Cinta Jessika

Cinta Jessika
Bandara


__ADS_3

Di kota D


Di sebuah lapangan bandara udara internasional di kota D dua mobil mewah datang beriringan tanpa disengaja.


Leon yang duduk di tepi jendela pesawat tidak sengaja melihat pesawat jet pribadi milik keluarga besar Abraham Adijaya yang baru saja terparkir di sebelah pesawat jet milik keluarga besar Kusuma yang sedang ia naiki. Rasa ingin tahunya muncul begitu saja ketika melihat pesawat itu.


" Siapa yang hendak pergi?" Gumamnya dalam hati ketika melihat pesawat jet pribadi milik keluarganya itu.


Leon begitu penasaran dengan siapa yang akan pergi menggunakan pesawat milik Kakeknya itu. Ingin rasanya ia turun untuk mencari tahu namun karena rasa malas menjawab pertanyaan dua wanita yang ada bersamanya akhirnya ia pun mengurungkan keinginannya untuk turun.


Sedang di bawah sana Andre dan Jessica baru saja turun dari mobil bersamaan dengan Adam dan juga Ferdy yang juga baru turun dari mobil mewah milik Adam.


Netra Jessica tidak sengaja menatap wajah Ferdy yang baru saja menutup pintu mobil setelah memastikan Adam turun dari mobil. Jessica sungguh-sungguh mengenali wajah Ferdy asisten pamannya itu. Ya dia sudah menghafal betul wajah pria yang sudah menyiksanya selama 2 hari lalu, pria yang selalu memaksakan kehendaknya dengan ancaman-ancaman yang menakuti diri Jessica.


Jessica menatap wajah Ferdy dengan tatapan permusuhan. Dia menarik lengan suaminya dua kali membuat sang suami menoleh ke padanya.


"Kenapa sayang?" Tanya Andre.


"Ada Paman ku dan assisten menyebalkannya." Jawab Jessica sambil merengut.


"Assiten menyebalkan?" Tanya Andre dengan mengerutkan kedua alisnya.


"Iya assiten menyebalkan, selama aku di rumah Kakek dia orang yang selalu mengintimidasi aku dengan ancaman-ancamannya."


"Benarkah itu?"


"Hmm.."


"Sekarang kamu mau aku bagaimana sayang? Dia harus aku apakan biar hatimu puas?" Tanya Andre yang mengerti bahwa istrinya menaruh dendam pada Assisten Adam itu.


"Tinju saja perutnya satu kali, dia pernah memaksaku untuk makan makanan yang tidak ku suka sampai aku muntah-muntah di buatnya." Jawab Jessica begitu bersemangat.


Jessica ingat betul saat ia mogok makan keesokan harinya dia diminta makan telur rebus tanpa bumbu dalam jumlah banyak oleh Ferdy dengan dalih untuk mengembalikan staminanya.


'Rasakan kau assiten menyebalkan, suamiku akan membalaskan dendamku padamu. Kau akan merasakan perutmu yang sakit seperti yang ku rasakan saat itu walaupun dengan cara yang berbeda.' Batin Jessica bersorak kesenangan.


Kedua pasangan suami istri itu berjalan menghampiri Adam dan juga Ferdy karena Adam juga melihat keberadaan mereka. Andre terlebih dahulu menyapa Adam kemudian menyium tangan Paman istrinya itu kemudian Jessika mengikuti apa yang dilakukan suaminya.


"Mau pergi kemana Paman?" Tanya Andre memulai percakapan sebelum naik kepesawat mereka masing-masing.


"Paman akan ke Kota J ada urusan penting. Kalian akan ke Paris hari ini?" Jawab Paman kemudian bertanya akan keberangkatan mereka.


"Iya Paman," sahut Andre.


"Hati-hati ya Nak, jaga keponakan tersayangku ini jangan sampai hilang disana nanti." Ucap Paman sembari mengelus pucuk kepala Jessica.

__ADS_1


"Baik Paman, aku pasti akan menjaga istriku. Paman ngomong-ngomong apa pria disebelahmu ini assiten mu?" Andre bertanya seakan tak mengenal Ferdy. Ferdy bukanlah orang asing bagi Andre dia adalah Kakak dari teman kuliahnya yang bernama Mario.


