Cinta Jessika

Cinta Jessika
Lestari yang bertanya


__ADS_3

Malam itu jadi malam yang buruk bagi Jessica dan Lestari tapi tidak dengan Endah. Malam itu adalah malam terhebat dalam hidupnya.


Sementara Andre dan Lestari tidur di salah satu ruang rawat presiden suite di Rumah Sakit Pusat Central Kusuma dengan kamar yang terpisah di temani oleh pasangan hidup mereka masing-masing.


Sedangkan Endah dan Jimmy malah sedang enak-enakan menikmati malam panas mereka di sebuah hotel berbintang lima dengan fasilitas paling mewah di hotel itu. Hotel berbintang milik sang Paman tersayangnya. Paman yang jika bertemu selalu mengajaknya berdebat namun jika tak bertemu mereka saling merindukan satu sama lain.


Adam memberikan hadiah menginap di hotel miliknya sebagai hadiah dari keberanian Endah menghabisi nyawa orang yang menjadi sumber penderitaan keluarga besarnya. Tak hanya Adam yang memberikan dirinya hadiah, Abraham dan kedua kakak sepupunya pun juga memberikan dia hadiah yang tak bisa dinilai lagi harganya.


"Malam ini aku menjadi orang yang kaya mendadak ya Babang Jimmy sayang?" Tanya Endah yang berada diatas tubuh Jimmy dengan milik Jimmy yang masih menancap di dalam miliknya.


"Huumm...Kau malam ini jadi orang yang sangat kaya dan apalah artinya aku ini yang hanya butiran pasir di tepi pantai yang selalu dihantam oleh ombak?" Jawab Jimmy yang merendahkan dirinya.


"Hahahaha minder sekali suami ku ini ya? Kalau aku kaya kamu pun akan ikut kaya Babang Jimmy." Balas Endah yang memainkan alisnya.


"Ya aku ikut menikmatinya tapi aku seperti pria yang tak ada harga dirinya, menumpang hidup dengan kekayaan istrinya." Sahut Jimmy yang masih merasa kecil di hadapan sang istri.


"Kenapa kamu insecure gitu sih? Jangan lupakan Mertua adikku itu sudah memberikan sahamnya sebesar 10 % untuk mu! Apa kau melupakannya hah? Apa kau tak berniat membaginya dengan ku hah? Jangan-jangan kau mau coba-coba poligami ya?" Endah membrondong pertanyaan pada Jimmy.


Disetiap pertanyaan Endah menghentak milik Jimmy yang menancap di dalam miliknya hingga wajah Jimmy meringis kesakitan.

__ADS_1


"Ahh...Ampun sayang, Ahh...Enggak seperti itu... Aku pasti membaginya untukmu dan anak kita. Aku tak akan mengambil sepeserpun." Jawab Jimmy dengan rintihan dan de.sa.han.nya.


"Bagus sayang...begitu dong... Sekarang gantian, jangan jadi suami pemalas! kamu sudah keenakan dari tadi aku yang kerja keras kamu cuma telantang menikmati terus goyanganku." Ucap Endah yang langsung saja turun dari atas tubuh Jimmy.


"Salah lagi salah lagi, bukannya tadi dia yang mau menghukum ku dengan yang enak-enak sekarang aku dikatainya pemalas. Yang pemalas itu dia sendiri. Bangun tidur mandi saja minta dimandikan seperti bayi. Apa yang dia kerjakan dari awal dia membuka mata sampai dia memejamkan mata, tidak ada pastinya... sabar Jimmy sabar...istrimu ini wanita ini masuk kategori istri terlangka di dunia yang harusnya dimasukkan kedalam Musium." Keluh Jimmy dalam hatinya.


Mereka berdua melanjutkan permainan mereka hingga sang Fajar hsmpir datang untuk menyapa.


Di rumah sakit pusat Central Kusuma, banyak bodyguard yang berjaga di pintu ruang rawat Andre maupun Lestari. Setiap perawatan yang memeriksa kondisi Andre dan Lestari dilakukan pemeriksaan yang super ketat.


Lestari yang mengalami pinsan sudah kembali sadar. Saat ia sadar, ia sangat terkejut karena sudah berada di rumah sakit saja. Saat pertama kali ia membuka matanya hal yang dia tanyakan adalah kondisi putrinya Endah.


