuju unit apartemennya. Ia sudah tidak sabar untuk bertemu wanita pujaan hatinya. Kini Andre sudah berada di depan pintu unit apartemennya. Ia menekan password pintu apartemen.
“Tit..tit..” pintu apartemen pun terbuka. Ia melangkahkan kakinya masuk ke apartemen. Betapa terkejutnya Andre. Jessica yang sedang duduk menonton televisi segera berlari saat melihat sosok pria yang dinantinya pulang. Jessica berlari dan langsung memeluk tubuh Andre, Jessica langsung memanjat tubuh Andre, Andre segera menggedong tubuh mungil Jessica. Jessica terus menciumi wajah Andre yang ia rindukan. Andre hanya bisa pasrah mendapatkan serangan dari Jessica.
“Lama sekali sampainya, aku sampai tak sabar menunggumu kak?” ucap Jessica yang masih belum turun dari gendongan Andre.
“Maafkan aku sayang, ada urusan yang sangat penting yang membuatku lama untuk pulang. Yang penting sekarang aku sudah bersama mu hemmm…” sahut Andre kemudian menyambar bibir mungil Jessica yang menggoda. Cukup lama mereka berdua menikmati ciuman mesra mereka. Hingga akhirnya Andre mengakhiri aksinya itu ketika ia menyadari ada Angela yang memperhatikan mereka dari ruang televisi.
“Angela, kau boleh ambil kunci unit apartemen di resepsionis. Mulai malam ini kau akan tinggal diunit yang aku sediakan. Jika Jessica membutuhkanmu aku akan segera menghubungi mu.” Perintah Andre tanpa memandang wajah Angela. Andre begitu bersikap dingin pada semua wanita yang ia temui tanpa terkecuali.
“Baik Tuan.” Jawab Angela yang kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan unit apartemen.
“Angela terimakasih untuk kebaikanmu selama ini pada ku.” Ucap Jessica ketika angela melewati mereka berdua.
“sama-sama Nona.” Sahut Angela sembari membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada calon Nyonya mudanya itu.
“Kau tak perlu berterima kasih padanya sayang. Dia bekerja pada ku untuk menjaga mu.”ujar Andre yang berbisik di telinga Jessica yang membuat Jessica merasakan sensasi geli yang menggelitik.
“Tetap saja kita harus menghargai jasanya pada ku Kak.”sahut Jessica sembari menatap dalam wajah Andre.
“Ya terserah apa kata mu sayang, kenapa kamu menatapku seperti itu hem…”sahut Andre yang membalas tatapan Jessica dengan tatapan penuh cinta. Jessica terlihat belum juga mau turun dari gendongan Andre. Meskipun tubuh Andre merasa lelah. Andre tetap membiarkan Jessica berada dalam gendongannya.
“Benar kata Dilan ya Kak, Rindu tuh berat. Aku aja gak kuat. Kalau kamu gimana?”
“Sama aku juga gak kuat makanya aku pulang.Tapi lebih berat lagi kalau kamu yang terus minta digendong seperti ini sampai pagi denganku sayang…” goda Andre sambil mengeluh pada Jessica.
“Ah Kakak kau bisa saja… Sebentar lagi ya?! Aku masih ingin digendong seperti ini dengan mu. Rasanya nyaman sekali jadi aku tak ingin turun.”pinta Jessica dengan suaranya yang manja.
“Ya sayang lakukan saja apa yang kau inginkan pada diriku, asalkan kau senang dan bahagia.”sahut Andre yang kemudian memeluk Jessica dalam gendongannya.
__ADS_1
Bersambung dulu ya