Adam dan Ferdy mengerutkan alisnya mendengar pertanyaan Andre yang seolah tak mengenali Ferdy. Andre yang melihat ekspresi aneh wajah dua pria dihadapannya segera mengedipkan mata memberi kode kepada kedua pria itu. Adam dan Ferdy segera mengerti ketika mendapat kode dari Andre.


"Ya dia assisten Paman, ada apa Ndre?Apa kau ada perlu dengannya?" Tanya Paman mengikuti sandiwara kecil Andre.


"Aku ada sedikit urusan dengannya Paman."


"Urusan??" Tanya Adam dengan wajah penuh tanya.


"Ya Paman, aku ada urusan memberi pelajaran padanya." Jawab Andre yang berjalan mendekati Ferdy.


"Pelajaran?" Adam membeo.


Lagi-lagi Andre memberi kode pada Ferdi dengan kedipan matanya ketika posisi dirinya hampir mendekati Ferdy.


"Bro...Aku akan pura-pura meninju mu, berpura-puralah kesakitan." Ucap Andre tanpa suara yang di mengerti Ferdy.


'Dasar wanita bar-bar tukang ngadu rupanya dirimu, belum puas kamu merepotkan dan menganiya diriku selama dua hari sekarang kau suruh suami mu memukuli ku. Kepalaku saja masih sakit terbentur stir mobil sekarang kau mau menambahnya. Untung saja suami mu tak sama sepertimu.'batin Ferdy kesal.


Bugh (Bukan bunyi pukulan Andre yang mengenai perut Ferdy namun suara hentakan dari sepatu Ferdy yang ia sengaja untuk mendramatisir sandiwara mereka)


"Ini balasan karena sudah mengintimidasi istriku kemarin Tuan assiten yang sombong." Ucap Andre saat pura-pura memukul Ferdy.


Ingin rasanya Andre tertawa namun ia tahan. Ia berlaku bodoh pura-pura memukuli dan mengumpati kakak sahabatnya untuk membuat hati istrinya senang.


Jessica terlihat mengembangkan senyumannya melihat suaminya memukul orang yang ia benci ditambah Ferdy terus mengerang kesakitan. Adam memperhatikan betul wajah keponakannya yang begitu senang melihat suaminya memukul assiten pribadi Pamannya. Jessica begitu bahagia melihat penderitaan Ferdy. Karena Adam tahu Andre yang tak betul-betul memukul Ferdy membuat ia langsung tertawa begitu lebar melihat sandiwara suami ponakannya itu.


Dalam hati Adam berkata,"Aku sungguh tak menyangka Andre yang berdarah dingin, berwajah datar dan irit bicara bisa melakukan hal bodoh untuk membahagaiakan istrinya yang merupakan keponakanku itu."


"Hahahaha... Jessica...Jessica..." tawa Adam yang besar membuat Andre yang sedang bersandiwara memukuli Ferdy terhenti. Seketika Andre dan Ferdy menoleh ke arah Adam.


Mereka bertanya-tanya mengapa Adam bisa tertawa selebar itu padahal dia di kenal orang yang serius dingin dan datar, sikap hangatnya hanya ia tunjukan pada anak dan istrinya saja. Bahkan Ferdy tahu betul Adam sangat jarang sekali tertawa tapi kali ini Ferdy begitu takjub angin apa yang membuat Tuannya tertawa begitu lebar saat ini.


"Andre sudah, cepat bawa istrimu berangkat! Aku bisa tertawa sampai sakit perut dan menangis jika terus melihat istrimu dan tingkah konyol mu disini." Titah Adam pada Andre.


Andre pun menyudahi sandiwaranya.


"Thanks bro," ucap Andre tanpa suara. Ferdy pun mengangguk menjawab ucapan terima kasih dari Andre.


Setelah berpamitan Andre pun membawa Jessica menaiki pesawat yang telah lama menunggunya. Saat mereka masuk, pasangan pasutri ini mendapatkan tatapan sinis dari empat pasang mata yang sudah hilang kesabaran menunggu mereka. Mata siapa lagi kalau bukan Leon, Anna, Endah dan Jimmy.


"Cepat sekali datangnya sampai aku makan dua kali di pesawat ini." Sindir Endah ketika sepasang suami istri itu duduk di kursi mereka.


"Terimakasih atas pujiannya Endahku sayanh... oh iya kamu lapar atau dalam masa pertumbuhan ya? Aku begitu takjub pada mu dalam waktu singkat sudah dua ronde." Sahut Jessica tak mau kalah menyindir Endah.