"Hahahaha... Seharusnya Ibu jangan pingsan dulu! Ibu melewatkan betapa hebatnya putrimu Bu." Nico menanggapi cerita istrinya dengan tertawa dan membanggakan putrinya Endah.


"Putri kita hebat?! Putri kita yang mana ayah?" Tanya Lestari yang menatap oenuh tanya pada sang Suami.


"Putri kita Endah, dia tak kalah hebatnya dengan menantu kita itu. Ternyata Putri kita jago menembak." Jawab Nico yang membuat Lestari membulatkan matanya.


"Endah jago menembak?!" Tanya Lestari tak percaya.

__ADS_1


"Iya Bu. Setelah Jimmy menantu kita itu menghabisi orang-orang Ferry, Endah kembali membebaskan dirinya sendiri Bu, dia melompat dan berlari ke arah dinding, dia hantam bangku yang dia duduki itu ke dinding. Brakkk..!!! Bangku kayu itu hancur Bu. Putri kita berlari mendekati suaminya dan mengambil senjata api dari belakang pinggang Jimmy. Itu sangat keren bu. Andai saja Ibu melihatnya. Endah mengambil pistol suaminya itu menghabisi Tante Suci Bu. Dialah biang kerok dari semua kepahitan hidup kita. Dengan beraninya dia menembak Tante Suci tanpa rasa takut dan ragu." Jawab Nico yang kemudian menceritakan kejadian yang terjadi beberapa jam yang lalu.


"Apa?? Endah membunuh Tante Suci??" Tanya lagi Lestari seakan tak percaya.


"Iya Bu, Endah tak hanya menembak Tante Suci dia juga menembak Diego yang ingin mencuri kesempatan membawa kabur Jessica Bu, dan Ibu tahu dia juga menembak Melani yang ingin mencoba membunuh menantu kita Andre." Jawab Nico lagi yang menceritakan kejadian yang tidak diketahui Lestari.


"Melani ingin membunuh Andre?" Tanya Lestari yang tak percaya Melani akan melakukan hal itu.


"Ya Bu, Melani ingin membunuh menantu kita, karena menantu kita sudah membunuh Cynthia, putri Melani." Jawab Nico yang lagi-lagi membuat Lestari tak percaya menantunya sudah menjadi pembunuh semua.


"Kenapa Andre bisa membunuh Cynthia Ayah? Kenapa kita jadi memiliki dua menantu yang menjadi seorang pembunuh? Bagaimana kondisi putri-putriku punya suami seperti mereka berdua?" Tanya Lestari lagi yang rasanya ia ingin pingsan kembali saja.


"Cynthia memaksa Andre untuk menikahinya. Dia ingin merebut Andre dari Jessica. Dan tanp sepengetahuan kita. Andre sudah dianiaya oleh Cynthia dan orang-orangnya Bu. Menantu kita datang menghampiri ruangan penyekapan kita dalam kondisi berdarah-darah Bu. Jalannya sempoyongan menahan sakit akibat luka sobek di tangan dan Kepalanya Bu."


"Apa??? Terus bagaimana kondisinya sekarang?" Tanya Lestari yang terlihat begitu khawatir.


"Dia sudah ditangani oleh Dokter, luka-lukanya sudah di jahit dan di obati oleh Dokter Bu. Sekarang dia ada di ruang rawat sebelah. Menantu kita itu mengeluarkan banyak darah Bu, jadi sekarang dia harus menjalani transfusi darah. Ibu jangan khawatir dia sudah ditemai oleh putri kita. Kata Dokter kondisinya akan baik-baik saja setelah menjalani transfusi darah nanti." Jawab Nico apa adanya.


"Apa masalah ini sudah selesai Ayah? Apa kita nantinya akan berurusan dengan pihak kepolisian?" Tanya Suci yang membuat Nico sejekan terdiam.

__ADS_1


"Aku rasa Brata akan mengurus semuanya. ibu tak perlu mengkhawatirkan apapun lagi. Semua sudah berlalu dan kita bisa melewatinya percayalah Bu?!".


__ADS_2