__ADS_1


"Ronde-ronde mentang-mentang jadi penganten baru lu Jess... lu habis berapa ronde sih dateng telat banget gue sampe lumutan nih nungguin lu." Timpal Anna yang kesal dengan pasangan suami istri itu.


"Yang pasti beronde-ronde ya gak suamiku sayang? Sampe lupa kalau mau brangkat honeymoon ke Paris." Ucap Jessica konyol tanpa rasa malu sembari tersenyum kemudian memainkan kedua alisnya pada suaminya.


Andre hanya terlihat mengelus-elus keningnya setelah menatap wajah istrinya dengan ekspresi seperti itu. Di samping Endah Leon terus saja menatap tajam wajah adik iparnya namun yang ditatap seakan menghindar kontak mata dengannya.


"Aishh... Leon terus saja menatapku seakan ingin mencabik-cabik diriku saja." Batin Andre.


Sedang di kursi belakang Jimmy bersorak gembira melihat Tuan dan Nyonyanya seakan ingin diserang tiga orang yang juga menyebalkan baginya.


"Ndre kenapa kau tak mau melihat ke arahku, apa kau takut pada ku hah?" Pekik Leon pada Andre dengan sengit.


"Tidak, aku kira yang duduk di samping Anna algojonya ternyata dirimu Kakak ipar." Sahut Andre tak kalah sengit.


"Apa kau bilang aku Algojo?" Tanya Leon dengan mata membola.


"Iya Kak Ipar apa ada yang salah dengan sebutan ku tadi? Karena setahu ku istriku tidak mengajak serta diri mu dalam perjalanan bulan madu kami. Ia hanya mengajak Anna dan Endah. Bukan begitu sayang?" Jawab Andre sambil merangkul tubuh istrinya dengan senyum mengejek.


"Iya sayang aku cuma ajak Anna dan Endah. Tapi kenapa Abang ikut juga ya sayang?Bukannya dia harus bekerja di perusahaan Kakek." Timpal Jessica menguatkan statmen Andre dan meledek Leon dengan senyum mengejek seperti suaminya.


"Mungkin dia sudah di singkirkan Kakek karena terlalu kejam." Balas Andre.


"Apa kau bilang aku kejam?? Ternyata benar kata Endah kalian itu pasangan Keong Racun, gerak kalian berdua itu lelet dan selalu terlambat datang dan mulut kalian itu seperti racun berbisa kalau bicara. Benar-benar pasangan yang cocok dan menyebalkan"umpat Leon yang kesal, ia berdiri dari duduknya menghampiri sepasang pengantin baru yang memancing emosinya.


"Makasih atas pujiannya Bang, kami memang cocok sejak lahir."sahut Jessica.


"JESSICA" pekik Leon memanggil nama adiknya yang terus menyahut omongannya.


"Apa Bang?" Sahut Jessica saat namanya di panggil.


Kini Leon berdiri di hadapan kursi adiknya.


"Jessica kamu itu sekarang sudah..." ucapan Leon terhenti Jessica memotongnya.


"Cantik, pintar, seksi dan mempesona bukan begitu Abangku sayang?" Ucap Jessica saat memotong ucapan Leon yang berdiri di hadapannya.


Jessica berdiri memeluk tubuh kekar Leon. Ia tahu betul Leon sedang emosi pada dirinya dan suaminya. Jessica yakin dengan memeluk tubuh Leon amarahnya akan mencair padanya.


"Maafkan kami yang membuatmu menunggu Bang. Tadi aku bertambah lama karena bertemu Paman Adam di bawah sana. Ia ingin pergi ke Kota J katanya ada urusan penting disana." Ucap Jessica begitu pelan di dalam pelukan Leon.


"Hemm." Jawab Leon kemudian membalas pelukan adiknya ia mengelus lembut punggung adiknya itu.


"Ternyata Paman yang pergi, ada urusan penting apa dia ke kota J? Kenapa aku begitu penasaran dengan kepergiannya." Batin Leon.


"Huahaha.. Seksi dari mana neng dari ujung monas neng..." tawa Endah mengejek.

__ADS_1


"Mentang-mentang udah laku tingkat PD lu luar biasa Jesss huahaha..." sahut Anna.


__ADS_2